NovelToon NovelToon
Diantara Mereka

Diantara Mereka

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:245.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deodoran

karya ini terdapat alur maju mundur ya, baca beberapa bab baru baru bisa mengerti jalan ceritanya.😁

Garina Jelita, gadis malang yang telah disia siakan selama 10 tahun, ia berada dititik terendahnya saat suami yang ia percaya mampu melindunginya justru mengusirnya dari kehidupannya.

percayalah penyesalan akan selalu ada bagi mereka yang berbuat kesalahan, namun waktu belum tentu memberi kesempatan bagi mereka untuk menebusnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deodoran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Aaaa...."

"Uuuuuu"

"Astaga tuan setannya" Garina menutup wajahnya dengan kedua tangan namun masih ada cela untuk bisa melihat layar didepannya

"AAAAA"

Untung Sagara menyewa  bioskop privat sehingga tak ada orang disana. hanya mereka berdua jadi tak ada yang terganggu dengan tingkah konyol Garina.

"Hahaha" gadis itu lalu terbahak bahak sembari memegang dadanya yang berdetak tak karuan.

"Setannya ngeri baget tuan"

"Tuan tidak lihat matanya astaga" Garina bergidik ngeri "Dia besar sekali seperti hendak keluar dari tv, aku yakin malam ini tidak akan bisa tidur Tuan" Garina begitu antusias mengenai pengalaman pertamanya masuk dan nonton didalam bioskop sedangkan Sagara sedari tadi memperhatikan gerak bibir Garina yang terlihat begitu lucu dan menggemaskan.

Hanya Garina saja yang menikmati tontonan didepannya sedangkan Sagara asyik mengamati tontonan yang menurutnya lebih lucu  disampingnya. Tingkah lucu Garina benar benar berhasil menghibur Sagara ia tak menyesal mengajak gadis itu untuk memghabiskan waktu sebagai kekasihnya.

"Ini kali pertamamu masuk ke Bioskop?"

"Iya Tuan, aku sering ke mall untuk cuci cuci mata tapi tak pernah masuk ke Bioskop, paling hanya jajan coklat atau makan di kfc" Garinya nyengir kuda.

Selanjutnya Garina mengajak Sagara untuk masuk ke area Permainan, Gadis itu memainkan beberapa permainan dengan penuh tawa riang dan lagi lagi Sagara puas hanya dengan melihat Garina bahagia, yah Hari ini Pria 25 tahun itu sadar jika kebahagian orang lain ternyata bisa menjadi hiburan terbaik untuk dirinya.

"Capek?"

"Heem, tapi seru" Garina menyeruput jus alpukat dihadapannya.

Sagara lagi lagi memesan ruang privat hanya untuk sekedar menikmati kudapan mewah dan jus. Karena Garina menolak makan malam di penghujung hari dan memilih makan di paviliunnya nanti.

"kapan kapan kalau tuan butuh pacar sehari lagi ajak aku deh" lagi lagi Garina tersenyum polos.

Sagara menggeleng sambil mengaduk minumannya dengan sedotan. Sepertinya cukup hari ini saja ia melakukan hal gila, ia bisa jatuh cinta pada gadis muda ini jika terus berada disekitarnya ,Daya tarik Garina terlalu kuat bayangan wajah imut dan menggemaskannya sepertinya akan susah ia hilangkan.

Sagara sadar ia seorang Ganendra yang tidak bisa banyak bermain apa lagi melibatkan gadis kecil seperti Garina, ia khawatir hatinya akan tergugah dan bisa menyakiti hati yang lain, yah cukup hari ini saja, meski sebenarnya terasa begitu berat namun nama belakangnya menuntutnya untuk tetap menjadi seseorang yang serius dengan pekerjaannya.

"Lain kali saat kita bertemu aku harap kau tidak kaget dan canggung" Sagara tak berniat lagi melanjutkan permainannya sebagai Jhon, jika semesta mengijinkan ia bertemu Garina Lagi maka ia akan memperkenalkan diri sebagai Sagara Ganendra. Ia akan menyimpan kenangan hari ini sebagai suatu pengalaman yang berharga.

"Ck....kenapa harus kaget dan canggung?" lirih Garina tapi ia tak terlalu memikirkan maksud dari perkataan Sagara.

Mereka akhirnya pulang saat hari sudah sangat gelap.

Jam digital yang melingkar ditangan Garina sudah menunjukkan pukul 8 malam namun tak ada raut gelisah dan khawatir dari gadis itu.

"Kau tidak khawatir pulang malam dan ayahmu marah"

"Tidak, ayahku selalu pulang pukul 10 malam asal tidak diatas jam 10 ayahku tidak akan tahu" Ujar Garina dengan tampang tidak berdosanya.

"Bos apa yang mempekerjakan supir sampai selama itu"

Plakkk!!!!

"Aduh, Garina aku sedang menyetir" Sagara pura pura terganggu dan kesakitan saat gadis kecil itu memukul bahunya. namun Garina tak peduli, ia menyampingkan badan lalu melipat tangan didepan dada, mendengus sambil menatap tajam pria yang ia fikir Asisten Sagara itu.

"Jangan bicara begitu, Tuan kan Asistennya berarti yang mulia Tuan Sagara Ganendra juga atasan Tuan" Kesal Garina.

"Tuan tidak pernah merasakan menjadi seorang Tuan muda, Tuan Sagara itu sangat sibuk jadwalnya tidak mengenal waktu kadang ia harus menghadiri acara makan malam atau pesta dari rekan bisnisnya di jam yang seharusnya ia pakai istirahat maka dari itu Ayahku harus selalu stand by di pos Jaga" ujar Garina bersungut sungut yang mampu mengundang tawa Sagara.

Garina benar benar paham apa yang ia rasakan, kadang makan malam membosankan dari Koleganya benar benar membuatnya muak ditambah lagi tak sedikit dari mereka yang terkadang menawarkan wanita penghibur atau putri mereka sendiri.

"Sagara pasti senang kalau tahu ada orang yang paham apa yang ia rasakan, terkadang ia memang ingin beristirahat atau sekedar bermain layaknya pemuda seusianya namun tuntutan pekerjaan tidak mengijinkannya" Sagara tersenyum miris, namun setidaknya hari ini ia sudah merasa puas.

"Ah Tuan mudaku yang malang" Garina menunduk sendu lalu kembali menatap Tajam pria disampingnya. "Nah itu Tuan tahu, jadi jangan asal bicara lagian jam kerja ayahku yang berlebih bahkan dibayar mahal, apa tuan tahu tabungan ayahku bahkan sudah bisa membeli rumah kecil dipinggiran Kota, kata Ayah kalau sudah tua nanti ia akan pensiun dan tinggal dipinggiran kota" Garina berbisik padahal tak ada orang lain yang akan mendengarnya didalam mobil itu.

"Jadi kalian akan meninggalkan Paviliun?"

"Tentu saja, jika sudah tua kata ayahku ia hanya akan menjadi beban karena tidak bisa bekerja maksimal dan saat itu akulah yang akan membiayai hidup ayahku, yah mungkin aku akan kursus menjahit atau membuat Roti lalu menghasilkan uang"

"Mengapa tidak kuliah dan bekerja diperusahaan besar"

"Tuan tuan gadis sepertiku tidak boleh bermimpi seperti itu, biaya kuliah sangat mahal aku tidak mungkin lulus jalur tes atau undangan, aku pringkat 23 dari 25 siswa dikelasku" Saat mengatakan mengenai pringkatnya Lagi lagi Garina berbisik dan sontak Sagara tergelak.

"Astaga...hanya 2 orang yang berada dibawahmu?" Sagara geleng geleng lalu segera menetralkan kembali ekspresinya karena tak ingin ditatap tajam oleh Garina.

"Memangnya kenapa? Asal naik kelas tak masalahkan, tuan jaman sekarang ini yang diperlukan itu Skill, sarjana sudah terlalu banyak yang menganggur"

Kali ini Sagara manggut manggut namun masih mengulum senyumannya, benar yang dikatakan Garina, dari pada ia kelak menjadi 1 dari banyak sarjana pengangguran yang tidak bisa bersaing didunia kerja lebih baik ia mengasah skillnya.

Ah...Gadis ini benar benar sesuatu di mata Sagara, meski nilai Akademiknya tidak bagus namun cara berfikirnya luar biasa.

Tak terasa mobilnya berhenti sedikit melewati gerbang belakang mansion, agar mobilnya tak tertangkap kamera cctv dan penjaga keamanan.

 Namun saat Garina hendak membuka sabuk pengaman tiba tiba saja macet dan susah terbuka.

"Tuan ininya macet" keluh Garina menunjukkah sabuk yang melingkar didadanya.

Sagara menyalakan lampu dan membantu Garina.

Sagara segera mendekat kearah Garina dan berusaha membantu gadis itu hingga jarak wajah mereka tinggal beberapa centi saja.

Raga Garina menegang dan segera membuang pandangannya kesamping.

Sagara yang baru sadar jika posisi mereka sangat intim hanya bisa tersenyum sembari memainkan sabuk itu ia benar benar tak menggunakan tenaganya hanya mengelus bagian pangkal sabuk agar tidak terbuka.

"Sudah terbuka tuan"

"Sebentar sangat keras" Sagara tersenyum dengan nafas yang memburu..

"Garina" Panggil Sagara Lembut.

"Iya" Namun saat gadis itu menoleh tiba tiba saja bibirnya di sumpal dengan bibir lembut Sagara.

Sagara menguasai benda kenyal nan lembut milik Garina ia tak membiarkan Gadis itu berontak dengan menahan kedua tangannya sementara pergerakan kepala Garina sangat terbatas.

Apa ini?

Ciuman?

Ayah Tolong!!!

Namun Garina tak punya Daya, rasa nikmat yang disugukan Sagara membuatnya Larut hingga 1 menit lamanya.

Namun Sagara segera tersadar ia tak boleh menggunakan hatinya.

"Masuklah ayahmu mungkin sudah menunggu" Sagara mengusap pipi Garina yang masih mematung.

Dan ceklek sabuk pengaman terbuka.

Dengan tubuh tegang dan gemetar Garina berjalan keluar tanpa menoleh kebelakang ia masih syok dan tak tahu harus berbuat apa.

Ciuman pertamaku, hanya itu yang ada dibenak Garina.

Sagara mengusap wajahnya dengan kasar lalu mematikan lampu didalam mobil. Ia menyukai ciuman tadi yang disadarinya sebagai ciuman pertama Garina. Namun sedikit menyesal karena tak bisa mengontrol hasratnya.

Sagara memutar mobilnya menuju gerbang depan Mansion.

Saat selesai membersihkan tubuhnya dan keluar kamar mandi hanya dengan Handuk dipinggang Sagara mendapati Adiknya yang duduk ditepi ranjang menatapnya Gusar penuh amarah.

Yah! Byan yang baru pulang dari Danau menikmati kesendiriannya mendapati ciuman Garina dan Sagara didalam mobil untungnya ia hanya melihat didetik detik terakhir. Lampu terang didalam mobil memperlihatkan semuanya dengan sangat jelas.

"Brengsek" Byan mendorong tubuh Sagara hingga menempel didinding.

"Ada apa denganmu?" Sagara balik mendorong Byan.

Karena secara usia dan postur Sagara lebih unggul dengan mudahnya Byan terpental kembali keatas kasur. namun saat hendak kembali memajui Sagara pintu kamar pria itu tiba tiba terbuka.

"Apa yang kau lakukan dikamar kakakmu?" Tanya Elisa ibu mereka yang baru masuk. Ia bisa melihat kemarahan diwajah putra keduanya dan kebingungan di wajah putra pertamanya.

Byan beranjak keluar dengan langkah cepat ia sedikit menyenggol bahu Elisa namu tidak.sampai membuat tubuh wanita itu terhuyung.

"Dasar anak kurang ajar"Umpat Sagara masih dengan kebingungannya. Baru kali pertama ia mendapati sikap ambigu sang adik.

1
Rasidah Ny Kamri
karya yg sangat memukau 🥰
Lucy Toruan
bagus...
Lili Herlina
bagus syukaaa
Lena Sari
kok lucu banget seh garinaaaaa...
Vivi Zenidar
kereeeeeeeen..... karya yg nano nano..... menguras emosi krn sedih dan campur bahagia.... aq baca marathon...... sudah 2 karya mu yg aq baca.. dan akan lanjut ke karya mu yg lain.... terima kasih kasih untuk karya mu yg luar biasa ini
Deodoran: sma2 kak. mkasih udh mampir :)
total 1 replies
Vivi Zenidar
/Sob//Sob//Sob/
Vivi Zenidar
bagus banget cerita nya
Vivi Zenidar
nyesek aq
Vivi Zenidar
karya yg bagus.... kenapa yg baca sedikit????
siti salamah
sya baru baca sampai bab ini,, baca nya hrus pelan" ini mah cerita nya aga berat ,, dan ber isi.. ada Rasa ikan terbang nya tapi lbih ke Drakor sya ke sini dari jingga.. dan senjaa
siti salamah
ibu Elisa jahaaraa andaa ,, Biyan yang malang. bpa ibu nya betingakh ank nya kena getah..
Idha Mamanya Afwa Idhan
karya yang sangat luar biasa....
Terimakasih thor tuk karya hebatnya
Hani Ekawati
Menyesakan dada 😭
Hani Ekawati
Owh ternyata pendingin ruangan itu bantuan dari perusahan Sagara dengan perantara Jhon sang asisten
Hani Ekawati
Peluk jauh untuk Garina 😭
Hani Ekawati
Garina yang malang 😭😭😭
Hani Ekawati
Sedih banget Thor 😭😭😭😭😭😭
Hani Ekawati
Nyesek banget Thor 😭😭😭
Hani Ekawati
Akupun yg baca ikut nangis 😭
Padahal novel ini udah ku baca berulang kali 😭
Hani Ekawati
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!