NovelToon NovelToon
Gagal Miskin Karena Sistem

Gagal Miskin Karena Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Bagi orang lain, mendapat warisan adalah jalur cepat menjadi kaya. Namun, berbeda dengan Budiman. Warisan yang ia dapat, malah membuat hidupnya nelangsa karena mendapat warisan toko kelontong yang mau bangkrut karena hutang warga yang tak kunjung dibayar.

Lelah menagih dan kesal setiap hari ditipu janji manis, Budiman justru berharap warung itu bangkrut saja. Ia ingin menutupnya dan bekerja sebagai karyawan biasa, hidup tanpa pusing memikirkan hutang orang lain.

Namun, takdir berkata lain.

Saat ia benar-benar mencoba menghancurkan warung peninggalan orang tuanya dengan menjual murah semua, menolak pembeli, bahkan membiarkan stok habis, sebuah suara aneh tiba-tiba muncul di kepalanya:

[ Sistem Kompensasi Finansial 'Makin Bangkrut Makin Kaya' Resmi Diaktifkan! ]



Bagaimanakah kisah Budiman yang berusaha bangkrut tetapi tak kunjung sukses? Ikuti alur cerita ini yah ....

#kehidupandidesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Mata Air Purba

'Mata air purba berdebit raksasa.'

Kata-kata Sutan Chaniago masih terngiang-ngiang di batok kepala Budiman bahkan ketika mobil SUV hitam mereka berguncang hebat saat mendaki tanjakan curam Sitinjau Lauik.

Jalur ekstrem yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok itu masih menyisakan sisa-sisa material longsor pasca-bencana di beberapa titik. Budiman memijat pelipisnya yang berdenyut kencang.

'Mata air raksasa di atas bukit ini kan rawan longsor? Bagus! Ini pertanda langsung dari alam! Air itu pasti akan menjebol pondasi dengan mudah, lalu menghanyutkan seluruh semen yang telah disiapkan, serta menenggelamkan sisa modal ekspansiku! Hancur! Kali ini semua harus hancur total!'

Harapan indah itu membuat Budiman sedikit bernapas lega.

Begitu mobil sampai di lokasi proyek Cabang Ketiga, sebuah tebing tinggi yang menghadap langsung ke belokan tajam Sitinjau Lauik yang viral di sosial media, pemandangan yang tersaji membuat Anto dan Elimar yang baru sampai dengan mobil sewaan langsung berteriak histeris.

"Ondeh, Da! Airnya deras sekali, Da! Ini mah bukan mata air lagi Da. Ini namanya air terjun dadakan!" pekik Anto sambil menunjuk ke atas bukit.

Batu-batu besar sisa longsoran susulan tampak bertumpuk, menyingkap sebuah celah gua batu purba. Dari celah itu, mengalir air yang sangat jernih, bersih, dan memancar deras membentuk air terjun alami, menggenangi separuh pondasi beton Budiman Mart Cabang Tiga yang baru setengah jadi. Para kuli bangunan berdiri kebingungan memegangi sekop mereka.

Budiman buru-buru turun dari mobil, sengaja memasang wajah panik yang dibuat-buat di depan para pekerja.

"Waduh! Bahaya sekali ini! Airnya merusak pondasi! Kayaknya kita tidak bisa melanjutkan pembangunan! Stop aja semuanya, kita sudah rugi total. Sudah, tidak usah dipaksa. Mari kita pulang dan bubar saja!" seru Budiman bersemangat, bersiap membalikkan badan.

Namun, belum sempat Budiman memutar badan ke arah pintu mobil, sebuah bunyi denting digital yang familier membuyarkan impian indahnya.

[ Ding! ]

[ Protokol 'Zona Stimulus Pembangunan Pasca-Bencana Pemprov' dan 'CSR Korporat Skala Nasional' Memasuki Tahap Akhir! ]

[ Mengidentifikasi Material: 'Air Mineral Alami Pegunungan Vulkanik Purba dengan pH Tinggi (Alkali Alami)'. ]

[ Mengalkulasi Solusi Lingkungan: Mengonversi Sisa Dana Modal Ekspansi Rp3 Miliar untuk Membangun 'Eco-Infra & Depot Pengisian Air Mineral Kemasan Mandiri Budiman Mart'! ]

'Woi! Air longsoran begitu dibilang air alkali purba?! Jangan mengada-ada kau, Sistem gilo!' jerit Budiman dalam hati, nyaris menggigit ban mobil SUV milik pengacaranya.

Belum selesai Budiman memaki dalam batin, dari arah bawah tanjakan, raungan sirene mobil dinas protokoler berbunyi nyaring. Sebuah mobil sedan putih dengan pelat merah nomor satu daerah (Gubernur/Pejabat Pemprov) bersama rombongan dinas lingkungan hidup dan media lokal mendadak berhenti tepat di area proyek Budiman Mart.

Seorang pejabat tinggi berpakaian dinas lengkap turun dengan senyum lebar, langsung berjalan cepat ke arah Budiman yang masih melongo. Kilatan lampu kamera jurnalis langsung menyambar wajah frustrasi Budiman.

"Selamat siang, Saudara Budiman! Pengusaha visioner kebanggaan Sumatera Barat!" seru sang gubernur, langsung menjabat tangan Budiman dengan sangat erat.

"Luar biasa! Pemprov sangat mengapresiasi langkah berani Budiman Mart. Di saat pengusaha lain takut berinvestasi di zona bekas bencana di Sitinjau Lauik ini, Saudara justru berani datang dengan membawa modal besar. Dan luar biasanya lagi ..." Pejabat itu menunjuk ke arah mata air purba,

"Tim geologi kami yang kebetulan lewat tadi langsung menguji air ini. Ini adalah air dengan kandungan mineral terbaik di dunia! Dan Saudara Budiman langsung bergerak cepat membangun infrastruktur pelestarian lingkungan dengan dana mandiri tiga miliar rupiah!"

"Ha? Mandiri? Awak ndak ada—" Ucapan Budiman langsung dipotong oleh Sutan Chaniago yang tiba-tiba maju sambil membawa dokumen hukum baru yang entah kapan ditandatangani.

"Benar sekali, Pak Gubernur," sahut Sutan Chaniago dengan wibawa hukumnya yang tak tergoyahkan.

"Klien kami, Saudara Budiman, telah berkomitmen membangun konsep Rest Area Eco-Green. Air terjun ini tidak akan ditutup, melainkan dikelola menjadi fasilitas umum gratis bagi para sopir truk yang kelelahan, sekaligus menjadi pabrik air mineral kemasan merek 'Budiman Pure' yang seluruh pekerjanya adalah warga korban bencana longsor kemarin!"

Para jurnalis langsung sibuk mencatat, beberapa stasiun televisi lokal bahkan langsung menyiarkan secara live.

"Luar biasa! Ini adalah contoh nyata Corporate Social Responsibility terbaik tahun ini!" puji sang gubernur dengan mata berbinar.

"Sebagai bentuk dukungan, Pemprov hari ini resmi memberikan Pembebasan Pajak Usaha selama 10 Tahun untuk seluruh cabang Budiman Mart di wilayah Sumatera Barat, sekaligus menjadikan tempat ini sebagai Rest Area Resmi Pemprov!"

[ Ding! ]

[ Mendapatkan 'Incentive Tax-Holiday' dari Pemerintah Daerah senilai miliaran rupiah! ]

[ Reputasi Brand Budiman Mart naik ke level 'Pahlawan Ekonomi Daerah'! ]

[ Proyeksi Omzet Cabang Tiga Meningkat 500% dari sektor penjualan Air Mineral eksklusif dan Rest Area Truk Nasional! ]

Membaca notifikasi itu, tubuh Budiman langsung lunglai terduduk di atas sebongkah batu besar yang basah. Air mata frustrasinya kali ini bercampur dengan cipratan air murni pegunungan purba yang super jernih itu.

'Awak cuma mau bangkrut saja ... awak sengaja memilih bukit rawan longsor biar modal awak amblas ketimbun tanah ... kenapa malah jadi rest area resmi, bebas pajak sepuluh tahun, dan dapet pabrik air minum gratis?!' raung Budiman dalam hati, meratapi nasibnya yang semakin menjauh dari kemiskinan yang nyaman.

Di tengah riuhnya tepuk tangan pejabat dan wartawan, ponsel di saku celana Budiman bergetar. Sebuah pesan WhatsApp masuk dari nomor yang tidak dikenal, namun foto profilnya menampilkan seorang gadis Tionghoa berambut panjang lurus dengan latar belakang kantor megah.

[WhatsApp - Nomor Tidak Dikenal]

[ Baru saja saya melihat siaran langsung berita di TV. Saudara Budiman berhasil mengamankan mata air purba di jalur logistik nasional dan mendapatkan tax holiday ya? Langkah catur yang sangat jenius, Saudara Budiman. Insting bisnismu jauh lebih tajam dari yang saya kira. Saya rasa ... kolaborasi bisnis antara keluarga saya dan Budiman Mart akan sangat menarik dalam waktu dekat. Sampai jumpa lagi. - Vilmey ]

Budiman menatap layar ponselnya dengan mata mendelik. Tubuhnya mendadak merinding melebihi saat ditiup angin malam Sitinjau Lauik.

"Ondeh, Mak ... cewek itu beneran memantau awak!" bisik Budiman horor.

'Sistem ... tolonglah, awak ndak mau jadi konglomerat idaman. Kalau tak ikhlas memberikan kompensasi, paling tidak awak balik jadi miskin lagi saja. Pusing kalau jadi orang sibuk ini!!!'

Ada yang mau bagi vote untuk cerita ini nggak ya?

[ bersambung ]

1
arielskys
senangnya ngprank ya sistemnya
arielskys
episode ini ngakak bgt loh?
arielskys
ada ambulance 🤭
arielskys
wahahaha🤣
arielskys
nah tuh, akal2anmu budiman, bener2 gak bisa dihubungi jadinya kan
Syahril Maiza
lanjut up dong thor. kok cuma 1 bab
Syahril Maiza
nikahin aja sanah
Syahril Maiza
bukti cinta diam2 ya
Syahril Maiza
harusnya jiwa kaya raya yg ditingkat kan man
Safira Aurora
greget bgt, org senang kalau kaya, ini pengen bgt miskin
Safira Aurora
santui syekali
Safira Aurora
ga ada pembeli = ga ada yang mengusik
Aku Rajin Membaca
jiwa miskinnya kmbali bngkit 😂
Aku Rajin Membaca
tiba2 bhgia
Syahril Maiza: kebahagiaan terselubung
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
niatnya buat bntu mkin rugi, trnyta malah mkin pinter ya
arielskys: belajar secara otodidak
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
bgus roni 🙏 nanti kalau gempa, ttp lanjutkan tugasmu
Aku Rajin Membaca
berarti bertugas dengan baik 😂
MomyWa: sesuai yang diharapkan
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
hmmm, gimana nih? kok bisa?
arielskys: bisa2 aja
total 1 replies
Syahril Maiza
makin seru aja dan bikin penasaran dgn reaksi budiman 😭
arielskys
kok sekarang pelit up nya thor?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!