Sara, seorang gadis sebatang kara yang sudah menjalani hidup dengan kesendirian selama 6 tahun terus berharap bahwa akan ada keajaiban dihari esok. Ia ingin mendapatkan sosok teman yang dapat membuat dunianya tidak sepi lagi.
Ia dipertemukan dengan seorang laki-laki yang bernama Key. Seketika hidup Sara tidak sama lagi. Apakah Ia akan terus menderita atau kebahagiaan menghampirinya?
Season 2
Anak pertama Sara dan Key yaitu Flint menjalani hubungan asmara dengan kekasihnya sedari SMA. Pada awalnya, mereka menjalani hubungan itu dengan main-main alias tidak serius. Mereka sudah menjalani hubungan cukup lama, tetapi hubungan mereka tidak pernah semulus yang orang orang bayangkan. Banyak cobaan, ujian, masalah yang menghampiri mereka. Akankah mereka bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvina Stephanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Dalam Lift
"Tidak." tegas Sara.
"Benarkah?" tanya Key.
"Semua orang bilang pacaran menyakitkan. Kita memang senang, bahagia saat bersama tapi setelah putus itu sangat menyakitkan. Untuk apa aku coba?" jelas Sara.
"Putus memang menyakitkan. Kalau gitu kenapa harus putus?" jawab Key.
"Ada salah satu diantara mereka berpikir lebih baik putus dibanding bersama karena tidak ada jalan lain. Kamu bukannya pernah pacaran? Melihat pacarmu bercumbu dengan pria lain apa kamu tidak mutusin dia?" jawab Sara.
"Iya sih. Aku hanya bingung kenapa dia melakukan itu sedangkan didepanku dia bilang sangat amat mencintaiku. Menurutmu kenapa?" kata Key.
"Entahlah. Tanya langsung saja ke orangnya?
Lebih baik kita berangkat sekarang, Key." ajak Sara.
Di dalam mobil saat perjalanan menuju perusahaan, Key dan Sara sangat canggung. Salah satu dari mereka tidak ada yang memulai percakapan. Setibanya di perusahaan, Key tidak menuju ke parkiran, tetapi ke lobi utama dimana semua mata tertuju pada mereka.
"Bukannya itu karyawan baru disini?"
"Mengapa bisa turun dari mobil Sir Key?"
"Sepertinya dia masuk ke perusahaan dengan jalan 'lain' "
"Apa hubungannya dengan Sir Key?"
"Apa dia wanita simpanan Sir Key?"
Sara mendengar semua orang membicarakannya. sangat jelas. "Beri tahu seluruh staf untuk berkumpul di auditorium dalam waktu 15 menit " perintah Key kepada Sara.
Setibanya di auditorium, Sara melihat auditorium milik Key bukan auditorium biasa. Sangat amat luar biasa besarnya. Bahkan di kampus ternama milik Sara dulu kalah besarnya. Kira kira auditorium Key memuat 5000 orang.
"Hadirin semua. Saya ingin memperkenalkan disamping kanan saya ialah Sara sekretaris baru yang menggantikan Nindy. Sara memang sebelumnya bekerja di tim keuangan namun saya lebih membutuhkan dia. Sekarang dia menjadi sekretaris utama di perusahaan ini. Jika kalian semua melihat kami sering bersama di dalam perusahaan, bukankah itu hal yang wajar? Kecuali di luar perusahaan."
"Seterusnya, jika ada yang ingin disampaikan ke saya, bisa melalui Sara. Lalu, jika saya mendengar sebutan wanita simpanan dan sebagainya untuk Sara, tidak ragu lagi saya akan mengeluarkan nya dari perusahaan saya. Perusahaan ini berawal dari yang baik dan saya harap isi nya juga baik dengan tujuan yang baik bekerja disini bukan untuk menggosip yang tidak tidak. Sekian dan terima kasih." ucap Key lalu meninggalkan ruang auditorium dan disusul Sara.
Didalam lift menuju ruangan Key, "Aku tidak menyangka kamu orangnya berlebihan." kata Sara. Key mengecup bibir Sara. "Aku tidak pernah bercinta didalam lift. Kamu juga belum. Mau coba?" jawab Key.
Mata Sara melotot mendengarnya. Rasanya ingin menampar Key yang berada tepat didepan mukanya itu. Key meraih tengkuk Sara dan melumat bibir Sara dalam dalam. Didorongnya Sara sampai mentok dan diangkat kedua tangannya Sara oleh Key. Key menarik rok Sara dengan satu tangannya dan ketika Key ingin melumat bibir Sara, Sara memalingkan mukanya.
Tingg. Pintu lift terbuka. "Kita sudah sampai, Mr. Key." sahut Sara sambil berjalan keluar lift dan merapikan roknya. Namun tangan Sara ditarik oleh Key sehingga Sara mundur lagi ke belakang. "Tidak ada siapa siapa disini. Mari lakukan saja." seusai Key berkata seperti itu, Ia langsung melumat bibir Sara sampai Sara kehabisan nafas.
Sepertinya Key tidak main main dengan nafsunya. Ia membenarkan perkataannya. Key langsung membuka blazer Sara dan membuangnya ke lantai didalan lift. Lalu dikecupnya lah leher Key sambil Ia mengeluarkan handphone di kantung celananya.
"Calvin, tutup akses ke lantai 60"
udah tau cinta tidak bisa di paksakan..
malah di paksa hadehhh cewek2..
punya mulutnya 2 sih 🤣🤣🤣
jadi bawel and Maruk ...
tpi gak semua cewek y 🤭