NovelToon NovelToon
Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:258.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Haryani

Memiliki wajah tampan tak membuat Briana memperlakukannya dengan baik karena William hanyalah seorang sopir.

Namun apa jadinya bila seorang sopir itu menikahi Briana karena kesalah pahaman?

Dan seiring berjalannya waktu jati diri William akhirnya terbongkar. Ternyata ia adalah seorang pengusaha sukses.

"Aku bahkan lebih kaya dari orang tuamu." William Horrison.

"Maafkan aku. Aku mencintaimu." Briana Alesya Darwin.

Namun kata cinta yang Briana ucapkan bersamaan dengan kembalinya wanita di masa lalu William.

Siapakah yang akan William pilih, wanita di masa lalunya yang selama ini ia nantikan kedatangannya atau kah Briana istri yang selalu merendahkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 13 Siapa yang sudah mengerjakannya?

"Boleh saya lihat pekerjaannya?" tanya William.

"Untuk apa?" tanya Linda balik.

"Barangkali saya bisa membantu Nona Briana untuk mengerjakannya," jawab William yang justru ditertawakan Linda.

"Kalau bercanda yang benar saja Mas. Mana mungkin Mas ini bisa mengerjakan pekerjaan Nona Briana," ucap Linda masih menertawakan William.

William diam saja memperhatikan Linda yang terus menertawainya. Dirinya yang seorang sopir tentu saja sangat tidak mungkin bisa mengerjakan pekerjaan Direktur Utama.

Tawa Linda cukup keras hingga bisa didengar oleh Briana yang ada di dalam ruangannya. Briana kemudian menghubungi Linda melalui sambungan telepon kantor.

"Iya Nona," jawab Linda yang langsung menghentikan tawanya.

"Bawa kemari laporan yang harus saya kerjakan," titah Briana.

"Baik Nona," ucap Linda.

Wanita itu bergegas menyiapkan laporan yang akan diserahkan pada Briana, lalu membawanya masuk ke dalam ruangan tersebut.

"Apa yang kamu tertawakan di luar sana?" tanya Briana.

"Bukan apa-apa Nona," jawab Linda kemudian meletakan semua berkas yang ada ditangannya ke meja Briana.

Briana langsung membuka berkas yang diberikan Linda padanya, setelah cukup mengerti dengan isi laporan tersebut wanita itu segera menutupnya kembali dan menatap Linda yang masih berdiri di hadapannya.

"Apa laporan ini sudah ditunggu Pak Agung?" tanya Briana.

"Betul Nona, laporan ini sudah ditunggu Pak Agung dari jam 8 pagi," jawab Linda.

Hufftt.

Briana menghela nafas.

"Baiklah saya akan mengerjakannya setelah mengelesaikan laporan kemarin," ucapnya kemudian.

"Iya Nona, kalau begitu saya permisi keluar," ucap Linda.

Briana menganggukkan kepala, mempersilahkan Linda untuk keluar dari ruang kerjanya.

Briana kemudian mulai menggeluti tumpukan berkas dimejanya. Berkas itu ialah laporan dari masing-masing manager di perusahaan Darwin Properties.

Sesekali Briana juga memijit kepala yang terasa pening karena memikirkan pekerjaannya.

Tidak lama kemudian William mengetuk pintu ruangan tersebut dengan membawa nampan berisi dua cangkir kopi diatasnya.

"Silakan Nona diminum kopinya." William meletakkan salah satu cangkir berisi kopi kehadapan Briana.

Briana melirik sekilas pada William, kemudian kembali fokus pada berkas yang ada di hadapannya.

"Boleh saya duduk di sana?" tanya William menunjuk pada sofa yang ada di ruangan itu.

Briana tidak menyahutinya, wanita itu masih tetap fokus pada pekerjaannya.

William mengedikkan bahunya, kemudian berjalan ke arah sofa lalu menduduki sofa tersebut.

William akan menunggu Briana duduk disana sembari menikmati kopi yang tadi ia buat sendiri.

Kurang 15 menit pukul sepuluh pagi, Briana didatangi oleh Linda yang mengingatkan bila ia harus segera menghadiri meeting.

Mau tidak mau Briana bangkit dari duduknya, meninggalkan laporan dimejanya dan pergi untuk mengikuti meeting bersama jajaran manager Darwin Properties.

Briana melirik sekilas saat melewati William yang sedang duduk di sofa ruang kerjanya.

William ikut bangkit dari duduknya berniat hendak mengawal Briana yang akan melaksanakan meeting.

"Mau apa kamu?" tanya Briana yang melihat William bangkit dari duduknya.

"Saya mau mengawal anda Nona," jawab William.

"Sudah saya katakan saya tidak butuh pengawal. Kamu tunggu saja di sini," titahnya.

"Baik Nona," ucap William patuh.

Briana melanjutkan langkah kakinya keluar dari ruangan tersebut meninggalkan William yang masih menatap kepergiannya.

Setelah pintu ruangan itu tertutup, William menghampiri meja kerja Briana. Bibirnya tersungging sinis saat melihat laporan dimeja kerja tersebut.

"Ck! Laporan seperti ini saja lama sekali ngerjakannya," gumam Willam.

William bahkan menggelengkan kepala, mengingat sikap sombong dan angkuh Briana tidak sebanding dengan skill yang wanita itu miliki.

Willam kemudian menduduki kursi kerja milik Briana dan mulai mengenggeluti pekerjaan Direktur Utama disana.

Dirinya yang seorang CEO di perusahaan Will Transport tentu saja tidak akan kesulitan mengerjakan semua berkas yang ada di meja tersebut.

Hanya butuh waktu satu jam setengah, William sudah menyelesaikan pekerjaan yang biasa Briana kerjakan hingga larut malam.

"Makanya jadi wanita itu jangan angkuh," ucap William pada foto Briana yang ada diatas meja kerja itu.

William bangkit dari duduknya kemudian kembali kesofa dan merebahkan tubuhnya di sana. Tubuh yang semalam tidak cukup istirahat membuat William tidak terasa memejamkan mata dan terlelap disana.

*

*

Briana dan Linda keluar dari ruang meeting langsung mendatangi ruangan Briana. Keduanya sudah diminta menyerahkan laporan harian perusahaan pada Agung yang akan diserahkan pada Reyhan.

Tiba di ruangannya Briana melihat William yang sedang terlelap di atas sofa dengan sepatu bolong yang masih melekat di kaki pria itu.

Briana kesal sekali melihat William terlelap seperti itu, tapi ia tidak ada waktu untuk menegur William karena harus segera menyerahkan laporannya.

Alangkah terkejutnya Briana saat tiba di meja kerjanya ia melihat semua pekerjaannya sudah selesai dikerjakan.

"Siapa yang mengerjakan ini semua?" tanya Briana pada Linda yang juga melihatnya.

"Tidak tahu Nona, kan sejak tadi saya ikut meeting bersama Nona," jawab Linda.

Briana buru-buru mengoreksi semua laporan itu barang kali ada orang iseng yang sengaja mengerjakannya tapi dibuat salah.

"Laporannya betul semua. Ini, ini, ini dan ini betul semua," ucap Briana setelah memeriksa file dilapatopnya.

Briana dan Linda saling pandang.

"Siapa yang sudah mengerjakannya?" tanyanya bersamaan.

Pandangan mereka tertuju pada William yang sedang terlelap diatas sofa.

"Tidak mungkin sopir menyebalkan itu yang sudah mengerjakannya," ucap Biana kemudian.

"Tapi Nona, di ruangan ini dari tadi hanya ada dia," ucap Linda.

Briana menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tidak percaya bila William yang sudah mengerjakan laporan dimejanya.

Briana segera menghampiri William yang masih terlelap, kemudian membangunkan pria itu menggunakan air mineral yang ia siramkan diwajah William.

"Aisshh," keluh William mengusap wajahnya.

William mendudukkan tubuhnya dan menatap Briana yang ada dihadapannya.

"Nona Briana kenapa siram saya?" tanya William.

"Saya menggajih kamu itu untuk bekerja bukan untuk tidur," jawab Briana ketus.

"Nona Briana kan dari tadi tidak mau saya kawal," ucap William apa adanya.

"Itu karena saya tidak butuh pengawal," sahut Briana.

"Lalu Nona Briana maunya saya seperti apa?" tanya William.

"Pergi sana! belikan saya makan siang." Briana melempar beberapa lembar uang seratus ribu kearah William.

William menggelengkan kepala kemudian mengambil uang yang berjatuhan kelantai.

"Nona mau saya belikan makan siang apa?" tanya William.

"Steik lada hitam," jawabnya.

"Baik Nona," ucap William kemudian keluar dari ruangan tersebut untuk mencarikan makanan yang ingin Briana makan.

Setelah kepergian William dari ruangannya, Briana memerintahkan Linda Untuk mengantarkan laporan yang sudah selesai dikerjakan William.

Briana tidak tahu saja bila semua laporan itu yang mengerjakannya ialah William, sopir miskin yang ia anggap menyebalkan.

Entah bagaiman jadinya bila Briana mengetahui jati diri William yang selama ini disembunyikan pria itu.

1
gemar membaca
salah sendiri ortu Sabrina tdk dari awal ngasih kabar ke wiliam, tapi malah terus menyalahkan dia atas kecelakaan yang terjadi.
Sri Siyamsih
satu lg pendukungmu Liam, Brian
Sri Siyamsih
jika kmu tau bri siapa ayahmu sesungguhnya dulu kt" kamu akan berfikir swribu kl bilang miskin pd Liam yg notabene jls" keturunan orkay
Sri Siyamsih
kyknya jln dr kantor k rmh briana nglewati perkampungan yg disiplin alias ketat peraturan
Sri Siyamsih
ada y seorang ceo tp nggk ad etika spt itu, percuma pendidikn tinggi, kaya lg. sungguh d sayangkn, kasihan ortunya pdhal org baik, terllu sombong dn angkuh
Sri Siyamsih
ujung"nya tar liam yg turun tangan bantuin
Ririn Nursisminingsih
mkanya jg sombong kmu briana
Ririn Nursisminingsih
jg sombong bri yg kmu hina itu ceo...hargailah orang lain
Safa Almira
,bagusnya
Citra Kamila
aku mampir thor
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini daerah kampung mana sih?? klo jakarta kyknya gk mungkin deh warga nya begitu..🤭
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
briana ngukutin sifat emaknya wktu blm nikah
Mba Wie
Luar biasa
Devys
kenapa ada sad boy🥲🥲
Devys
cuma 5 aja 🤣🤣
Devys
saran buat unsur kendaraan 🤣🤣
🌸WINA🌺
briana jd wanita tdk ada kelam2nya sangat bar2 banget kesel william tdk perlu pake acara mencakar wajahnya,,,ayah reyhan nasehati putrinya hrs bs menghargai orglain....
🌸WINA🌺
wkwkwk🤣🤣🤣william kena cakaran lagi wajahnya yg tampan dan mama irene sudah menduga anknya jd supir pribadi briana.....
🌸WINA🌺
kucing bar2 sangat angkuh dan arogan dan kemanapun pergi wiliam akan sll mengawal/menyupiri gadis bar2 itu....
🌸WINA🌺
ya iyalah kena wong anknya sendiri william yg kabuuuur dr rmh tdk Mau dijodihkan,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!