NovelToon NovelToon
Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Mafia / Persaingan Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Roman-Angst Mafia / Beda Usia / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:15.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Yulianti

VANO SALVATRUCHA
Putra dari Vino Salvatrucha dan Vira Laurent. pria yang mengambil hampir seluruh sifat ayahnya itu kini tumbuh dewasa, Vano mengambil alih seluruh kekuasaan Salvatrucha dari tangan orangtuanya. Sebagai pewaris satu satunya Vano harus bekerja keras untuk mengembangkan seluruh perusahaan Salvatrucha namun disamping itu sifat gilanya terhadap senjata senjata tajam dan berbahaya memang sudah tidak bisa dihilangkan oleh karena itu selain menjadi pemimpin Salvatrucha Group vano adalah pemberantas mafia terbesar dinegara nya.

Vallen
Gadis delapan belas tahun yang sudah mendapat gelar sebagai pembunuh tanpa ampun, Valen adalah gadis bermata dingin dan tajam. Valen tidak memiliki hati ketika membunuh seseorang, sekali saja dia tahu dirinya dibohongi oleh musuh maka orang itu akan habis ditangan sang mafia unik ini, namun karakter yang dimiliki Vallen berbeda beda. ada saatnya dia menjadi kucing kecil penurut namun ada saatnya dia menjadi gadis tangguh yang membunuh seluruh musuhnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13

Beberapa saat kemudian Vira sekeluarga kembali kerumah nya untuk memberitahu Zea untuk tinggal bersama kakak angkatnya menemani Vallen sedangkan Vano, Farel, dan Ethan tetap menjaga Vallen didepan taman.

"Ck pemberantas mafia kenapa malah menjaga gadis tidak jelas asal-usulnya" gumam Ethan kesal.

Belum sempat membalas ucapan Ethan, Vallen berjalan mendekati ketiganya.

"Itu namanya apa?" Tanya Vallen menunjuk keatas langit.

"Matahari" jawab Vano datar.

"Hey kau hidup di zaman apa hingga tidak tau matahari" ucap Farel heran.

"Apa dia bersaudara dengan bulan?" Tanya Vallen dengan polosnya.

"Untuk apa kau bertanya semua hal yang tidak jelas seperti ini, apa kau benar-benar bodoh!!" Ujar Vano kesal.

"Vallen hidup dimalam hari, Vallen tidak tau kenapa ada dunia terang dan ini pertama kalinya Vallen melihat dunia sangat bercahaya tidak seperti sinar bulan" tutur Vallen.

Ketiganya saling menatap mendengar penuturan tidak masuk akal Vallen, mana ada manusia tidak pernah melihat dunia luar.

"Kau tau siapa dirimu?" Tanya Vano.

Vallen kembali mengangkat tangan menunjukkan sebuah nama di gelangnya.

"Kau tau pekerjaan mu?" Tanya Ethan.

"Membunuh!" Jawab Vallen dengan gampangnya.

"Atas perintah siapa?" Tanya Farel.

"Dia" jawab Vallen tanpa menunjuk siapapun dari ketiganya.

"Dia? Dia siapa?" Tanya Vano.

"Tidak tau" jawab Vallen mengangkat bahunya lalu masuk kedalam rumah.

Ketiganya menatap kepergian Vallen, ada sedikit cahaya terang yang mereka dapatkan bahwa Vallen benar bukan otak dari semua itu.

"Gadis ini benar benar berbahaya, Zea tidak boleh terlalu dekat dengannya. Pastikan kamar keduanya terpisah jauh" ucap Vano pada Farel dan Ethan.

"Bisa saja kali ini dia bersandiwara untuk menghabisi kita" saut Farel.

"Kurasa tidak, lihat matanya sangat bernyawa berbeda saat aku berkelahi dengannya tadi malam, waktu itu matanya kosong" sanggah Vano.

Ketiganya berpikir keras kenapa Vallen bisa berubah menjadi seperti itu.

"Sudahlah kalian pergi ke kantor aku akan diam disini menunggu Zea" ucap Vano meninggalkan Farel dan Ethan masuk kedalam rumah.

Vano melihat sekeliling rumahnya namun tidak ada Vallen disana.

"Vallen!!" Panggil Vano mulai berjalan cepat menuju kolam renang dan ruang tamu namun tidak ada.

"Vallen disini!!"

Vano berjalan kearah dapur, benar saja Vallen sedang memakan daun bawang didekat kompor.

"Kau sedang apa?" Tanya Vano heran.

"Aku lapar" jawab Vallen memelas.

"Bodoh memangnya bisa kenyang makan daun bawang" ucap Vano mengambil daun bawang yang ada dimulut Vallen.

"Teman ku sering memakan makanan seperti ini" ujar Vallen.

"Aku tidak peduli paling teman mu adalah hewan" gerutu Vano.

Vano menghubungi pelayan rumah utama untuk datang kerumahnya memasak makanan sekaligus membersihkan rumah. Vano biasa melakukan itu karena dia tidak suka jika terlalu banyak penghuni dirumahnya.

"Tunggu disini dan diam!" Vano membawa Vallen duduk di atas meja sembari menunggu pelayan menyajikan sarapan.

Beberapa saat kemudian pelayan datang dan menyiapkan sarapan untuk mereka, Vallen sangat antusias melihat banyaknya piring piring diatas meja dengan bau harum yang menggoda.

Tanpa aba aba Vallen langsung mengambil daging ayam menggunakan tangannya lalu mulai sarapan dengan buas hingga Vano tidak sanggup memakan sarapannya sendiri melihat wajah Vallen penuh bumbu.

"makan pelan pelan memangnya siapa yang akan mendahului mu" ucap Vano memberikan kotak tisu pada Vallen.

"aku tidak pernah makan makanan ini, apa dunia benar benar sudah berkembang?" tanya Vallen sembari menguyah.

"bukan dunia yang berkembang tapi kau sudah ketinggalan zaman, mafia macam apa yang tidak tahu apa apa, bodoh sekali bisanya hanya membunuh!" gerutu Vano

1
int.mi
rumah ny keren😅
int.mi
penasaran, tapi seru😷
Nabila zaskia
Biasa
Nabila zaskia
Kecewa
Hilda Nur mashumah
rengkarnasi nya Umi Vira
Febri Ana
galak amat thor jadi ngeri sama vira
Febri Ana
lanjuuttt
Febri Ana
masih agak lupa sesion 1 seru lanjuutt
Edwinsyah
Luar biasa
lidya Fransiska
❤️
Rehan 14
baguss banget q sukaaaaaa.... 😚😚😚😚😚😚😚
runma
polos bener
runma
wah telat baca aku
jumriati
thor novel untuk anak² nya Vallen and vano gak ada ?
Maulana Akbar
Biasa
Listia Dewi
😭😭😭😭😭😭😭 sakiiiiit thor ga mau brenti nangis q d eps ini 😭😭😭😭😭😭🤦
Listia Dewi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kelakuan vino
minyoongi
sayang
nor hidayah
hahahahah...pergi berlibur hanya utk kentut sebentar...
Daffodil Koltim
sdah agak lupa season 1, krn udah lma bacanya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!