Syakayla Abidah Umar, gadis berusia 19 tahun itu merupakan putri bungsu dari pasangan Abi Umar dan Umi Nafiza. Pada usia yang masih terbilang muda, Kayla harus merasakan pahitnya sebuah penghianatan yang dilakukan oleh kekasihnya. Kayla bahkan rela berbohong pada seluruh keluarga demi menutupi hubungannya bersama sang kekasih. Karena sejak kecil Kayla hidup di keluarga yang sangat menekankan ilmu agama dan secara tegas melarangnya untuk berpacaran.
Belum selesai dengan masa patah hatinya akibat perbuatan sang kekasih, nyatanya Abi Kayla secara diam-diam menjodohkan gadis itu dengan anak sahabatnya. Dia adalah Muhammad Fatih Akbar yang merupakan pengusaha muda yang sukses membangun sebuah restoran dengan hasil jerih payahnya sendiri. Mereka berdua dijodohkan dengan umur yang terpaut 5 tahun. Hal tersebut tentu saja membuat Kayla menolak.
Bagaimana kelanjutan kisah Kayla?
Yuk, langsung baca!
Silahkan berkunjung di IG author: awanmendung_26
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AwanMendung26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Diandra
"Kayaknya udah lengkap semua deh." Ucap Kayla sambil menatap sebuah buku yang berisi catatan bahan-bahan dapur yang akan di beli sebagai persediaan nantinya.
Kayla memang sengaja mencatat bahan-bahan dapur serta beberapa sayuran yang akan di beli, istri Fatih itu tidak ingin sampai ada yang tertinggal atau bahkan lupa untuk dibeli. Kayla kemudian mengecek kembali list barang belanjaan yang sudah di catat dan sepertinya semua sudah lengkap. Kayla lalu melangkah menuju ke kamar untuk segera bersiap-siap karena akan berangkat ke supermarket. Namun, langkah gadis itu terhenti ketika suara ketukan pintu dari luar rumahnya terdengar begitu berisik.
Tok...Tok... Tok....
"Itu siapa, ya? Kok ngetuk pintunya kayak kenceng banget." Ucap Kayla penasaran. Pasalnya suara ketukan pintu itu terdengar seperti seseorang yang sedang melampiaskan kemarahannya pada benda mati itu.
Tanpa pikir panjang, Kayla kemudian melangkah menuju pintu dan segera membukanya.
"Maaf, cari siapa, ya?" Tanya Kayla sopan pada sosok perempuan dengan rambut terurai dan posisi membelakangi Kayla.
"Diandra!" Kayla menatap tidak percaya pada sosok perempuan di hadapannya ini. Dari mana Diandra bisa mengetahui alamat rumah Kayla dan Fatih. Bukankah tidak ada satupun teman Kayla yang mengetahui pernikahannya? Tapi, kenapa Diandra justru mengetahui di mana tempat tinggal Kayla sekarang. Satu pertanyaan kembali muncul di benak Kayla. Apa tujuan Diandra datang kesini? Dan kenapa wajah gadis itu terlihat marah pada dirinya.
"Diandra, dari mana kamu--"
Plakk....
Sebuah tamparan kencang mendarat begitu mulus di pipi putih Kayla. Gadis itu bahkan meringis akibat tamparan perempuan di hadapannya. Rasanya tamparan yang diberikan Diandra itu diluputi dengan emosi di dalamnya.
"Puas kamu ngelakuin semua ini sama Amran, ha?" Bentak Diandra dengan nada tinggi.
"Maksud kamu apa, Diandra?"
"Nggak usah pura-pura nggak tahu. Gara-gara kamu, Amran sampai masuk rumah sakit. Apa kamu puas liat dia terbaring nggak berdaya di tempat itu?" Diandra terlihat begitu emosi dengan napas memburu. Mata perempuan itu terlihat begitu tajam menusuk Kayla.
"Aku sama sekali nggak pernah ada niatan untuk nyakitin kak Amran. Aku juga nggak mau kak Amran sampai masuk rumah sakit kayak gini." Bela Kayla dengan tangan yang masih memegang pipi kirinya karena rasa sakit akibat tamparan dari Diandra.
"Bohong! Kamu pasti ngelakuin ini karena kamu dendam sama Amran kan? karena Amran udah hina kamu di depan umum makanya kamu mau balas dia." Emosi Diandra membuat gadis itu kembali akan melayangkan tamparan di pipi Kayla. Namun, semua itu terhenti saat sebuah tangan kekar menahan pergelangan tangan Diandra.
"Diandra, stop! Apa yang kamu lakuin? Kenapa kamu mau nampar Kayla?" Tanya Fatih yang kini datang menghampiri kedua perempuan itu. Tadinya Fatih sedang berada di dalam kamar untuk mengecek beberapa email yang masuk tentang pekerjaannya. Tapi, laki-laki itu terusik ketika mendengar keributan dari luar. Karena penasaran akhirnya Fatih memilih untuk mengecek dan ternyata benar, disana ada Diandra dan Kayla yang sedang beradu mulut. Mata Fatih melotot saat melihat Diandra akan melayangkan tamparan di wajah Kayla. Dengan cepat laki-laki itupun menghalangi niat buruk sang adik.
"Kakak nggak usah belain perempuan licik ini. Dia itu cuman pura-pura polos dan sok sakit hati sama Amran, sampai akhirnya dia berhasil balas dendam sama Amran." Bentak Diandra sambil menunjuk tajam kearah Kayla. Sedangkan Kayla yang mendengar Diandra memanggil Fatih dengan sebutan 'kakak' menjadi bingung. Apa hubungan Fatih dan Diandra sebenarnya? Apakah mereka ini adalah keluarga?
"Maksud kamu apa Diandra? Kakak nggak ngerti apa yang kamu omongin dan siapa Amran?" Tanya Fatih yang bingung dengan ucapan sang adik.
"Amran itu pacar aku sekaligus orang yang paling aku cintai. Dan perempuan ini, dia mantan pacar Amran yang mau balas dendam ke Amran. " Diandra memang sudah mengetahui semua kebenaran tentang Amran dan Kayla. Semua informasi itu berasal dari Mayra. Sepupu dari Fatih itu memang tahu banyak mengenai hubungan Amran dan Kayla. Dan saat berada di rumah sakit, Mayra menceritakan semua tentang mereka. Hal itu membuat Diandra emosi dan menyalahkan Kayla untuk semua kejadian yang pernah terjadi. Yang ada di pikiran Diandra saat ini hanyalah Kayla harus membayar semua rasa sakit hatinya dan juga mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Amran.
Mendengar ucapan Diandra barusan membuat Fatih berpikir apakah laki-laki yang bernama Amran itu adalah sosok yang selama ini Kayla cintai?
"Kejadian buruk yang menimpa Amran itu karena perempuan ini kak." Ucap Diandra dengan nada tinggi.
"Stop, Ra! Kamu nggak bisa nyalahin Kayla untuk setiap kejadian buruk yang menimpa Amran. Hubungan mereka berdua sudah selesai sejak lama. Itu artinya Kayla sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Amran lagi. Jadi kakak mohon, berhenti salahin Kayla." Ucap Amran dengan nada tegas serta serius kearah Diandra.
Bukannya merasa bersalah, Diandra justru tersenyum miring seraya bertepuk tangan di depan wajah Kayla.
"Wow, hebat banget kamu, ya. Bahkan Amran aja masih di rumah sakit tapi kamu udah cari mangsa baru. Belum puas udah nyakitin Amran? Dan sekarang kamu pura-pura jadi perempuan lemah dan datang ke kehidupan kakak aku dan menikah sama dia. Oh, atau jangan-jangan ini salah satu cara kamu buat balas dendam sama aku lewat kak Fatih. Iya, kan? Bener kan apa yang aku bilang?" Tuntut Diandra.
"Kamu salah paham Diandra. Aku memang pernah sakit hari karena perlakuan kak Amran yang udah khianatin aku. Tapi, aku udah lupain semua itu dan aku juga udah maafin kak Amran. Dan satu hal lagi yang perlu kamu tahu, aku nggak pernah ada niatan sedikit pun untuk balas dendam ke kamu maupun ke kak Amran. Aku juga menikah sama kak Fatih karena kami dijodohkan." Ucap Kayla yang berusaha untuk menjelaskan dan meluruskan kesalahan pahaman ini.
"Kamu pikir aku bakalan percaya sama omongan kamu? Mungkin orang lain bisa untuk kamu tipu tapi aku nggak. Dan sampai kapan pun kamu akan selalu jadi perempuan paling licik di mata aku."
"Diandra--"
"Apa? Kakak mau belain istri kakak ini? Asal kakak tahu aja, kakak bakalan menyesal menikah sama dia. Bukannya bahagia, justru bakalan sakit hati sama dia. Karena apa? Karena dia masih mencintai Amran. Dan cuman Amran laki-laki yang dia cintai." Ucap Diandra kemudian melenggang pergi begitu saja. Sedangkan Fatih hanya mampu terdiam sambil mencerna ucapan adiknya. Apa benar yang Diandra katakan bahwa pernikahannya dengan Kayla tidak akan pernah berujung bahagia? Apa benar jika sudah tidak ada tempat lagi bagi Fatih di hati Kayla? Sedangkan Kayla yang melihat Diandra pergi hanya bisa menatap nanar kearah perempuan itu. Diandra begitu dikuasai emosi hingga tidak ada satupun ucapan Kayla yang diterima oleh perempuan itu. Hanya ada kebencian di mata Diandra saat menatap Kayla.
"Kamu nggak apa-apa?" Suara lembut itu terdengar dari seseorang yang kini berdiri disamping Kayla. Suaminya itu terlihat begitu mengkhawatirkan Kayla yang tampak menyedihkan.
Kayla menggeleng mendegar pertanyaan Fatih.
"Ayo, kita masuk dulu." Ajak Fatih yang kemudian mengikuti langkah Kayla dari belakang. Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu dengan Kayla yang masih memilih diam tanpa membuka suara.
"Saya minta maaf atas perbuatan Diandra tadi. Mungkin dia ngelakuin semua itu nggak sadar karena lagi emosi." Ucap Fatih meminta maaf. Bagaimanapun Diandra adalah adiknya yang artinya masih tanggung jawab Fatih juga.
"Diandra nggak salah, dia ngelakuin semua ini karena cintanya ke kak Amran." Balas Kayla singkat.
"Apa Amran itu juga laki-laki yang kamu cintai?" Kayla hanya mengangguk pelan membuat dada Fatih terasa sesak. Dua perempuan yang berarti dalam hidupnya ternyata mencintai laki-laki yang sama.
Melihat Fatih diam membuat Kayla menoleh kearah suaminya itu. Dia tiba-tiba teringat akan ucapan Diandra yang memanggilnya dengan sebutan kakak.
"Kalau boleh tahu apa hubungan Diandra sama kak Fatih?" Tanya Kayla dengan suara pelan. Baru kali ini dia berani membuka suara dan sepertinya dia juga akan mengobrol panjang dengan Fatih kali ini. Dirinya begitu diliputi rasa penasaran yang tinggi tentang kehidupan Fatih.
"Diandra itu adik kandung saya." Kayla seketika kaget mendengar kebenaran itu. Artinya Diandra adalah adik iparnya sekarang. Tapi, satu hal yang kembali membuat Kayla penasaran, mengapa Fatih dan Diandra terlihat tidak begitu dekat layaknya adik kakak pada umumnya. Bahkan Diandra juga tidak menghadiri pernikahan Fatih dan Kayla waktu itu.
"Apa Rara yang dimaksud sama Nasywa kemarin itu Diandra?" Tebak Kayla yang membuat Fatih mengangguk.
"Sebenarnya hubungan saya sama Diandra itu kurang baik semenjak Mama meninggal. Diandra memilih tinggal sama tante saya di bandingkan tinggal sama keluarganya sendiri. Semua itu berawal dari beberapa tahun yang lalu tepatnya saat Mama masih hidup. Waktu itu Mama sering sakit-sakitan dan saya malah sibuk dengan menghabiskan waktu di luar sama temen-temen saya bahkan sampai larut malam. Sedangkan Ayah sibuk dengan pekerjanya di kantor. Ayah berambisi untuk mengembangkan perusahaannya dengan bekerja keras sampai melupakan keluarga. Dan Nasywa yang masih kecil di titipkan pada nenek. Kami semua seolah sibuk dengan kehidupan masing-masing dan melupakan Mama. Hanya Diandra yang setia menemani Mama waktu itu. Sampai akhirnya Mama meninggal dan parahnya saya sama Ayah nggak ada di rumah. Setelah kejadian itu, Diandra jadi membenci saya dan Ayah. Diandra menganggap saya dan Ayah penyebab kematian Mama. Jujur, saya sangat menyesal dan ingin memperbaiki semuanya. Tapi, sepertinya sudah telat bagi Diandra. Di mata Diandra, saya dan Ayah selalu salah dan egois karena hanya mementingkan diri sendiri." Curhat Fatih panjang lebar dan tanpa sadar membuat Kayla menyimak dengan seksama kisah hidup Fatih. Kayla tidak menyangka kehidupan Fatih ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Pantas saja, Fatih bersikeras menerima perjodohan mereka karena ingin membahagiakan Ayahnya, ternyata laki-laki diliputi rasa penyesalan yang dalam terhadap kematian Mamanya.
"Maaf saya jadi cerita kehidupan saya sama kamu." Ucap Fatih yang tersadar sudah bercerita begitu panjang pada Kayla.
"Nggak apa-apa kak. Aku juga ngerti apa yang kakak rasain. Justru aku mau minta maaf karena sikap aku sama kakak. Aku sadar kalau aku salah, nggak seharusnya aku marah ke kakak karena sudah menerima perjodohan ini. Mungkin ini memang sudah menjadi takdir aku. Dan aku akan belajar menerima itu." Sebuah senyuman terbit di wajah tampan Fatih. Apakah ini akan menjadi secerah harapan bagi Fatih untuk bisa meluluhkan hati istrinya? Semoga saja secepatnya Kayla bisa menerima dirinya sebagai suami perempuan itu.
"Kamu nggak perlu minta maaf. Saya tahu pasti sulit menerima kenyataan di mana kamu harus menikah dengan orang lain sedangkan laki-laki yang kamu cintai terbaring lemah di rumah sakit."
"Makasi, ya, kak sudah mau ngertiin aku. Mulai sekarang aku akan belajar untuk jadi istri yang lebih baik lagi. Tapi, ini semua aku lakuin murni sebagai kewajiban aku dan rasa hormat aku. Dan aku juga berharap kakak tidak menyalah artikan sikap aku nantinya. Sesuai kesepakatan kita diawal, bahwa di dalam pernikahan ini tidak akan ada cinta di dalamnya." Ucap Kayla mempertegas. Fatih tersenyum pilu dan kembali tertampar pada ucapan Kayla barusan.
"Kamu tenang aja, saya masih ingat kesepakatan kita kok. Kalau kamu memang belum bisa menerima saya sebagai suami, paling tidak kamu bisa menganggap saya teman atau sahabat untuk kamu berbagi keluh kesah." Ucap Fatih yang terdengar begitu tulus.
"Sekali lagi makasi, ya, kak. Kak Fatih udah baik banget sama aku."
"Jadi boleh aku anggap kak Fatih sebagai sahabat aku? Soalnya aku nggak punya sahabat selain Zavira." Lanjut Kayla dengan nada bicara yang sudah berubah. Perempuan itu tampak lebih melunak dari sebelumnya. Fatih senang dengan perubahan istrinya itu.
"Boleh banget malah." Jawab Fatih diakhiri kekehan kecil.
"Kalau gitu aku boleh minta tolong nggak kak?" Tanya Kayla dengan wajah begitu antusias layaknya anak kecil yang minta di temani bermain.
"Minta tolong apa?"
"Aku mau minta tolong untuk dianterin ke supermarket. Aku mau beli beberapa bahan dapur sama sayuran dan lauk juga untuk persediaan di dapur."
"Boleh, sekalian saya juga temanin kamu belanja."
"Beneran kak?" Fatih tidak bisa menyembunyikan senyumannya saat melihat wajah sang istri yang tampak begitu menggemaskan di matanya. Jika dengan menganggapnya sebagai sahabat membuat Kayla senang untuk dekat dengannya maka Fatih akan dengan ikhlas melakukannya. Dia rela untuk meredam seluruh keinginannya asalkan Kayla bisa tersenyum bahagia setiap hari.
"Iya,"
"Kita mau berangkat sekarang?" Lanjut Fatih yang kini melempar pertanyaan pada Kayla.
"Aku siap-siap sebentar, ya, kak. Beneran cuman sebentar, 5 menit aja kok." Setelah mengucapkan kalimat itu, Kayla lalu berlari menuju ke kamarnya untuk segera bersiap-siap. Dia tidak ingin Fatih menunggu terlalu lama nantinya.
jauh kan amran ternyata pleboy