Cerita ini merupakan cerita sambungan atau sequel dari Kisah Cinta Dalam Perjodohan (Tian dan Bianka) yang memiliki dua anak Fillio dan Fillona.
Dan kali ini akan menceritakan kisah kehidupan Fillona atau Lona dengan suami (Zicko) juga Anak mereka (Zilo).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zi_12
Lisa sampai di Kantornya, dia masih sangat kesal dengan Zicko yang ternyata hanya ingin membicarakan hal itu dan bukan mengajaknya makan siang bersama seperti Bayangan nya.
Ini semua karena Wanita itu,,
Siapa sih sebenarnya dia, sampai Zicko begitu mencintai nya.
Lisa mengambil ponselnya dan menghubungi Asistennya.
" Halo Bu Lisa "
" Cari tau siapa Istri dari Zicko Brian sekarang."
" Baik Bu "
Lisa mengepalkan tangannya,,
Bahkan dia sampai melupakan identitas keluarga Lona karena dia terlalu fokus mencari tau soal Zicko laki laki yang begitu dia kagumi dari dulu.
Sementara Zicko,,
Dia sudah lebih tenang dan berharap jika setelah pertemuan bersama Lisa bisa membuat Lisa berubah dan tidak bersikap seenaknya saja. dia tidak mau jika Lona salah paham dan marah kepada nya.
Derrt,,
Ponselnya berdering dan senyuman mengembang saat melihat istri cantiknya lah yang menghubunginya.
" Sayang "
" Dad,, masih di Cafe ?"
" Ya,, Kenapa Hem "
" Aku bosan di rumah, Aku ke sana ya "
" Serius kamu ke Cafe,, "
" Ya,, Apa tidak boleh ?"
" Aku malah sangat senang Sayang,, Atau mau aku Jemput sekarang."
" No,, Aku ke sana diantar sopir "
" Baiklah Hati hati sayang,, "
Zicko menutup telponnya dan menggeleng dengan tingkah istri nya yang terkadang sangat manja dan menggemaskan.
Dia pun kembali melanjutkan pekerjaannya dengan menungggu Lona datang.
Lona sendiri bersiap, namun dia tidak menyukai pakaian rapi dan hanya memakai pakaian santainya.
" Pak, Tolong antar saya ke Cafe ya "
" Baik Nyonya "
Lona tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya.
Dia memang lebih sering menemani suaminya jika tidak ada anak anaknya di rumah.
Hingga Mobil sampai di depan Cafe,,
Lona turun dan berjalan masuk, Cafe yang selalu ramai dengan pengunjung.
" Siang Mba Lona " Ucap Salah seorang pelayan.
" Siang,, Cafe ramai banget "
" Iya Mba dari pagi "
" Syukurlah lah,, Aku masuk dulu ya "
" Silahkan Mba "
Lona tersenyum dan berjalan masuk menuju ruangan suaminya.
Tak,,
Tak,,
Tak,,
Ceklek,,
Lona membuat Pintu ruangan, namun dia mengeryit karena tidak melihat suaminya di dalam bahkan mejanya kosong namun Laptop juga ponselnya tergeletak begitu saja di meja.
" Kemana Daddy, Laptop nya masih menyala juga" Gumam Lona berjalan masuk.
" Eh,, "
Lona kaget seseorang memeluk dari belakang,,
" Hai Mommy " Bisik Zicko dengan mengecup pipi Lona.
Lona tersenyum dan mengusap lengan suaminya, dia pun berbalik menatap suami tampannya.
" Kenapa ngagetin gitu, Kalau Aku Jantungan gimana coba " Keluh Lona .
" Maaf Sayang,, Tapi jangan Jantungan dong "
Lona terkekeh dan berjalan duduk di kursi kerja suaminya.
Sementara Zicko berjalan mengikuti dan duduk di meja sembari menatap wajah cantik Istri nya.
" Baru saja aku bertemu Lisa "
Deg..
Lona Langsung terdiam, rasanya kesal dan malas jika berurusan dengan wanita itu.
" Terus dimana dia sekarang." Ucap Lona
Zicko tersenyum dan menggenggam tangan istrinya..
" Aku sudah berbicara Dengan nya soal sikapnya juga hubungan Kita, aku menjelaskan jika aku sama sekali tidak mengenalnya dan meminta dia untuk bersikap biasa saja tidak berlebihan."
Lona menghela napas nya,,
" Aku tidak mau jika kamu terus salah paham, Karena Lisa bukan siapa siapa dan hanya kamulah segalanya untuk aku serta anak anak." Lanjut Zicko membuat Lona tidak bisa berkata dan hanya beranjak serta langsung memeluk nya erat.
" Makasih Dad, Aku bangga dan sangat bahagia hidup bersama kamu."
Zicko mengangguk dan membalas pelukan istrinya serta mengecup pucuk rambut Lona.
Sandi yang baru saja datang langsung menuju ruangan Zicko dan membuka pintu tanpa lebih dulu mengetuk nya.
" Ko,, gue su_dah
Ucapan Sandi terhenti saat melihat Bos juga istri nya sedang bermesraan.
" Sorry, sorry " Ucap Sandi tersenyum kaku..
Sementara Lona Mendorong tubuh suaminya dan memalingkan wajahnya.
Rasanya sangat malu kegep Sandi di saat mereka berciuman.
" Kebiasaan main nyelonong" kesal Zicko membuat Santi tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" A- aku keluar sebentar" Ucap Lona berjalan keluar.
Walau Mereka sudah lama mengenal, namun tetap saja Lona malu karena Sandi melihatnya, berbeda dengan Lona,Zicko terlihat biasa saja seakan tidak terjadi sesuatu dan berjalan duduk di kursi nya.
" Ada Apa " Ucap Zicko menatap Sandi yang masih saja tersenyum
Sandi tersenyum dan langsung mendekat,,
" Lo lihat ini " Ucapan memberikan ponsel kepada Zicko yang langsung menautkan alisnya saat dia tau siapa Lisa sekarang.
Lisa sekarang sangat berbeda dengan Lisa yang dulu, Dulu Lisa hanyalah seorang gadis biasa dan berasal dari keluarga yang sangat sederhana bahkan biaya sekolah nya karena beasiswa yang dia dapatkan namun sekarang Lisa telah sukses menjadi seorang Pembisnis dengan memilik satu Perusahaan kosmetik di Jakarta.
" Jadi sekarang dia menjadi pemilik Perusahaan Kosmetik X ?"
" Ya, Bahkan Kosmetik yang dia jual sukses di pasaran ,setelah tamat sekolah dia tidak melanjutkan kuliah dan berjualan online produknya. Tanpa sadar banyak konsumen yang cocok hingga dia kini bisa memiliki perusahaan sendiri dan berdiri sendiri."
Sandi menceritakan semua yang dia dapatkan, tidak sulit bagi Sandi hanya untuk mencari tau soal itu.
Anak buahnya bahkan sudah tersebar di luar dan hanya dengan meminta mereka mencari tau tidak perlu menunggu lama semua informasi Langsung di dapatkan nya.
" Pantas saja sekarang dia sangat berbeda dan terlihat sangat percaya diri " Ucap Zicko dan Sandi mengangguk.
" Tapi lebih Baik Lo juga Lona tetap berhati hati, Lo tau siapa Lisa sekarang ya Lo tau maksud gue. "
Zicko mengangguk dan semua ucapan Sandi benar, jadi mulai hari ini dia harus lebih waspada dan lebih menjaga istri juga Anaknya.
Lona menatap Cafe yang masih ramai bahkan beberapa pelayan terlihat sibuk dan masih banyak meja yang makanan nya belum datang.
Lona mengikat rambutnya dan berjalan masuk ke dalam dapur.
" Ini buat meja berapa " Ucap Lona saat melihat makanan yang sudah siap .
" Mba Lona, biar nanti saja Mba " Ucap Aji
" Gapapa,, lagian banyak yang menunggu pesanan mereka, jadi meja berapa ini "
" 10 dan 12 Mba Lona "
Lona mengangguk dan membawa nya keluar, dia tidak bisa hanya tinggal diam melihat Cafe miliknya ramai seperti ini.
" Permisi,, Ini Makanan nya .. Maaf Lama menunggu " Ucap ramah Lona meletakkannya di atas meja.
" Makasih Kak "
" Sama sama, Selamat menikmati jika butuh sesuatu bisa panggil saya "
mereka mengangguk dan menikmati nya, Lona kembali memberikan pesanan ke meja lain dan terus seperti itu.
" Huuf,, Akhirnya selesai juga " Ucap Lona saat melihat semua meja sudah terdapat makanan dan semua terlihat menikmati nya."
" Permisi Kak,, "
" Oya,, Ada yang bisa di bantu Kak "
terlihat seorang remaja laki laki datang menghampiri Lona yang duduk di meja kasir.
" Saya mau bayar Meja Nomor 9 "
" Oya,, Sebentar ya "
" Semua jadi 250rb Kak "
" Ini Kak "
" Sebentar kembali nya,, "
" Tidak usah buat Kakak nya Saja, soalnya Kakak Cantik " Ucap remaja laki laki itu dan berjalan pergi begitu saja membuat Lona menautkan kedua alisnya.
Astaga,,
Masa iya gue di goda anak kecil..
Lona terkekeh dengan sikap dua remaja laki laki yang berjalan keluar dan sesekali menoleh serta. tersenyum ke arahnya.