NovelToon NovelToon
BISIKAN LUKISAN BERDARAH

BISIKAN LUKISAN BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Penyelamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

Bagi Adista, barang antik bukan sekadar benda mati; mereka memiliki jiwa, cerita, dan keindahan tersendiri. Hobinya mengoleksi barang-barang unik dan kuno selalu berhasil membawa kepuasan tersendiri, hingga suatu malam di sebuah ruang pelelangan rahasia, matanya terpaku pada sebuah mahakarya yang unik.
​Sebuah lukisan tua berbingkai emas kusam yang menggambarkan sosok perempuan dengan air mata darah.
​Ada daya tarik magis yang tak kasat mata, seolah lukisan itu sengaja memanggil namanya. Tergiur oleh keunikan dan aura mistisnya, Adista berhasil memenangkan lelang tersebut tanpa tahu harga yang harus ia bayar bukan sekadar uang.
​Sejak lukisan itu tergantung di dinding rumahnya, atmosfer berubah mencekam. Langkah kaki misterius, bau anyir yang menguap di udara, hingga bisikan ghaib yang menyayat hati mulai meneror malam-malam Adista. Sosok perempuan dalam kanvas itu seolah hidup, dan tangisan darahnya perlahan mulai merembes keluar dari bingkai, menuntut balas yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 3

​Sepeninggal Ronald, Adista mencoba menenangkan diri. Ia menatap nanar ke arah lukisan perempuan menangis darah itu. Meskipun merasa ada yang ganjil dengan noda yang sempat melumer tadi, logikanya menolak percaya pada hal-hal mistis. Ia meyakinkan diri bahwa itu hanyalah cat minyak berkualitas rendah yang belum kering sempurna. Karena harus segera memimpin rapat di kantor, Adista bergegas mengambil tasnya dan pergi, tanpa menyadari bahwa sebuah teror besar baru saja dimulai.

​Sementara itu, Ronald berkendara dengan amarah yang meluap-luap. Penolakan Adista membuat harga dirinya sebagai kakak laki-laki terluka. Untuk melampiaskan kekesalannya, Ronald memutuskan untuk pergi ke sebuah kelab malam mewah langganannya di pusat kota, tempat di mana ia biasa menenggelamkan diri dalam alkohol dan wanita.

​Malam harinya, kelab malam itu tampak sangat ramai. Suara musik dentuman bas yang keras memenuhi ruangan yang remang-remang, bersahut-sahutan dengan tawa para pengunjung. Ronald sudah menghabiskan beberapa gelas minuman keras. Kepalanya mulai terasa pening dan pandangannya sedikit kabur akibat pengaruh alkohol.

​Dalam kondisi setengah mabuk, Ronald memutuskan untuk menyewa sebuah kamar privat di lantai atas kelab tersebut. Ia berjalan dengan langkah sempoyongan menyusuri lorong yang sepi, lalu masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, menunggu salah satu wanita penghibur yang biasa ia pesan untuk datang menemaninya.

​KREK...

​Suara pintu kamar yang terbuka membuat Ronald membuka matanya yang sayu. Ia menoleh ke arah pintu.

​Seorang wanita melangkah masuk ke dalam kamar. Seketika, rasa kantuk dan pening di kepala Ronald menguap begitu saja, digantikan oleh rasa kagum yang luar biasa. Wanita yang berdiri di ambang pintu itu memiliki kecantikan yang tiada tara. Ia mengenakan gaun malam berwarna merah marun yang pas di tubuhnya, menonjolkan lekuk badannya yang indah. Rambut hitamnya yang panjang terurai indah, dan kulitnya putih bersih sehalus porselen.

​Namun, bagian paling memikat dari wanita itu adalah wajahnya. Ia memiliki sepasang mata yang dalam dan misterius, serta bibir merah merekah yang sangat sensual. Senyuman tipis yang tersungging di bibirnya memancarkan daya tarik magis yang luar biasa, sanggup membangkitkan gairah lelaki mana pun yang melihatnya.

​Ronald menelan ludah. Rasa haus akan belaian wanita langsung membakar dirinya. Ia merasa seperti pernah melihat wajah ini sebelumnya, tetapi otaknya yang dipenuhi alkohol tidak mampu berpikir jernih.

​"Wah... siapa kamu? Aku belum pernah melihatmu di kelab ini sebelumnya," ujar Ronald dengan suara berat penuh gairah.

​Wanita misterius itu tidak menjawab. Ia hanya berjalan pelan mendekati Ronald dengan langkah yang anggun, seolah melayang di atas lantai. Aroma harum yang manis sekaligus aneh—seperti perpaduan bunga mawar dan aroma besi yang samar keluar dari tubuhnya, memenuhi seluruh kamar privat tersebut.

​Gairah yang sudah memuncak membuat Ronald tidak sabar. Dengan kasar, ia melepas pakaiannya sendiri hingga polos, lalu menarik wanita itu ke atas ranjang. Wanita itu tidak menolak, ia justru membalas dekapan Ronald dengan senyuman yang sangat memikat, membiarkan Ronald menindih tubuhnya.

​Namun, tepat ketika Ronald hendak memulai hubungan intim dan menyatukan tubuh mereka, atmosfer di dalam kamar mendadak berubah sedingin es. Suara desis angin yang mengerikan terdengar di telinganya.

​Sebelum Ronald sempat menyadari apa yang terjadi, rasa sakit yang luar biasa luar biasa—seperti disayat oleh ribuan pisau berkarat—menyerang bagian intimnya. Ronald menjerit histeris ketika menyadari organ kemaluannya telah terputus dan hancur seketika oleh kekuatan gaib yang tak kasat mata.

​Belum sempat ia memproses rasa sakit itu, wajah wanita di bawahnya perlahan berubah. Kulitnya yang mulus mengelupas, berubah pucat pasi seperti mayat, dan dari sepasang matanya mengalir darah segar yang pekat. Wanita itu adalah sosok hidup dari lukisan yang dihina tadi pagi.

​Wanita itu mencengkeram dada Ronald dengan kuku-kukunya yang mendadak berubah menjadi panjang dan setajam silet. Dengan satu tarikan yang brutal, kuku-kuku itu merobek kulit perut Ronald. Kulit dan daging perutnya terbelah menganga, membuat isi perut dan ususnya terburai keluar membasahi kasur.

​Ronald melotot, memuntahkan darah segar dari mulutnya. Rasa sakitnya begitu menyiksa hingga ia bahkan tidak bisa berteriak lagi. Di tengah sekaratnya, wanita itu menancapkan tangannya lebih dalam ke dalam rongga dada Ronald, mencengkeram jantungnya yang masih berdetak cepat, lalu menariknya hingga putus dari pembuluh darah utamanya.

​Ronald seketika tewas dalam posisi mengenaskan di atas ranjang, bersimbah darah dengan mata melotot penuh kengerian yang teramat sangat. Sosok wanita itu kemudian berdiri, menatap korbannya dengan dingin sebelum akhirnya lenyap menyatu dengan kegelapan malam.

​Keesokan paginya, berita tentang penemuan mayat seorang pria di kamar kelab malam langsung menggemparkan kota.

​Adista yang sedang berada di kantornya baru saja selesai memeriksa laporan keuangan ketika ponselnya berdering. Panggilan itu datang dari pihak kepolisian. Berita yang disampaikan oleh petugas di seberang telepon membuat dunia Adista runtuh seketika.

​"Apa? Kak Ronald... meninggal?" bisik Adista dengan suara bergetar, ponselnya hampir saja terlepas dari genggaman tangannya.

​Adista segera bergegas menuju rumah sakit tempat jenazah kakaknya dievakuasi. Sepanjang perjalanan, air matanya mengalir deras. Meskipun Ronald adalah kakak yang berandalan dan selalu menyusahkannya, ia tetaplah satu-satunya keluarga kandung yang Adista miliki di dunia ini.

​Sesampainya di sana, seorang dokter menjelaskan dengan raut wajah kebingungan dan ngeri. "Kami menemukan korban di dalam kamar kelab dalam kondisi yang sangat mengenaskan dan tidak wajar, Ibu Adista. Korban mengalami luka robek parah di bagian perut hingga organ dalamnya keluar, kehilangan organ intimnya, dan jantungnya terputus. Ini terlihat seperti pembunuhan sadis oleh psikopat, atau serangan hewan buas, namun anehnya tidak ada jejak orang lain atau senjata tajam di lokasi kejadian."

​Adista hanya bisa menangis histeris di depan jasad Ronald yang sudah tertutup kain kafan. Ia sama sekali tidak tahu tentang kejadian mistis yang menimpa kakaknya. Di dalam benaknya yang terguncang, Adista mengira Ronald menjadi korban pembunuhan berencana akibat hutang judi atau masalah dengan musuh-musuhnya di dunia malam.

​Adista pulang ke rumahnya sore itu dengan hati yang hancur ber keping-keping. Rumahnya terasa sangat sepi dan dingin. Dengan langkah gontai, ia berjalan melewati ruang tengah menuju kamarnya untuk menumpahkan seluruh rasa sedihnya.

​Ia melewati dinding tempat lukisan perempuan menangis darah itu tergantung. Adista tidak memperhatikan, dan sama sekali belum menyadari, bahwa di dalam kanvas tersebut, noda darah di pipi sang perempuan kini tampak jauh lebih tebal, lebih merah, dan berkilau segar. Seolah-olah, lukisan itu baru saja mendapatkan pasokan darah segar yang baru untuk merayakan korban pertamanya.

1
Ungkar Aj
maaf ya suy untuk saat ini author belum bisa update ,hape author rusak ,tunggu seminggu lagi insyaallah author up sampai tamat /Sob/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
aduh piye sih di ulur3 mkin lama makin menjadiw saja
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
sesulit itukah berkata jujur

krn dosa lama kai skrg menempuh apa yg kau tabur

tp.setidaknjya klo berani mengakui dn bertibat akan lenih enteng tp ini tak ada niat ya sudah lah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ininlah akibatnya klo salah g mau ngaku salah jd ya di hantui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kenapa g mengku saj biar g di hamtui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduhh ini knp rupanya lukisan itu smpe ke adista krn ada dalam li gakran keluarganya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi ini rupanya anak nya di bantai padahal anak nya tak tau apa2
apakah dgn riyan juga ya
nahhh ini jadi misteri
Iis Dawina
iya kali om Harun terlibat pembunuhan laras
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha jadi ada kaitanya ya
weehhh kira2 apa ya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha apakah ada kaaitanya dgm rian
aduh entah lah
andhig Rosdiana
kita lupa tuntas apa yang sebenarnya om harun lakukan pada Laras , terimakasih udah like dan koment 👍😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ini dia yg bikin penasaran
total 1 replies
Iis Dawina
apa om Harun salah satu yg sudah membunuh Laras . trs Laras bls dendam ke bram
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahhh sekarang gmn kek buntu gitu sih
aduh kira2 kmn lagi akan melangkah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi belum di ceritakan ya perempuan iru

knp.sih susah sekali nyebut namanya hadeh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh kan semakin rahasia nya terkuak akhirnya akan bertemu di alam berbeda damar dan perempuan itu jgn bilang nama permouan itu nawang wulan/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wow akan terkuak lah apa yg selama ini terpendam

tp setifak nya g ada yg mati dlu deh kasihan jiwa adista terguncang hebat dgn kejadian kematian yg tak wajar
andhig Rosdiana
tenang tahan nafas kita kupas tuntas ya dik ...🤭 terimakasih selalu setia di karya aku ,😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apa mungkin lukisan itu minta di kemabalikan di rumah itu ya
waduh gmn dong
yg pasti kukisan nya g minta tumbal lagi
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh bahayakah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi pere.puan itu tidak meneror karna akan menemukan apa kebenaran yg akan menguak sebuah misteri wow su guh perjalanan yg tak mudah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!