Diculik dan dipaksa menikah membuat Mesly tidak ada jalan lain dan hanya bisa menikah dengan pria yang telah mengambil malam pertamanya saat penculikan terjadi. menikah dengan pria yang paling dia benci dan juga pria yang paling ditakuti oleh siapa pun.
Ricardo Alejandro asal meksiko yang dikenal dengan suka memaksa. selalu saja ingin mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk wanita incarannya.
Bagaimana dengan kisah pernikahan mereka? apakah Ricardo hanya sekadar terobsesi atau mencintai gadis yang dia renggut kesuciannya?
IG author pikachu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Bisa Membantah
"Papa, sebenarnya aku dan dia sama sekali tidak...," ucap Melsy yang dihentikan oleh Ricardo.
"Paman, Bibi, namaku adalah Ricardo Alejandro dan usiaku tiga puluh tiga tahun, tujuanku adalah ingin melamar Mesly. dan ingin meminta restu dari paman dan bibi," ucap Ricardo dengan teris terang.
"Kalian sudah kenal berapa lama?" tanya mama Mesly.
"Kami sudah kenal selama beberapa bulan, dan aku sangat mencintai Mesly. oleh sebab itu aku ingin segera menikahinya. harap mendapatkan persetujun dari paman dan bibi," jawab Ricardo.
"Pa, Ma, sebenarnya aku belum mau menikah," ujar Mesly yang berterus terang.
"Papa tidak tahu mau berkata apa, pria ini muncul tiba-tiba dan meminta restu dari kami. sementara kami tidak memahami sejauh apa hubungan kalian dan apa latar belakangnya," kata papa Mesly yang masih merasa ragu.
"Paman, aku menjalani bisnis sendiri, dan tidak ada hubungan dengan bisnis keluargaku. dan keluargaku hanya ada mamaku namanya adalah Caria Alejandro, sementara papaku sudah meninggal di saat aku masih kecil."
"Ternyata begitu," ucap papa Mesly.
"Ricardo, kami hanya memiliki seorang putri saja, tentu kami ingin yang terbaik buat dia, soal pernikahan masih terlalu awal karena dia masih belum tamat kuliah," ujar papa Mesly.
"Paman, mengenai itu dia masih bisa melanjutkan kuliahnya, karena Mesly tidak ingin ada yang tahu hubungan kami, maka kami akan menikah secara diam-diam. dan setelah dia tamat kami baru mengadakan pesta pernikahan," kata Ricardo.
"Mesly, apakah kamu setuju?" tanya mama Mesly.
"Ma, aku belum mau menikah," jawab Mesly.
"Paman, Bibi, serahkan putri Anda kepadaku, biar aku yang menjaga dan melindunginya seumur hidupku," ucap Ricardo.
"Mudah-mudahan saja mama dan papa tidak setuju, aku bukannya tidak tahu pria ini ingin menikah denganku hanya karena ingin melawan mamanya," batin Mesly.
"Berdasarkan apa aku harus percaya padamu?" tanya papa Mesly.
"Paman, beri aku waktu untuk membuktikannya!"
"Bagaimana kalau suatu saat kamu sakiti putriku?"tanya mamanya.
"Bibi, tidak akan terjadi hal seperti itu, aku akan merawatnya dengan baik, dan mengenai mamaku dia tidak setuju hubunganku dengan Mesly."
"Mamamu tidak setuju? dan kenapa kau masih ingin melamarnya? bukankah ini sama saja sudah menentang mamamu sendiri?" ujar Mama Mesly.
"Bibi, ini adalah urusan masa depanku dan mamaku tidak bisa ikut campur. kami sudah dewasa dan soal kehidupan pribadiku mamaku tidak bisa terlalu mengaturku. setelah menikah kami akan tinggal pisah dengan mamaku," jawab Ricardo.
"Ricardo, walau apa yang kamu katakan adalah benar, akan tetapi kalau menikahi Mesly tanpa sepengetahuan mamamu, berarti kau sedang melawannya. bagaimana setelah kalian menikah dia datang persulitkan Mesly, bukankah di saat itu Mesly pasti akan mengalami kesulitan?"tanya papa Mesly yang merasa khawatir.
"Paman, aku akan melindungi Mesly dan tidak akan membiarkan mamaku bertindak sesuka hati, percayalah padaku!"
Setelah berpikir sejenak akhirnya papa dan mama Mesly menyetujui pernikahan mereka.
"Baiklah! Ricardo, paman dan bibi percaya padamu, lindungi putri kami dengan baik!"
"Pa, Ma, aku...," ucap Mesly yang terhenti.
"Mesly, setelah menikah kamu harus belajar untuk bersabar dan merawat suamimu, jangan bekerja lagi. dan bantulah suamimu," ujar mama Mesly.
"Bibi, Mesly tidak perlu melakukan apa pun setelah menikah denganku, dia hanya perlu kuliah dan temani aku, itu saja," kata Ricardo dengan senyum.
"Hehehehe...Ricardo, mendengar kata-katamu ini bibi merasa tenang, walau sangat mendadak tapi kalau kamu yakin bisa merawat dan melindungi Mesly, maka bibi dan pamanmu akan mendukung pernikahan ini," ucap mama Mesly dengan senyum bahagia.
"Kenapa papa dan mama bisa setuju begitu saja? bagaimana dengan nasibku setelah menikah dengan pria ini, ibunya begitu angkuh pria ini begitu pemaksa mana mungkin aku bisa hidup bahagia," batin Mesly.
Ricardo mengeluarkan cincin permata dan menyarungkan ke jari manis calon istrinya.
Keluarga Mesly yang selama ini hidup serba kekurangan tentu merasa bahagia karena putri mereka telah mendapatkan pasangan yang kaya dan baik. sehingga tanpa ragu mereka langsung menyetujui pernikahan tersebut.
"Ricardo, lalu kapan kamu ingin menikah?" tanya papa Mesly.
"Besok aku akan membawa Mesly pergi ke kantor untuk menandatangani surat nikah, aku berharap paman dan bibi juga ikut hadir!" jawab Ricardo.
"Hahahah...kami malah tidak sabar, dan besok bibi akan masak makanan lezat untuk kita merayakannya."
"Tidak perlu repot! kita akan makan di luar saja untuk merayakannya," kata Ricardo dengan senyum.
"Baik kalau begitu, kamu saja yang atur!" jawab papa Mesly.
"Paman, Bibi, aku berjanji pada kalian setelah Mesly tamat kuliah saat itu aku akan membuat pesta untuknya. aku tidak akan membiarkan Mesly menikah tanpa gaun pengantin. besok hanya untuk meresmikan hubungan suami istri kami. tapi pesta harus tetap ada."
"Ricardo, kami mengerti maksudmu," ujar papa Mesly yang tersenyum bahagia.
Mendengar persetujuan orang tuanya Mesly tidak berdaya untuk membantah sama sekali, ia melihat raut wajah orang tuanya yang begitu bahagia ia pun memilih diam dan tidak tega mengecewakan orang tuanya.
Malam hari.
Mesly berada dikamarnya sementara Ricardo telah pulang, mama Mesly mendatangi kamar putri kecilnya itu.
Klek.
"Mesly, kamu belum tidur," ujar Mamanya yang baru melangkah masuk.
"Ma, aku tidak bisa tidur," jawabnya dengan lesu.
"Besok kamu menjadi istri orang kenapa masih tidak istirahat lebih awal," ujar mamanya yang duduk ditepi kasur.
"Ma, kenapa papa dan mama langsung setuju pernikahan yang tiba-tiba ini? papa dan mama bisa menolak karena kalian juga tidak memahami sikap Ricardo."
"Mesly, ada sebabnya papa dan mamamu merestui hubungan kalian."
"Apa sebabnya?"
"Mesly, kamu sudah dewasa juga, anak perempuan harus menikah suatu saat, papa dan mamamu juga tua, setelah kamu menikah akan ada yang merawatmu. jadi, kami juga merasa lega," ujar mamanya dengan senyum.
"Ma, tapi aku masih ragu dengan dia."
"Mesly, Ricardo adalah pria baik, jangan melepaskan kesempatan ini!"
"Tapi ibunya pasti akan mempersulitkan ku."
"Abaikan saja ibunya, kalian juga tidak tinggal bersama setelah menikah. walau dia tidak suka dengan mu juga tidak masalah. dia tidak bisa berbuat apa pun karena kalian tinggal tempat yang berbeda."
"Mesly, mama tahu ini sangat mendadak, Ricardo bukan hanya tampan dia juga kaya, dia bisa menjamin kehidupanmu. kedepannya hidupnmu akan semakin membaik dan tidak perlu lagi mengkhawatirkan masa depan. setiap impian wanita adalah menikah dengan pria yang baik. papa dan mama sangat yakin tidak salah menilai orang. biasakanlah hidupmu sebagai istri orang."
"Apakah papa dan mama sangat ingin melihat aku menikah dengannya?"
"Tentu saja,"jawab mamanya dengan senyum.
sngat menghibur👍👍👍👍