NovelToon NovelToon
Kata Hati.

Kata Hati.

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:195k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kiky Mungil

Dokter Arif yang perfeksionis, single dan menyukai ketenangan harus berhadapan dengan ART-nya yang bernama Kana, gadis ceriwis dan banyak tanya setiap hari? Kesel, geregetan, kadang pengen pecat aja!
Tapi disaat Kana menangis lantaran dikhianati oleh pacarnya, Arif malah tiba-tiba berinisiatif mau membantu Kana untuk membuat pacar dan sahabatnya itu menyesal, dengan melakukan make over pada penampilan Kana, ditambah dia mengaku di depan keluarga dan mantannya Kana, kalau ia adalah pacarnya Kana! Wow!
Alasannya karena Arif merasakan sakit hati yang dirasakan Kana, karena Arif pun pernah berada diposisi seperti Kana. Dikhianati oleh seseorang yang dia sayang.
Tapi kenapa Arif harus gelisah dan khawatir jika Kana tidak menghubunginya untuk bertanya-tanya seperti biasa? Tidak mungkin sandiwara singkat mereka memberikan percikan pada hati Arif yang belum move on, kan? Tidak mungkin juga pertengkaran konyol dalam interaksi antara mereka ternyata menciptakan getaran pada hati Arif, kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiky Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

"Hai," Yunia menyapa Winna. "Lho, ada Arif juga?" wanita cantik itu juga menyapa Arif dengan senyuman terbaiknya.

"Oh, hai, Yun." Sapa Winna balik pada Yunia, tapi tidak seramah biasanya. "Ada apa, ya?" tanya Winna ketus.

Yunia tersenyum menanggapi ketusan Yunia dan tatapan datar dari Arif. Ia memaklumi respon dua orang di depannya itu.

"Gue kangen saja main ke sini, dulu kan sering main kesini sama Arif." jawab Yunia.

"Oh iya ya, sebelum lo jadi pengkhianat dan perusak persahabatan." sahut Winna, masih dalam mode ketusnya.

Yunia tersenyum maklum. "Gue benar-benar menyesal banget, Win, atas semua perbuatan gue. Gue sama Alex juga udah nggak bersama lagi, hubungan kami udah selesai."

"Oh ya? Trus?" Winna menaikkan sebelah alis matanya. "Itu nggak akan mengubah kenyataan atas pengkhianatan lo ya!"

"Iya gue tau, makanya gue minta maaf ke Arif waktu itu."

"Lo udah ketemu dia sebelumnya, Rif?" tanya Winna kini berpaling pada Arif.

"Ya." jawab Arif singkat. Matanya sibuk melihat layar ponselnya. Enggan untuk melihat keberadaan Yunia disana.

"Kenapa lo nggak cerita?" tanya Winna.

"Nggak ada yang penting untuk diceritain, Win." kata Arif tenang dan datar.

Melihat bagaimana sikap Arif sebenarnya cukup memukul Yunia, tapi dia memakluminya. Dia merasa pantas mendapatkan apa yang dia dapatkan sekarang.

"Dia minta maaf? Lo maafin?"

"Untuk mentertawakan karma yang gue terima saja, Arif udah nggak sudi, Win." Yunia yang menyahut. "Jadi gue rasa, nggak akan semudah itu gue mendapatkan maaf dari Arif. Iya, kan, Rif?" tanya Yunia, tapi Arif tidak menjawab, karena Kana akhirnya keluar dari kamar pas, menampilkan dirinya dalam balutan dress simple berwarna sage yang manis sampai membuat Kana terlihat begitu cute overload.

"Gimana?" tanya Kana, tanpa tahu dengan ketegangan yang berada di ruang tunggu itu. Ia bahkan tidak menyadari kehadiran satu orang lagi di sana.

Persis seperti yang dikatakan Winna sebelumnya, Arif harus menyiapkan diri untuk melihat hasilnya. Kana malah berkali-kali lipat lebih menawan dalam balutan dress itu dibandingkan dengan dress-dress sebelumnya. Tatapan Arif jauh lebih bersinar melihat penampilan Kana.

Sebuah ide pun muncul dalam kepala Winna.

"Tuh, gue bilang juga apa, kan, Rif, lo harus menyiapkan diri untuk jatuh cinta lagi sama pacar lo." ujar Winna.

"Iya... eh..." Arif segera menatap Winna dengan tatapan melotot, tapi Winna malah membalasnya dengan mengedip-ngedipkan kedua matanya dengan cepat. Kedua mata itu seperti sedang memberikan kode morse yang bersifat sangat rahasia. Tapi, Arif cukup peka untuk menangkap kode yang diberikan Winna.

Arif menarik napas panjang, untuk memutuskan segera, apakah dia harus mengikuti permainan Winna, atau acuh saja. Sementara Kana masih berdiri disana dengan kebingungan yang membuatnya seperti terserang amnesia.

Detik berikutnya, Arif bangkit dari kursinya kemudian menghampiri Kana dengan tatapan yang membuat Kana hampir kehilangan kekuatan untuk berdiri tegap. Tatapan yang sangat dalam dan intens yang belum pernah Kana lihat sebelumnya dari pria mana pun.

"Kamu... cantik sekali, sayang." ujar Arif pada akhirnya membuat Kana hampir kehilangan jiwanya yang terbang dan meleleh mendengar bagaimana lembutnya suara Arif padanya. Winna tersenyum puas melirik pada wajah Yunia yang pias dan penuh sesal.

Bukan hanya suara Arif yang lembut yang membuat Kana meleleh seperti mentega yang dipanaskan. Tapi, pria itu juga meraih pinggang Kana yang ramping mengikis jarak diantara mereka dengan mendekatkan wajahnya pada telinga Kana

Jantung Kana yang mendadak dangdut pun semakin jedag jedug yang takut jantungnya melompat keluar dari tempatnya. Aroma mint segar dari Arif juga turut menyumbang ketidakmampuan Kana untuk berpikir jernih.

"Saya minta tolong, kita pura-pura mesra. Kita pura-pura pacaran, dan kamu panggil saya Mas." bisik Arif tepat di telinga Kana. Semua perasaan aneh yang berkecamuk dalam benak Kana mendadak menyadarkan Kana untuk tidak terbawa suasana. "Ada mantan saya disini." Satu kalimat terakhir sebelum Arif kembali menegakkan dirinya membuat Kana sadar, bahwa dirinya bukan tipe ideal Dokter Arif, melihat seperti apa wanita yang berdri disamping Winna.

Kana cukup peka kali ini, dia tersenyum, meski kikuk, tapi cukup meyakinkan. "Makasi... Mas." Sahutnya. "Saya coba baju-baju yang lainnya lagi ya." kata Kana.

Arif mengangguk dengan seyuman yang membuat setiap inci wajah Arif begitu tampan.

Arif kembali berbalik untuk duduk di sofa sebelumnya, matanya melirik pada Winna yang memberikan ibu jarinya pada Arif sambil pura-pura mengusap wajahnya sendiri.

"Jadi," Winna kembali pada mode ketusnya untuk Yunia. "Gue rasa kalau memang nggak ada keperluan yang penting, lo bisa kembali ke alam lo aja Yun. Lo lihat kan, gue disini lagi sibuk."

Sambil menelan sisa harga dirinya, Yunia pun akhirnya berpamitan pada orang-orang yang pernah dia kecewakan. Setelah memastikan Yunia keluar dari butiknya, Winna dan Arif pun melakukan tos.

"Tapi sumpah, gue pikir tadi akting lo benar-benar keluar dari hati banget."

"Nggak usah mikir yang aneh-aneh deh."

"Tapi lo bener nggak jatuh cinta ngeliat penampilan Kana barusan?" Goda Winna.

"Nggak." jawab Arif sambil mengusap tengkuknya.

Winna terkekeh.

***

Setelah selesai dengan urusan di butik, kali ini Arif membawa Kana ke toko make up untuk memilih make up yang akan dibiasakan Kana untuk memakainya seperti yang diajarkan oleh MUA Sis Jena. Setelah beres semua urusan hari ini, ternyata langit sudah malam, Arif pun membawa Kana makan malam di sebuah restoran.

"Dok, tunggu bentar." Kana menarik lengan baju Arif untuk menahan laju langkah Arif masuk ke dalam restoran.

"Kenapa?" tanya Arif.

"Bisa nggak kalo makan di apartemen Dokter aja? Biar saya yang masakin."

"Kenapa memangnya kalau makan di sini?" tanya Arif.

"Ennng... saya pengen balas kebaikan Dokter. Kalo saya traktir Dokter makan, uang saya nggak cukup. Cuma cukup buat bayar mie instan di Indomar*t, gara-gara tadi saya bayar di salon Tante Senni." Kana memanyunkan bibirnya. Masih kesal dengan hasil kerja anak buahnya Tante Senni dan Tante Senni sendiri yang tidak membiarkan anak buahnya mempermalukan dirinya seperti itu dan tetap menerima uang dari Kana.

Tapi entah kenapa, melihat wajah kesal Kana membuat Arif begitu gemas. Ingin sekali ia meraup wajah Kana dan mencium bibir mungil yang dipoles lip gloss hingga membuat bibir Kana begitu menggoda. Tapi, akal sehat masih menguatkan iman Arif untuk tidak melakukan hal yang iya-iya pada ARTnya yang polos itu.

"Jadi, kamu mau balas budi, gitu?"

Kana mengangguk.

"Memangnya kamu nggak capek kalo harus masak setelah seharian ini?"

"Enggak, kan saya libur kerja hari ini."

Arif kemudian menimbang keputusannya, dan akhirnya menyetujui permintaan Kana demi menghargai niat baik wanita itu. Meski sebenarnya dia tidak tega membiarkan Kana masak setelah seharian ini mereka cukup banyak kegiatan.

Sesampainya di apartemen, Arif langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri, karena tubuhnya sudah terasa lengket. Dan dia harus segera meredakan sesuatu yang sejak tadi menganggu dirinya.

Sementara Kana langsung memakai celemek dan mencuci tangan untuk segera menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.

Tepat setelah Arif selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar, makan malam pun sedang disajikan oleh Kana di atas meja makan. Lagi-lagi, Arif dibuat terperangah. Bukan karena masakan Kana atau aroma sedap dari masakan yang dibuat Kana. Tapi, penampilan Kana yang mencepol rambutnya asal ke atas hingga menunjukkan leher Kana dengan sempurna dan menggoda. Arif bahkan sampai takut untuk mendekati meja makan dimana Kana tengah menyiapkan meja disana. ia takut kehilangan kendali atas dirinya, karena biar bagaimana pun, ia adalah pria dewasa yang sudah cukup matang untuk...

Ya Tuhan... gue pasti udah nggak waras!

"Ayo Dok,." ucap Kana. Otaknya yang mulai oleng karena lapar, karena berkali-kali dibuat terpesona dengan perubahan-perubahan pada penampilan Kana, karena aroma tubuh Kana yang membuatnya benar-benar kecanduan dan ditambah karena penampilan Kana yang cuek apa adanya, membuat tingkat halusinasi Arif membuncah.

Suara Kana yang mengajaknya untuk makan dicerna dalam otak Arif menjadi seperti ajakan mesra sambil membayangkan Kana mengenakan apron tanpa pakaian.

.

.

.

Bersambung ya~

1
Ulil Baba
/Grin//Grin//Proud//Grin//Grin//Facepalm/
Unhy MarTah027
Sumpahh Novel² Kaka bagus² smua dibacanya🥰 dan cerita yg ini aku ktawa trus stiap baca percakapan para tokoh²nya🤣🤣
Unhy MarTah027
Aaarhhhhggg co cweet bngt sih Mas Arif😫😍🤣🤣
apajalah
👏👏👏👏👍
apajalah
👍👍👍👍🍁🍁🍃🍂😊👏👏👏
apajalah
informasi baru nihh
maya ayu
hati2 thooorr jangan turun terus keburu ke toilet lho /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Woro Wardani
Luar biasa
reni oktavia
Lumayan
reni oktavia
Kecewa
Defi
meluncur thor
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
gue suka gaya kamu kana 👍🏻👍🏻😍😍😍😍❤❤🤭🤭🤭
wiwik
salah satu novel yg luar biasa..cerita runtut enak dibaca tata bahasa titik koma pas banget ringan buat hiburan pokok'y sip deh..makasih Thor sukses slalu👍💪🙏🙋
meilanyokey
kayaknya Kana Hamidin deh, sensitif Bae jadinya
meilanyokey
Kana hati2 Ama Alex ya jgn dikasih hati,cuekin aja okey
meilanyokey
ayolah Arif dan Kana ditunggu praktek langsung ya
meilanyokey
Alhamdulillah sahhhhhh.... happy wedding. . . .
meilanyokey
so sweat banget tuh Arif❤️❤️❤️❤️❤️👍
meilanyokey
ayolah Kana ,Arif dah gentle gitu loh
meilanyokey
terimakasih Arif gercep banget kamu ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!