Semua berawal dari kesalahan.
Tapi kesalahan itu lah yang mengantarkan mereka pada akhir yang mungkin bahagia.
"Kak Genta itu kayak es krim🍦Dingin tapi manis😋"
~Kinara Adinda A~.
Tapi ini bukan akhir dari segalanya.
Melainkan adalah awal perjalanan mereka.
mohon dibaca ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FIFITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13.Minggu.
Malam sudah semakin sunyi.
Dinda memandang satu per satu wajah keluarga keduanya itu.
Mereka nampak nyenyak sekali tidurnya.
Mereka memang biasa menginap disini di hari libur.
Dinda melirik jam di pergelangan tangannya.
Sudah pukul 12 malam lewat.
Dinda berpikir apakah ia akan pulang atau menginap di sini.
"Napa belom tidur dek?" tanya Dion yang terbangun karena tenggorokannya kering.
"Ini bang,bingung mau pulang atau nginep" Dinda mengarahkan pandangannya pada Dion.
"Nginep aja dek,udah malem.sana ke atas" titah Dion yang mengkhawatirkan keselamatan Dinda
"Tapi ntar kalau kena marah" tanya Dinda.
"Sejak kapan lo takut dimarahin" Dion menjawab dengan nada menyindir.
"Sriuss bang" rengek Dinda.
"Iya...iya.biar nanti abang ya bilang sama Mama,sekarang naik keatas,habis tu tidur.Ok"
ujar Dion meyakinkan Dinda.
Dinda langsung berjalan menuju kamar tidur yang ada di lantai 2.
Masa bodo mau kena marah nantinya.
Toh nanti yang kena marah juga Dion,hehe:😎
🌄🌄🌄
Pagi pagi sekali Genta sudah rapi dengan pakaian olahraganya.
Dia dan 3 curut itu berencana untuk joging ke Alun Alun Kota.
"Lo dimana?" Genta berbicara ketika telfon sudah terhubung.
"Udah nyampe bos.lo lama" jawab orang di seberang sana yang tak lain ialah Gama.
"Sama siapa?" Genta bertanya sambil berjalan ke arah bagasi
"*Ya sama curut lah"
"Lo yang curut.gue mah ogah*"
Terdengar suara Juan yang protes karena dikatakan curut.
" Buruan nggak.."
Tutttt*
Genta memutuskan panggilan secara sepihak,lalu mulai menghidupkan motornya.
"Mau kemana bang?" Bunda Andin datang dari arah pagar.
"Mau joging Bun sama anak anak" jawab Genta.
"Lah kok abang bawak motor?" Andin yang melihat Genta duduk di atas motornya itu mengernyit bingung.
"Jogingnya di Alun Alun Kota Bun" Genta menjelaskan pada Bundanya yang kadang suka nggak nyambung itu.
"Oo.lah abang ngapain masih di rumah?Buruan pergi" Suruh Andin pada putranya itu.
"Lah Bunda kan yang nanya nanya"
"Kalau gitu abang pergi dulu"
Genta melajukan motornya meninggalkan pekarangan rumah.
🕖🕖🕖
Genta mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman di Alun Alun Kota,guna mencari 3 curut itu.
Genta mulai melangkah ke arah gerobak yang bertuliskan bubur ayam.nagapain?
Ya jelas si tiga curut lagi sarapan.
"jadi nggak?malah makan lo pada" ujar Genta ketika sampai di depan Gama.
"Elonya sih lama" jawab Juan yang masih lahap makannya.
Mereka sudah sangat hapal dengan suara Genta itu.
"Nggak sekalian makan?" tanya Leo setelah menghabiskan buburnya.
"Nanti aja" jawab Genta sambil duduk di kursi samping Leo.
"Buruan" ujar Leo yang di tujukan pada Gama dan Juan
"Sabar napa" Gama terus memasukkan sendok berisi bubur itu ke dalam mulutnya.
"Ok gue udah selesai" Juan memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya.
Genta,Leo dan Juan mulai beranjak ke arah taman setelah membayar bubur meninggalkan Gama yang masih melahap buburnya.
"Woii tungguin" Gama Langsung membayar buburnya lalu berlari menyusul Soib se kampretannya itu.
Mereka mulai berlari mengelilingi taman yang terbilang cukup besar itu.
🌸🌸🌸
Dinda mengendap endap memasuki rumahnya yang kelihatan sepi itu.
"Dari mana non?" tanya Bi Inem.pengurus rumah tangganya.
Seketika Dinda terlonjak mendengar suara itu.
"Bibi ih.kok ngagetin Dinda sih?" Dinda mengusap dada kirinya guna menormalkan detang jatungnya yang baru terpacu itu.
"Mana ada atuh neng bibi ngagetin" bela Bi Inem.
"ngomong ngomong rang rumah pada kemana Bi?" tanya Dinda celingak celinguk memastikan tak ada orang tuanya.
"Oh itu.Ibu sama Bapak lagi ke butik non,kalau aden sih kayaknya masih tidur" Bi Inem menjelaskan
"Lah ngapain ke butik Bi?" tanya Dinda penasaran.
"Lah si non kepo ya" goda Bi Inem pada Dinda.
Dinda hanya memutar bola mata jengah melihat perilaku ART nya ini.
"Hehe bercanda non.Bibi juga nggak tau" Bi Inem menjelaskan pada Dinda yang mulai beranjak ke anak tangga.
"Oh ya Bi.masalah pagi ini jangan bilang Mama Papa ya Bi" Dinda menatap Bi Inem dengan komuk manjanya itu.
"Tenang non.rahasia no aman sama Bibi" Bi inem mengacungkan jari jempolnya.
Dinda melangkahkan kakinya menuju kamar tercintanya.
Sampai di kamar ia melempar asal tasnya kemudian langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa sangat lengket karena keringat.
💦💦💦
Sudah hampir 1 jam Dinda baru selesai dengan ritualnya itu.
Dinda memakai celana sepaha dan baju kaos pink kebesaran itu.
Ia melangkahkan kakinya ke arah balkon kamarnya itu.
Ia memilih untuk duduk santai sambil menikmati udara pagi hari yang masih bersih dari polusi.
🍁🍁🍁🍁
Terus gimana dengan Genta,kapan Dinda mau ngomong ke Genta??akan kah Genta bisa percaya dengan mudah nya??? hadeehh,,,