Rahim Bayaran Sang CEO
Clarisa, seorang gadis desa yang berhasil merubah hidupnya dengan menjadi sekertaris di perusahaan besar.
Interaksinya dengan sang pemilik perusahaan membuat butiran cinta mulai tumbuh dihatinya.
Rasa cintanya mengantarkannya ke sebuah kegilaan dengan menerima tawaran sang CEO untuk menjadi istri kontrak sekaligus rahim bayaran.
Mampukah Clarisa meluluhkan hati sang CEO?
Apakah rencana tersembunyi Clarisa akan berhasil?
yuk simak novel ini!
Nb: dilarang plagiat!! apabila ada kesamaan nama tokoh, mungkin hanya kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seberapa Dekat?
"Hmm iya ma"
"Sering sering ajak kesini. Kalau perlu nginep"
"Nggak bisa ma, dia juga kerja"
"Kan sekertarismu, kau bisa membawanya pulang bersama"
Dev hanya memutar bola matanya malas.
"Kalau perlu cepat nikahi dia, mama sudah yakin dia gadis baik"
"Hmm"
"Kau sudah ada rencana melamar?" Desak mama Dina.
"Astaga ma, aku dan dia masih baru. jangankan lamaran, memikirkan liburan bareng aja belum pernah" kesal Dev karna mamanya terkesan memaksa.
"Ck kau ini, jadi laki laki itu harus berani"
"Memang siapa yang nggak berani?"
"Kau"
"Bukan ma, Dev belum sepenuhnya yakin sama dia"
"Apasih yang buat kamu ragu, cantik, pinter masak, mandiri, sopan lagi sama mama"
"Ya mama kan cuma tau itu aja, beda sama Dev yang tiap hari sama dia"
"Ya udah terserah kamu, mama cuma mau kalian cepet nikah biar mama cepet punya cucu. Rumah sepi Dev kalau nggak ada anak kecil. Kamu sama adikmu udah sibuk sendiri"
"Ya makannya mama buat anak lagi" goda Dev membuat mama Dina kesal.
Beberapa hari kemudian,
Hari ini Dev lembur di kantor karna menyelesaikan laporan yang belum ia check.
Hari itu juga, sepulang kantor Risa langsung kerumah Dev karna ajakan dari mama Dina untuk membuat kue bersama.
"kok nggak bareng Dev? dia tau kalau kamu udah kesini?" Tanya mama Dina.
"Nggak tau ma, Risa belum bilang. Lagian kak Dev pasti sibuk"
"Oh, gitu. Yaudah ayo kita masak masak dulu"
"Kok masak kue banyak? Emangnya mau buat apa ma?"
"Besok kan semua keluarga besar berkumpul dirumah ini. Jadi mama buat ini semua untuk jamuan mereka"
"Oh gitu ya"
"Besok pagi pagi banget bantuan mama prepare acarnya ya"
"Tapi nanti kalau Dev marah gimana ma? Kan nggak ada yang bantuin kerjaan"
"loh, ngapain masih mikir kerjaan. Pasti Dev juga libur lah. Ini kam acara dia, makannya hari ini dia lembur.
"Oh gitu, ya udah deh nggak papa ma" Risa ikut saja walau sejujurnya bingung ada acara apa sebenarnya. Kenapa harus melibatkan dia dan Dev?
"Sekalian nginep disini"
"Nginep ma? Beneran? Nggak ngrepotin?" Tanya Risa sungkan.
"Enggak, kamu udah kaya anak mama sendiri. Nanti biar pelayan nyiapin kamar buat kamu"
Risa mengangguk
Tepat pukul 10 malam, Dev baru saja pulang.
Pria itu kaget melihat mamanya dan Risa masih sibuk didapur.
"Sayang, kamu disini?" Sapa Dev memeluk Risa dari samping.
Tubuh Risa membeku, mendadak gadis itu gemetaran.
"Astaga, gila ini gila. Dev memelukku" batinnya berteriak.
"Sadarlah Risa, ini hanya sandiwara" batinnya lagi.
"Sayang?"
"I iya, aku membantu mama menyiapkan roti untuk besok"
"Besok?" Dev mengangkat sebelah alisnya.
"Iya, mama minta Risa buat bantu bantu buat acara besok. Sekalian biar malem ini dia nginep disini" Ucap mama Dina.
Dev sempat tertegun,
"Seberapa jauh kedekatan mama dan Risa?" Batinnya. Keduanya terlihat seperti pasangan menantu dan mertua yang sangat akrab.
Padahal baru beberapa minggu yang lalu ia mengenalkan Risa ke keluarganya.
"Oh gitu"
Setelah semua selesai, Risa membersihkan dirinya ke kamar yang sudah disiapkan pelayan.
Kini gadis itu mengenakan daster selutut tanpa lengan membuat tubuh putih mulusnya terpampang nyata.
"Astaga, aku malu sekali" gumamnya karna tak biasanya ia menggunakan baju tanpa lengan.
Ceklek
"Astaga" Risa terjingkat kaget kala pintu terbuka tiba tiba.
"Ada apa?" Tanya Risa setelah tenang.
Dev malah masuk dan mengunci pintu itu dari dalam.
"Kenapa kau memakai pakaian seperti ini?"
semangat KA..