NovelToon NovelToon
Nuri

Nuri

Status: tamat
Genre:Romansa / Duda / Berondong / Beda Usia / Tamat
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Nuryanthi Sudarma

Aku pikir aku akan memilih hidup dengan pria dewasa. Nyatanya impian itu sulit untuk diwujudkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuryanthi Sudarma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Ponsel Hamzah terus berdering sejak adzan subuh berkumandang. Sayangnya tak satu pun panggilan yang diangkat karena pemiliknya tengah berolah raga setelah melakukan shalat subuh.

Pergerakan media memang begitu cepat. Tak hanya menyentuh orang-orang dewasa bahkan anak-anakpun begitu cepat terpengaruhnya.

Hamzah kembali ke dalam kamar dan mendapati seratus lebih panggilan juga beberapa pesan masuk dari Akmal. Dia pun segera menghubungi kembali.

"Kenapa Mal?

"Gawat, Zah. Ini tentang Nuri kakakmu."

"Nuri?" Hamzah mengerutkan kening, "Emangnya apa yang dia buat?"

"Lo buka pesan yang gue kirim tadi. Sekarang!" Akmal mematikan panggilan lebih dulu.

Hamzah menggelengkan kepala saat memutar video yang dikirim Akmal. Dia sama seperti Akmal begitu terhenyak saat mendengar kalimat yang diucapkan oleh kakaknya.

Dia pun segera keluar kamar dan bertepatan dengan wajah tegang mama. Mama sendiri mengetahui video itu dari pekerja yang membantunya. Mata mama terlihat berkaca-kaca.

"Loh ma, kamu kenapa?" tanya Papa Amran yang baru saja keluar dari kamar. "Zah?"

"Ini tentang teh Nuri," balas Hamzah dan segera manik tangga untuk sampai di kamar Nuri. Papa dan mama mengikuti. Papa heran melihat mama yang berupa air mata dan Hamzah yang terlihat tergesa-gesa.

"Teh..." Hamzah mengetuk pintu dengan tidak sabar.

Nuri baru saja selesai mandi dan berganti pakaian. Rambutnya masih basah. Mendengar pintu diketuk dengan tidak sabar dia pun segera membukanya.

"Loh?" Nuri kaget melihat Hamzah, Papa dan Mama yang berdiri di depan pintu secara bersamaan. Apalagi melihat mama yang berupa air mata. "Mama kenapa?"

"Masuk dulu Teh! Kita harus bicara."

Nuri membuka pintu lebar dan membiarkan mereka masuk. Hamzah yang terkahir masuk menutup pintu.

Video itu langsung diputar oleh Hamzah. Seketika tubuh Nuri langsung menegang. Tak percaya kalau apa yang ia tutupi selama ini diketahui khalayak umum.

"Dengan siapa kamu melakukannya?" Suara papa terdengar dingin menandakan lellkai itu tengah marah.

"Pa..." Nuri memejamkan mata. Kepalang tanggung sepertinya dia harus menceritakan semua pada papa, mama dan Hamzah.

"Kita boleh miskin harta Nuri tapi jangan sampai miskin akhlak." Papa memalingkan wajah tak mau menatap Nuri.

"Papa menuduhku melakukan hal hina itu?" Nuri mengerjapkan mata menahan air mata. "Baiklah dari pada salah paham. Aku akan menceritakannya, hari itu..."

Nuri mulai menceritakan semuanya. Berawal dari dia yang tadinya akan cuti kerja tapi pihak store memintanya masuk dengan alasan teman sejawat Nuri yang lain sakit dan tidak bisa cuti secara bersamaan. Terpaksa Nuri harus menggantikannya meskipun enggan.

Sejak memasuki waktu dzuhur hujan turun membasahi langit kota Bandung. Puncaknya Hujan turun deras menjelang isya. Sedangkan itu sudah waktunya untuk dia pulang.

Karena hujan begitu deras, Nuri dan yang lain memilih menunggu sampai hujan reda. Dari pada celaka jarak pandang sudah pasti terganggu. Nyatanya sampai jam sembilan lewat hujan tak kunjung reda. Nuri berpikir ini sudah terlalu larut akhirnya dia menerobos hujan meski teman-temannya melarang.

Nuri terus menajatkan doa saat memasuki kasian yang mulai sepi. Nuri merasa senang saat sebuah mobil menyusul di belakangnya. Dia pikir malam itu tidak akan menyeramkan.

Sayangnya pada daerah yang benar-benar sepi mobil itu menubruk motor Nuri dan membuatmu terjatuh. Mobil berhenti tak jauh dari Nuri yang sedang berusaha membangunkan motor.

Seseorang yang Nuri kenal dan ia hormati di tempat kerja langsung menariknya masuk ke dalam mobil. Dan hal yang tak pernah diinginkan oleh setiap perempuan itu tak bisa Nuri hindari. Sekuat apapun dia melawan dia tetap kalah.

Air mata membasahi pipi Nuri yang sedang bercerita. Mama langsung memeluk Nuri erat ia pun ikut menangis. Sebagai orang tua dia merasa bersalah kerena dulu mereka tidak seperti sekarang. Membuat Nuri yang memang terlahir sebagai anak sulung harus bekerja keras demi membantu perekonomian keluarga.

"Mama ingat saat mama menghubungi melalui sambungan vidio aku menolak?" mama mengguk. "Malamnya kejadian itu terjadi."

"Besoknya aku ingin melaporkan kejadian itu pada polisi. Sayangnya aku mendapat kabar dari temanku kalai dia pergi keluar negeri. Dia kabur."

Papa mengepalkan tangan. Sedih, kesal dan penyesalan bersatu mengobrak abrik perasannya. Begitu pun Hamzah. Tak menyangka kalau kakak yang selama ini selalu tersenyum hangat pada keluarga menutupi hal yang amat pedih.

"Semalam pak Irsya melamarku aku sempat menolak tapi dia terus menanyakan alasannya. Dia pun meyakinkan apa pun kekuranganku dia akan menerimanya." Nuri menghela nafas sebanyak mungkin.

"Aku bingung tapi aku tak ingin suatu hari dia mengungkit ini karena dia merasa tertipu olehku. Dengan pertimbangan aku pun mengatakannya."

"Berarti dia yang merekam dan menyebarkan vidio itu." Tangan Hamzah mengepal.

"Jangan asal tuduh, Zah. Kita belum tahu apa memang dia pelakunya atau bukan." Mama mengingatkan, tak ingin anaknya gegabah.

"Ma, kalau bukan dia siapa lagi. Teteh mengatakan itu pada dia 'kan? Kalau itu orang lain emang apa kepentingannya. Kalau pak Irsya jelas dia punya alasan karena ditolak." Hamzah berbalik dan melangkah.

"Hamzah," Suara papa yang terdengar dari biasanya menghentikan langkah Hamzah.

"Pa aku gak bisa diem aja ngeliat vidio ini semakin tersebar. Pelakunya pasti sedang tertawa puas melihat ini. Teteh tenang aja, aku akan berusaha mencari pelaku yang sesungguhnya." Jiwa anak muda tengah bergelora. Kemarahan Hamzah tak bisa dicegah.

Dia meninggalkan rumah dengan rumah pak Irsya yang menjadi tujuan.

Bersamaan dengan itu dia bertemu Akmal. "Zah," teriak Akmal.

Sayangnya yang dipanggil tak berhenti. Akamal langsung menyusul, dia yakin sikap Hamzah berkaitan dengan kabar yang dia berikan. Dua pun segera menyusul.

Padahal niatnya dia ingin menemui Nuri yang pasti syok dengan kabar itu. Dengan niat baik ingin membesarkan hatinya. Tapi setelah dipikir-pikir yang penting bukan hanya itu. Dia harus mencari si pelaku.

Dua motor melesak di jalan raya dan berhenti di depan rumah dua lantai bercat putih. Pintu gerbangnya menjulang tinggi.

"Saya ingin bertemu pak Irsya," ucap Hamzah pada stapam.

"Bapak lagi dinas. Anda bisa menemuinya nanti sore."

"Saya butuh bertemu dia sekarang." Hamzah menekankan suaranya.

Melihat Hamzah yang terlihat emosi, satpam jadi berpikir kalau Hamzah adalah orang yang berbahaya.

Dia hendak kembali masuk tapi di tahan oleh Hamzah.

"Katakan! di rumah sakit mana dia dinas?"

Satpam menepis tangan Hamzah. "Pergi atau saya laporkan kamu sekarang," ancam si Satpam.

Hampir saja Hamzah melayangkan kepalan tangan pada wajah satpam itu. Untungnya Akmal tiba dan segera menahan.

"Bukan dia yang kita cari." Akmal menempuk pundak Hamzah. Sedangkan si satpam buru-buru masuk dan mengunci pintu gerbang. "Ikut aku kita cari dia di rumah sakit."

1
⚞ል☈⚟ MymooN
lanjutannya mana
Doli Sinaga
aku tunggu2 , lanjutan cerita nya kok ga ada , eh ternyata aku baru lihat ampe di bawah , cerita ini sudah tamat , cepat amat thorrr........ lanjut dong thorrrrr plisssss
Nuryanthi Sudarma: lagi diusahakan bisa baca dulu yang ini "Penyesalan Almira"
total 1 replies
Elfrina Binelka
kok sdh end thor
U²n
Wkwkwkkkkkkkk...
#lesti ikutan nimbrung🤭
Nuryanthi Sudarma: hah typo lagi 😂
total 1 replies
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
Akmal jodoh Nuri
U²n
Fisika???
U²n
kesurupan???
Nuryanthi Sudarma: jarinya jempol semua 🤧🤧🤧🤧 jadi ada typo mulu. Padahal udah disisir kok
total 1 replies
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
Ceritanya bagus
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
Ada apa dengan Nuri di masa lalu
⚞ል☈⚟ MymooN
alisa istrinya siapa dh? bengis bgt jd perempuan
⚞ል☈⚟ MymooN: oia iya lupa saya
total 2 replies
⚞ል☈⚟ MymooN
ini mksdnya gmn tersenyum tangan mereka?
Nuryanthi Sudarma: itu typo, Kak. Maksudnya "tersentuh tangan mereka."
total 1 replies
𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜🎯 Tati
Dari kemarin mau komentar ga jadi-jadi, sinyalnya ampuun
𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜🎯 Tati
Senang sekali karyamu hadir kembali
Nuryanthi Sudarma: Terima kasih loh semoga terhibur ya
total 1 replies
hana
yang tolol itu si Arsyan,
percuma bikin strategi naruh penjagaan tapi masih bisa kecolongan😒😒😒
⚞ል☈⚟ MymooN
ya ya ya
U²n
Sama, Kak...
Dsn juga hujan, tapi dipeluk ama Ayang🤪
Nuryanthi Sudarma: yaaaaaahh aku gak ada teman dong.🤧
total 1 replies
yanneBee
yaaaa😊🤭
Anna Kusbandiana
yayayaaaa...😅😅😅
yanneBee
manis bgt yaaa suaminya nuri tp klo ingt klakuanya yg dulu jd sebel
hana
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!