NovelToon NovelToon
Anak Kembar Mafia

Anak Kembar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.

Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.

"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."



Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Rasa curiga itu tak kunjung hilang dari benak Marko ketika mengingat wajah Fatir dan Fathia, semakin ia yakin ada kemiripan yang sangat kuat dengan ciri khas orang dari negara asalnya. Mata bulat, bentuk hidung, dan lengkung bibir seolah meniru wajahnya sendiri. Untuk itu ia nekat untuk tes DNA.

"Jika sudah keluar hasilnya, hubungan nomor ini," titah Marco.

"Baiklah," jawab petugas.

Marco tidak banyak bicara lalu pergi dari rumah sakit setelah meninggalkan nomor handphone dan selembar bukti pengambilan sampel di tangan.

"Ke restoran tempat biasa saya makan siang," perintahnya pada supir ketika tiba di tempat parkir.

"Baik Tuan."

 Mobil pun melaju membelah jalanan kota, sementara Marco masih terus berpikir. Jika memang benar Fatir dan Fathia adalah buah hatinya lalu siapa ibu dari anak-anak itu? "Jangan-jangan dia anak..." batin Marco lalu mengeluarkan handphone dari saku, menekan tombol menghubungi anak buahnya.

Ingatan Marco kembali kepada satu nama, Yasmin. Apakah benar Fatir dan Fathia anak-anak dia, Jika benar, tidak usah tes DNA seharusnya sudah tahu jawabannya

"Hallo Tuan..." jawab seseorang.

"Di mana alamat Yasmin?" Tanya Marco. Entah jawaban apa yang ia dengar dari anak buahnya, Marco pun menutup handphone dengan cepat.

Kendaraan pun tiba di depan restoran yang cukup besar, dan ramai pengunjung. Marco melangkah masuk, netranya segera bergerak ke sana ke mari, mencari sosok Yasmin. Di sudut ruangan, di dekat meja kasir, ia menemukan sosok yang ia cari. Yasmin sedang berdiri sambil memegang buku catatan, wajahnya terlihat lelah namun tetap cantik dan tersenyum ramah yang ia berikan pada setiap tamu.

"Selamat siang Tuan... Ada yang ingin saya bantu?" tanya seorang pelayan segera mendekat, menyambut Marco dengan sopan.

Namun Marco melirik dingin, lalu meninggalkan pelayan menuju arah meja kosong dekat jendela, diikuti pelayan tersebut.

"Tolong panggil pelayan yang berhijab di sebelah sana," Marco menunjuk Yasmin.

"Baik Tuan..." jawab pelayan walau sedikit kaget karena permintaan pria tampan itu, jika ingin dilayani kenapa bukan dirinya saja? Tetapi ia hanya mengangguk patuh.

Marco duduk bersandar santai, pandangannya tidak lepas dari arah Yasmin. Ia melihat pelayan tadi berjalan menghampiri Yasmin, berbisik sesuatu sambil menunjuk ke arahnya. Jantung Marco berdegup makin kencang saat melihat wajah Yasmin berubah pucat begitu matanya tertuju kepadanya. Gerakan wanita itu sempat terhenti sejenak, seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Dengan langkah berat tapi tetap berusaha profesional, Yasmin berjalan mendekati meja Marco. Ia menundukkan pandangan saat berdiri tepat di depan meja itu.

"Selamat siang... Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Tanya Yasmin suaranya terdengar, sedikit tertahan.

"Tolong buatkan saya kopi," pinta Marco sembari memberikan catatan makan siang yang sudah ia tulis.

"Baik Tuan..." Yasmin pun cepat kembali ke belakang menyiapkan yang pelanggannya minta.

"Yas, mau apa pria itu?" Tanya Lila lirih agar tidak di dengar oleh Rina.

"Oh, cuma minta kopi kok La..." jawab Yasmin menoleh ke arah Lila sekilas lalu melanjutkan membuat kopi.

"Kamu kenal Dia Yas?" Lila merasa aneh, baru kali ini ada pelanggan yang memilih pelayan, walau Lila sadar, meskipun Yasmin pelayan paling cantik di restoran ini.

"Nggak juga, cuma kemarin itu aku menumpahkan kopi di tangannya terus mau memberi aku hukuman, La."

"Kalian ini, mau ngobrol atau kerja?!" Tandas Rina, menatap tajam ke arah Yasmin dan Lila bergantian.

 Lila tidak menjawab, segera melanjutkan pekerjaannya dengan perasaan takut, sementara Yasmin mengantar kopi dan Hot Dok pesanan Marco.

"Silakan Tuan..." ucap Yasmin lembut tidak membedakan dengan pelanggan yang lain. Meletakkan kopi panas dan dua buah Hot Dok di meja depan Marco. Yasmin hendak membungkuk pamit untuk kembali ke pekerjaannya. Namun, Marco justru menahan tangan Yasmin.

Yasmin menarik tangannya cepat dan kasar, menatap lurus ke mata Marco seolah memberi peringatan agar tidak menyetuhnya.

"Sorry..." Marco cepat mengangkat tangannya minta maaf.

"Yasmin, tidak perlu buru-buru, sekarang temani saya makan," ucapnya sambil menunjuk kursi kosong di hadapannya. Ia memesan dua piring Hot Dok karena memang untuk Yasmin.

"Maaf, Tuan... saya tidak bisa," jawab Yasmin tegas. Pandanganya segera beralih ke arah Rina yang juga mengawasi dari jauh.

"Kamu pasti takut dengan bosmu yang galak itu bukan? Jika itu alasannya saya akan menegurnya."

"Tidak perlu Tuan, beliau bersikap seperti itu karena tugas, bos mana yang mengizinkan karyawan ngobrol di waktu kerja?" Yasmin membalikkan kata-kata Marco. Seandainya bu Rina tidak galak pun, ia memilih bekerja secara profesional.

Yasmin pun hendak kembali ke belakang, tapi Marco berseru.

"Tunggu Yasmin. Baiklah... Saya mengerti, tapi pulang kerja nanti kamu saya jemput, ya. Ada yang ingin saya bicarakan." kata Marco, menatap Yasmin intens. Banyak wanita yang ingin bersamanya, tapi kenapa wanita yang satu ini keras kepala? Padahal ia sudah memesan makan dua porsi yang satu untuk Yasmin.

Yasmin tidak menolak dan juga tidak mengiyakan, ia segera masuk, tapi dalam hatinya bertanya-tanya. Ada yang akan dibicarakan? Mana mungkin, mengenal saja tidak. Yasmin semakin ngeri, jika Marco ada maksud tertentu. Trauma kepada laki-laki beberapa tahun yang lalu, membuat penilaiannya kepada semua makhluk adam nol besar.

"Yasmin! Ngobrol apa kamu sama tamu? Mengantar pesanan saja lama sekali!" Ketus Rina ketika Yasmin melewatinya.

"Tidak ada, Bu?"

"Awas bohong!" Ketus Rina lalu berjalan menemui Marco yang sedang makan seorang diri.

"Permisi Tuan... boleh saya temani?" Tanya Rina. Rupanya wanita itu bisa berbicara lembut juga jika dengan pria yang berkantong tebal dan wajah tampan.

Plok plok plok.

"Pelayan?" Panggil Marco, tidak menjawab pertanyaan Rina, justru menepuk telapak tangan memanggil Lila yang sedang membereskan meja tidak jauh darinya.

Rina yang baru saja duduk, wajahnya seketika memerah karena dipermalukan oleh pria di hadapannya.

"Saya Tuan..." datang Lila membungkuk hormat.

Tidak ada suara, Marco membayar tagihan tanpa berniat mengambil kembalian lalu pergi begitu saja.

**********

Sore harinya, Yasmin tidak ada keinginan untuk menunggu Marco yang berjanji akan menjemputnya. Ia merasa aneh, pria baru dikenal tapi sok akrab. Lagi pula sore ini ia tidak akan langsung pulang, melainkan ke kediaman pemilik restoran terlebih dahulu hendak meminjam uang.

Yasmin bersyukur karena waktu mendukungnya, begitu keluar dari restoran, angkutan sudah ngetem di depan dan tidak perlu khawatir akan bertemu pria sedingin es itu. Yasmin segera naik, tapi belum sepenuhnya duduk, dari lawan arah mobil hitam milik Marco datang.

Yasmin merosot dari jok lalu membungkuk khawatir keberadaannya di ketahui oleh pria yang baru ia kenal itu. Namun apes bagi Yasmin, sudah membungkuk hingga banyak penumpang yang menatapnya curiga, angkutan belum juga berangkat.

Yasmin mengangkat kepala sedikit, melihat keluar melalui kaca, memastikan Marco sudah tidak ada di tempat itu. Tetapi keringat dingin mengucur ketika Marco yang baru keluar dari restoran, berjalan menuju angkutan yang ia tumpangi.

...~Bersambung~...

1
🌷💚SITI.R💚🌷
kan bener wati kiriman budimarco..haduih smg aja tr yasmin ga tantrum pas tsu semuay
@alfaton🤴
bener kan suruhan sang Marco......gimana kabarnya keluarganya Yasmin ya ....masa ga merasa kangen kasihan.....sejahat jahatnya mestinya ya masih punya rasa kangen ama anak ada cucunya lagi......udah lima tahun masa ga ingin ketemu sih
Eka ELissa
kan art kiriman Marco...🤣🤣🫣buat bantuin kmu di rumah yass
sbar dong Marco dia itu GK mudah percaya ma orang tau yass itu orang nya hati2 percaya ma orang..
ardiana dili
lanjut
vj'z tri
kan udah di bayar 😅
vj'z tri
ini pasti ulah Dady Marco 😅
🌷💚SITI.R💚🌷
ini wati di kirim budimarcopolo kayanya
Rina
Semoga kalian selalu bahagia ya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Lia siti marlia
marco bisa aja ngerayu nya pake kasih perhiasan 🤗🤗kalau yasmin gak mau buat aku aja 🤭🤭🤭🤭
hadeh siapa tuh cewe jangan jangan yang nyari marco lagi😌
Eka ELissa
jngn 2 itu art yg di kirim Marco buat bntuin kmu...yass....
entah lah hanya emak yg tau
Eka ELissa
Marco udh jatuh cinta pada pandangan pertama yass dgn mu TPI kmrin dia lgi eror mknya lupa ma kmu yass 🤣🫣
Teh Yen
siapa yah itu ?
🌷💚SITI.R💚🌷
sopo mene iki
🌷💚SITI.R💚🌷
Aamiin. smg perjuangan kamu berhasil ya marcopolo walau pastiy ga mudah
🌷💚SITI.R💚🌷
lbh aman ya marcopolo dr pada ketahuan mau sunat
@alfaton🤴
kayaknya art buat kamu Yas.....biasa sang Marco pastinya yang nyuruh.....
@alfaton🤴
kamu pasti bohong kan Mar.......ga mungkin lah seorang pria memberi perhiasan tanpa pamrih.......dah kalau Yasmin ga mau nerima buat aku aja sini Mar......toh kamu ga ada maksud apa apa kan daripada nanti kamu buang kan sayang 😂😂😂😂😂
ardiana dili
lanjut
@alfaton🤴
lewat kotak itulah Yas yang nantinya akan ada jalinan......dua hati jadi satu keluarga .......maka diterima ya Yas....
🌷💚SITI.R💚🌷
kan udh tau tujuanya ngelamar kamu..tp caray aja marcopolo yg nyeleneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!