NovelToon NovelToon
My Ghost Friends

My Ghost Friends

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Dunia Lain / Matabatin / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Horor / Tamat
Popularitas:180.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Sekar empat belas tahun ditakuti semua temannya. Gadis pendiam dengan rambut panjang terurai, terlebih Sekar begitu pendiam.

Sekar termasuk gadis cerdas di kelasnya. Ia juga cantik dan berkulit putih pucat. Namun, ada satu yang membuat ia ditakuti seluruh teman-temannya. Sekar suka bicara sendiri.

Sekar pernah dibawa ke psikiater oleh majikannya yang baik. Tapi dokter mengatakan Sekar baik-baik saja. Diobati ke orang pintar hingga melakukan ruqyah. Sekar sama sekali tidak bereaksi.

Petualangan Sekar dimulai saat ada kasus bunuh diri di toilet anak perempuan di sekolahnya. Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PESONA SEKAR

"Sekar ... akhiri hubunganmu dengan Danar!" pinta begitu banyak sosok dengan berbagai bentuk.

"Kau tentu tidak mau kami terbunuh semua karena kau berdekatan dengannya kan?" lanjut mereka.

Setiap Danar jauh dari sosok Sekar. Semua makhluk bisa mendekati gadis itu. Tetapi, jika Danar bersama Sekar maka jangan harap mereka bisa dekat.

"Kalau begitu Jagan dekat ketika Danar bersamaku!" perintah Sekar pada semua temannya.

"Sekar ... jangan egois!"

"Kalian yang egois!" desis Sekar pada teman-temannya itu.

"Menjauhlah selama Danar bersamaku!" ujar gadis itu lagi.

"Sekar ... kau berkhianat!"

"Aku tidak pernah membuat persetujuan dengan kalian!" sentak gadis itu.

Beruntung Sekar berada di taman di sana memang sepi anak-anak karena tempatnya sedikit angker karena pohon tua yang tumbuh di sana. Danar kembali melihat kekasihnya berbicara sendirian, remaja itu memang tak bisa melihat apa yang dilihat oleh Sekar. Tapi Danar bisa merasakan jika ada sesuatu yang beda jika berdekatan dengan Sekar, kekasihnya.

"Sekar!" panggilnya dengan tatapan menyelidik.

Sekar diam, Danar mendekatinya. Seluruh tubuh Sekar terasa ringan dan bebas dari himpitan. Gadis itu suka didekati oleh Danar.

"Katakan padaku yang sebenarnya. Kau bicara dengan siapa?" tanya Danar.

Sekar bungkam, bukan perkara mudah mengatakan keberadaan teman-teman astralnya. Gadis itu takut Danar jadi takut padanya.

"Sekar?" panggil Danar lagi.

"Ada sesuatu yang tak perlu kau ketahui Danar. Biar saja aku begini ya. Jika kau keberatan kau boleh minta putus," jawab Sekar lirih.

Walau hatinya begitu sakit mengatakan itu. Namun Sekar memilih melindungi teman-temannya. Danar akhirnya membiarkan gadisnya, ia hanya merasa akan melindungi sang kekasih jika bersamanya.

"Aku ingin kita cepat dewasa dan menikahimu Sekar!" ujarnya pasti.

Sekar terkekeh mendengar perkataan pacarnya. Gadis itu memilih tak menanggapi, walau jodoh bisa diatur manusia, tapi ia masih takut untuk memastikan jodohnya adalah Danar.

Kini keduanya duduk di kursi mereka masing-masing. Berkutat dengan buku pelajaran dan mendengar guru yang menerangkan di papan tulis. Bel akhir pelajaran berbunyi. Satu kelas riuh dan lega karena pelajaran akhirnya selesai juga.

"Selamat siang Bu guru!" seru semua murid.

Guru pun keluar disusul semua murid-murid. Danar dan Sekar paling akhir keluar dari kelas mereka. Banyak anak murid yang juga pulang sekolah. Beberapa motor menunggu mereka, sebagian anak-anak masih diantar jemput oleh orang tuanya.

"Sekar!'

"Tuan Muda?" Sekar heran dengan Reynolds yang berdiri menunggunya.

"Danar ayo!' sahut sang ayah yang sudah menunggu remaja itu.

"Aku pulang ya?" pamit Danar.

Sekar mengangguk, sebuah kecupan singkat di kening sang gadis membuat mata Sekar membola. Ayah Danar hanya tersenyum sambil menggeleng sedang Reynold diam tak menanggapi.

"Kau pacaran?" tanya Reynold yang duduk di jok belakang.

Sekar ada di sisi supir pria itu. Mobil mewah berjalan dalam kecepatan sedang. Sekar mengangguk.

"Iya Tuan,"

"Masih kecil udah pacaran!' gerutu Reynold. "Aku yang sudah setua ini aja masih jomblo!"

"Anak jaman sekarang memang begitu Tuan. Anak saya masih kelas satu SMP saja udah cinta-cintaan," sahut supir sambil tersenyum.

"Diam kau Pak Supri!' seru Reynold kesal.

Supri melipat bibirnya ke dalam. Reynold melihat Sekar melalui kaca spion tengah. Gadis itu memang sederhana, namun memiliki kecantikan alami dan tak bosan dipandang mata.

"Aku perhatikan, kau makin berisi Sekar?" ujarnya tiba-tiba walau dengan suara lirih seperti bergumam.

"Apa Tuan?" tanya Sekar tak mendengar perkataan tuan mudanya.

"Tidak ada. Lupakan!" sahut Reynold kembali kesal.

Sepanjang perjalanan hanya diam. Reynold memang tidak suka ada kebisingan bahkan mendengar musik pun pemuda itu tak suka.

Netranya kembali menelisik gadis yang duduk dengan manis di samping supirnya. Tubuh kurus Sekar kini sedikit berisi, malah beberapa bagian sudah terlihat bentuknya. Kulit pucat Sekar sekarang mulai kemerahan dan sehat. Sangat berbeda ketika baru saja datang dari kampung.

"Si itik buruk rupa kini mulai berubah jadi angsa cantik," puji Reynold pada Sekar dalam hati.

Butuh waktu nyaris satu jam sendiri untuk sampai mansion milik orang tua Reynold. Semestinya jika tak macet hanya butuh setengah jam saja.

"Aku pulang!" seru Reynold.

Sekar memilih pintu samping bukan pintu utama. Rita menyipit melihat putri dari ART nya itu memilih pintu belakang.

"Sayang ... kenapa kau masuk pintu samping?" tanyanya.

"Tidak apa-apa Nyonya. Membiaskan diri," jawab gadis itu.

Rita menggeleng tidak setuju, ia mendekati Sekar dan memeluknya. Wanita itu memang tak pernah membedakan siapapun.

"Tidak boleh sayang. Kamu harus lewat pintu utama ya jika dari luar. Semua di sini juga begitu, kecuali jika ada tamu penting baru lewat situ. Bahkan Reynold, Charlie dan Brenda harus lewat samping jika ada tamu!" jelas wanita itu lagi.

"Apa kau mengerti?" Sekar mengangguk.

Tak ada Brenda, nona mudanya membuat ia sedikit leluasa. Gadis itu tengah pergi bersama kakaknya Charlie mengurus pasport dan segala berkas untuk kepindahannya.

"Sekar ... bantu ibu dulu Nak!' pinta Tinah.

"Mbok Tin, biarkan Sekar istirahat dulu. Dia baru pulang sekolah!" peringat Rita begitu perhatian.

"Iya Nyonya!" sahut Tinah menurut.

Sekar akhirnya disuruh istirahat setelah makan siang. Gadis itu memang membutuhkan tidur untuk merehatkan tubuhnya yang kembali sakit setelah berpisah dengan Danar.

Sore menjelang, Rita pergi bersama putrinya lagi membeli koper dan lainnya untuk keberangkatan anak gadisnya itu.

Reynold memang tak kembali ke kantornya, pemuda itu ingin beristirahat sebentar karena memang pekerjaannya sudah mulai berkurang juga. Terlebih adiknya yang manja itu kadang-kadang menyusahkan dirinya.

"Lalalaala ...!"

Reynold tertegun mendengar suara indah itu. Pemuda itu memang tak pernah mendengar lagu atau apapun. Karena tak suka dengan kebisingannya.

"Lalalaala ... hatiku gembira ... aku bahagia!"

Suara merdu itu membuat Reynold pemasaran. Ia pun bangkit dari tidurnya lalu pergi ke balkon. Pemuda itu terpana melihat Sekar yang berlari-lari kecil sambil bernyanyi.

Begitu banyak wanita cantik di luar sana menggoda pemuda itu. Namun tak satupun berhasil meruntuhkan tembok yang terbangun di sana. Reynold termasuk pria dingin dan sangat tak suka berbasa-basi. Sangat jujur dalam mengemukakan pendapatnya.

Namun untuk pertama kalinya. Pemuda itu terpesona akan kesederhanaan Sekar. Gadis itu memakai mini dress warna putih dengan corak abstrak. Rambut Sekar yang hitam bergelombang, dibiarkan tergerai indah sepunggung.

"Cantik sekali!" puji Reynold bergumam.

"Rey!" pemuda itu terkejut, ia menoleh.

"Charlie? Kenapa tidak mengetuk pintu?" tanyanya kesal.

"Aku sudah mengetuknya berkali-kali!" sahut Charlie dengan kening berkerut, ia juga kesal.

"Apa sih yang kau lihat sampai membuatmu terpana seperti itu?" tanya Charlie penasaran.

Pemuda berusia dua puluh tahun itu ingin mendekati balkon, namun Reynold langsung mencegahnya.

"Sudah ... jangan kepo!" sahutnya lalu membawa adiknya ke luar kamar.

Sementara mata-mata merah saling menatap. Sekar masih saja bernyanyi dan menari.

"Sekar ... ikut kami yuk ... tempat kami lebih indah!' ajak salah satu dari mereka.

Bersambung.

Uh ... pesona Sekar membuat pada hantu mulai takut.

Next?

1
Hilmiya Kasinji
ustadz nya kalah ilmu dari pak Ahmad
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Nur Bahagia
jangan dikasih visual nya Thor 😱
Nur Bahagia
kenapa semua hantu pada menyingkir kalo ada Danar 🤔
Nur Bahagia
wuahhh buanyakkk amatt 😱
Nur Bahagia
huahh baru aja aku tadi memujimu baik Brenda.. aku cabut lagi ah pujian nya
Nur Bahagia
anak majikannya bak banget.. Brenda 🤗
Nur Bahagia
kejadian apa? 🤔
suci ika rachmawati
Novel ini...terlalu eman2 kalau ditinggalkan...critanya enteng, enak buat dibaca
Laila Zayn
haduuuuuh ga tau harus bilang apa deh....!!! pokoknya ceritanya best banget...... 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰
sukses terus untuk author dalam berkarya yaaa...... ☺😘😘😘😘😘
Laila Zayn
permisi...... saya mau mampir ya, thor ☺
Madreyol Com
what!!!sudah tamat!¡! padahal aku masih penasaran...tapi good job ,..sangat menarik
Madreyol Com
deg degan aku...boleh nanya,apa semua cerita ini berdasarkan kisah nyata... sepertinya author pernah mengalami sendiri..bener ga...
Madreyol Com
Luar biasa
Aquarius26
kyknya bagus ceritanya,,,salam kenal kak
Siti patma
cerita bagus dan tak ribet dibaca isukses terus thor/Good//Good//Good//Good//Good/
Yuni Martopo
Luar biasa
Suharnani
Harusnya kamu ambil Beasiswa mu Danar
Suharnani
Guru yg baik dan sabar
Suharnani
Aduh duh Raymond
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!