NovelToon NovelToon
MILLIARDER CINTA GADIS KAMPUNG

MILLIARDER CINTA GADIS KAMPUNG

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Playboy / Beda Usia / Tamat
Popularitas:207.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Julia Fajar

Popoy atau Tiara adalah gadis kampung yang sangat baik, cantik dan juga pintar. Dia lulus dengan meraih predikat terbaik di sekolahnya.

Tapi, modal itu saja tidaklah cukup untuk menjamin dirinya bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan. Apalagi, Tiara hanya lulusan SMA.

Ekonomi keluarga yang pas-pasan dan incaran rentenir yang ingin memperistri Popoy, membuatnya nekad pergi ke kota. Popoy tidak mau terikat pernikahan dengan bandot tua yang selalu menjerat petani dengan hutang, hingga para orangtua terpaksa harus merelakan anak gadisnya untuk dipersunting demi melunasi hutang mereka.

Namun, Popoy tidak pernah menyangka jika di kota, dirinya malah terlibat banyak masalah. Bekalnya dirampok dan dia hampir saja diperkosa oleh para preman.

Popoy berhasil keluar dari mulut harimau tapi akhirnya masuk ke mulut buaya. Dia bersembunyi di bagasi mobil seorang Miliarder yang terkenal suka bergonti-ganti wanita.

Bagaimanakah nasib Popoy selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13. HUKUMAN

"Ilmu apa yang kamu pakai hah! sampai bos langsung memintamu untuk melayani keperluannya, padahal kamu anak baru. Harusnya salah satu dari kami, tapi gara-gara kamu, kami jadi tersisih!"

"Aku tidak memakai apapun, aku cuma ingin bekerja di sini. Tolong, jangan ganggu aku! Menyingkirlah!"

"Hahaha... menyingkir? Kamu yang harusnya menyingkir dari kami! Kamu lah penghalang di sini!"

Popoy tidak peduli, dia melewati keduanya meski mereka tidak mau minggir dari jalannya.

"Eh...kamu melawan ya!"

"Memangnya kenapa? Kalian 'kan yang duluan mencari masalah!"

"Ayo Ta, kita beri dia pelajaran!"

"Oke Na!"

Keduanya pun menarik tangan Popoy, hingga Popoy hampir saja tersungkur.

"Hai, lepaskan dia!" teriak Alex yang melintas di sana.

Tati dan Nana pun takut, wajah mereka pucat saat Alex mendekat. Keduanya buru-buru melepaskan tangan Popoy.

"Memangnya aku gaji kalian untuk bertengkar!"

"Kamu lagi Poy, kenapa malah meladeni mereka, ayo bubar! kerjakan tugas kalian masing-masing atau kalian semua mau aku pecat!"

"Maaf Pak, tolong jangan pecat kami, dia yang mencari gara-gara," ucap Nana menunjuk ke Popoy.

"Alex dengan wajah dingin, memandangi keduanya, lalu beralih ke Popoy dan berkata, "Kamu, ikut ke ruangan saya!" seru Alex kepada Popoy.

"Tapi Pak! Saya tidak melakukan apapun, saya hanya ingin lewat dan mereka menghalangi jalan saya."

Alex tidak menanggapi omongan Popoy, dia berlalu pergi menuju ke ruangannya.

Tati dan Nana tertawa, lalu Nama pun berkata, "Mudah-mudahan saja kamu dipecat!"

Popoy tidak mempedulikan ucapan Nana dan dengan dongkol diapun pergi ke ruangan Alex.

"Masuk!" seru Alex yang mendengar suara pintunya diketuk dan dia yakin itu adalah Popoy.

"Maaf Pak, saya tadi nggak bermaksud mencari keributan. Mereka yang mulai Pak!" bela Popoy.

"Hemm, kamu anak baru sudah bikin onar. Sekarang aku akan menghukummu, duduk di sana sampai aku menyelesaikan pekerjaan ku!"

"Tapi Tuan, apa yang harus saya kerjakan?"

"Cerewet, saya bilang duduk, ya duduk! Nggak usah banyak tanya! Hukuman mu akan aku berikan nanti setelah pekerjaanku selesai."

Akhirnya Popoy pun duduk tanpa berani bertanya apapun lagi. Sesekali, Popoy mencuri pandang ke Alex yang sedang asyik dengan berkas-berkas serta laptop yang ada di mejanya.

"Ternyata dia tampan, tapi sayang jutek!" monolog Popoy.

"Jangan kamu pikir aku nggak dengar ya!" ucap Alex tanpa mengalihkan pandangannya.

Popoy pun menutup mulut karena ketahuan oleh Alex. Dia pura-pura mengotak-atik bunga hias yang ada di atas meja. Setelah bosan, Popoy pun akhirnya ketiduran.

Alex melirik ke arah Popoy dan dia tersenyum saat melihat gadis polos itu tertidur. Alex bangkit dari tempat duduknya, mendekati Popoy dan menyibakkan rambut yang menutupi sebagian wajahnya.

"Cantik!" ucap Alex sembari mencolek hidung Popoy.

Popoy menggeliat hingga membuat Alex buru-buru kembali ke tempat duduknya.

Alex pun meneruskan pekerjaannya sambil sesekali menatap Popoy yang masih pulas tertidur.

Tidak terasa, jam makan siang pun tiba. Alex menutup laptop dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku, lalu diapun kembali mendekati Popoy.

Alex sengaja menjatuhkan pena, tapi Popoy tidak bergeming. Kemudian dia berdehem dan Popoy hanya menggeliat.

Popoy benar-benar mengantuk, hingga dia tidak sadar, kini wajah Alex hampir menyentuh wajahnya.

Harum wangi tubuh Alex, samar-samar tercium oleh Popoy. Akhirnya Popoy pun tersentak kaget dan terbangun. Kini pandangan mata keduanya pun bertemu dan nyaris tak berjarak.

Sejenak suasana hening, dua pasang mata saling tatap. Popoy terpaku, dia tidak berani menggerakkan tubuhnya.

Suara dering ponsel Alex yang nyaring dan berulang-ulang, akhirnya menyelamatkan Popoy. Alex pun menjauh dan kembali ke kursinya.

Popoy menarik nafas lega, dia sementara terbebas dari bosnya yang galak serta mesum itu.

Saat Popoy masih membenahi rambut serta pakaiannya, Alex pun bangkit dan berkata, "Ayo ikut aku! kini saatnya hukumanmu dimulai," ucap Alex lalu berjalan meninggalkan ruangan.

Popoy yang melihat Alex keluar ruangan, diapun buru-buru menyusul. Popoy tidak mau ambil resiko, bakal ditambah hukumannya oleh Alex.

Langkah Alex yang lebar, membuat Popoy kuwalahan untuk mengejarnya. Dengan setengah berlari, akhirnya Popoy berhasil sampai di belakang Alex.

Alex terus melangkah hingga keluar gedung perusahaannya. Sesampainya mereka di parkiran, Alex pun membuka pintu mobil dan berkata, "Masuk!"

"Tapi Tuan, kita mau kemana? Sebentar lagi jam kerja di mulai, aku nggak mau Bu Rima mencariku dan marah karena terlambat."

"Bos mu Rima atau aku!"

Popoy akhirnya terdiam dan mau tidak mau dirinya pun ikut kemana Alex akan membawanya pergi.

Mobil Alex terus melaju, membelah jalanan, mengarah ke pusat kota. Popoy ingin bertanya tapi dia takut hukumannya bakal ditambah.

Di depan sebuah mall, mereka berhenti, Alex memarkirkan mobil, lalu berjalan masuk ke arah sebuah tempat makan yang ada di sana.

Popoy tetap berdiri di belakang Alex yang sudah duduk di salah satu kursi yang ada di sana.

"Duduk! Ini hukuman pertamamu, temani aku makan!"

Popoy menjulurkan lidah, tanda mengejek dan dia juga mengepalkan kedua telapak tangan di belakang punggung Alex.

"Tak usah mengejek, berani kamu melawanku!"

Popoy kaget, Alex seperti punya ilmu batin. Padahal dia sudah hati-hati agar Alex tidak mengetahuinya.

Dengan menarik kursi yang ada di sana, Popoy pun sengaja duduk menjauh, hingga membuat Alex kembali berkata, "Menjauhlah! kamu yang akan bayar tagihan makan siang kita!"

"Ah, Tuan! Bagaimana saya mau bayar, lah kerja belum ada sehari, boro-boro punya gaji."

Alex ternyata sudah memesan makanan sebelum mereka sampai, hingga sebentar saja aneka makanan sudah tersaji di sana.

Popoy menelan ludah, melihat berbagai macam makanan enak dan yang pasti mahal.

Alex mengambil sebuah lobster ukuran besar dan mulai menyantap, sedangkan Popoy masih terpaku menatap makanan yang belum pernah dia makan saat dirinya tinggal di kampung.

"Memangnya bisa kenyang dengan cuma menatap! Ayo makan atau kamu yang bayar!"

"I-iya Tuan!"

Popoy pun mengambil gurami bakar, lalu menambahkan sedikit nasi serta sambal kecap ke dalam piringnya.

Keduanya pun menyantap hidangan itu dan sesekali Alex mencuri pandang ke wajah Keysha.

Keysha terpaksa menghabiskan makanannya, padahal sejak tadi dirinya sudah merasa kenyang.

Setelah mereka selesai makan, Alex menuju ke bagian stand pakaian, lalu dia berkata, "Pilihkan baju yang cocok untuk ku, setelah itu kamu pilihkan satu gaun malam yang selaras dengan bajuku!" pinta Alex.

Popoy yang tidak berpengalaman tentang mode pakaian, merasa bingung. Tapi, dia tidak kehabisan akal, Popoy meminta bantuan serta pertimbangan dari seorang SPG di sana.

Kini satu set pakaian pria dan sebuah gaun sudah ada di tangan Popoy.

Saat Popoy hendak menunjukkan kepada Alex, matanya membulat. Popoy melihat Juragan Somad bersama anak buahnya berada di mall yang sama.

1
Witri Nuraulia
ini namanya Serena atau Angela sih jadi bingung
Azril Parmen
Luar biasa
Ros Yusmiasih
terimakasih untuk karya yg indah dan bagus alur ceritanya.....
smg sukses kedepannya ya author........ 🙏🙏
Euis Kindar Wulan
up
Wiwik Indriyani
bagus dan menarik alur ceritanya.
Rafanda 2018
sukurin sok baik si
Lela
kok jadi angela thor
Lela
ms OB nya cm 3
Fitriyani
cinta kq menyakiti,gila kau gio😠
Suzy
keren bagus menarik
Suzy
suka cerita nya.
baru kali ini baca novel ngak di skip2
keren tetap berkarya semogga sukses selalu
Elva Marza
Lumayan
Adeliva Rosadi
kesannya bukan polos tapi ko bego yah popoy …semua kerjaannya ga pernah ada yang bener
Avatar
Mantab kak..ditunggu karya selanjutnya...
Hafifah Hafifah
wah kok udah tamat aja sih thor
Hafifah Hafifah
huh sadisnya si nadin
Mahmudah Mahmudah178
lanjut thor
Hafifah Hafifah
udah kecanduan nih si alex
Hafifah Hafifah
jreng jreng jreng tar lagi kejutan tuk popoy
Hafifah Hafifah
wah gimana tuh reaksi popoy pas malam pertama ternyata dia masih perawan 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!