NovelToon NovelToon
Will You Be My Brother?

Will You Be My Brother?

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Denatalia

Menceritakan seorang gadis remaja yang baru kehilangan sepupu laki-lakinya yang kini pindah keluar kota dan tidak akan kembali dalam waktu lama, karena kepergian kakak sepupunya tersebut ia mencoba mencari sosok seorang kakak diawal perkuliahannya. Kiara Medina adalah gadis yang periang, cuek, casual sekaligus cantik. Namun ia adalah gadis yang penuh rasa sakit karena persahabatan dan percintaannya dimasa SMA yang dramatis sehingga ia mulai kebal dengan segala macam penghianatan dari pacar dan sahabatnya.

Namun dalam perjalanannya mencari kasih sayang seorang kakak pun selalu gagal sampai sudah memasuki semester 2 ia belum bisa memastikan apakah kali ini ia menemukannya atau tidak. Kegagalannya mencari sosok seorang kakak bukan karena penghianatan melainkan sosok yang ia temui selalu saja berakhir jatuh cinta pada Kiara.
Akankah Kiara dapat menemukan sosok seorang kakak sebagai pengganti kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Denatalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cosplay

Malam yang sepi dan hening, dua cewek yang masih berjibaku dengan tugas kuliah. Mata mereka fokus menatap tajam layar laptopnya masing-masing tanpa suara. Hanya ada suara cicak dan suara kendaraan lalu lalang yang melintas di area rumah kost mereka yang kecil.

Plekk..

Plekk..

"Banyak nyamuk Kia!!! " keluh Zeva yang terlihat sibuk memukuli nyamuk.

"Diem makanya jangan banyak gerak, jadi nyamuk nggak tertarik" Jawab Kiara tanpa menoleh.

"Lagian kenapa sih ngajakin ngerjain tugas di teras? Kurang kerjaan!! "

Kiara dan Zeva duduk lesehan diteras rumah kost nya, dengan beralaskan tikar mereka duduk santai dengan secangkir susu serta laptop yang terus dipegangnya. Cuaca kali ini masih kemarau, sehingga di malam hari mereka sering menghabiskan waktu diteras karena tidak tahan kepanasan di dalam rumah.

Kiara menoleh "Eh yang ngajakin lo siapa??? elo yang ngintilin gue. Giliran digigitin nyamuk nyalahin gue"

"Yah masa gue di dalem sendirian. Ini malem jumat loh" Zeva bergidik ngeri.

"Masa sih!!!! " Kiara melihat kalender di ponselnya "Eh iya loh, malam jumat. Pantesan sepi bener rasanya yah"

"Iya ya. Orang-orang pada kemana yah? Apa jangan-jangan mereka juga pada ga berani keluar ya? " Zeva celingukan.

"Lah kenapa nggak berani keluar?"

"Malam jumat" Zeva bergeser tempat duduk dekat Kiara.

"Halu lo!!! dari tadi motor pada seliweran lewat depan rumah emang yang bawa tu motor ayam? "

"Yah bentuknya manusia sih" Zeva mengingat-ingat

Kiara hanya geleng-geleng kepala. Mereka terdiam dan kembali melanjutkan aktifitasnya. Suasana hening dan fokus lagi. Kali ini kendaraan yang berlalu lalang sudah mulai berkurang bahkan nyaris tidak ada. Itu menandakan waktu sudah malam.

"Kiaaaaaaa.... " Suara seseorang terdengar parau dan lemah. Hanya suara. Bentuknya tidak ada.

Zeva berjingkat dari tempat duduknya "Eh, elo denger suara nggak? Kayak manggil nama lo gitu"

Kiara yang masih fokus hanya menjawab singkat "Nggak! "

"Kiaaaaaa... " Suara itu terdengar kembali namun lebih dekat dan nyata.

Zeva kemudian bersembunyi dibalik tubuh Kiara dan memejamkan matanya.

"Elo kenapa sih? " Kiara berusaha melepaskan cengkraman Zeva.

"Kiaaaaaaa..... " Suara itu kembali untuk ketiga kalinya.

Kiara yang tadinya tidak perduli akhirnya menghentikan aktifitasnya.

"Siapa ya? " Kiara celingukan namun masih dalam posisi duduk. Ia tidak melihat seorang pun didepan halaman rumah.

Kiara bangkit dari duduknya "Zev, lepasin bentar" Kiara menepis tangan Zeva yang masih bergelayut di bahunya.

Kiara kembali mengedarkan pandangannya.

Brukk!!!!

"Aaaaa... Aaaaaa!!!!! " Teriak Zeva dan Kiara bersamaan.

Sebuah benda berwarna hitam jatuh dari arah samping rumah.

Zeva lari terbirit-birit ke dalam rumah beserta laptop ditangannya.

Kiara diam mematung dan mencoba mengatur nafasnya.

"Huh.. Huh.. Huh" Kiara berusaha mengatur nafasnya karena kaget dan takut.

Kiara melangkah menuju arah benda tersebut. Benda yang tadi jatuh dan mengagetkan mereka ternyata adalah tas ransel. Tapi milik siapa?

"Kiaaa...."

Kiara berjingkat kaget melihat wajah terang dalam kegelapan. Wajah yang jelek, terlihat lesu dan matanya berkantung terlihat seram dan jelas karena ada cahaya dari wajah itu.

Cahaya itu ternyata berasal dari senter sebuah ponsel yang masih menyala. Thariq yang terkulai lemah di samping sepeda motor yang tengah di parkir disamping rumah kost Kiara. Dia duduk bersandar disamping motor maticnya itu.

"Bikin kaget aja!!!!" Kiara mengelus dadanya

"Lo ngapain si bang malem-malem disitu? Lagi cosplay jadi hantu lo? " Kiara masih diam ditempat.

"Kiaaa... tooo looong'' Suara Thariq parau dan lemah.

Kiara berderap menghampirinya " Elo abis dikebukin masa apa abis ketemu hantu? Lemes banget" Kiara memasukkan ponsel Thariq ke dalam ranselnya.

Kiara mencoba membantu Thariq berdiri "Gue capeeek banget" Ucap Thariq lesu.

"I.... iya iya. Kita duduk dulu yuk. Nanti motor lo gue pindah" Kiara memapah Thariq menuju teras dan mendudukkannya disana sambil menyenderkan punggungnya ke tembok.

Kiara kembali ke samping rumah dan hendak memindahkan motornya.

Zzzzttt...

Zzzzttt...

"Ngapa nggak idup yah? " Kiara heran, namun tak mau ambil pusing, ia dorong motornya ke depan rumah kost miliknya.

Kiara kembali menghampiri Thariq yang masih terkulai.

"Hauusss... "

Kiara mengulurkan botol minum miliknya.

"Nggak kuat megang botolnya Kia" Thariq benar-benar tidak mengangkat tangannya sama sekali.

"Demi Tuhaaannn .... ! sekarang malah cosplay jadi orang struk" Kiara membuka botol minumnya dan meminumkannya pada Thariq.

"Yang ikhlas Kia" Thariq mengeluh karena Kiara mengomel.

"Ikhlas bang.. Ikhlas" Kiara bersungut-sungut

"Tapi elo ngapain sih lewat gang samping rumah? Ga biasanya. Trus motor lo ngapa dimatiin? Sengaja lo ya mau nakut-nakutin kita? "

"Nggak Kia. Gua lewat samping biar hemat waktu karna bisa mutus jalan. Iya gue tau itu jalan buat pejalan kaki, tapi gue juga jalan kaki tadi kan? Bedanya gua jalan kaki sambil bawa motor" Thariq menarik nafasnya pelan

"Motor gua ini kehabisan bensin di simpang kampus. Elo tau kan simpang kampus kesini berapa kilometer? 2 kilometer Kia... Du..a" Thariq memperlihatkan 2 jarinya

"Gua nyari warung bensin tutup semua. Pas gua liat jam ternyata udah jam 10 malem. Gua dorong motor gua sampe sini rasanya dah mau pengshaan" Thariq terengah-engah.

"Trus.. Lo kira di sini SPBU? ngapain lo dorong sampe sini?"

"Gua mau nginep" Sergah Thariq tidak menanggapi perkataan Kiara sebelumnya.

"Heh!!!!! Enak aja. Emang lo perempuan bisa nginep disini? " Zeva yang tiba-tiba datang dari kamar langsung menyerang Thariq.

"Gue mau cosplay jadi perempuan, Kia" Thariq bergelayut dibahu Kiara.

"Nah kan, mulai lagi kalian, kalo udah berdua suka lupa kalo ada makhluk lain disampingnya. Malah gelendotan" Zeva mulai kesal.

Yah, Zeva lebih mirip obat nyamuk kalau Thariq sudah ada di rumah kost mereka. Itulah kenapa Zeva selalu Ketus jika Thariq datang.

Tin

Tin

Suara klakson motor memecah keributan Zeva dan Thariq.

"Ayooookkk" Ajak seorang cowok dari atas motornya.

"Gua nggak kuat bangun. Gendooongg" Thariq mengulurkan kedua tangannya

"Pppffttttttt... ya Tuhaaaaannnn... kebanyakan cosplay lo hari ini bang, sumpah"

Kiara membantu Thariq berdiri kembali dan memapahnya kearah motor Sandi, temannya Thariq yang indekost di komplek bawah.

"Titip motor ya Kia, maksud gua yang nginep disini motor gua Zevaaaaa!!" Thariq mendelik dan setengah berteriak kepada Zeva.

"Heh!!! Udah malem, nggak berisik!! " Zeva pun berlalu dan kembali masuk ke kamarnya.

"Titip bang Thariq ya om San, kayaknya dia selain kecapekan, mabok perjalanan juga" Pesan Kiara pada Sandi sambil terkekeh.

"Kapan gua nikah sama tante lo? Malah dipanggil oom? Sial!!! " keluh Sandi

"Abisnya muka lo serius banget kek orang tua. Senyum ngapa? " Canda Kiara.

Sandi memang sering diajak ke kostan Kiara jika ia luang. Namun Sandi termasuk cowok pendiam dan dingin. Kiara sengaja memanggilnya dengan sebutan 'om' agar ia lebih banyak berinteraksi dengan orang lain selain Thariq. Dengan memanggil nama yang tidak ia sukai akhirnya Sandi pun tidak pelit dengan suaranya.

"Hati-hati ya bang, besok pagi jangan lupa ambil motor lo dan bawa bensin yah" Pesan Kia sebelum Thariq berlalu.

"Buat apa bensin? " tanya Sandi

"Buat mandi!!" Jawab Thariq ketus

"Pppffttt... Lo kalo dihubungin bang Thariq nggak pernah nanya sih alasannya. Sungguh sahabat tanpa tapi dan tanpa basa basi" Kiara kemudian terbahak seraya memasukkan motor milik Thariq.

1
Ikun Riska
wah ini cerita yg seru mengingatkan waktu masih masa masa kuliah /Kiss/
Himura Kenshin
Makin ketagihan.
Pøtåtø ÙwÚ
Gak bisa berhenti membaca, cerita ini keren banget, semangat terus author!
Denatalia: Trimakasiihh...🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!