NovelToon NovelToon
Wanita Cantik Tuan Muda Dingin

Wanita Cantik Tuan Muda Dingin

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Kembar / Wanita Karir / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:14.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asti Amanda

Cerita ini adalah lanjutan dari novel ~MIRA~

_____

Enam tahun telah berlalu di mana kejadian aksi bunuh diri Mira belum bisa dilupakan oleh Raka Alendra. Pria muda tampan yang memiliki kelebihan dapat mendengar isi pikiran orang lain.

Dengan kemampuannya itu ia dapat membangun perusahaan terbesar serta perusahaan lainnya. Seorang Presdir termuda di Perusahaan Welfin di kota Byusan. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Sovia indriani, wanita yang baru tiba dari luar negri sekaligus seorang single mom yang memiliki rupa yang sama dengan Mira dan memiliki seoarang Putra yang bernama Deva. Sovia bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan Welfin.

Tiba-tiba saja seorang wanita lain hadir dan memiliki wajah yang juga mirip dengan Mira. Wanita itu mencoba untuk mengambil perhatiaan Raka. Namun karena gadis kecil yang bernama Dean, Putri kecil dari Raka mencoba untuk menyingkirkan wanita tersebut, karena tak ingin Ayahnya terjebak akan rencana jahatnya.

Begitupun dengan bocah yang bernama Deva, ia mencoba membantu Dean untuk mempersatukan Ibunya dengan Ayah Dean. Dan ternyata kedua bocah itu adalah saudara kembar yang artinya Sovia dan Raka adalah orangtua kandung mereka.

Lalu bagaimana semua itu terungkap?

Yuk kita baca sampai selesai:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Jadi Mata-mata

...{Beri like dan komen}...

Di waktu yang sama, di kediaman keluarga Welfin, terlihat mereka sedang sarapan bersama. Raka yang cuma terdiam membuat Ayahnya kecewa dengan tingkah Putranya itu. Tuan Hendra hanya ingin Putranya memiliki pasangan hidup bukan cuma memikirkan gadis enam tahun yang lalu.

"Bagaimana? Apa kamu sudah memilih di antara mereka?" Tuan Hendra bertanya sekali lagi. Namun, tetap saja Raka masih dalam pendiriannya, diam dan tak peduli tentang para wanita yang dipilih oleh ayahnya.

"Pah! Sudah, ini kita lagi makan. Jangan membuat Raka marah lagi." Bu Dina mencoba menenangkan Suaminya.

Karena tidak tahan lagi, Raka berdiri dan pergi meninggalkan meja makan begitu saja. Pak Hendra tidak habis pikir, bagaimana lagi dia harus menasehati Putranya ini. Dean yang melihat ayahnya ingin pergi ke Kantor, ia berjalan cepat mengikuti ayahnya dari belakang.

"Papii! Dean boleh ikut kan?" Dean bertanya sambil menghalangi ayahnya, dengan wajah menggemasnya, dia mulai merayu ayahnya kembali.

"Papii! Ku mohon, ku mohon! Papi izinin Dean ikut ya ... ya."

Erika yang berdiri di samping Dean, ia cuma tertawa geli melihat tingkah lucu keponakannya itu.

"Haha ... Dean sama kakak saja ya."

"Tapi!"

"Baiklah, Erika. Tolong kamu ikut mengurus dia, jangan biarkan dia membuat onar di kantor nanti." Raka mengizinkannya lalu berjalan kembali ke mobil miliknya.

"Yeaaa, asiikk kak Erika juga ikut."

Dean terlihat senang, ternyata memiliki wajah imut itu bisa juga memenangkan hati seseorang. Erika hanya menggelengkan kepala saja. Mereka pun mengikuti Raka menaiki Mobil hitam. Sedangkan, Vian yang melihat ketiganya pergi begitu saja, ia merasa jengkel. Sementara Pak Sam si pengurus Rumah hanya terseyum melihat tingkah mereka.

"Lebih baik aku keluar mencari pacar, bosan juga disini mendengar tiap hari paman Hendra mengamuk." Vian menuju mobilnya lalu meninggalkan rumah besar itu.

Masih di meja makan, orang tua Raka terlihat membicarakan sesuatu.

"Pah! Lebih baik tidak terlalu keras pada Raka."

"Papah hanya ingin Raka menikah, jika seperti ini nanti orang-orang di luar sana akan menganggap Putra kita yang tidak-tidak, Mah." jelas Tuan Hendra.

"Papah juga ada benarnya, tapi jangan terlalu memaksakan Raka!" cetus Nyonya Dina.

"Baiklah terserah Mama saja, asalkan Raka sudah menikah maka perusahaan akan semakin maju, status nya yang masih jomblo bisa membuat reputasi perusahaan menurun. Apalagi kehadiran Dean yang sangat berpengaruh, dia harus segera mencari seorang Ibu untuk cucu kita." jelas Tuan Hendra panjang lebar.

"Papa benar juga, tapi Mama rasa kenapa Raka menolak para Wanita di sampingnya, mungkin karena Raka bisa tahu tujuan mereka."

Nyonya Dina tau sendiri Raka memiliki kemampuan dapat membaca pikiran orang dan itulah Raka sampai sekarang tidak memiliki Istri. Karena Raka tahu tujuan para wanita yang mendekatinya.

"Kita berdoa saja mah, semoga kita dapat menantu yang baik-baik." Tuan Hendra berdiri lalu meninggalkan Meja makan tersebut dan diikuti istrinya di samping-nya.

****

Sedangkan disisi lain, Putri sudah tiba di Perusahaan Welfin, namun ia belum bisa menemukan di mana keberadaan Sovia. Kali ini ia harus jadi mata-mata buat Deva dan mengawasi siapa saja yang ditemui oleh Sovia hari ini.

"Sepertinya aku tidak salah tempat deh, tapi di mana Ibunya Deva?" Putri memasuki perusahaan itu.

"Masuk saja lah, lagian tidak ada yang bisa melihatku."

Kini Putri mondar-mandir mencari keberadaan Sovia, dan akhirnya dia menemukannya juga. Terlihat sedang sibuk dengan komputernya.

Di waktu yang sama, terlihat Raka, Dean dan Erika tiba di perusahaan itu. Raka merasa di perusahaan ini ada hawa aneh, dia pun mencarinya dan akhirnya melihat Putri yang berdiri di dekat Sovia. Putri sontak terkejut, ternyata bukan cuma Deva saja yang melihatnya tetapi ada Pria lain yang juga bisa melihatnya, Putri pun segera menghilang.

Raka yang melihatnya tidak terlalu peduli dan tetap menuju lift. Dean yang melihat Sovia sudah datang, ia pun langsung meminta izin pada Erika.

"Kak Erika, Dean mau kesana ya." Dean menunjuk ke arah Sovia.

"Boleh, tapi jangan ganggu orang ya." ucap Erika sambil tersenyum.

"Janji, Dean tidak akan mengganggu orang." Dean segera berlari ke arah Sovia. Erika hanya menggelengkan kepalanya melihat keponakannya itu. Dean pun menyapanya dan mereka saling tertawa bersama.

Sedangkan, Putri masih menguntit di sudut ruangan, ia terlihat terkejut melihat Dean, sekaligus merasa aneh dengan Erika, seperti terasa familiar, begitu pun Dean.

"Bocah kecil itu begitu mirip dengan Deva, dan untuk perempuan yang bersamanya tadi, kenapa aku merasa tak asing, di mana aku pernah melihatnya ya." Putri bergumam sambil memiringkan kepalanya.

"Pria yang tadi juga, apa dia bisa melihatku? Dan tadi, dia juga mirip dengan Deva." Putri semakin penasaran, dia memandang Sovia yang terlihat bahagia dengan Dean.

"Wah ini gak boleh dibiarin, Deva harus tau, kalau ada gadis kecil yang mendekati Ibunya." Putri si hantu cantik itu pun perlahan menghilang.

...*****...

...Wah apa yang akan dikatakan Putri pada Deva?...

...Jangan lupa...

...Like...

...Komen...

...Dan...

...Vote...

1
Naraa 🌻
Duh peran Sovia lemah bgt sih, masa ga bisa membela diri sendiri
Aileen
mantap aq suka karya mu thor lanjut kn👍👍👍👍👍👍
Rie_za
no aku🤣🤣
Adka
semangat💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
Adeeva Miezha
trlalu bnyak drama cerita novel nya udah kaya di sinetron
Adeeva Miezha
trlalu ribet nih novell bnyak bnget drama sinetron nya
Puput
Lumayan
Rahmawaty❣️
Widih seremm😣
Rahmawaty❣️
Hantu ini siapa ya?
Rahmawaty❣️
Trs bgaimna bisa si dean ada padamu raka??
Maaf aku blm bca season 1 soalnya . Mau bca tp males ah..kpngen lgsug bca yg ini aja🤭
Rahmawaty❣️
Tak suka tak suka.. Kya meymey 😂😂
Rahmawaty❣️
Raka sma deva pda punya indra kesepuluh😅😅
Nf@. Conan 😎
mira ntuh yg mn ya
Rosmawati/jnr
Bagus
Toniweiling Weiling
bagus, semoga sukses selalu
U. Boy
ya namanya berhadapan dengan orang yang disukai🤣
Kafadzar: hai ka, maaf 🙏numpang promo novelku,judulnya " kisa mistis saat tinggal dirumah panggung" jika berkenan silahkan mampir😊. terimah kasih.
total 1 replies
U. Boy
ck,pinter banget ni anak
U. Boy
kuy kuy,raka cuma punya mami mu dean
U. Boy
waduh ngakak🤣
U. Boy
wah sama tuh kesukaan ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!