Hawwa Ananda Putri Abizar (Hawwa) Gadis yang baru duduk di Kelas 12 memaksa menikahi Sepupu nya, Juliandra Adam Elvano.(Adam) CEO perusahaan minyak terbesar di negara nya, Meski mendapatkan banyak pertentangan, dengan segala cara akhirnya Adam menyetujui untuk menikahi nya namun hanya sebatas Istri sirri nya saja, karena ada Cinta yang lain di hati Adam.
"Aku selalu berharap bisa menjadi bunga dalam genggaman mu, yang bisa kau petik lalu kau sunting, meski aku sadari ada bunga yang lain dalam dekapanmu, walau aku tahu suatu saat aku akan tercampakkan begitu saja seperti cermin retak yang tak berharga," Hawwa.
"Hadirmu selalu ku hindari, Cintamu tak pernah ingin kumiliki, namun kepergianmu membuatku menyadari Ada ikrar suci yang tak bisa aku ingkari," Adam.
"Ya Allah, jika dia benar-benar untuk ku, dekatkan hatinya dengan hatiku, jika dia bukan milikku damai kan aku dengan ketentuanmu," Hawwa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chacha shyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasehat Ayah
Hawwa menyalim tangan kakak sepupunya yang baru saja sah menjadi suaminya dalam sekali tarikan nafas itu. Begitu pun dengan Adam yang membalas uluran tangan Hawwa yang sudah sah menjadi istri nya itu. Dan tak lupa memberi sebuah kecupan di pucuk kepala milik Hawwa, dan melafazkan doa-doa yang sudah dalam tuntunan.
''Selamat menikmati permainan yang sudah kau buat, untuk itu tetaplah jadi pemain yang terbaik jika kau tidak ingin tersingkir dari permainan yang kau buat sendiri!'' bisik Adam di telinga Hawwa dengan penuh penekanan.
Deg.
Hawwa meremas ujung kedua jemari tangannya bukan karena ia takut dengan ancaman Adam, namun karena ia kesal dengan kata-kata Adam yang telah menganggap dirinya bermain dengan sebuah pernikahan.
''Adam, berjanjilah kau akan selalu bersama Hawwa bagaimana pun keadaannya, dan kau Hawwa, kau akan selalu bersama Adam dalam ke Adaan apa pun, dan ingat apa yang telah Ayah pesankan sebelum kalian menikah, ini hadiah pernikahan kalian, kalian harus belajar mandiri mulai dari sekarang!'' Nasehat Ayah Vano, sambil memberikan sebuah kunci rumah mewah yang sekarang akan menjadi tempat tinggal keduanya.
''Terima kasih Ayah, kami berjanji akan selalu saling menjaga satu sama lain dan akan mengingat apa yang Ayah pesankan,'' ucap keduanya secara bersamaan.
''Mama…" cicit Hawwa di saat ia menatap sang Mama datang untuk mendekatinya, namun ia begitu kecewa di saat sang Papa memilih menjauh meninggalkannya, Alyssa yang mengerti arah tatapan mata sang putri menoleh kebelakang ia pun menggelengkan Kepala sambil berbalik dan berusaha untuk tersenyum agar sang putri tak merasa begitu kecewa, di saat Abizar lebih memilih pergi dari pada datang untuk merestui hubungan keduannya.
''Selamat ya sayang, kau sudah membuat doa Mama terkabul,'' ucap Alyssa sambil memeluk dan mencium seluruh wajah putrinya itu.
''Doa terkabul,?'' gumam Hawwa nampak binggung.
''Biarkan Bunda yang menjelaskannya sayang, Mama kamu itu orang yang sangat sayang sama Bunda, hingga suatu hari Mama kamu berdoa jika di beri seorang putri maka ia akan di jodohkan dengan putra Bunda ini sayang.'' Tutur Yumna saat kilasan masa lalunya berkelebat.
''Benarkah seperti itu Bunda?'' tanya Hawwa dengan bersemangat, sedangkan Yumna hanya memberi sebuah anggukan sambil tersenyum.
''Maaf, Aku mau kesana dulu ada telpon,'' sela Adam di tengah perbincangan sang istri dan Bundanya itu.
"Telpon,? apa dia akan menelpon kekasihnya itu?'' gumam Hawwa dalam hati menatap kepergian Adam.
Ya! benar saja setelah menjauh Adam pun mengangkat telponnya yang semenjak tadi berdering.
''Bagaimana semuanya apa kalian sudah mendapatkan informasinya?" tanya Adam pada penelpon di seberang sana.
"Baiklah Aku akan segera kesana,'' ucap Adam selanjutnya setelah mendapat kan informasi lengkap dari sang penelpon.
la pun segera berbalik dan memilih pergi, lalu masuk ke kamar dan berganti pakaian.
''Adam kau mau kemana Nak? ini malam pengantin mu lo sayang, kenapa kamu harus pergi?'' tanya Yumna di saat melihat sang putra yang sudah berganti kostum yang begitu rapi.
''Adam mau keluar sebentar Bun, Mmau__"
"Mau mengajak Hawwa makan di luar dulu Bun..." sela Hawwa yang Tiba-tiba saja muncul dengan pakaian yang juga sudah rapi.
''Kalian ini sudah kompak sekali mau keluar, ternyata kalian sudah janjian ya? ya sudah jangan pulang larut,'' ujar Yumna pada akhirnya.
la pun segera memilih pergi untuk menemui suaminya yang sejak tadi di kamar.
Sementara Adam dan Hawwa memilih segera keluar.
*
''Untuk apa kau selalu memilih ikut denganku? apa kau fikir Aku akan merasa bahagia jika kau selalu menempel kemana pun aku pergi? dan jangan harap kau mendapatkan ucapan terima kasih dariku,'' ucap Adam begitu Hawwa duduk di dalam mobil.
''Aku ikut karena aku ingin berada di sisi
suamiku, kemana pun ia pergi bukankah itu pahala untuk sang istri menemani suaminya di mana saja ia berada, dan mengingatkan padanya di saat ia terlupa untuk menjaga pandangnya. Dan menjauhkannya dari wanita-wanita penggoda, karena di luar sana suami akan mengaku lajang padahal dia sudah menikah, dan beristri'' Jawab Hawwa santai dan panjang lebar.
Adam yang mendengar jawaban Hawwa kini memilih diam, karena malam ini ia tidak ingin merusak mood nya karena tak bisa menahan emosi, ia pun memilih melajukan mobilnya dengan mencengkram kuat kemudi, karena menahan kesal semenjak tadi.
20 menit kemudian mereka pun tiba di sebuah tempat yang sangat Asing bagi Hawwa namun tidak bagi Adam. Suara alunan musik DJ menggema di seluruh ruangan yang penuh dengan aroma minuman yang menyengat hidung.
Hawwa terus saja melangkah mengikuti langkah panjang Adam meski di selimuti perasaan takut dan was-was apa lagi saat ini semua mata terfokus ke arahnya saja. Ya pastilah karena Hawwa masuk ketempat hiburan memakai pakaian yang sangat mencolok yaitu menutup aurat.
"Ayo ikut Aku!" ucap Adam menarik tangan seorang wanita keluar dari tempat tersebut. Dengan cepat Hawwa melepaskan genggaman tangan Adam, membuat Adam melempar tatapan tajam.
"Jika kau ingin menyentuhnya maka kau harus menikahinya aku hanya tidak ingin kau melewati batasanmu terhadap wanita yang bukan istrimu!" tegas Hawwa.
"Baiklah, jika itu keinginanmu maka Aku akan segera menikahinya, dan setelah itu pergilah jauh dari kehidupan kami!"
Deg.
Hawwa hanya bisa terdiam mendengar ucapan lelaki itu yang benar-benar tidak menginginkan kehadiran nya sama sekali.
"lzinkan Aku menjalani rumah tangga ini hingga Aku lulus, hanya tinggal 3 bulan saja, biarkan aku melayanimu selayaknya istri yang saling mencintai, setelah itu aku akan melepaskanmu, tapi aku minta satu syarat, untuk sementara jangan temui Dia!" tunjuknya pada Alexa yang tengah mabuk berat.
"Apa kau pikir Aku orang yang akan mudah mengabulkan segala yang kau inginkan? kau jangan pernah bermimpi bisa mengatur hidupku, dengan syarat bodohmu itu! sekarang kau keluarlah kau bawa mobilnya sedangkan aku akan bersama Alexa di belakang." Setelah berucap Adam mengangkat tubuh Alexa dan membawanya keluar dari tempat itu, tak peduli dengan perkataan Hawwa, apa lagi dengan perasaan istri nya itu.
Tes.
Air mata Hawwa luruh begitu saja di saat melihat Adam lebih memilih wanita lain dari pada dirinya yang menjadi istrinya yang sudah syah di dalam Agama.
''Jika kau tak ingin meninggalkannya maka Aku akan membuat wanita itu meninggalkanmu Adam,'' Ucap nya dalam hati. Ya, Hawwa memutuskan untuk tidak mengalah dan menyerah sebelum ia berusaha berjuang dan berdoa untuk membangun rumah tangga nya yang terpaksa itu.
"Cepatlah! kenapa kau diam saja, apa kau sengaja melakukannya?" sentak Adam.
"Kita akan membawanya kemana?" tanya Hawwa binggung karena ia belum tahu Alamat Alexa dimana.
"Bawa Dia ke rumah baru kita"
''Apaa…?" kejut Hawwa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ada setangkai mawar utk mu