NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 Sean cemburu

Sean mengantar Ara sampai ke depan pintu rumahnya ketika sampai.

"Baby, apa orang tua kamu belum pulang?" tanya Sean menatap ke dalam rumah Ara.

"Belum sepertinya, Daddy pulang besok," kata Ara.

"Ayang mau masuk dulu?" pertanyaan Ara.

"Lain kali saja, ini sudah malam," ucap Sean mengelus kepala Ara.

"Habis ganti baju langsung tidur, ya. Udah malam soalnya," kata Sean pada Ara yang berdiri memainkan tali tas genggamnya.

"Ayang, nanti kirimin foto kita tadi, ya," ucap Ara yang diangguki Sean.

"Ayang mengangguk aja, nanti nggak dikirim-kirim," cemberut Ara.

"Yasudah, kamu kirim sekarang," ucap Sean memberikan ponselnya pada Ara karena dia sering lupa mengirimkan foto lantaran sibuk.

Hampir 10 menit kemudian, Ara yang sudah selesai mengembalikan ponsel Sean ketika sudah selesai mengirim foto mereka.

"Terima kasih, Ayang," senang Ara menatap foto-foto mereka yang bagus-bagus.

"Masuklah," kata Sean pada Ara sebelum pergi.

"Ayang mau dikecup," suara kecil Ara memegang sebelah tangan Sean yang akan pulang.

"Lain kali saja karena ini di rumah kamu, nanti Daddy marah," ucap Sean memberikan pacar kecilnya pengertian.

Sean tidak mau citranya semakin buruk di mata orang tua Ara, yang ada kalau kedapatan Sean mengecup Ara nanti mereka berpikir Sean menjadikan Ara pelayan hasrat lagi.

.......

3 hari kemudian.

"Bim, lama-lama aku jadi benci hari Senin," ucap Sean dengan napas beratnya setelah menghadiri 3 meeting luar perusahaan sedari pagi.

"Kenapa?" pertanyaan Bimo yang duduk di sebelah Sean dalam mobil.

"Semua pekerjaan yang melelahkan ada di hari ini," ucap Sean yang sudah kehabisan energi.

"Besok lebih melelahkan lagi, Tuan Muda, karena pertemuan dengan para investor yang bahkan di agenda mulai dari jam delapan pagi sampai sore," ucap Bimo yang membuat Sean bernapas lebih berat lagi.

Sean bersandar lelah ke sandaran kursi mobil lalu membuka ponselnya.

"Ke mana pacar kecilku?" heran Sean menatap ponselnya yang tidak satu pun chat dari Ara masuk sejak pagi sampai sore.

Biasanya selalu chat!

Sean menelepon Ara sampai lima kali, namun tidak satu pun yang diangkatnya entah ke mana gadis itu.

"Bimo, lacak keberadaan Ara," perintah Sean yang jadi khawatir takut pacar kecilnya kenapa-kenapa.

"Pinggirkan mobilnya," perintah Sean langsung keluar dari mobil begitu sopir berhenti di tepi jalanan lebar.

"Tuan Muda, apa tidak sebaiknya kita berhenti di cafe atau—" ucapan bodyguard itu langsung dipotong Sean.

"Aku ingin di sini," ucap Sean yang berdiri bersandar ke mobil sementara bodyguard memayunginya karena cuaca sangat terik.

Beberapa saat kemudian, Bimo keluar dari dalam mobil menghampiri Sean untuk memberitahu di mana keberadaan Ara.

"Jadi, Ara sedang berada di ruang dosen itu lagi?" suara meninggi Sean yang kesal sekali mengetahui posisi persis Ara.

Sean memasang GPS tersembunyi di dalam kalung yang dia berikan pada Ara waktu itu.

"Nona bergerak keluar," ucap Bimo memperhatikan setiap pergerakan Ara di tabletnya.

"Aku mau ke kampus Ara sekarang," ucap Sean langsung masuk mobil.

"Tapi kan, Tuan Muda sedang lelah, apa tidak sebaiknya pulang saja?" pertanyaan Bimo.

"Aku ingin tahu apa yang dilakukan Ara dengan dosen itu," tegas Sean yang sudah hilang rasa lelahnya berganti rasa panas yang membara.

Sean meminta bodyguard mengganti mobil lalu menyuruh masuk ke dalam kampus Ara, bahkan meminta parkir tepat di sebelah mobil Ara yang tengah berbincang dengan dosen itu sambil terus berjalan menuju parkiran.

.....

"Pak Arya, ini topinya, terima kasih udah meminjamkan Ara," ucap Ara mengeluarkan topi Arya yang tadi dia pinjam dari ranselnya.

"Sama-sama," ucap Arya yang langsung memakai topinya yang dikembalikan Ara.

......

"Dia membelikan pria lain hadiah," ucap Sean yang menatap dari jauh merasa tidak terima.

"Aku akan melabraknya." Sean tidak bisa menahan dirinya lebih lama menatap Ara yang mengobrol semakin akrab dengan pria itu.

"Tuan Muda, ini di kampus, tidak bisa berbuat leluasa," ucap Bimo menahan Sean yang akan keluar mobil.

Sean seperti kehilangan seluruh ketenangan dalam dirinya melihat Ara bersama pria lain hingga tanpa memikirkan citranya di depan publik ingin melabrak Ara.

"Tuan Muda, segala hal yang Tuan lakukan sangat disorot oleh publik, jangan sampai kesalahan sesaat menghancurkan citra baik Tuan," ucap Bimo selaku asisten mengingatkan.

"Bim, aku kurang apa sampai Ara masih berpaling dariku?" ucap Sean yang kondisi fisiknya sudah lelah ditambah sakit melihat Ara bersama pria itu.

"Tuan Muda, jangan terlalu cepat menyimpulkan, lagian dosen dan mahasiswa memang dekat, namun bukan berarti punya hubungan spesial," ucap Bimo mengatakan realita yang sering terjadi.

"Apa kamu tidak pernah membaca berita banyak dosen yang jatuh cinta bahkan menikahi mahasiswanya?" ucap Sean dengan suara keras sampai Bimo kaget.

Mata Sean sampai menyipit melihat setiap langkah Ara yang hampir sampai di parkiran bersama dosen itu.

....

Setelah sampai di parkiran, Ara tidak langsung masuk mobil begitu teringat Sean.

Ara mengeluarkan ponselnya dari ransel dan terkejut Sean meneleponnya sampai lima kali beberapa menit yang lalu.

Drettt

Drettt

"Ayo kita pulang," ketus Sean yang ekspresi wajahnya berubah datar begitu Ara meneleponnya.

"Tapi, Tuan Muda," kata Bimo yang heran melihat Sean yang justru malah ingin pulang ketika Ara meneleponnya.

"Aku bilang pulang," ucap Sean dengan bad mood sama sekali tidak menjawab telepon Ara.

Keesokan harinya.

"Ayang!" panggil Ara menggedor-gedor pintu ruang kerja Sean.

Semenjak diumumkan Sean sebagai pacarnya, Ara jadi punya hak istimewa, yaitu bisa menemui Sean kapan pun dia mau tanpa harus melapor dulu.

"Ayang!" panggil Ara lagi setelah beberapa kali mengetuk.

"Asisten Bimo, apa dia beneran ada di ruangannya?" tanya Ara dengan kepala tertunduk kembali menghampiri Bimo yang duduk di ruangnya.

"Ada, Tuan Muda belum keluar ruangannya untuk makan siang," ucap Bimo karena ruangannya berada tepat di samping ruangan Sean.

"Biar saya ketukkan, ya," ucap Bimo menatap Ara yang manis sekali dengan dress pink dan juga ada kotak bekal di tangannya.

"Tuan Muda," kata Bimo mengetuk beberapa kali pintu ruangan Sean dan tidak lama terdengar suara Sean menyuruh masuk dari dalam.

Bimo membuka pintu sambil mengulum senyum karena tahu Tuan Muda masih ngambek pada pacar kecilnya.

"Ayang, kenapa Ara panggil nggak menyahut?" kata Ara masuk ke dalam dan langsung mengomeli Sean.

Sean yang berdiri di dekat lemari berkasnya berbalik. "Bim, aku tidak ingin bertemu siapapun hari ini," ucap Sean pada Bimo yang akan kembali menutup pintu.

"Ihhhh, Ayang kok merokok?" sebal Ara merebut rokok itu dari tangan Sean dan menginjaknya sampai hancur.

Bimo langsung menutup pintu, bahkan meminta beberapa bodyguard berjaga agar tidak mengizinkan siapa pun masuk.

Pertengkaran sengit akan segera terjadi!

1
Linda Ayu Tong-Tong
bagus sean...dan ara ayolah dewasalah sedikit..umurmu jg gk remaja lagi lo..hey
Linda Ayu Tong-Tong
katerlaluan gk sih thor ara ini..jgn gtu lah..kasih dia sifat dewasa dikit..
Yel
ara kapan sih bisa dewasanya 🤣 bikin salah paham trs, ksian sean
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!