Langit Janet Mathida seakan runtuh ketika dijadikan alat pembayaran Papanya yang terlilit hutang judi dan pinjol. Dia terpaksa tinggal bersama Devan Gevaro yang tidak menginginkannya.
》Setelah sari masa muda dinikmati dan hamil, dia diminta pergi dari kehidupan Devan. Seketika Janet seperti tebu, habis manis sepah dibuang.
》Apakah Janet terima dan berjuang untuk membalas perlakuan Devan?
》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Serupa Beda Rasa"
Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗
Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. SBR
...~•Happy Reading•~...
Bu Dessy, Janet dan Andri terdiam melihat Asyer dalam gendongan Gevaro. Wajah mereka yang berdekatan membuat kemiripan mereka makin jelas. Hal itu tidak disadari Gevaro yang sedang menikmati momen kehangatan Asyer dalam pelukannya.
Bu Dessy tersentak melihat Asyer begitu saja menempel pada Gevaro, tanpa ragu. 'Pasti dia menyayangi Asyer dengan tulus.' Bisik hati Bu Dessy melihat cara perlakuan Gevaro. Bu Dessy berpikir demikian, sebab sejak kecil Asyer tidak pernah mau digendong oleh orang lain selain mereka.
"Asyer suka digendong Om?" Gevaro bertanya untuk menenangkan detak jantungnya saat merasakan tubuh kecil Asyer dan detak jantung mereka sangat dekat.
Asyer mengangguk dan melingkar tangannya ke leher Gevaro. "Sukaaa..." Ucap Asyer pelan di bahu Gevaro yang sedang Speechless.
"Asyer sudah makan?" Bisik Gevaro yang menjaga interaksi mereka bisa tetap terjalin sambil mengusap punggung Asyer yang meletakan kepala di bahunya.
Asyer melepaskan tangan dari leher dan melihat Gevaro "Sudah, Om. Sukaaa..." Asyer membuka tangan lebar melewati kepalanya, sebagai tanda dia sangat suka makanan yang dimakan.
"Ok. Nanti minta lagi sama koki." Gevaro jadi bersikap lepas dan santai.
Tiba-tiba Asyer mencium pipinya sebagai tanda terima kasih. Gevaro merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. "Satu lagi. Nanti pipi Om miring."
Asyer memegang pipi Gevaro dengan kedua tangan kecil dan mencium pipi kiri kanan dengan riang. "Pipi Om Valo gak miling." Ucapan Asyer membuat semua dalam ruangan tertawa.
"Ok. Kalau begitu kita duduk." Gevaro membiarkan Asyer tidak turun dari pangkuannya. "Asyer mau apa?" Sikap Asyer sangat menyenangkan hatinya. Sehingga dia mau memberi apa yang diinginkan Asyer.
Asyer mengangkat badan dan berbisik ke telinga Gevaro yang sedang menunduk. Sontak Gevaro melihat wajah Asyer. "Asyer mau puding lemon?" Tanya Gevaro yang mendengar bisik Asyer. Sesuatu di luar pemikirannya saat melihat anggukan Asyer. Dia mengira, Asyer akan minta mainan atau lainnya, bukan makanan.
Bu Dessy, Janet dan Andri jadi tertawa mendengar permintaan Asyer. "Ternyata dia memang suka, bukan lapar. Makanya tadi dia minta lagi." Ucap Bu Dessy ingat permintaan Asyer di meja makan.
"Asyer suka puding lemon?" Gevaro bertanya untuk meyakinkan keinginan Asyer.
"Sukaaa Om." Asyer kembali menggerakan tangan melewati kepalanya sebagai tanda dia sangat suka.
"Ok. Om tanya koki. Semoga masih ada." Gevaro menelpon koki untuk menanyakan puding lemon.
Tidak lama kemudian, pelayan mengantar puding lemon untuk semua orang. "Om juga mau makan puding." Bisik Gevaro. Dia memberi isyarat kepada pelayan untuk membawa buah-buahan juga buat mereka semua.
Setelah pelayan berlalu, Gevaro tersadar. Dia melihat Bu Dessy. "Kalau mau makan menu tertentu, bicarakan dengan koki saja, Bu." Gevaro mengatakan demikian, karena khawatir menu yang disajikan koki tidak cocok atau tidak boleh dimakan Bu Dessy.
Bu Dessy merasa tenang setelah mendengar yang dikatakan Gevaro. "Apa saya bisa masak sesuatu sendiri di dapur? Sudah biasa makan masakan di rumah."
"Bisa, Bu. Bicarakan saja dengan koki..." Gevaro menjelaskan kalau dia sudah bicara dengan koki.
"Asyer, cukup. Nanti besok lagi." Janet mencegah Asyer yang terus makan puding.
"Iya, Asyer. Nanti gak bisa tidur." Bu Dessy menambahkan.
Gevaro yang berbicara dengan Bu Dessy, tidak memperhatikan Asyer yang duduk di pangkuannya sambil makan puding. "Cukup dulu Asyer. Besok koki sediakan lagi." Bisik Asyer dan membersihkan mulut Asyer dengan tissu.
"Telima kasih Om." Ucap Asyer dan meluncur turun dari pangkuan Gevaro. Dia berlari ke arah Andri yang sedang menggeleng sambil tersenyum. "Besok masih bisa makan lagi. Kalau malam, jangan terlalu banyak. Lihat perut ini. Nanti gak bisa tidur dengan Oma." Ucap Andri. Gevaro jadi mengerti kondisi Asyer.
"Gak lagi, Papa. Asyel mau tidul sama Oma." Ucap Asyer sambil memeluk Andri.
"Papaaa, luma Om Valo kelen." Ucap Asyer, agar diijinkan tidur dengan Omanya.
Tapi Janet yang duduk di samping Andri segera menutup mulutnya. "Maaf, Pak. Asyer keceplosan."
Gevaro yang mulai mengerti, kalau Janet menutup mulut Asyer. Pasti berhubungan dengannya dan Asyer menyebut namanya. "Kenapa Asyer?" Gevaro bertanya, penasaran.
"Luma Om Valo kelen. Dingiiiiin." Asyer menggerakan tangan dan badan menunjukan rumah Gevaro yang dingin.
Gevaro tidak langsung merespon. Dia berusaha menterjemahkan ucapan Asyer. Andri mengerti kesulitan Gevaro yang lambat menjawab. "Maksud Asyer, rumah Om Varo keren."
"Oh. Ok." Gevaro mengangguk. "Asyer suka?"
"Sukaaaa, banyak." Ucap Asyer sambil membuka tangannya lebar melewati kepala lagi, sebagai tanda dia suka rumah Gevaro.
"Kalau Asyer dingin, mau selimut Om?" Gevaro bertanya begitu saja.
"Om Esen suda kasih, Om..." Asyer cerita dengan wajah ceria, Jensen memberikan selimut untuknya. Dia semangat menggambarkan selimut beruang lucu, tapi Janet berbisik padanya untuk pamit.
"Maaf, Pak. Bisa sampai pagi, kalau ini berlanjut." Janet menjelaskan. Gevaro mengangguk sambil tersenyum. Apa yang dilakukan Asyer sangat menyentuh hati dan mendorongnya untuk melindunginya.
Asyer pamit mau tidur, bersama Janet dan Bu Dessy. Kemudian Gevaro mengajak Andri mengikuti dia ke samping.
"Kita duduk sebentar di sini, Pak Andri." Gevaro menunjuk tempat duduk di samping kolam renang. "Atau Pak Andri mau berenang?" Tanya Gevaro setelah mereka duduk berseberangan di bawah payung sambil melihat kolam renang di depan mereka.
"Saya tidak bisa berenang, Pak. Sejak kecelakaan itu, punggung saya cedera, jadi tidak bisa berenang lagi..." Andri menjelaskan kondisi punggungnya yang cedera akibat kecelakaan kerja.
"Oh, apa masih lakukan terapi?"
"Tidak lagi, Pak. Cuma menjaga gerak dan tidak lama berdiri." Andri kembali menjelaskan.
Gevaro mengangguk mengerti. "Apa Asyer bisa berenang?" Gevaro ingat Asyer.
"Tidak, Pak. Karna Mamanya juga tidak bisa berenang, jadi tidak mengajak dia ke kolam renang."
"Kalau begitu, nanti saja belajar selama ada di sini." Gevaro jadi berpikir, akan mengajar Asyer berenang.
"Saya ajak Pak Andri ke sini, agar pembicaraan kita tidak didengar yang lain. Ini mengenai Asyer dan Janet. Saya berencana mereka mendapatkan perlindungan yang lebih. Tapi saya harus minta ijin Pak Andri."
"Silahkan, Pak. Kalau untuk kebaikan mereka berdua, Pak Gevaro tidak usah minta ijin saya." Andri sudah melihat cara Gevaro perhatikan Asyer, jadi dia tidak ragu dan percaya pada niat hatinya.
"Terima kasih. Saya jelaskan sedikit, supaya Pak Andri bisa bantu jelaskan kepada Janet. Agar bisa kerja sama." Andri mengangguk mengiyakan.
"Sebenarnya, saya tidak pernah hadiri acara keluarga yang diadakan Opa. Karna di sana aura cari muka dan penjilat sangat pekat."
"Tapi tadi melihat Asyer dan Janet, terbesit ide, mau mengajak mereka menghadiri acara Opa. Selain mengamankan Asyer, juga mungkin bisa memukul satu atau dua orang."
"Anda bisa bayangkan, Asyer dan Janet datang ke tengah-tengah keluarga kami dan dilihat Opa?" Andri menatap Gevaro sambil memikirkan rencananya.
"Opa pasti akan memberikan pengamanan ekstra kepada Asyer." Gevaro meyakinkan Andri tentang rencananya.
...~▪︎▪︎▪︎~...
...~▪︎○¤○▪︎~...
mau tau banget apa mau cari tau sendiri aja.. sini aku bisikin Meghan kalau emang pengen tau😎
malah kepikiran Meghan mulu ya jan
tp pelan" andri merelakan melepas janet untuk Gevaro demi kebaikan dan keselamatan janet
Asyer pasti senang bisa belajar renang secara anak kecil pasti suka mainan air.
aku bacanya senyum senyum dari tadi😂