NovelToon NovelToon
Mati Rasa

Mati Rasa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Selingkuh / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:147.4k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Terlahir menjadi anak yang terbuang tak membuatnya berkecil hati. Semangat yang dimilikinya kembali berkobar kala melihat banyaknya orang yang menyayanginya.

Namun dunianya berubah kala dirinya memutuskan untuk menikah. Meski harus merasakan kepahitan akan cinta pertamanya. Denisa tetap bisa bertahan meski pada akhirnya dia memilih mematikan hatinya demi membuang rasa sakitnya.

~Kau tak pernah tahu perihnya luka yang tak nampak namun terasa sangat menyayat jiwa. Jika luka gores itu akan hilang dengan sendirinya namun tidak dengan luka hati, sampai kapanpun dia akan tetap kekal abadi.... Denisa

~ Kuakui aku bodoh. Seharusnya aku menggunakan akal dan hatiku bukan menggunakan emosiku... Raka.

Bagaimana kisah mereka mengarungi biduk rumah tangga dengan bayang bayang cinta lain yang masih melekat di hati Raka.
Mampukah Denisa kembali merasakan cinta dalam hatinya yang telah mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Ternyata oh ternyata

Laras.

Gadis cantik dengan kulit putih dan tubuh tinggi semampai itu mematut diri didepan cermin di meja riasnya. Wajah yang memang sudah cantik itu nampak berbinar dengan mata bulat coklatnya.

Hari ini rencananya Laras akan menghabiskan waktu bersama dengan Ken. Kekasih nya dibelakang Raka tentu saja. Selama Raka tak ada, Ken lah yang selalu menjadi pengganti bagi gadis itu. Meski Ken tak sekaya Raka namun jika boleh jujur Laras lebih nyaman bersamanya.

Sudah setahun terakhir hubungannya dengan Raka mengalami kehampaan. Laras tak lagi menemukan kenyamanan disana. Namun loyalnya Raka adalah satu satunya alasan kenapa dia masih bertahan.

Kemewahan yang selama ini membalut hidupnya tak luput dari peran Raka dan juga sang ayah tiri yang tak lain adalah ayah kandung Raka. Akan tetapi semenjak Yenni memutuskan menceraikan lelaki itu maka otomatis Raka lah yang menjadi satu satunya tumpuhan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan Laras dan ibunya.

Rasa cinta yang menjadi alasan terkuat baginya mengikat lelaki itu. Laras bukan gadis jahat sebenarnya, namun keadaan dan pengaruh ibunya tak mampu ditolaknya. Dia yang tahu seberat apa perjuangan sang ibu, mau tak mau harus peduli dan mengikuti kemauan wanita yang telah melahirkannya itu meski bertentangan dengan hatinya.

Sudah berkali-kali Laras ingin mengakhiri hubungannya dengan Raka namun selalu saja mendapat tentangan dari sang ibu. Bahkan rasa tak nyaman semakin terasa semenjak Yenni, mama Raka memilih menceraikan suaminya yang ternyata menjadi selingkuhan ibunya selama ini. Laras yang tak tahu menahu tentang siapa lelaki yang bersama ibunya tentu dibuat kaget. Namun nasi telah menjadi bubur, dia tak mampu menolak takdir jalan keluarganya yang hina.

Kepindahannya dan ibunya ke LA bukan tanpa alasan. Di kampung halamannya, sang ibu banyak di cap jelek dan bahkan orang-orang disana selalu memandang jijik ke arah keduanya. Statusnya yang janda pun karena alasan perselingkuhan semakin membuatnya dianggap remeh.

Dan lelaki selingkuhan ibunya lah yang turut andil atas kepindahan mereka. Siapa sangka jika pria yang dia panggil papa itu justru ayah dari kekasihnya sendiri. Malu, sakit dan perasaan bersalah bersarang dibenaknya namun Laras bisa apa jika sang ibu terus mendesaknya untuk tetap melanjutkan hubungannya dengan Raka hanya demi bisa menguasai harta pemuda itu.

"Sudah selesai." Serunya ketika sapuan terakhir lipstik warna peace dia aplikasikan di bibir tipisnya.

Suara sering ponsel membuat Laras menoleh dan senyumnya mengembang seketika mana kala nama Ken nampak jelas disana.

"Hallo Hon."

"... "

"Aku sudah siap, tunggu sebentar Aku turun." Serunya riang. Sementara Ken tersenyum simpul dan memilih untuk tetap berdiam di dalam mobilnya yang terparkir di depan rumah minimalis tempat Laras tinggal.

"Pagi Hon." Laras masuk ke dalam mobil disambut senyum tampan Ken disana.

"Pagi, sayang. Kau cantik sekali pagi ini."

"Makasih, Hon." Pipinya merona, bahagia itu terpancar dari rona wajahnya yang cantik.

Bersama Ken, Laras bisa menjadi diri sendiri tanpa kepura-puraan. Tak ada yang perlu gadis itu tutupi semua alami apa adanya. Berbanding terbalik ketika dirinya berdua bersama Raka. Sejak rasa bersalah itu bercokol dalam hatinya sejak itulah dia merasa canggung dan tertekan secara bersamaan. Berpura-pura tersenyum namun jujur hatinya menangis. Tak perlu diminta, Raka selalu memberinya uang. Tak jarang pemuda itu memberinya kejutan dengan hadiah hadiah yang selama ini memang diinginkannya.

.

.

.

"Nanti pulang jam berapa?" Raka bertanya ketika keduanya berada di ambang pintu apartemen.

Pagi yang mereka lewati kali ini nampak berbeda. Bukan hanya sarapan yang kembali duduk bersama namun malam nya pun keduanya menghabiskan malam berdua meski tak terjadi apapun diantara mereka layaknya suami istri pada umumnya.

"Hari ini kayaknya sampai jam 7 malam, mas. Kan bukan weekend."

"Baiklah!! Tidak perlu memasak, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Jadi sepulang kerja bersiaplah!! Aku pergi dulu, jaga dirimu."

"Iya, mas."

Senyum mengembang di bibir mungil Denisa tak dapat lagi dia sembunyikan. Suami tampannya sedikit demi sedikit menunjukkan perhatian meski belum ada kata cinta yang terucap.

Terlalu dini memang bagi Denisa untuk mengartikan semua dengan nama cinta.

Selesai dengan Raka kini tiba waktu baginya untuk bersiap berangkat bekerja. Libur dadakan nya kemarin tak akan pernah dia sesali. Banyak kenangan manis yang akan selalu dia simpan dalam memori hatinya yang memang baru terisi tentang Raka dan Raka yang menyandang status sebagai suaminya. Jadi tak salah bukan jika dirinya menempatkan lelaki itu disana sebagai satu satunya.

Tak butuh waktu lama karena nyatanya kini dia telah memasuki restoran tempatnya bekerja. Sambutan saling sapa dan cipika cipiki diantara mereka pun terjadi. Saling bercanda dan tertawa pun mereka lakukan sambil menunggu datangnya pelanggan.

"Aku dengar kamu ijin sakit kemarin, sekarang bagaimana keadaanmu? apa sudah baikan?"

"Sudah, setelah beristirahat semua kembali normal. Aku rasa hanya kecapekan biasa dan syukurnya semua baik baik saja."

"Syukurlah. Kamu tahu kemarin kita bahkan harus lembur. Ada reservasi dadakan beberapa saat setelah kamu mengajukan ijin."

"Benarkah? Aku minta maaf untuk itu."

"Tidak apa apa, namanya juga sakit. Yang penting sekarang kamu sudah sehat."

Senyum ke tiganya kembali mengembang. Denisa tak pernah merasa kesepian, sejak bekerja dia punya teman untuk sekedar bercerita.

"Denisa. Bisa ke ruangan saya sebentar?" Rival yang melihat kehadiran Denisa tak lagi sabar. Rasa penasaran yang ada pada dirinya seolah tak lagi bisa di cegah.

"Ah, iya Pak, saya segera kesana." Denisa sedikit membungkukkan badannya.

"Ada apa ya?" Ujar lili sambil menoleh ke arah Denisa yang hanya di jawab gedikan bahu.

"Sudah sana, siapa tau penting Nis." Caca mendorong tubuh mungil Denisa agar segera berlalu.

"Baiklah, aku tinggal sebentar ya teman teman." Lili dan Caca kompak mengangguk.

Keduanya masih berdiri di tempatnya hingga punggung Denisa hilang di balik pintu ruangan Rival.

"Permisi pak."

"Ya, silakan masuk Nis."

"Bapak memanggil saya, ada yang bisa saya bantu pak?"

"Duduklah dulu, ada yang ingin aku tanyakan padamu." Rival membenarkan letak duduknya.

Meski sedikit bingung, Denisa memilih mengikuti perintah Rival. Gadis itu mendudukkan dirinya di depan Rival. Keduanya terhalang meja kerja Rival.

"Ada apa ya, pak?"

"Mungkin ini bukan masalah pekerjaan tapi sungguh saya hanya ingin memastikan semuanya. Jangan salah paham karena tak ada maksud apapun dari ini. Emh begini, kemarin waktu kamu meminta ijin. Kamu tak memakai nomer ponselmu sendiri padahal yang kamu hubungi adalah ponsel oprasional kantor dan tentunya hanya para karyawan saja yang boleh tahu.Bisa kamu jelaskan."

"Oh tentu. Kemarin saya menggunakan ponsel suami saya untuk meminta ijin, kebetulan ponsel saja tertinggal di dapur. Saya minta maaf untuk itu pak."

"Suamimu Raka Aditama?"

"Bapak mengenal mas Raka?"

"Kebetulan dulu kami sempat bersekolah bersama sewaktu sekolah menengah. Tak ku sangka ternyata kamu istrinya Raka. Baiklah kalau begitu saya lega. Terimakasih, Nisa dan silakan kembali ke tempatmu."

"Baik, pak. Saya permisi." Denisa kembali ke luar dari ruangan Rival.

Sementara Rival masih menatap punggung yang semakin menjauh itu dengan nanar. Tak mengerti harus berbuat apa karena nyatanya wanita yang dicintainya adalah istri dari sahabatnya sendiri.

1
Ray Aza
rendah hati...
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
wah rena hamil ....
tpi rayyan udah sama jennie kan thor di kota B..
selamat ya ren
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
halah modus si raka,, minta mandi sekalian minta jatah ya 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
apa yg membuat mu ragu citra??? jangan pernah berfikir yg aneh", rico tulus mencintaimu, apa kau masih punya perasaan sama radit ???
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
bram menikah saja sama kakka iparnya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
yaaaaahhhh end nya sedih
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
oalah ternyata arlan bukan anak kandung toh
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
itu air mata beneran atau air mata buaya ren
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
ternyata tuhan lebih menyayangi kakek nya radit
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
dasar wanita edannnn, gak merasa bersalah atas apa yg di lakukannya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
nah rena, gimana tuh..
jangan menunda momongan lah.. biar kan berjalan sesuai kehendak yg kuasa.. kalian cukup ngadon aja 🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
gass lagi dit 🤭🤭🤭
mau liat live streaming ini 🤣🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
astaga rico mau menguping ya 🤣🤣🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
keramas lah biar wangi ... kan mau unboxing 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
wkwkwk malam pertama cuy...
gass yok
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
walah buk , maaf ya raka udah sold out ..
ibu telat 🤭🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
terharuuuu.... akhirnya ada yg mengakui jennie sebagai keluarga walau tak ada ikatan darah
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
mau ada pembicaraan serius kah kok ngumpulnya di kamar ???
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
yeeee 👏👏👏
akhirnya rencana berjalan lancar.
selamat untuk rena dan radit
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
ya ampun rena, awas kaget loh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!