Kisah nyata dari propinsi Sumatera Yunita (nama samaran) adalah gadis plin-plan yang selalu dibodohi pria , kepalsuan, asmara,cinta, bahkan nafsu birahi para pria menyelimuti kehidupan nya , gagal gagal trus dalam bercinta ,bergelut di dunia malam hingga menjadi janda ...apakah yunita menemukan cinta sejati nya ? , apakah impian nya akan terwujud? smoga menjadi inspirasi kita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ijun Sibarani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WMB 13
Bulan Ramadhan Empat hari yang lalu sudah tiba,aku dan Viva sudah janjian ingin Tarawih bersama,berjalan kearah rumah Viva, sampai dirumahnya ternyata dia sudah siap untuk Tarawih denganku.
Setelah itu dengan jalan kaki kami menuju kemesjid yang tak begitu jauh dari rumah,sambil melangkah kami bercerita seru.
----------------------
*Sementara ditempat lain*
"Eh kau kenal sama anak bang Darman si Yunita itu?" tanya Wijaya kepada temannya.
"Ow kenal, kenal banget,dia teman sekelas aku sewaktu SD, ngapai abang cari dia?, dia tomboi galak lagi,kami saja dulu dikelas habis dihajarnya " kata Pria hitam manis tersebut dengan berfikir.
"Abang juga enggak nyangka,seminggu yang lalu abang kenalan sama cewek cantik,sexy aduhailah....ternyata siyunita,apa kau tak tau tono kalau dia sudah berubah jadi bahenol" Seru Wijaya sambil mengingat wajah dan tubuh Yunita.
"Masasih bang dia sudah cantik,aku juga sempat dengar sih,aku kira cuma gosip,aku jadi penasaran bang,secantik apa sih dia sekarang" kata lelaki yang bernama Sutono.
Sutono dan Wijaya lagi duduk santai dibelakang rumah orang,mereka hanya berdua saja,Sutono memandang kearah depan dengan heran.
"Hei bang, sepertinya itu Viva sama temannya, pasti mereka mau Tarawih tuh" kata Sutono sambil berdiri dari duduknya.
" mana?"
Wijaya menyipitkan mata melihat dua gadis berjalan dari jauh dan sebentar lagi kearah mereka duduk.
"Nah itu dia Yunita,panggilkan dia ton, abang mau ketemu"
"Nanti dia tidak mau bang,ya sudah aku juga penasaran secantik apa sih dia sekarang" Sutono penasaran langsung berjalan mendekati Yunita dan Viva.
Aku dan Viva santai berjalan,tiba-iba ada cowok berlari mendekati kami,kami terkejut kenapa dia berlari kearah kami.
" hos hos hos,wah Yunita ya?!, benar kata orang kau semakin menarik,masih kenalkan sama aku Yun?" kata Sutono dengan nafas tersengal-sengal.
" Tono ya?,kawan SD aku,kenapa sampai lari kayak ada maling saja" Kataku sambil berfikir.
"Ikut aku sebentar Yun,ada yang mau ketemu,katanya dia udah kenal duluan sama kamu" ucap Tono sambil menarik lengan aku.
" Ada-ada saja,siapa ya?,aku jadi penasaran, Viva duluan saja dulu ya,entar aku nyusul" kataku saat Viva mulai bete menunggu.
" Ya sudah Yun ,hati-hati kau" jawab Viva, lalu Viva berjalan sendirian menuju mesjid.
Aku dan Tono berjalan mendekati lelaki yang memanggil, sampai ditempat itu,aku jadi heran.
" Siapa ya ?!,aku lupa maaf ya bang,abang aneh ajak ketemu dibelakang kandang lembu malah banyak nyamuk lagi" Kataku sambil tersenyum tipis.
" Aku pergi duluan ya nanti ganggu haahaha " Tono pergi meninggalkan kami,sedikit takut sih karena Tono pergi.
"Adek lupa sama abang, Wijaya lho yang kenalan dekat rumah Wati " jawab Wijaya yang lagi duduk diatas RX.king.
" Oh iya aku baru ingat,maaf ya bang,ada perlu apa abang panggil aku?" tanyaku sambil tersipu malu.
"Enggak cuma pengen kenal saja lebih dekat,sambil mau ajak adek jalan-jalan" kata Wijaya sambil turun dari atas motornya.
" Hemmm hari ini kayaknya aku enggak bisa bang,gimana kalau besok?,aku mau Tarawih " jawabku sambil tersenyum.
" bolehlah ..ini sudah jam berapa dek,mereka sudah sholat,kamu telat" kata Wijaya sambil melihat arlojinya ditangan.
" Wih jadi gimana ya?,pasti Viva marah nih" kataku jadi bingung.
" Sini dek duduk diatas kereta abang, kita ngobrol saja disini" ajak Wijaya sambil menaikan alis.
Aku duduk bersama Wijaya sambil ngobrol di atas kretanya,kami bercerita,Wijaya penuh dengan Kharismatik,sewaktu aku bicara dia selalu memandang wajah aku,membuat mata ini silau dengan rautnya yang tampan.
Perlahan jemari Wijaya menyentuh jemariku,
kami saling berhadapan diatas keretanya.
" Adek kenapa senyum-senyum ?!,enggak suka lihat abang ?" kata Wijaya.
" Hem siapa?,yeee geer abang,aku senyum karena malu sama abang,kalau aku bicara abang selalu mandang mataku" Sahut aku sambil tertunduk malu.
"Hem,masa sih dek,coba tatap abang " Riandi mendekatkan Wajahnya,satu inci lagi kami bisa saja berciuman.
"Ih Genit kali abang" Kataku sambil menarik wajah kesamping, karena tidak tahan dengan tatapan bola mata indah kepunyaan Wijaya.
Kami tertawa lepas berdua ,orang -orang tarawih sudah pada pulang,aku meminta Wijaya mengantarkan aku sampai belakang rumah.
-----------------------------
*Esok hari*
Esok malam aku bergegas pergi menuju tempat janjian dengan Wijaya,hari biasa aku tidak dikasih mama keluar jadi alasan Tarawih
berdosanya aku bohong sama mama padahal aku tidak Tarawih.
"Lho adek bawa- bawa telekung lagi,kita bukan mau tarawih lho?" Nada bicara Wijaya heran dan bingung.
"Kalau enggak seperti ini,adek tidak boleh keluar sama mama,karena hari biasa,tapi kalau malam minggu bisa keluar rumah itu dibatasi jam sepuluh malam bang,oh iya nanti kalau orang tarawih pulang,antarkan adek pulang" kataku sambil naik keatas kereta Wijaya.
" Hhahahaa aman itu dek "
Wijaya memutar kunci kontak,RX.king tersebut melaju dengan lamban,kami meluncur kesebuah tempat remang,yaitu dibawah pohon karet yang luas.
" Bang remang betul disini,enggak takut ada ular bang?,kayaknya abang sudah biasa ya bawa cewek ketempat begini ?, kok bisa tau di sini" kataku sambil menebak asli Wijaya.
Wijaya turun dari atas keretanya,sementara aku duduk diatas RX.king tersebut.
"Baru kamu.....yang abang bawa kesini" jawab Wijaya sambil melingkarkan kedua tangan keleher aku, lalu memandang aku dengan lama.
" Gombal abang,jangan lihatin terus,nanti mata abang baling" Aku sudah berani meledek Wijaya.
pandangan mata Wijaya bikin jantung dan hatiku bergetar hebat,jujur membuat aku terpesona,ini lebih dahsyat lagi beda jauh dengan tatapan Riandi,apalagi lihat wajahnya yang beby face menggiurkan, enggak bikin orang bosan melihat pesona Wijaya.
Setelah lama kami memandang,perlahan Wajah imut itu mendekati Wajah aku, sampai
hidung kami bertemu dan saling beradu. Aku seperti magnet hanya mengikuti kemauan Wijaya,sangat berkharisma seperti magnet membuatku lengket terus.
Perlahan dia mendekatkan bibir dan merampas benteng bibirku yang ranum,bibir nya yang mungil persis sama dengan punyaku,sangat lembut seperti makan Ice cream rasa Vanilla.
Aku terbang keawang -awang saat bercumbu mesra dengan Wijaya,seakan aku lupa kalau aku masih milik Riandi, sebenarnya kecewa dengan Riandi tidak ada kabar sama sekali, jadi aku tidak salahkan?,kalau aku lampiaskan hasrat ini bersama wijaya.
Wajah kami masih dekat setelah bercumbu, kening kami masih menyatu karena habis menikmati apa yang kami rasakan.
"Jadilah pacarku" Kata Wijaya tiba-tiba sembari memeluk erat diriku.
"Emang nya abang tidak punya pacar?" pertanyaan aku ini membuat Wijaya melepas pelukannya.
" Abang single sayang,tapi mau kan adek sama abang?,abang janji selalu setia sama kamu sayang" Balas wijaya sambil membelai lembut pipiku.
Kami akhirnya resmi pacaran setelah aku menjawab kata "iya",setelah itu Wijaya mengantarkan aku pulang, hatiku sangat berbunga-bunga,kumbang desa yang tampan, yang diperebutkan didesa ini, akhirnya pacaran dengan aku.
Rasa ini begitu aneh, disaat rindu karena Riandi enggak ada kabar,malah hati terobati dengan kehadiran Wijaya.
Sesampai dirumah aku cepat-cepat masuk kamar supaya mama tidak curiga melihatku.
Wijaya mata kamu seperti magnet sangat menggairahkan apalagi bibir kamu,gemes aku,kharismamu membuat aku sampai sekarang tidak bisa tidur.
Sambil berbaring aku memikirkan Wijaya , aku terlena dengan suasana tadi, Hanya satu kata buat Wijaya. "WoW".
Maafkan aku Riandi,bukannya aku tidak tau diri,aku hanya mencari senang,mulai hari ini aku tidak akan memikirkan kamu lagi,sakit bila digantung gini,apa kau tau Riandi?.
-----------------------------------------------
*Esok harinya*
Tadi subuh aku tidak sahur ternyata aku lagi dapat,terpaksa aku tidak puasa.
"Kalau mau makan jangan terlihat adekmu, nanti dia minta buka puasanya" ucap mama
yang sibuk didapur
" ok mak " ...
aku beranjak mandi dan berhias dengan gembira,seperti mendapat lotre hari ini, sungguh hari ini aku sangat bergairah.
"Aduh aku lupa, kalau aku lagi dapat, gimana bisa keluar nanti malam?,tidak mungkin alasan Tarawih,Duh...gimana ini?" aku menggumam didalam kamar.
*malam hari tiba *
Ternyata mama pergi Tarawih,setelah tarawih katanya mau kerumah Nenek, Nenek itu ibu Wadinah yang aku pernah tinggal di rumah mertuanya.
" Jangan melalak keluar ya kalau mama pergi, awas kalau ketahuan " ancam Mama sambil memakai mukena.
"Iya bawel"
Mama pergi dengan Ayah naik sepeda,setelah mereka pergi aku juga tak bisa diam,aku berdandan ria dan setelah itu aku keluar dari rumah.
Aku berjalan ketempat biasa untuk menemui Wijaya,mungkin juga Wijaya sudah menunggu dari tadi.
"Sudah lama abang ?"
"Tidak begitu lama,abang tunggu lama demi adek,abang rela kok" jawab wijaya sambil membelai rambutku.
RX.KING itu meluncur keliling kampung, Wijaya bawa aku kemana aku mau,Bosan dihati hilang seketika,ternyata enak juga jalan bersama Wijaya.
Motor Wijaya berhenti ditempat kami kencan pertama,suara jangkrik bersahut-sahutan,pohon karet berjejer tersusun dengan rapi,dibawahnya ada kami saling bercerita memadu kasih.
"Dek kalau beberapa minggu lagi kita tidak ketemu kamu jangan mencari ya ?" tanya Wijaya saat merangkul aku diatas motornya.
" Lho abang mau kemana ?, baru jadian sudah mau abang tinggalkan aku" Balasku dengan nada kecewa .
" Abang bukan ninggalin kamu sayang, tapi abang kerja sebentar,abang supir lintas luar kota" kata Wijaya sembari mencet hidungku.
" Abang kerja supir?, emang abang mau kemana minggu ini?, janji ya jangan lama pulang,aku tidak mau dibuat seperti mantanku tidak ada kabar " jawab aku sambil cemberut.
" Dekat sayang daerah pekan baru,adek tunggu abang ya ?, nanti kalau abang sudah pulang,pasti kamu yang abang cari" ucap Wijaya sambil kecup pipiku.
" Tapi jangan selingkuh ya,jangan lirik-lirik gadis disana " Kataku lagi seakan belum percaya dengan sepenuhnya.
" Tenang sayang, abang akan selalu inget adek,abang janji" Balas wijaya sambil tersenyum.
Dih lembut suaranya,tidak pernah berkata kasar,kharismanya itu membuat aku takluk dalam pelukannya,dia pria yang sangat romantis, menggendongku,menyelipkan rambutku ketelinga,mengusap kepalaku
sambil kami ngobrol,aku terlena sehingga lupa daratan.
" Sudah jam berapa abang?" Aku teringat waktu karena takut mama dan ayah lebih dulu sampai dirumah.
"Masih jam sembilan lewat lima menit" Wijaya menerangi arlojinya.
" Sepertinya orang tua aku, pulang jam sebelas malam" kataku sambil tersenyum.
" Wah banyak dong,waktu kita" balas Wijaya sambil girang.
"Lebih baik kita jalan lagi yuk" Ajak aku sambil turun dari atas motor.
"Ok, ayo naik" kata Wijaya sembari lengan Wijaya memutar kunci kontak motor.
Kami berjalan-jalan lagi,berteriak dijalan tertawa bebas tanpa hambatan,bahagia banget diriku berkenalan dengan Wijaya.
" Kemana lagi kita sayang ,sudah kita habiskam minyak satu liter ahahaah"
"Suka abang kemana saja,aku pasti ikut, abangkan persis magnet,aku ingin lengket terus" kataku sambil memeluk erat pinggang Wijaya diatas motor.
Memang kalau lagi bahagia waktu cepat berlalu,sudah sejam lebih kami keliling jalan, setelah itu Wijaya hendak mengantarkan aku pulang kerumah.
Aku turun dari belakang rumah, lalu wijaya pamit untuk pulang,aku melangkah menuju rumah lewat dari pintu belakang,hatiku berbunga-bunga,tidak bisa menahan gelora tentang Wijaya,oh Ya Allah bahagianya aku,
Riandi secara perlahan-lahan kulupakan,
sakitku tentang asrama juga mulai hilang.
-------------------------------------------------
*Sementara tempat lain*
Wijaya dan kawan-kawan kumpul dilapo tuak samping rumah Wijaya. Mereka mengobrol dan tertawa ria.
" Wah abang ceria betul?,nampak senang " tanya Sutono yang menikmati minumannya.
" Tadi Lagi mancing ikan bohay,sebentar lagi terjerat dan pasrah ahahaha" jawab Wijaya tertawa dengan puas.
" Maksudnya bang?" tanya Joko kawan Wijaya satu aliran minum- minum .
" Aku dapat cewek bohay,perawan,belia,lugu lagi,lumayanlah sambil nunggu ikan lain yang cantik-cantik" Balas Wijaya yang mulai teler.
"Pasti yang abang maksud Yunita,mohon bang jangan abang permainkan anak Uak Darman,keluarga mereka keras-keras" kata Sutono bermimik serius.
"Penasaran aku gimana sih cantiknya Yunita" kata Joko sambil berfikir.
" Udah cantik,dipandang lama malah manis enggak ngebosenin kalau kita lihat lama, bodynya,eeh....alamak jang kencang semua,lampu tembaknya men, buat gemes" Wijaya menggosip terus.
" Tapi bang jangan kau permainkan kawan SD aku itu bang,kasihan diakan masih lugu,dia tidak tau aslimu seperti apa" ucap Sutono dengan sedih.
"Udah mulai mabuk kamu man, bicara kamu ngawur, Toss dulu kita" kata Joko sambil mengangkat gelas yang berisikan arak batak.
"Orang mabuk itu jujur,bacot kalian semua" kata Wijaya juga ikutan angkat gelas.
"cheeeerrss"
Mereka mabuk- mabukan sampai larut malam,padahal ini bulan suci Ramadhan,sungguh keterlaluan,entah apa yang direncanakan Wijaya pada Yunita, apa dia berniat baik atau sebaliknya?
-------------------------
*Esok Hari*
Siang ini Aku berjalan kerumah Wati,sampai dirumah Wati, aku lihat wati sedang duduk didepan teras rumah.
" Wati puasanya kau?" kataku sambil duduk santai dikursi teras.
" Puasa Yun,biar gini-gini aku masih inget sama agama ,eh kalau kau gimana? "
tanya Wati balik.
" Biasa lagi dapet aku,sudah dua hari ini " kataku sambil garuk kepala yang tak gatal.
" Aku dengar kau jadian sama Wijaya,gila kau aku enggak tanggung jawab ya " ucap Wati seperti kesal padaku.
" Emangnya kenapa ces" kataku heran.
" Jujur banyak kali yang tergila- gila sama dia , aku juga sempat naksir,tapi enggak pernah aku ditembak dia,karena sepertinya aku bukan type dia" kata Wati sambil tersenyum.
" Ahk masa sih Wat,oh iya aku lupa kerumah Viva aku kesana dulu ya Wat " kataku sambil berdiri dari duduk.
" Oke Yun,hati-hati ya ,awas karena ngayal Wijaya kau tersandung dijalan ahahah "
ledek Wati.
" Doamu enggak enak ces"
Aku berjalan kerumah Viva,lalu mengobrol dengan nya.
---------------------------------------------------
dari nara sumber terlihat
aslinya wijaya.
masih banyak episode lagi
tentang Yunita sampai dia jadi gadis malam
ayo like para pembaca
author ngantok dulu ..horas ... muach
Arti :
Kereta :sepeda motor.
kayak : Persis,sepertinya,sama.
Tuak : minuman yang bikin mabuk khas batak
Abang : kakak/ yang lebih tua untuk Pria.
Misop : makanan tenar disumatera utara.
Lapo tuak : Warung minuman keras
siringo ringo
kadang Mak,kdang mama dan masih bnyak lagi
sukses iya untuk karyanya
jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek.
Terimakasih 🙏