NovelToon NovelToon
Future Husband

Future Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: hevitriAe

Kisah cinta Reynaldo Kehliano dengan gadis misterius bernama Jessica Anora, adik dari sahabatnya yang bermarga Kelvin.

Kisah cinta yang unik dan tidak pernah mereka duga sebelumnya. Kisah cinta yang di imbangi dengan hal-hal yang tidak pernah relevan jika orang pikir.

--------------------

"Tidak, cinta itu lucu." Jeje menaikkan alisnya.
"Kita memiliki banyak anak dan dua cucu, apa itu tidak lucu?" Jeje ikut terkekeh.

"Ya, aku kadang merasa sudah menjadi nenek-nenek tua jika bersama Liana juga Marc.".

"Meski kau akan menjadi tua, aku tetap mencintaimu." Jeje mengangguk.
"Jika kau tua, aku akan cari suami baru."


Lalu bagaimanakah perjuangan cinta ke duanya.. ..??

-------------------

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hevitriAe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hilang

Happy reading

"Di mana wanita itu?" tanya Aldo saat masuk ke dalam mansionnya.

"Ada di kamar Tuan." Aldo berhenti lalu berbalik badan menatap Dahlan.

"Ada di kamarku?" tanya Aldo tidak percaya, Dahlan mengangguk.

"Ke napa Kau tidak membawanya ke kamar tamu?" Dahlan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, oh Dia dalam masalah.

"Maaf Tuan." Dahlan menunduk, Aldo mendengus. Ia berjalan sedikit tergesa ke arah kamarnya. Aldo membuka pintu kamarnya yang di jaga dua orang bawahannya.

Aldo mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangannya, tidak ada tanda-tanda adanya wanita itu. Aldo mencari di kamar mandi tapi tetap nihil, walk in closetnya juga nihil.

"Dahlan!" panggil Aldo, Dahlan yang sejak tadi ada di luar kamar Aldo segera masuk ke dalam.

"Ya Tuan.".

"Di mana Dia?" teriak Aldo, Dahlan terperanjat atas teriakan Aldo untuk pertama kalinya.

"Panggilkan Jona sekarang!" Dahlan mengisyaratkan dua laki-laki tadi segera memanggil Jona.

Pening! Itulah rasa kepala Aldo, niatnya segera pulang agar dapat sesegera mungkin bertemu dengan wanita itu. Tapi apa? Setelah tiba di rumah malah orang yang di carinya tidak ada.

"Tuan." panggil Jona yang telah berdiri di hadapan Aldo dengan kepala tertunduk.

"Di mana wanita itu?" tanya Aldo terlihat marah dan lelah.

"Nona Jeje ada di-!" Jona mengedarkan pandangannya ke segala arah.

"Lalu di mana sekarang?" suara Aldo meninggi dan itu membuat semua orang menunduk, baru pertama kali Aldo begitu marah. Padahal dulu, saat ke hilangan tunangannya. Aldo tidak sampai ke hilangan kendali emosinya.

"Tu-Tuan maaf, tapi Nona Jeje sama sekali tidak keluar dari kamar ini." ucap salah satu lelaki berpakaian ala bodyguard dengan memberanikan diri.

"Lalu?" tanya Aldo dengan nada meremehkan.

"Tidak mungkinkan Dia lompat lewat jendela? Kalian lihat, semua masih terkunci rapat!" Aldo menunjuk deretan jendela dan pintu ke arah balkonnya yang masih terkunci dari dalam. Jangankan para bawahan Aldo, Dahlan saja sama sekali tidak berani menatap Aldo yang saat ini tengah marah.

Aldo mengusap wajahnya kasar, Ia terduduk di tepi ranjang dengan penampilan kacaunya. Dasi yang sudah tidak berada di tempatnya, kemeja kusut dan rambut yang berantakan.

"Tuan ini." Dahlan menyerahkan sticky note yang bergambar, Aldo menaikkan satu alisnya saat Ia tidak punya sticky ke kanakkan itu. Aldo membaca isi sticky itu dengan bingung.

'Maaf Tuan Billionare, Aku harus pergi tanpa izinmu juga pada Aunty Jo! Aku ada perlu mendesak, Aku janji kita akan bertemu kembali.

Jeje

Aldo menghembuskan nafas kasar, namun sudut bibirnya tertarik samar. Ia tidak habis pikir bagaimana gadis itu bisa keluar? Dan apa yang gadis itu rencanakan? Tunggu! Janji bertemu? Apa maksudnya?.

"Apa Saya harus mencarinya kembali Tuan?" tanya Dahlan hati-hati, mengingat bahwa tuannya baru saja marah besar karena ke cerobohannya.

"Tidak perlu, Aku rasa Dia juga ingin bertemu denganku." Aldo menatap para maid dan Dahlan.

"Kalian ke luarlah!" Dahlan mengangguk di ikuti oleh yang lainnya.

"Jona." panggil Aldo menghentikan langkah wanita seumuran Safanya, Mommy sahabatnya yang Ia anggap sebagai Mommynya juga.

"Ya Tuan.".

"Dia bernama Jeje?" tanya Aldo, Jona yang paham akan pertanyaan tuannyapun mengangguk.

"Kau dapat permintaan maaf darinya karena tidak sempat berpamitan padamu." Jona tersenyum.

"Terima kasih Tuan." Aldo mengangguk dan pintu kamarnya tertutup.

****

Makan malam di mansion Aldo sama seperti makan malam biasa, terasa hambar. Ia makan dalam diam, mencoba menikmati rasa sepinya. Ia tidak sendiri, banyak maid dan juga Dahlan. Namun mereka hanya menunggui Aldo makan.

'Drrrt Drrt Drrt'

Aldo melirik ponselnya 'Charles' gumam Aldo

"Dahlan.".

"Ya Tuan." Aldo memberikan ponselnya pada Dahlan. Dahlan menerima panggilan dari Charles.

"Ada apa Tuan Charles?" tanya Dahlan to the point.

"..."

"Bagaimana bisa semua rusak secara bergantian?" tanya Dahlan tenang dan datar.

"..."

"Bagaimana pihak penciptanya?".

"Apa maksudnya lepas tangan?".

"..."

"Bodoh, sejak awal Tuan Aldo sudah tidak menyetujuinya. Kami Kehl berhenti dari kerja sama ini sejak pertemuan awal." Dahlan mendengar umpatan ke luar dari mulut besar Charles.

"..."

"Tuan Aldo menyarankan untuk meneliti tidak merusaknya. Itulah ke napa Tuan Aldo ragu melanjutkan kerja sama ini. Selamat malam." Dahlan segera mematikan sambungan telfon tanpa mendengar balasan dari Charles.

"Apa ada masalah lagi?" tanya Aldo.

"Ya Tuan, mereka tidak sengaja merusak sistem dan pihak pencipta tahu! Dan mereka melakukan pemblokiran masal pada semua ponsel tersebut.".

"Apa mereka tidak punya otak?" geram Aldo.

"Apa pihak pencipta tidak menuntut mereka?".

"Mungkin belum Tuan, dan kedok mereka telah terbongkar dengan menggunakan nama konsumen.".

"Kau bersihkan perusahan Kehl dan jangan lagi terlibat dengan mereka!" Aldo memang di paksa oleh lima perusahaan besar tehnologi itu untuk bekerja sama tapi Aldo sejak awal sudah sangat malas untuk menghadiri pertemuan itu.

"Sepertinya pencipta belum bertindak jauh Tuan, hanya merusaknya dari jauh.".

"Maksudmu?".

"Ya Tuan, sepertinya ponsel itu meski sudah berpindah tangan tetap saja terpantau dari jauh." Aldo mengangguk.

"Aku sependapat denganmu.".

"Ke napa tidak di proses hukum?".

"Mungkin karena pencipta  tidak ingin muncul ke publik dan lagi pihak underground tidak dapat lagi berkelah karena mereka menyamar sebagai konsumen.".

"Saya rasa memang itu bukan penemuan biasa.".

"Benar-benar sulit di percaya! Kau tahu penciptanya?".

"Saya tidak tahu pasti, karena pihak underground juga tidak dapat menemuinya.".

"Apa perlu Saya cari tahu Tuan?" Aldo menggeleng.

"Kita tidak perlu lebih jauh lagi!".

1
Paulina H. Alamsyah Asir
Luar biasa... Joss... Joss... 😍🙏💪
Sudirman Sudirman
the best utk novelnya 👍👍
DezanAnd Dira
pengin tau keromantisan aldo sama jeje
DezanAnd Dira
kurang hot cerita kangenya ahhh romantis dskiiiit
DezanAnd Dira
bagus tpi ceritanya susah di mengerti trlalu bertele-tele jadi bosenin..
DezanAnd Dira
kok ceritnya rumit bgt jadi bingung
DezanAnd Dira
sbnernya kasus apa. siyg lg di tangani jeje
DezanAnd Dira
kren nih hahaha aldo bakal kerepotan
DezanAnd Dira
mulai suka ceritanya
pasti seru jeje sama aldo bertengkarnya😀😀😀
Yani Basith
penuh teka teki .. bikin penasaran .. bacanya hrs pelan krn dialog2nya penuh makna .. ga sepele walo kata2nya pendek
Kosong (uninstall)
pasti dokter yo adalah jeje. senyum kan sama wanita di foto
Kosong (uninstall)
apakah adiknya alan
Christien Atmoko
bgus ceritanya...👍👍👍
Neneng Niati
keren jeje..
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Neneng Niati
suka..
Neneng Niati
cantik..suka thor
No name
Maksudnya rekaman atau rekapan ya? Karena beda tulisan beda artinya.
Theresia Maweikere
mantap bener...tidak terlalu banyak episode..MANTAP
Jeng Woro
Akupun penasaran drmn Jeje taw no rek Aldo???
bunga untuk mu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!