SERI KE 4 DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"
Menceritakan tentang perjalanan kehidupan anak gadis bernama Gendis, yang hidup dalam sebuah keluarga miskin. Namun, seiring berjalannya waktu, kekayaan datang dalam kehidupan keluarganya karena orang tua Gendis melakukan pesugihan.
Dan, karena pesugihan itu, justru menjadikan Gendis sebagai "wadah" pencari tumbal agar kekayaan keluarganya tetap bertahan.
Ritual pesugihan apa yang dilakukan orang tua Gendis?
Bagaimana penderitaan Gendis selama menjadi "wadah" pencari tumbal?
Dan, seperti apa perjalanan hidup Gendis sampai ia ditakdirkan bertemu dengan Nisa?
Selamat membaca...
.
.
.
DISCLAIMER!!!
Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, budaya, laku tirakat tertentu, dan kepercayaan tertentu dengan para pembaca semua, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 KEAJAIBAN BAGI GENDIS DAN SOSOK MISTERIUS YANG BERNAMA "SEKAR ARUM"
🌕🌕🌕🌕🌕🌕🌕
.....
.....
"Eeemmmhhh... Aduuuhhh..."
Gendis tersadar secara perlahan...
.....
.....
"NGIIIIIIIIIIIIIINNNGGG!!!"
Berdenging kencang telinga Gendis, diiringi rasa sakit yang amat sangat di kepalanya yang berdarah itu...
.....
.....
"Aaakkkhhh... Aduuuhhh..."
Gendis meringis kesakitan, masih dengan posisi tertelungkup...
.....
.....
Secara perlahan, Gendis berusaha untuk bangun...
Dengan matanya masih tertutup, diiringi suara dengingan kencang yang mulai berkurang di telinganya itu...
.....
.....
Dengan sekuat tenaga...
Gendis berusaha untuk duduk...
Sambil memegangi kepalanya yang terasa amat sakit itu...
.....
.....
Dan...
Betapa terkejutnya Gendis...
Di saat ke dua matanya itu, secara perlahan-lahan mulai terbuka...
.....
.....
"HAH??!! A-A-A... A-AP-APA??!!" ucap Gendis dengan sangat shock!
Mulai gemetar tubuhnya...
Napasnya mulai memburu...
Jantungnya mulai cepat berdetak...
.....
.....
"MA-MA-MATA... MATAKU??!! MATAKU BISA MELIHAT??!!"
.....
.....
Dengan perasaan amat sangat tak percaya...
Dengan napas yang memburu...
Dengan tubuh yang gemetar...
Dengan jantung yang cepat berdetak...
Gendis memandangi ke dua tangannya sendiri...
.....
.....
"A-A-AKU... AKU... BI-BI-BISA... MELIHAT??!!"
.....
.....
Gendis sejenak terus memperhatikan ke dua tangannya sendiri. Dengan perlahan, Gendis meraba ke dua tangannya itu. Kemudian meraba wajahnya sendiri...
"A-A-AKU... AKU... BISA MELIHAT??? AAA... AAAHHH..."
Ucap Gendis, dengan suaranya yang gemetar tak percaya atas keajaiban yang baru saja ia rasakan.
.....
.....
Gendis terlihat seperti seorang anak SD yang gila sesaat...
Ia mulai merasa takjub atas keajaiban itu...
Ia merasa tak percaya...
Ia terus menerus meraba wajahnya sendiri...
Ia terus menerus meraba tubuhnya sendiri...
.....
.....
Akan tetapi, di saat Gendis dalam kondisi batin dan pikiran yang sangat sulit dijelaskan itu, tiba-tiba...
Terdengar suara seorang perempuan memanggilnya...
"GENDIIIS... GENDIIIS..."
.....
.....
Gendis pun terkejut, becampur kebingungan...
Gendis menoleh ke kanan dan ke kiri...
Mencari sesaat dari mana suara itu muncul...
.....
.....
"GENDIIIS... GENDIIIS... KEMARILAH... MENDEKATLAH... JANGAN TAKUT..."
Suara perempuan itu kembali terdengar...
Dan kali ini Gendis seperti mengetahui dari mana asal suara itu...
Suara itu berasal dari arah belakang tubuhnya...
Suara itu benar-benar membuat rasa terkejut dan takjubnya menghilang, dan menjadi amat sangat fokus dengan suara itu...
Dan Gendis pun akhirnya menoleh ke belakang dengan perlahan...
.....
.....
Dan...
Saat wajah dan tubuhnya sudah menoleh ke belakang...
Terlihat dengan sangat jelas...
Sangat jelas...
Sudah muncul sesosok perempuan...
.....
.....
"GENDIIIS... KEMARILAH... JANGAN TAKUT..."
Ucap sosok perempuan itu...
.....
.....
Sosok perempuan itu seperti sosok wanita dewasa...
Tapi...
Sosok perempuan itu memakai pakaian seperti baju kebaya berwarna hitam sempurna...
Bagian bawah tubuhnya menggunakan kain jarik batik cokelat tua...
Di pundaknya terdapat sebuah selendang kuning keemasan...
Namun... Wajahnya dan kulit tangannya itu...
Hampir berwarna pucat pasi...
Bibirnya seperti memakai lipstik berwarna hitam...
Dan juga, di atas kepalanya yang berambut lurus rapi sepinggang itu, terdapat sebuah mahkota berwarna hitam...
.....
.....
.....
(DISCLAIMER: Betapa sulitnya saya sebagai penulis untuk menjelaskan dan menggambarkan disini, bagaimana isi batin narasumber (Gendis) saat menceritakan kejadian ini... Jadi harap maklum, jika sedikit membingungkan para pembaca... 🙏🙏🙏)
.....
.....
.....
Gendis, dengan terbata-bata, bertanya pada sosok itu...
"K-k-kamu... Si-si-siapa??"
Sosok itu tak menjawab pertanyaan Gendis...
Sosok itu malah tersenyum menatap Gendis...
Dan sosok itu kemudian berkata...
"KEMARILAH... JANGAN TAKUT... AKAN KU BERI TAHU KAMU GENDIS..."
.....
.....
Kemudian, sosok itu mulai mengangkat tangan kanannya pelan-pelan...
Gerakan tangannya seperti mengajak tubuh Gendis untuk berdiri...
Dan Gendis tanpa sadar bergerak berdiri...
Lalu tangan kanan sosok itu kembali bergerak seperti meminta Gendis untuk melangkah mendekat padanya...
Gendis pun tanpa sadar, mulai mendekat pada sosok perempuan misterius itu...
.....
.....
Dan saat Gendis sudah berada di depan sosok perempuan itu...
Sosok perempuan itu pun menyebutkan namanya...
"NAMAKU... SEKAR ARUM, GENDIS..."
😆😆 lanjut kak👍👍👍