NovelToon NovelToon
Gairah Musuhku

Gairah Musuhku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Teen / Nikahmuda / Enemy to Lovers
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: HyMaira

Emily, Ratu Jalanan sekaligus ketua geng Sport Queen, dipaksa memilih antara masuk pesantren atau menikah setelah terus membuat orang tuanya khawatir. Tak disangka, pria yang dijodohkan dengannya adalah Reyze, ketua geng rival Black Lion Riders sekaligus musuh bebuyutannya.

Meski saling membenci, mereka terpaksa menikah diam-diam dan merahasiakan status mereka. Di depan publik mereka tetap rival, tetapi di balik pintu rumah harus belajar hidup sebagai suami istri.

Saat Emily masih terikat dengan pacarnya dan persaingan di dunia balap berubah menjadi ancaman mematikan, Emily dan Rey harus memilih: mempertahankan permusuhan atau memperjuangkan cinta yang perlahan tumbuh di antara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HyMaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Rey masih betah memeluk Emily yang tidak menggunakan apa pun, begitu pun dirinya. Tiba-tiba handphonenya berdering. Awalnya ia sangat malas mengangkat telepon, tapi barangkali penting, ia langsung meraihnya. Ternyata yang menelpon adalah ibu Amanda. Ia bingung—tidak memakai baju, begitu pun Emily—tapi dengan cepat Rey menutupi tubuh Emily. “Nggak apa-apa, dirinya nggak pakai baju juga toh yang lihat cuma kepalanya doang…” pikirnya. Lama sekali kalau harus mengambil baju di lemari, sedangkan yang di bawah sudah kotor berserakan.

“Halo Ibu, assalamualaikum, selamat pagi,” ucap Rey.

“Waalaikumsalam, Rey. Apa kabar, selamat pagi. Putri Ibu mana? Kenapa dia ditelepon tidak diangkat-angkat, apa dia sudah nongkrong pagi-pagi begini…” suara Ibu Amanda terdengar dari telepon.

“Baik, Ibu. Ibu sendiri bagaimana, sama papa di sana?” tanya Rey.

“Halo Rey, papa sehat. Kamu di sana bagaimana? Emily tidak membangkang kan?”

“Ahh tidak, paa… Emily juga tidak sedang nongkrong, dia masih tertidur.” Tiba-tiba Rey mengarahkan kameranya ke arah Emily yang masih terlelap.

“Emilyy!!!!!! Ya ampun, sayang ini jam berapa! Bangun, layani suamimu, sarapan, beres-beres rumah, jangan tidur mulu!” teriak Ibu Amanda dari balik telepon. Emily yang tampak terlelap sampai kebangun, dan ia dengan refleks membuka selimutnya. Tapi Rey langsung mencegahnya.

“Rey, apa sih…”

“Sttttttttt, itu selimutnya…” Rey berbisik.

“Oh my good, Ibu…” Hhhee Emily langsung merapatkan selimutnya ke atas dada.

“Aduh anak Ibu, pagi-pagi bukannya masak, beres-beres rumah, ini masih tiduran, nggak pakai baju lagi. Kamu habis ngapain…” suara Ibu Amanda terdengar heran.

“Hhhhe…” Emily tersenyum canggung.

“Bu, nggak apa-apa, anak kita sudah menikah loh, bu. Ucap Papa Evan…”

“Hhha, aduh Putri Ibu pasti sudah tidak perawan ya…”

“Ahhhh, ibuuuu…” Emily langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Reyy, aduh maaf ya papa sama Ibu, jadi ganggu kalian, kirain nggak habis honeymoon…”

“Ah enggak kok Ibu, tenang saja. Emang karena hari ini hari Minggu, jadi agak santai, nggak kemana-mana…” Rey menenangkan.

“Ya udah Ibu, cuman pengen memastikan kalau anak Ibu yang katanya nggak mau dijodohkan, nggak mau nikah, eh akhirnya mau juga. Tidur bareng dia,sampai nggak pakai apa-apa gitu…”

“Hhhhhe… namanya juga udah halal, Bu…”

“Iya, nggak apa-apa Rey, selamat bersenang-senang ya. Ibu cuman memastikan kalian baik-baik saja. Tunggu kabar nanti Ibu pulang ya…”

“Ibu cepat pulang, Ily kangen…”

“Iya, tenang Ibu. Nanti pulang, ada pertemuan di perusahaan, nanti Ibu pasti pulang kok, tapi sepertinya Ibu pasti pulang lagi ke LN…”

“Nggak apa-apa, soalnya aku rindu Ibu.”

“Ceilah, sudah punya teman hidup, masih rindu Ibu ya.”

“Ahhh ibuuuuu…”

“Hhhee, sudah yh, selamat bersenang-senang. Jangan lupa kasih Ibu cucu.”

“Enggak Ibu, iily masih kuliah…”

“Hhhhaaaaa…”

Setelah menutup teleponnya, Rey menangkup dagunya sambil menatap Emily yang menutupi dadanya dengan selimut, matanya menyorot penasaran.

“Rei, kenapa natap gue kayak gitu…” Emily bertanya sambil sedikit menekuk tubuh, wajah memerah malu.

“Nggak apa-apa… suka aja ngeliat wajah lo, auranya beda banget, kelihatan udah nggak perawan,” ucap Rey lirih sambil tersenyum nakal.

“Reyyyy… sialan Lo… ahhh!” Emily mendesah, menundukkan kepala, pipinya memerah.

Tiba-tiba Rey menarik selimut yang dipegang Emily.

“Rey… lo apa apan malu gue…” Emily berusaha menahan wajahnya, tapi matanya memerah.

“Ngapain malu? Ini gue udah lihat semuanya… udah telanjang aja gue suka,” Rey berkata sambil mencondongkan tubuh ke arah Emily.

“Jangan gila, Rey! Hahaha, gue malu,” Emily menutup wajahnya dengan tangan,

“Nggak apa-apa… ini sayang, ayo lanjut lagi iclik yuk,” pinta Rey dengan suara berat, mata menatap Emily tajam.

“Rey… gue masih perih… Lo semalem juga bukan sekali…” Emily mengerang lirih, tubuhnya gemetar.

“Tapi Lo juga enak kan… ayoo kita belum nyoba gaya doggy,” Rey menggoda, tangannya menepuk lembut pinggang Emily.

“Hhha… emang nyampe…” Emily tersenyum canggung sambil menahan desahan.

“Pastii lahh… ayoo lihat, si Jony udah tegang gini,” Rey menekan pinggang Emily perlahan, matanya berbinar nakal.

“Hhhaa… Rey… gila… IHH mual… ih… masih pagi,” Emily mengerang, menekuk tubuhnya sedikit.

“Manjain doang abis itu elo… janji deh, kalo abis ini mau istirahat. GPP, pengen nyoba dulu gaya d*ggy sama gaya angkat satu,” Rey menggeser tubuh Emily pelan, matanya menyorot dengan penuh hasrat.

“Hhhaaaa… stres Lo,” Emily menghela napas panjang, menundukkan kepala, pipinya memerah.

“Ayoo sayang, manjain si Jony,” Rey memeluk pinggang Emily, menariknya mendekat.

“Ahhh… awwss… ahhhhhhh… ilyy… Lo udah pandaii, knn… Ahhh enakk sayang,” Rey  mendesah, tubuhnya menekuk ke depan, tangan memegangi bantal.

“Oueeekk… anjir, gue bilang jangan diteken!” Emily menjerit, mendorong pinggang Rey

“Hhee… maaf sayang, keenakan,” Rey menepuk lembut punggung Emily, tersenyum nakal.

“Yaudah… gausah lama-lama sekarang… Lo, yh… gausah sampai pecah, takutnya nanti malah lemes,” Rey menenangkan sambil menahan tubuh Emily.

“Hooh… Rey…” Emily menundukkan kepala, pipinya memerah, nafasnya terengah.

“Ayo cepat buka lebar,” Rey menggandeng tangan Emily, membimbingnya.

“Ahhh…” desahan panjang terdengar, suara Emily bergetar, tubuh menekuk.

“Reyyy… ahhh… gilaa… pelan anjir… masih perih…” Emily mendesah, menahan tubuhnya.

Rey langsung membalik tubuh Emily, “Sayang, ayo nungging,” ucapnya sambil menahan pinggang Emily.

“Sakit ga, Rey?” Emily menunduk, bibirnya bergetar.

“Coba dulu…” Rey menatapnya, menenangkan.

“Ahhh… reyy… anjjirr… ini lebih perih… ahhhhh… kayaknya lecet lagi,” Emily menjerit lirih, tangannya menekap bantal, wajah memerah.

“Enak sakitnya dikit, sayang…” Rey menggerakkan tubuhnya pelan, plok plok plok… “haaah… huuuh… ayoo mendesah, sayang, aku suka,” ucapnya sambil menepuk lembut pinggang Emily.

“Ahhh… ahhh… ahhhhh… stttthh… ahhh… Rey!” Emily menjerit, tubuh menekuk, tangan meremas selimut.

Setelah beberapa menit ,Mereka dengan semangat pagi masih saling memompa gairah, sesekali Rey meremas dada Emily, membuatnya semakin terbang, “Ahhh… reyy… gakuat… muncrat… Rey… ahhhh… nikmattttt…”

Rey langsung membalik badan Emily, “Buka lebar lagi, sayang,” ucapnya sambil menahan pinggangnya.

“Haaahh… heuhh… ahhhhh… ahhh… reyy!” Emily mendesah, tubuhnya bergetar hebat.

Plokk plok, clap clap, jleb… suara hentakan terdengar jelas, “Ahh… ahhh… enak ilyy…”

“Reyy… gakuat… ahhh… ayooo…” Emily  menghela napas panjang, menekan lebih dalam.

“Tahan dulu, bentar sayang… ahhh… jl3b jl3b… enak… ment*k, sayang,” Rey menahan tubuh Emily, memandangnya penuh gairah.

Tubuh Emily seketika bergetar hebat, “Ahhhhh… reyy… gakuatt… ahhh… haaaaah… heuhhh… haaaaah… ahhhh… sttthh… ahh…”

“Bentar sayang… ahh… plok plok…” Rey menepuk lembut pinggangnya.

“Rey… udah… Rey… sakit… ahh…” Emily menjerit lirih, pipinya memerah.

“Tapi… Rey malah makin mengencangkan… ahh… jlebbb… sudah enak sayang… ahhh… tahan aku… ahhhhhhh… ahhhhhhh… stttth… ahhh…” Rey menghentakkan tubuhnya pelan, menatap Emily penuh gairah.

“Ahhhhh… seshhhh… reyy… sakit… haaaaahh!” Emily menjerit panjang, tubuh gemetar hebat, nafas terengah.

1
°RhaiKen™
aihhh so sweet deh...gak sabar buat kegep lgi berdua ma anak buah nya 🤣🤣✌️ semangat up nya kak...
°RhaiKen™
astogeeee....mereka yg buk segel aku yg ngilu 🤣🤣🤣🤣/Hammer//Hammer/
Rais Raisya
lanjut ka
Rais Raisya
lanjut ka crita ya seru 🤭💪
Ar Junita
benci menjadi cinta..romantis
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!