NovelToon NovelToon
Doctor Dom

Doctor Dom

Status: tamat
Genre:Dokter Ajaib / Identitas Tersembunyi / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:75.2k
Nilai: 5
Nama Author: dee Irma

Kecelakaan membuat nyawanya masuk dalam tubuh seorang anak SMA yang menjadi korban saat menolong seorang gadis saat terjebak tawuran siswa.
Mengetahui dirinya telah meninggal, Dom tidak bisa menerima hal itu. Terutama saat dia mulai sering bermimpi buruk yang membuatnya tidak nyaman.
Dom yang seorang dokter bedah ternama, sekaligus dokter peneliti obat obatan, yang memiliki laboratorium, serta pewaris tunggal dinasti dari keluarga yang bergerak di bidang farmasi, harus bisa menerima kenyataan bahwa raganya telah tiada.
Dom menjalani kehidupan sebagai anak SMA, sambil menyelidiki kematiannya sendiri.
Dalam perjalanannya menyelidiki, banyak hal yang tak terduga dialaminya.
Penghianatan, rahasia keluarga, dan teman membuat hidup Dom yang sebagai Arthur semakin berwarna.

Ikuti terus kisahnya hanya di sini.
Jangan lupa like dan komentarnya, baca secara urut juga ya.

Terima kasih 😘💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Yang Kamu Cari, Stella?

"Arthur, tunggu!" Panggil seseorang sambil berlari kecil.

Dom menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah suara yang memanggil nama Arthur.

Sejenak Dom diam, dia memperhatikan dua siswa di depannya yang mengejarnya tadi. Sepasang siswa. Mungkin mereka teman dekat Arthur, itu yang ada dibenak Dom saat ini.

"Arthur, mengapa kamu tidak pernah menghubungi kami? Sejak kejadian yang menimpamu, kamu benar benar telah berubah. Setelah kamu berteman dengan gadis kaya itu, kami seolah terlupakan olehmu. Oh, satu lagi! Selamat bergabung dengan orang munafik penggoda wanita berkedok atlet!" Siswa laki-laki itu mendorong Dom, lalu membalikkan tubuhnya berlalu meninggalkan tempat itu.

Dom hanya bisa bengong, bingung, tidak tahu apa salahnya.

"Arthur, maafkan aku dan Darren tidak mengetahui jika kamu menjadi korban pemukulan saat tawuran itu. Lucy telah menjelaskan pada kami, jika kamu sempat koma dua hari, dan mengalami hilang ingatan. Namun, Darren masih kesal padamu. Bukan karena kamu tidak datang pada malam itu, tapi, kamu benar benar telah berubah. Ini piagam milikmu, untuk piala, ada pada pihak sekolah, dan hadiah akan diserahkan oleh kepala sekolah minggu depan pada kita." Ucap siswi itu panjang lebar.

Dom berusaha mencerna setiap ucapan siswi di depannya. Lalu menerima selembar piagam penghargaan yang bertuliskan nama Arthur.

"Arthur, aku percaya, kamu tidak benar benar melupakan kami. Tidak lupa persahabatan kita. Penelitian yang hampir satu tahun lebih kita kerjakan. Aku harap, kamu dapat bergabung kembali meneruskan penelitian kita dan mengembangkannya. Luther group tertarik dengan karya ilmiah kita. Kami berharap kamu bisa datang pada meeting bersama pihak Luther group besok siang di ruang meeting sekolah. Jangan kecewakan kami."

Siswi itu menepuk bahu Dom, lalu berjalan menjauh.

"Darren memang marah padamu, namun, dalam hatinya sangat merindukan kamu. Sampai jumpa besok!"

Siswi itu tersenyum dan terus melangkah, sambil melambaikan tangannya pada Dom.

"Luther Group? Penelitian? Karya ilmiah? Apa yang sebenarnya kamu lakukan Arthur?"

Dom bergegas menuju rumahnya untuk mencari tahu apa yang tengah dikerjakan oleh Arthur.

"Arthur!" Panggil seseorang.

Bibi Rea melambaikan tangannya di kejauhan. Dom menghentikan langkahnya dan menuju pada bibi Arthur.

"Ada apa, Bibi?"

"Kamu bisa tolong bantu bibi hari ini?"

Dom mengangguk pelan sambil mengamati situasi.

"Tolong, antar makanan ini ke alamat alamat yang tertulis di depan box. Ada 15 alamat. Nanti akan bibi bayar upahmu, jika ada yang memberi tip, ambillah."

Dom mengangguk.

"Aku akan mengantar memakai apa?" Tanya Dom memastikan.

Rea terkikik.

"Pakailah motor layanan antar restoran. Ini kuncinya. Motor ada di belakang sana." Rea menunjuk ke arah pintu keluar.

"Oke."

Dom mulai membantu Rea membungkus makanan dan memasukkan dalam bagasi motor.

Dom melajukan motor perlahan, mengurutkan alamat demi alamat.

Paket makanan dikirim ke rumah sakit, lalu ke beberapa rumah, dan menuju ke sebuah gedung yang sangat dia kenal. Gedung apartemen tempat tinggalnya dulu.

Dom memarkir motor, lalu masuk menuju ke arah lift.

Dom menuju ke lantai 8, satu lantai dengan tempat tinggalnya.

Dom memencet tombol buka, saat telah mencapai angka 8.

Perlahan Dom melangkahkan kakinya ke tempat yang dulu setiap hari dilaluinya.

Dom menoleh pada kamar unit miliknya yang berada di sudut.

Dom mulai mengetuk pintu unit yang memesan pada restoran.

Dom menunggu beberapa saat, hingga seorang wanita muda, seorang artis, begitulah kalau pembantu yang biasa membersihkan rumahnya bercerita tentang tetangganya yang artis pemain film layar lebar terkenal.

Namun, Dom tak terlalu menggubrisnya.

Setelah mengucapkan terima kasih, wanita itu memberikan tip pada Dom beberapa dolar. Saat Dom, memasukkan uang dalam saku, ekor matanya menangkap sosok Stella keluar dari unit miliknya dengan raut wajah kesal.

"Hei, carikan aku seseorang yang ahli untuk menembus password keamanan laptop. Brengsek! Dom, mengunci laptopnya dengan kata sandi." Omel Stella sambil berjalan dengan berbicara pada ponselnya.

Dom menurunkan topinya, supaya Stella tak mengenalinya, sambil melirik wajah Stella yang terlihat sangat kesal.

Dom diam sejenak di depan pintu pelanggan yang memesan makanan tadi.

Hatinya bimbang. Antara masuk dalam apartemennya, atau segera pergi.

Stella tadi mengatakan laptopnya.

"Apa yang kamu lakukan di apartemenku? Apa sebenarnya yang kamu cari?"

Banyak pertanyaan dalam pikiran Dom saat ini.

Sambil menghela napas sejenak, Dom mengamati situasi sekelilingnya. Takada cctv di area itu, sudut kamarnya memang tak ada kamera pengawas, namun di dalam unitnya, tersebar cctv yang terhubung pada laptopnya.

"Jika aku mengambil laptopku, maka masalah selesai untuk soal keamanan. Lalu, aku juga tidak tahu maksud Stella dengan laptopku."

Dom mengenakan hoodie jaketnya, lalu melapisi tangannya dengan plastik pembungkus makanan yang dia simpan pada sakunya.

Dom, memencet kata sandi apartemennya, dan segera masuk ke dalam.

Dom menghela napas panjang, lalu menuju keamanan central miliknya, mematikan semua keamanan dan mengambil laptop yang terhubung pada tempat yang memiliki kata sandi.

Dom memasukkan laptop dalam tas, lalu menghidupkan sistem keamanan ruangan, lalu menyelinap pergi dari kamarnya.

Dom sempat mengamati ruangannya yang terlihat berantakan, namun, dia tak ingin orang curiga.

Sebenarnya, Dom sedikit kecewa, karena Mamanya tak datang ke kamarnya untuk membereskan kamarnya. Namun, Dom sadar, mamanya masih sangat sedih akan kehilangan dirinya.

Dom berjalan cepat meninggalkan gedung itu, menuju area parkir dan mengemudikan motor menuju restoran tempat Rea bekerja.

Setelah menemui Rea dan berpamitan, Dom pulang.

Dom menatap tasnya, dan mengambil laptop miliknya dari dalam tas.

Menatap sejenak, dan membuka laptop miliknya yang setelah hampir satu bulan tak tersentuh olehnya.

Dom mengetikkan kata sandi dan senyum tersungging di bibir.

Beberapa notifikasi email masuk, ada laporan percobaan pembobolan pada laptop miliknya dan data project yang sedang dia kerjakan.

"Apa maumu, Stell? Mengapa kamu sangat ingin tahu project yang kulakukan? Mengapa baru sekarang?"

Dom menggelengkan kepalanya tak mengerti akan maksud Stella, lalu membuka dokumen penelitian miliknya, dan membaca tautan karya ilmiah, dengan catatan pemenang lomba penelitian siswa menengah atas.

Tertulis nama Darren, Arthur, dan Casey, lalu terselip dibawahnya, rekomendasi penelitian pelajar milik Lucy.

Dom membaca perlahan tulisan mereka. Karya mereka tentang virus flu dan penyebaran, serta penelitian anti virus dari bahan alami.

Tulisan Lucy tentang pembunuh sel kanker dari ramuan alami.

Sistem imunitas tubuh mempengaruhi diri dalam menangkal virus yang masuk dalam tubuh seseorang.

Virus yang saat ini dikembangkan oleh Dom, adalah pengembangan dari virus yang menyerang Sebelas tahun silam, yang membuat dia harus kehilangan Jane.

Dom sedang mengembangkan anti virus penangkalnya, yang dapat menjaga imunitas tubuh dari serangan penyakit flu yang aneh ini.

1
MyFamily
mungkinkah Dom anak adopsi
wayang
terimakasih 😊😊😊 telah menghibur 😊😊😊🙏🙏🙏 walaupun diluar ekspektasi endingnya 😂😂😂 🙏🙏🙏 AQ pikir cerita berhubungan dengan doc. dom
wonder mom
tersisa 1 g y? modelan Domi a.k.a Arthur. meski sdh beralih body dan genre pun kesetiaannya tak tergoyahkan. 11 tahun. di dunia nyata, 1 bulan jg udh cari yg baru
wonder mom
jodoh tu g kemana. meski harus pake alur balik bin jungkir dlu. y ttp ketmu
Putri Ayu pertiwi
jurus paling ampuh nyosor bibir ya dom
wonder mom
menarik
Firdaus Tjahyono
lanjut Thor minim 1 hari satu bab /Facepalm/
Firdaus Tjahyono
menarik sekali alur ceritanya
¢ᖱ'D⃤𝐀⃝🥀 iman A.♉ ⏤͟͟͞R
jalan cerita yg menarik smoga sampe end ya thor
Ayu Octaviany
next Thor...
ari sachio
tegang bet akuhhhh kek lg nontong film horor 🤭
Nurul Hikmah
ujian
Nurul Hikmah
ngeces lg
Nurul Hikmah
yaa tdk terus terang.. kurang seru
Nurul Hikmah
lanjutkan thor 😂
Nurul Hikmah
bibi datang
Nurul Hikmah
saling berhubungan saudara
Nurul Hikmah
alasan
Nurul Hikmah
keras kepala
Nurul Hikmah
hahaha 🤣... terus terang saja... bahwa pindah raga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!