NovelToon NovelToon
Badai Masa Lalu

Badai Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Model / Pelakor / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: StarMaker

Pernikahan Keyla dan Edwin yang didasari oleh perjodohan terasa dingin sejak awal. Namun, waktu telah perlahan menumbuhkan benih-benih cinta di hati Edwin. Tepat saat Keyla merasa pernikahan mereka mulai membaik, badai datang dari masa lalu.

Seorang wanita dari masa lalu Edwin, cinta pertamanya, kembali muncul. Kehadirannya yang tak terduga seketika menggoyahkan hati Edwin yang tadinya sudah mulai mencintai Keyla. Edwin, yang masih menyimpan sisa-sisa perasaan, mulai bimbang antara janji pernikahan dan nostalgia.

Di sisi lain, Keyla tengah berjuang meraih impiannya di dunia modeling, sebuah profesi yang tidak disukai dan dianggap tabu oleh Edwin. Keputusan Keyla untuk tetap mengejar karier ini semakin memperkeruh rumah tangga mereka, membuat Edwin merasa tidak dihargai.

Keyla kini berada di ujung tanduk. Ia harus berjuang mempertahankan suaminya dari bayangan masa lalu yang memikat, sambil berusaha membuktikan bahwa pilihannya sebagai seorang model tidak akan menghancurkan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StarMaker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab13

Sudah terhitung tiga hari lamanya Keyla berada di rumah Hana, sebenarnya Keyla sudah bosan sendiri berada di rumah Hana. Tapi Edwin belum juga menyuruhnya pulang atau pun mencarinya.

"Masih belum di chat?" Tanya Hana kepada Keyla yang sedang menonton TV dengan muka di tekuk.

"Tega banget Edwin sama aku, apa sedikit pun gak ada rasa simpatinya" kesal Keyla ia meremas camilan yang ada di tangannya.

"Kamu aja yang kayak anak kecil, ya wajar Edwin nggak nyariin, kamunya aja pergi nggak pamit," ucap Hana dengan santainya memakan kripik kentang yang ada di tangannya.

Keyla melirik Hana dengan kesal.

"Aku istrinya masa nggak di cariin! Udah Tiga hari loh aku disini" kesal Keyla.

"Makannya pulang, kamu kan istrinya," ucap Hana menjadi kesal sendiri dengan tingkah Keyla yang kekanak-kanakan.

"Nggak!"

"Aku mau ke restoran banyak kerjaan, kamu ikut nggak?" Tanya Hana.

"Ngikut deh, sekalian aku mau marah-marah di kantor Edwin" ucap Keyla mengingat jarak dari restoran ke kantor Edwin sangat dekat karena kedua bangunan itu bersebrangan.

"Tadi nggak mau pulang sekarang malah mau ke kantornya," cibir Hana geleng-geleng kepala.

"Berubah pikiran," cetus Keyla seraya melemparkan bungkusan camilan ke atas meja.

"Baju aku yang kemaren mana, Han?"

"Ada di lemari, sebaiknya kamu pakek baju aku. Kamu mau ke kantor kan," saran Hana tidak mungkin Keyla kekantor Edwin hanya menggunakan tank top dan jaketnya.

"nyamanan baju aku," ucap Keyla tanpa sadar ia sedang memakai baju Hana dan kemarin pun memakai baju sahabatnya itu.

"Eh Dugong terus kalau nyamanan baju kamu, kenapa sekarang pake daster aku!!" Kesal Hana.

Keyla nyengir seraya mencomot kripik kentang milik Hana karena miliknya sudah menjadi remuk seperti hatinya.

Hana yang sudah tidak tahan dengan Keyla akhirnya memilih ke kamar dan bersiap-siap untuk pergi ke restorannya. Keyla mengekor di belakangnya.

"Yaudah sini baju nya aku pinjem," ucap Keyla nyelonong masuk ke dalam kamar Hana.

Hana yang sedang menyisir rambutnya di depan kaca pun melirik Keyla.

"Di lemari," jawab Hana yang di angguki Keyla.

Keyla mulai memilih baju Hana pilihannya jatuh pada baju berwarna putih yang di padukan dengan hot pants.

Hana berbalik menghadap Keyla.

"Kamu beneran mau pakek itu?" Tanya Hana melihat baju yang ada di tangan Keyla.

"Sekalian biar Edwin marah, sumpah aku kesel banget" ucap Keyla ia menunggu selama tiga hari tapi tidak di cari atau sekedar di chat untuk menanyakan keberadaannya.

"Sinting, kamu ke kantor apa mau tebar pesona," Hana heran otak sahabatnya terbuat dari apa. Masalah sepele saja di perumit apa lagi masalah besar.

"Lagian aku bawa motor ya kali harus pakek rok," ucap Keyla membela diri.

"Alesan, Jeans panjang aku juga banyak," ucap Hana.

Keyla cengengesan dan memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti dasternya dengan baju Hana.

Selesai mengganti bajunya, Keyla sedikit memoles wajahnya dengan make up milik Hana.

"Han rambut aku di Curly menurut kamu bagus nggak?" Tanya Keyla meminta pendapat.

Hana yang sedang bermain hp di sofa kamarnya langsung melihat Keyla.

"Coba aja," jawab Hana, akhirnya Keyla mengangguk dan mengambil catokan Hana yang ada di depannya dan memulai aktivitasnya.

"Han lagi liatin apa sih serius banget, pake cengengesan lagi" tanya Keyla di sela-sela aktivitasnya.

"Lagi liatin pacar aku, sumpah ganteng banget. Coba liat deh senyumnya itu loh bikin meleleh" kata Hana seraya memperlihatkan foto idolanya.

"Cih halu lagi. Gak bosen apa ngurusin begituan, mending cari pacar beneran" ucap Keyla tidak mengerti kenapa sahabatnya mengidolakan oppa-oppa Korea dan mengaku-ngaku sebagai pacarnya.

"Serah aku lah, dari pada pacar beneran mending pacar halu lebih asik" Kata Hana cuek. Ia mengidolakan oppa-oppa karena mereka tampan dan karyanya menginspirasinya.

"Halu tingkat dewa" cibir Keyla seraya berdiri karena aktivitasnya sudah selesai. Keyla menghampiri Hana.

"Gimana Han?" Tanya Keyla meminta pendapat tentang penampilannya.

"Oke, aku akui kamu emang cantik," ucap Hana memuji.

"Jahahahahah aku emang cantik," pede Keyla seraya menyibakan gaya rambut barunya.

"Nyesel aku ngomong,"

•••

Hana sampai di restorannya menaiki mobil diikuti Keyla yang menaiki motornya banyak pasang mata yang menatap kagum ke arah mereka berdua terutama Keyla yang berpenampilan seksi. Hana dan Keyla terlihat cuek.

Hana geleng-geleng melihat Keyla yang mengendarai moge. Apa Keyla tidak takut jatuh.

"Perasaan dulu udah insaf, sekarang malah tambah bar-bar," ucap Hana sambil menyunggingkan senyum.

"Aku nggak tawuran, aku cuman naik motor malah dibilang bar-bar," ucap Keyla seraya melepas helmnya.

"Ya maslahnya kamu naik motor ninja bego! bukan motor matic!" ucap Hana sedangkan Keyla malah meninggalkan Hana dan masuk ke dalam restoran.

Hana menyusul Keyla yang sudah duduk di antara meja restoran. Hana memilih ke belakang untuk menghampiri Yunita.

"Han aku nitip motor," ucap Keyla menghampiri Hana.

"Hmm," Hana berdehem sebagai jawaban. Setelah itu Keyla keluar dari restoran dan menyebrang jalan karena kantor Edwin tepat berada di depan restoran Hana.

Keyla menghampiri resepsionis. Untuk menanyakan ruangan Edwin berhubung ia baru pertama kalinya datang ke kantornya.

"Ada yang bisa saya bantu Mbak?" Tanyanya ramah.

"Pak Edwin nya ada?" Tanya Keyla yang juga tersenyum ramah.

"Sudah membuat janji?" Tanyanya membuat Keyla menggeleng.

"Saya istrinya Mbak," ucap Keyla membuat resepsionis tersebut melebarkan matanya.

"Aduh maaf Bu saya nggak tau," ucapnya meminta maaf.

Keyla terkekeh karena selama ini dia memang tidak pernah ke kantor Edwin wajar resepsionis di depannya tidak mengetahuinya.

"Gak papa kali," kata Keyla.

"Yaudah mari saya antar keruangan pak Edwin," ucap resepsionis tersebut.

"Eh nggak usah sebutin aja di mana tempatnya," kata Keyla menolak, resepsionis tersebut mengangguk dan memberitahu ruangan kerja Edwin.

Setelah itu Keyla berjalan di sepanjang lobi, semua pasang mata menatap Keyla kagum. Keyla yang merasa di perhatikan hanya memutar bola matanya malas.

"Saya bukan pajangan sampai harus di liatin seperti itu," ucap Keyla seraya menekan tombol lift.

Lagi-lagi Keyla merasa kesal karena di dalam lift dirinya lagi-lagi menjadi perhatian semua orang. Banyak yang menatapnya sinis. Tak lama kemudian pintu lift terbuka kembali. Keyla segera keluar agar tidak perlu repot-repot mendengarkan bisik-bisik pasang mata yang membicarakannya.

Keyla berdiri tepat di depan pintu bertuliskan direktur utama yang merupakan ruangan Edwin. Keyla mendadak jadi ragu untuk mengetuk pintunya atau tidak.

"Hey! Kita ketemu lagi," ucap seseorang.

"Kau!!" Ucap Keyla sedikit sewot seraya menatap lelaki di depannya.

"Oke-oke kenalin saya Juna, sekretarisnya Edwin," ucap Juna menjulurkan tangannya kepada Keyla. Berniat kenalan.

"Keyla" Keyla menjabat tangannya, sedikit sewot karena Juna adalah orang yang membuatnya malu di depan Edwin tempo hari saat di restoran Hana.

"Mau ketemu Edwin?" Tanya Juna.

"Hmm," jawab Keyla. Meskipun cuma hm tapi nadanya seperti singa mengaum dengan sorot mata tajam yang hendak menerkam mangsanya.

"Galak amat buk," ucap Juna.

"Ya sorry saya kesel sama kamu," ucap Keyla.

"Gara-gara di resto kemaren," ucap Juna mengingat kejadian di restoran.

"Saya minta maaf," ucap Juna tersenyum, pada akhirnya Keyla juga ikut tersenyum. Jika Keyla yang dulu mungkin cowok di hadapannya sudah di hadiahi bogeman sebelum di maafkan.

"Edwin lagi ketemu clien sebaiknya kamu tunggu di ruangan saya" ucap Juna memberi tahu.

"Cliennya cewek loh," kata Juna menambahi.

"Ya terus?" Tanya Keyla.

"Dia model dan saya rasa dia suka sama suami ibu," ucap Juna memanas-manasi istri bosnya.

Keyla memelototkan matanya. Jelas ia takut Edwin selingkuh di belakangnya mengingat sikap Edwin yang cuek padanya. Bisa jadi karena hal itu dia bersikap dingin padanya.

"Masuk aja deh liat sendiri," ucap Juna tersenyum kecil.

Tanpa mengetuk pintu Keyla langsung masuk ke dalam ruangan Edwin. Edwin yang ada di dalam sedikit kaget karena melihat Keyla yang tiba-tiba masuk. Mata Edwin membelalak saat melihat pakaian Keyla yang bisa di bilang cukup terbuka. Memperlihatkan perut dan bagian atas dadanya. Edwin menghela nafasnya.

"Saya nggak ganggu, terusin aja," ucap Keyla seraya duduk di sofa.

Tatapan Keyla jatuh kepada cewek yang menatap sinis kepadanya. Keyla yang di tatap seperti itu hanya memutar bola matanya jengah dan lebih memilih fokus dengan hpnya.

"Ehm bisa kita fokus Sya" ucap Edwin mengintruksi.

"Oke sorry aku nggak fokus gara-gara ada penyusup," ucap cewek itu. Keyla yang merasa disindir akhirnya mendongakkan kepalanya.

"Kamu mengatai saya penyusup!" Ucap Keyla tidak terima. Keyla melihat Edwin yang menatap tajam ke arahnya, menyuruhnya untuk diam.

"Oke aku diem," jawab Keyla kesal mengerti arti tatapan Edwin dan kembali fokus dengan hpnya.

"Sya meeting kita lanjutin Minggu depan," ucap Edwin menyudahi pertemuannya.

"Oke seperti yang kamu mau," Keyla yang mendengar ucapan cewek itu rasanya ingin muntah karena nada bicaranya yang kemayu.

"See you Ed," katanya seraya cipika-cipiki dengan Edwin. Setelah itu dia keluar dari ruangan Edwin akan tetapi sebelum keluar dia menatap sinis ke arah Keyla. Sedangkan Keyla yang di tatap seperti itu hanya diam.

1
Surati
bagus
wlychr
ceweknya tak tegas. 🤭
Inaina
🥰🤩🤩
Woro Wardani
😍😍😍
falea sezi
males np g Edwin aja yg mati skip g jelas
falea sezi
itu yg dlu di rasain keyla saat lu nikah ma kesya hahaha impas kan sakit g lu kapok
falea sezi
nah ngapain balik ma pembunuh dia penyebab lu stres
falea sezi
tolol mending ma raka lu tau suami mu bekas. jalang lu masih mau abis nikah g mungkin mereka gk tidur bareng oh goblok bgt lu keyy lu cm di jadiin serep doank tau gak Ban serep
falea sezi
cerai key hamil bisa cerai jangan bodoh kau
falea sezi
keyla nya np di buat bodoh
falea sezi
yg bisa Edwin g plg g di jelasin dia kemana jangan2 selingkuh ma kesya trs ketiduran
falea sezi
kn emank km goblok uda cerai urus anak sendiri bodoh
falea sezi
g mau hamil g usa buat tolol
falea sezi
cerai lah bodoh
Arayden_15
thor satuin Edwin dan keyla kembali
Arayden_15
thor ini ga ada lanjutannya kah?
Arayden_15
Edwin💔🥺
ballqiisty sirnawab .
🥺😭😭😭
Garang Anggriawan
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
Drone Ground
Thor-nim, aku kepo banget sama lanjutannya, nih. Ditunggu crazy upnya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!