NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.18 Jebakan untuk Elsa

Pagi hari di rumah pribadi Daren. Nadia sedang menyiapkan sarapan sederhana dengan kaki yang masih sedikit pincang. Daren turun dan melihat Nadia. Bukannya ketus seperti biasa, Daren justru bersikap canggung dan kikuk.

Seperti biasanya Nadia melakukan aktivitasnya di pagi hari dengan mulai memasak makanan untuk sarapan pagi dan secangkir kopi panas yang selalu di siapkan untuk Daren.

Meski dengan kaki yang masih di perban tapi Nadia tetap menjalankan tugasnya memasak dan membersihkan rumah.

Daren turun dari tangga lantai dua siap berangkat ke kantor pagi ini dan sebelum itu dia melangkahkan kakinya perlahan menuju ke arah dapur. Daren memperhatikan Nadia dari ambang pintu dapur, Dia melihat Nadia yang sedang sibuk memasak dan tidak menyadari kehadirannya di dapur itu.

Daren segera pergi dari ruang dapur itu sebelum Nadia melihat kehadirannya di sana. Sementara itu setelah menyelesaikan memasak, Nadia kemudian pergi ke ruang meja makan untuk menata hasil masakannya tadi.

Nadia berjalan ke arah meja makan sambil membawa beberapa mangkuk masakan, lalu dengan cekatan Nadia pun mulai meletakkan satu persatu mangkuk yang sudah berisi masakan itu di atas meja makan. Dan terakhir Nadia meletakkan secangkir kopi pahit untuk Tuan Daren.

Tiba-tiba mata Nadia tertuju pada sebuah benda kecil yang terletak di atas meja makan itu.

Nadia mengamati benda kecil itu dan melihat ke arah Daren yang juga sedang berdiri di samping meja makan tersebut.

 "Apa ini, Tuan?" tanya Nadia pada Daren.

Daren menjawab ketus untuk menutupi rasa gengsinya, "Itu agar kamu cepat sembuh. Kalau Nenek Lusi melihat kakimu pincang, aku yang repot." Nadia hanya tersenyum tipis, tahu kalau Daren sebenarnya sedang gengsi.

Tadi sewaktu Daren selesai mengamati Nadia yang sedang memasak di dapur, Diam-diam Dia meletakkan sebuah kotak salep obat luar mahal di atas meja makan tanpa berkata apa-apa yang sebenarnya obat itu memang dia tujukan untuk Nadia untuk mengobati luka di kakinya.

"Besok tidak usah masak, kaki kamu masih sakit," ucap Daren dingin pada Nadia.

"Tidak apa-apa Tuan, gadis kampung seperti saya ini tidak boleh bermanja-manja," ucap Nadia yang membuat Daren menipiskan bibirnya mendengar ucapan Nadia.

Kemudian Daren pergi meninggalkan Nadia tanpa berkata apa-apa, Daren berjalan keluar rumah menuju ke garasi mobil yang terletak di samping rumah itu, Sejurus kemudian Daren sudah mengemudikan mobilnya keluar dari garasi menuju ke jalan besar.

Tak berapa lama akhirnya mobil Daren pun sudah memasuki pelataran gedung perkantoran miliknya itu.

Daren keluar dari mobil mewahnya dan seorang security sudah siap membukakan pintu masuk untuk Daren.

"Selamat pagi Pak," sapa security itu dengan mengangguk hormat pada Daren.

"Pagi," jawab Daren yang kemudian terus berjalan menuju ke ruang kantornya.

Saat tiba di depan ruang kantornya, dengan segera Daren membuka pintu ruangan itu dan masuk ke dalam, kemudian Daren duduk di atas kursi kerjanya.

Daren meraih handphonenya dan segera menelpon Elsa. Daren sengaja menelpon Elsa, Kali ini Daren memasang suara manis dan berpura-pura tidak tahu apa-apa soal sabotase tangga yang terjadi di rumahnya kemaren siang.

Daren berkata, "Elsa sayang, aku baru saja mencairkan dana tambahan sebesar tiga ratus juta untuk bisnis kulinermu. Uangnya sudah ku transfer ke rekening Papi mu."

Elsa di seberang telepon langsung girang bukan main dan memuji-muji Daren. Namun, begitu telepon ditutup, Daren langsung menyuruh detektif swastanya untuk memantau pergerakan rekening tersebut dan membuntuti Elsa. Daren tahu, uang itu pasti akan dialirkan Elsa ke rekening Kevin.

"Aduh sayang....kamu itu baik banget sih....kalau begini aku makin cinta dan sayang sama kamu..." ucap Elsa dengan suara manjanya berkata pada Daren.

"Ya, Semua itu aku lakukan karena aku sangat mencintaimu sayang," ucap Daren masih dengan suara yang di buat semanis mungkin.

"Terimakasih ya Daren, uang ini akan aku gunakan sebaik mungkin," Elsa tersenyum penuh kelicikan setelah Daren menutup pembicaraan dengan nya di telepon.

Sementara itu Daren langsung menelpon Hans "Hans cepat kamu selidiki aliran dana yang barusan aku transfer ke rekening Papinya Elsa dan kamu buntuti juga kemana pun Elsa pergi hari ini," perintah Daren pada Hans sang detektif swasta itu.

"Oke Daren, Aku akan laksanakan," ucap Hans penuh semangat.

Sesuai dugaan Daren, hanya dalam hitungan jam, detektifnya memberi laporan bahwa Elsa baru saja menarik uang tunai dalam jumlah besar dan pergi ke sebuah hotel di pinggir kota untuk menemui seseorang.

"Bagaimana Hans?" tanya Daren tidak sabar saat dia menerima telepon dari Hans.

"Sesuai dugaanmu ternyata setelah aku telusuri aliran dana yang baru saja kamu transfer ke rekening Elsa sudah berpindah tangan ke rekening atas nama Kevin Aprilio," ucap Hans membuat napas Daren memburu menahan amarah.

"Benar-benar keterlaluan kamu Elsa, ternyata uang yang selama ini aku berikan pada kamu itu hanya untuk mengisi rekeningnya Kevin, brengsek kamu Elsa," umpat Daren sambil mengepalkan tangannya dengan geram.

Amarah Daren sudah di ubun-ubun. Dia langsung membatalkan semua rapatnya, menyambar kunci mobil, dan berkendara sendiri menuju hotel tersebut dengan hati yang hancur sekaligus murka karena dikhianati oleh wanita yang selama ini dia agungkan itu.

Daren keluar dari ruang kerjanya dengan wajah penuh kemarahan, Daren berjalan melewati meja sekertaris nya sambil berkata padanya dengan ketus " Batalkan semua rapat hari ini." Melihat wajah Daren yang sepertinya sedang murka sekertaris itupun tak berani bertanya apa-apa lagi, Dia hanya menganggukkan kepalanya pelan menuruti perintah atasannya itu.

Daren berjalan menyusuri koridor perkantoran nya, beberapa karyawan yang berpapasan dengannya di koridor itu tidak ada yang berani menyapa pada Daren, mereka pada takut melihat raut wajah Daren yang murka.

Daren masuk ke dalam mobil mewahnya dan menghempaskan dengan kasar pintu mobil itu karena menahan amarah yang sudah membuncah di dadanya.

Mobil mewah itu melesat dengan kencang keluar dari basement menuju ke arah jalan raya, Daren mengemudikan mobilnya menuju ke hotel di mana Elsa sedang menemui seseorang di sana.

Daren berhasil mendapatkan nomor kamar hotel berkat bantuan detektifnya. Tanpa mengetuk pintu, Daren langsung mendobrak pintu kamar hotel yang tidak terkunci rapat itu dengan kasar.

Dengan kekuatan yang sangat besar dan di dorong emosi yang sudah tidak bisa di tahan lagi dengan satu kali tendangan dari kaki Daren "Brakkk...!!" pintu kamar hotel itupun terbuka dan alangkah terkejutnya Daren saat menyaksikan pemandangan yang terpampang di depan matanya.

Di dalam kamar itu terlihat Elsa sedang berpelukan mesra dengan Kevin di atas ranjang, dengan tumpukan uang ratusan juta, uang dari Daren berserakan di dekat mereka.

Elsa langsung pucat pasi melihat kedatangan Daren, sementara Daren berdiri di ambang pintu dengan tatapan mata yang siap membunuh. Sandiwara Elsa resmi berakhir malam itu.

1
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!