NovelToon NovelToon
Matahari Senja

Matahari Senja

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Bad Boy / Tamat
Popularitas:452.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mukarromah Isn.

Gara-gara bola basket nyasar, Matahari Senja harus berurusan dengan si badboynya SMA Air langga, pentolan geng Atlantis yang terkenal hobi tawuran, playboy dan balap motor. Batara Matahari namanya

Matahari, nama mereka sama. Takdir keduanya pun hampir sama untuk dituntut sempurna. Tapi takdir tak semudah itu untuk membuat mereka bersatu. Matahari Senja dan Batara Matahari dengan luka mereka masing-masing, bisakah menyembuhkan satu sama lain?

.

Jangan lupa like, komen dan vote...🙏❤️

Follow ig author : @mukarromatul28

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukarromah Isn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Batara

Memasuki kawasan perumahan elit, moge itu berhenti didepan rumah yang paling mencolok dari yang lain karena kemegahan dan keindahannya. Namun tak ada yang tau dibalik indahnya bangunan itu, kehidupan didalamnya bagai vas hancur yang terus berusaha disatukan. Batara memasuki rumah megah itu, hal yang pertama kali diliatnya saat menginjakkan kaki diruang tamu adalah orang tuanya yang sedang berbincang

"Batara, jangan keluyuran terus kamu, kurang dua bulan lagi ujian semester. Tingkatkan nilai kamu lebih baik dari tahun kemarin. Kami ingin kamu mendapat nilai sempurna tahun ini" Batara menghela nafasnya. Semuanya tentang apa yang mereka inginkan, kami ingin ini, kami ingin itu, kami ingin kamu menjadi seperti ini atau kami ingin kamu menjadi seperti itu

Batara tak pernah bilang, aku ingin ini, aku ingin itu atau kalimat aku nggak suka ini terhadap orang tuanya. Seberapa lelahpun ia dengan tuntutan mereka, ia tak pernah menolak. Karena satu hal yang Batara tak bisa elakkan, ia butuh uang. Mungkin bukan hanya untuk dirinya, tapi sebagai ketua geng ia butuh itu. Nyatanya kegiatan mereka tak hanya sebatas balap liar dan tawuran tapi juga kadang membantu anak-anak panti yang jarang mendapat perhatian pemerintah. Batara rasa hidupnya masih lebih baik dengan orang tua, rumah dan harta. Berbeda dengan mereka yang tak punya apa-apa. Satu hal mungkin yang Batara tak punya, kasih sayang

"Batara akan berusaha sebaik mungkin"

"Bukan berusaha tapi harus"

"Oh ya, minggu depan ada acara di perusahaan, ada klien dari luar negri. Papa ingin kamu yang datang, sekaligus latihan sebagai pewaris selanjutnya"

"Iya" Sekali lagi tanpa kata penolakan

"Jangan sering-sering main sama temen gengmu itu, mama nggak mau kamu terluka gara-gara mereka" Batara tersenyum lirih, nyatanya merekalah yang membuat dirinya terluka

"Kamu juga semakin nakal kalau dekat mereka" lagi-lagi Batara hanya bisa tertawa dalam hatinya

"Kami melakukan ini demi kebaikan mu, jangan banyak ngeluh apalagi ngebantah" Kalimat yang membuat Batara seperti orang penasaran. Kebaikan apa yang mereka maksud? Apakah maksudnya dengan bergelimang harta? Sejak kecil Batara tak pernah diasuh oleh orang tuanya. Tak pernah merasakan kasih sayang dari mereka, ia mungkin dibilang tak bersyukur padahal semua kebutuhannya sudah tercukupi hanya tinggal menikmati saja. Tapi Batara bukan robot yang hanya perlu baterai dan tenaga saja untuk hidup. Batara adalah manusia yang rindu kasih sayang orang tuanya

"Batara ngerti" jawabnya kemudian berlalu masuk ke kamarnya. Di balkon kamarnya, laki-laki itu menyalakan rokok. Ia menghisap nikotin itu guna meredakan emosinya. Rokok sedikit tidak membuat pikirannya lebih tenang walau ia tau benda candu itu tak baik untuk tubuhnya

.

Bohong kalau bilang tubuhnya tak lelah, berkali-kali ia mengatakan baik-baik saja, nyatanya ia tak pernah baik-baik saja. Dari pagi sampai jam dua siang ia harus sekolah, kadang lebih dari itu jika ada acara atau ekskul yang diikutinya. Sorenya harus bekerja sampai jam setengah sepuluh malam, bahkan kadang pulang lebih dari itu. Pulangnya bekerja, ia juga masih harus belajar dan mengerjakan tugas sekolahnya. Waktu istirahatnya terhitung hanya beberapa jam saja. Senja lelah sebenarnya, tapi ia pikir mungkin ayahnya juga lelah karena membiayai ia dan saudaranya

Membuka pintu kafe, ia mengernyitkan dahinya saat meja-meja disusun menjadi satu, dan kursi-kursi yang ada di sejejerkan sepanjang meja itu

"Senja, ya ampun. Kakak lupa ngasih tau kamu kalau hari ini libur, bos bareng anak buahnya katanya mau party malam ini. Tenang aja, gaji kita tetap dihitung katanya"

Inginnya Senja bersorak gembira dan melompat riang, siapapun bos tempat itu, ia ingin berterima kasih banyak atas kemurahan hatinya

"Terus Kak Dian ngapain disini?" Tanya Senja pada pelayan kafe yang pertama kali ia temui saat melamar kerja dulu

"Bantu tukang masak didapur sama nyusun meja. Sekarang udah selesai, kakak mau siap-siap pulang ini"

"Kalau gitu Senja pulang duluan ya kak, hati-hati nanti dijalan"

"Iya, hati-hati juga" Dian menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis itu yang melompat kegirangan. Ia menatap orang yang didalam kafe dan mengacungkan jempolnya

Senja bersenandung sepanjang jalan, tak peduli anggapan pengendara lain padanya. Suasana hatinya sedang baik bahkan sangat baik. Melewati jalan yang biasa, ia berdecak pelan melihat seseorang tergelatak disana. Demi apapun Senja mungkin tak akan lewat jalan ini lagi. Bukan bermaksud tak mau membantu, tapi kenapa begitu kebetulan hanya dirinya yang lewat dan ada orang seperti ini. Ia awalnya berniat putar balik, bahkan sudah memutar kendaraannya. Tapi hati nuraninya seperti merasa terpanggil melihat orang itu

"Udahlah biarin aja, palingan juga orang mabuk"

"Sesama manusia itu sewajarnya tolong menolong"

"Biarin aja sih, nanti juga sadar sendiri"

"Kalau ternyata karena keterlambatan pertolonganmu dia meninggal, bukankah artinya kamu ikut andil dalam membunuhnya"

Dua ego dalam dirinya berselisih, Senja kesal hingga akhirnya turun juga dari motornya

"Woy" Senja masih melihat tak ada pergerakan

"Kamu pingsan atau mati sih?" Akhirnya ia berjongkok dan menepuk-menepuk pelan pipi laki-laki itu yang terbaring tengkurap. Senja membalik tubuhnya, sedikit tak asing melihat wajah itu. Tapi yang membuatnya sedikit panik karena darah yang mengalir dari hidung laki-laki itu

"Hei" Senja berusaha tenang, ia teringat kresek dimotornya. Ia mengambil tisu dan air mineral. Awalnya Senja berniat hanya menyipratkan air mineral saja, tapi tutup botol itu cukup sulit dibuka. Setelah berhasil, isinya malah keluar banyak dan menyiram tepat diwajah laki-laki itu

Matanya terbuka, barulah Senja bisa mengenali sosok itu dengan jelas. Dia adalah orang yang dipanggil bos oleh adiknya, sekaligus orang yang ia lihat pernah berkelahi dengan Batara. Tanpa babibu Langit langsung meraih pergelangan tangan Senja dan mencengkramnya kuat. Ia berniat menghantam tubuhnya ketanah tapi Senja lebih dulu menghantam perut laki-laki itu dengan kakinya

"Kurang ajar lo! Bukannya bilang makasih, malah diajak berantem" gerutunya kesal. Gadis itu memperbaiki helmnya yang terasa sedikit longgar. Ia belum melepaskan benda itu saat turun dari motor tadi

"Lo begal kan? Anak mana lo? Jangan-jangan lo suruhan Batara?" Senja menatap laki-laki itu keheranan. Seperti orang yang baru saja tersadar dan langsung mengamuk tak jelas

"Gue cuma lewat, lo yang ngapain tidur dijalan?"

Langit nampak berpikir-pikir sejenak dan melihat sekelilingnya

"Motor gue mana?" Tanyanya pada Senja yang tentu dibalas gelengan tak tau gadis itu

"Sial! pasti diambil begal itu. Kepala gue dipukulnya juga keras banget"

1
Mayyuzira
hahaha bisa aja temannya dibilang titisan iblis😂
Hasanah
masyaAllah seru bnget ngak brasa sharian in baca novel in ee tau2 udah tamat aj masyaAllah novel yg smpat q abaikan😀😀 maaf Thor bahkan AQ baca novel pelangi untuk Aqilla berulang kli TPI Bru tdi AQ mencoba baca novel yg trnyta sama bgus x sama yg satu
Hasanah
kirain Vero cewek🤣
diara
aku suka semua karyamu kak. semangat terus....semoga sukses
Wayan Sucani
Luar biasa
athaya_dèslyn
dari sini gue bisa belajar tentang pelajaran hidup, yang kadang kala duka datang dan kala bahagia yang datang. terimakasih karya hebatmu berhasil merubah ku menjadi orang yang lebih baik
athaya_dèslyn
alhamdulillah, kemakan omongan sendiri ya buk wkwkwk
Sri Erlinasari
aku suka ceritanya bagus banget
Sri Erlinasari
Luar biasa
Mom_Sa
aku yakin senja blm mati, gak mgkin pameran utama sbgtu mudahnya dihilangkan. aku yakin othor cuma ngeprank aja. klo itu bneran, kita musuhan ya Thor 😡😈
Mom_Sa
wkwkwkwk si senja kocak. batara pula ketua genk tapi takut Ama 👻🤣🤣🤣
Riska Trisna
Ayah yg kejam bahkan anak sampai tidak punya nomernya, krna di abaikan, di kucilkan
Sri Puryani
cpt karma buat mak lampir
Sri Puryani
mewek lg😭😭😭😭
Sri Puryani
senja umurnya brp sih? 18 th kan? kenapa kok nulisnya 17 terus
Sri Puryani
😭😭😭😭😭
Sri Puryani
kpn senja bahagia thor? kok ada aja kesedihan😭😭
Sri Puryani
thor mewek lg😭😭😭
Sri Puryani
senja....jgn diem aja dong....plg tdk blg yg btl....walaupun gk di denger
Sri Puryani
😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!