NovelToon NovelToon
Transmigrasi Novel

Transmigrasi Novel

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Romansa / Time Travel / Mengubah Takdir / Chicklit / Tamat
Popularitas:188.1k
Nilai: 5
Nama Author: TIARA RAHMAWATI

Dengan langkah gontai berjalan menyusuri jalan yang cukup sepi. Hari ini seharusnya menjadi hari anniversary tahun ke 3. Berakhir dengan terbongkar nya perselingkuhan mereka saat dirinya tak sengaja melintas di depan Coffee shop melihat dua sosok itu saling berpagutan mesra.

Tangannya menggenggam erat tas kerja dan sebuah novel favoritnya yang sudah terbaca berulangkali. Hari ini bukan hanya kehilangan cintanya dirinya juga kehilangan satu satunya sosok yang di anggap keluarga. Menatap kosong kedepan hingga tak disadarinya sebuah truk melaju kencang kearahnya.

Semuanya terjadi begitu singkat. Tubuhnya terasa seperti terbang dan tergeletak menatap langit yang dihiasi bintang. Pandangan nya memburam seiring sesak yang menghampiri. Cahaya bintang jatuh yang dilihat netra sayunya menerbitkan senyum getir.

'sudah berakhir'. lirihnya, perlahan semua terasa ringan dan terang.

penasaran lanjutannya? yuk baca😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TIARA RAHMAWATI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketigabelas

Suasana rumah sangat sunyi saat Alycia masuk ke dalam menaiki tangga menuju kamarnya. Suara pintu terbuka mengalihkan atensinya yang sedang memutar kunci pintu kamar.

Devano berdiri menatap Alycia yang terlihat sedikit basah karna hujan.

"Ci.."

Tidak mendengarkan perkataan bang Vano Alycia langsung memasuki kamarnya menutup dan mengunci pintu. Beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah beberapa saat Alycia telah berganti baju dengan baju yang agak hangat pergi menuju ruang makan untuk mengisi perutnya yang sudah berbunyi. Saat kaki nya sampai di ruang makan dua sosok pria berbeda usia sedang duduk di kursinya masing-masing.

Yang membuat Alycia heran adalah mereka belum memulai makan mereka. Tanpa kata Alycia duduk di tempatnya dan mengambil nasi beserta lauknya yang tidak lama di ikuti oleh bang Vano dan sang Papah yang sudah kembali dari Islandia.

"Kamu pulang hujan-hujanan tidak bawa payung?." Pertanyaan itu membuat kunyahan dimulut Alycia berhenti sesaat.

Berfikir mungkin sang Papah bertanya pada Bang Vano. Alycia kembali mengunyah makanannya berusaha tak perduli akan kedua orang di dekatnya.

"Papah nanya sama kamu Alycia?."

Hal itu sontak membuat Alycia tersedak makanan. Saat akan meraih air mineral sebuah gelas sudah di sodorkan di depan wajahnya. Setelah merasa lega Heera menatap bang Vano yang ternyata memegang gelas itu ikut menghembus kan nafas lega.

"Udah? Gak papa? Atau ada yang sakit?." Tanya Bang Vano dengan raut khawatir.

Alycia mengernyitkan dahinya sedikit memiringkan kepala ke kanan menatap sang Abang dan Papahnya heran.

"Wah ada apa nih? Kok tiba-tiba jadi sok peduli gini?." Tanya Alycia tak percaya.

"Alycia maafin Abang ya."

"Maafin papah juga ya sayang."

Alycia menatap tak percaya kedua lelaki ini. Tadi Xender yang jadi aneh sekarang bang Vano juga papahnya sendiri?.

"Wow maaf." Alycia terkekeh miris sekali rasanya setelah semua yang terjadi kenapa baru sekarang saat Alycia yang asli telah tiada.

"Kayaknya kalian sakit deh ini gak mungkin banget."

"Kenapa ga mungkin dek? Abang sama papah minta maaf atas segalanya ya dek?."

"Kita mulai semuanya dari awal ya sayang." Alycia

terdiam berdiri dari kursi nya.

"Kenapa?." Lirih Alycia menunduk menatap tangannya yang mengepal erat.

"Kenapa baru sekarang? Setelah semua yang udah terjadi, kenapa? KENAPA BARU SEKARANG!."

"Nak maafin papah, papah dan abangmu menyesal."

"Segampang itu ya minta maaf? Aku sakit, aku hancur bahkan kalo aku mati pun kalian gak akan pernah perduli, kenapa baru sekarang di saat aku udah nyerah dengan semuanya?."

"Dek.."

Alycia mengangkat tangannya menghentikan bang Vano yang akan berbicara.

"Aku salah apa sih Pah Bang? Aku cuma ingin jadi Putri papah atau adik Abang yang disayang, ditanya harinya gimana, di perhatiin, dicari saat belum pulang, aku cuma minta kehadiran aku di terima disini, Pah Bang kalo bisa minta sama tuhan aku minta biar aku aja deh yang mati jangan Mamah." Leher Alycia rasanya tercekat menahan tangis.

"Sakit banget Pah Bang, rasanya aku mati perlahan setiap harinya, segalanya hal yang aku lakukan selalu salah bahkan disaat aku diam dan menuruti perintah kalian, disini." Tunjuk Alycia di dadanya.

"Rasanya kosong, aku sendiri berusaha kuat di atas kaki yang juga penuh luka, aku kayak jalan di atas tumpukan bunga mawar berduri tiap waktunya terlihat indah tapi bisa sangat...

Lanjut part 14

#Jangan lupa like komen dan voting🤣

1
Dede Mila
masih blom paham....🤔
Retno Isma
out. sy pikir lurus2 aja. ternyata cerita belok
Revi Sri alexsa
salut sama pemeran utamanya
Revi Sri alexsa
salut sama pemeran utamanya
L
halah alasan loh 😒😒😒😒
L
gak janji 😣 thor
Hikam Sairi
baca lagi
Diana Ana
Lumayan
Sri Wahyuni
akhir yang bahagia... 💪💪💪 untuk Authornya 👍👍👍💐💐💗💗🌻🌼🌻💐💐
Riska Fatihica
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
Mamak author Heera tu siapa?
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
Auto buka utube... baca novel sambil dngerin Kesepian - Viera
biar dapet feel nya...🥰
🥰PencintaDuniaHalu🤪
Luar biasa
Kartika Tika
🥰
Wanda Wanda i
keren Thor i like it
Wanda Wanda i
Omo Omo Omo 😍 Daebak
Wanda Wanda i
wow like like like 😍
fyyy_fyyy
lanjutt thorr
fyyy_fyyy
kpn up ny thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!