Tisha adalah seorang gadis yang tinggal bersama bininya. Iya dibohongi oleh bibinya sendiri. Dan hampir terjadi pernikahan sedarah. Selain itu bibi Tisha seorang yang mata duitan. Iya tega menghancurkan hidup keponakannya sendiri. Bahkan iya rela mengorbankan Tisha hanya demi uang. Dan seseorang yang tega merenggut kehormatannya. Bahkan Pria itu dan Ibunya tega membunuh Tisha. Hingga pada akhirnya Tisha bisa membuka semua kejahatan pria dan wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
meniti karir 6
pov Riyan
wanita itu?? ternyata sifatnya tidak pernah berubah.. tapi ada, masalah apa ya.. sampai sampai dia tega memfitnah tisya.. entah kenapa aku jadi ngerasa aku harus, melindungi tisya. tisya.. tisya dia lagi apa ya.. sekarang.. aku ngerasa kangen sama dia.. .
pov tante ika..
"halo! ". bereskan semuanya malam ini. " bicaranya sama seseorang di telfon. " baik bu! " jawab seseorang di telfon.. mampus sekarang kamu tisya.. kali ini aku pastikan kamu akan menyusul orang tuamu di neraka. hahahaha.. awas kamu.. kalau pun kamu selamat.. aku pastikan wajahmu rusak..
tak lama kemudian orang suruhan ika pun melaksanakan tugas yang diperintah ika. mereka membakar tempat tinggal tisya.
sementara tisya sedang terlelap tidur.. dan dengan cepat.. api pun merambat ke seluruh ruangan... dan tisya pun terbangun karna iya, merasa nafasnya sesak.. " uhuk uhuk uhuk.." ya Allah.. ada apa ini?? hah! kebakaran..??? tolong.. tolong... tolong... uhuk uhuk uhuk.. dan akhirnya tisya pun pingsan. dan seseorang misterius telah menyelamatkan tisya..
pov tisya
aku membuka mataku.. aku merasa sangat pusing.. tubuhku sakit semua..
"tisya.. tisya.. " seseorang menyadarkanku..
" kamu sudah sadar tisya..?? " kata seseorang itu lagi.. " aku tidak bisa berkata banyak.. hari ini.. aku merasa, lemas".. dan aku sadar yang menyadarkanku adalah Rika.. dan disampingku seperti aku sangat kenal dengannya.. ya dia adalah kak Riyan..
" dimana aku? " tanyaku.. " kamu di rumah sakit sya".. jawab kak Riyan.. " kak Riyan.. kapan kakak pulang? "gimana kabarnya kakak".. tanyaku. " tisya meskipun dalam keadaan begini.. kamu masih bisa peduli dengan keadaan orang lain.. ".
singkat cerita!
seminggu di rumah sakit kak Riyan yang menjagaku.. kini keadaanku sudah membaik.. dan aku pun boleh pulang..
dan aku dibawa, kak Riyan ke rumah barunya.. dan kak Riyan juga yang merawat aku... aku merasa dia seperti kakak aku.. entah perasaan apa, ini.. perasaanku bingung.. apa aku suka sama kak Riyan atau tidak.. ataukah perasaan ini hanya perasaan sayang seorang adik kepada kakaknya?..
kak Riyan yang begitu perhatian sama aku..
aku menghampiri kak Riyan.. " kak" sapaku..
" iya ada apa? " jawab kak Riyan.. " kak.. terimakasih ya.. atas semuanya.. aku tidak tau harus bagaimana aku membalas, kebaikan kakak... tapi aku janji kak.. kelak. . aku akan mengganti semuanya.. rumah yang udah terbakar... " kataku. " sssuuuutt.. kak Riyan menutup bibirku dengan telunjuknya. " jangan bicara seperti itu tisya.. aku iklas, nolong kamu.. ".. kemudian kak Riyan menempelkan dahinya ke dahiku.. dan berkata.. kamu sangat berarti bagiku tisya.. aku sayang kamu.. perasaan ini tidak bisa aku tahan lagi.. aku mencintai kamu.. aku ingin kamu menjadi pendamping hidupku.. " kata kak Riyan.
seperti petir yang menyambar.. entah kenapa tubuhku gemetar kak riyan berkata seperti ini.. aku merasa takut.. aku merasa bersalah.. kak Riyan berbicara seperti ini..
lalu aku melepaskan pelukanku dengan kak Riyan.. dan dengan tegas aku berkata.. " maaf kak.. aku tidak bisa.. aku masih ingin menggapai cita cita ku kak.. aku ingin jadi orang sukses.. " kataku. lalu kak Riyan menggenggam kedua tanganku.. dan berkata.. aku akan menunggumu tisya.. sampai kamu sukses.. dan aku akan menunggumu sampai kamu siap.. ( jawabnya).. " baik jika itu keinginan kakak.. silahkan.. ". kataku.. oh iya aku ke kamar dulu ya kak.. ( pamit ku)
pov Riyan..
apakah aku salah ya.. jika suka sama tisya... ?
apa perasaan ini salah?.. atau apa yang terburu buru mengucapkan ini?
aku tidak mau buat tisya merasa ilfil dengan aku... yah.. aku harus perbaiki besok pagi..
aku tambah kagum sama tisya.. karna pendiriannya.. iya tetap berpegang teguh pada cita citanya.. iya ingin menjadi dirinya sendiri.. sekian banyak aku kenal dengan perempuan.. tapi tisya ini yang paling berbeda sendiri..
pov tisya..
tok.. tok.. tok.. kak Riyan mengetok pintu.. " tisya.. boleh kakak masuk..? " tanyanya.. " iya boleh kak.. " kataku.." tisya.. yang tadi malam itu lupakan saja ya.. aku hanya reflex tadi malam berbicara seperti itu.." kata kak Riyan.. " iya kak.. tidak apa kok.. " kataku..
ya udah aku bersih bersih dulu ya kak.. kali ini kakak tidak boleh melarangku ya.. " kataku.. " iya Sudah kalau itu maumu".. kata kak Riyan.
aku pun membersihkan semua ruangan dirumah kak Riyan.. dan ketika aku membersihkan ruangan kerja kak Riyan.. aku tidak sengaja menjatuhkan sebuah brosur.. aku tidak sengaja membaca isi brosur itu.
Kompetisi dsign..
wah lumayan ini.. mending aku ikut kontes ini.. siapa, tau ini adalah jalan bagi aku.. untuk meniti karir.. bismillah.. aku bilang dulu sama kak Riyan.. ketika aku mau keluar ruangan.. tiba tiba kak Riyan pun datang.. dan aku bilang kalau aku mau jadi peserta lomba dsign.. dan aku pun menunjukkan hasil dsign Aku padanya.. dan kak Riyan pun menyetujuinya dan memasukkan aku sebagai peserta.. dengan reflek aku pun memeluk kak Riyan.. entah kenapa aku merasa hangat saat memeluknya..
Suara seorang wanita yang tiba-tiba memanggilku. "Ada apa, Bi?" jawabku.
Ya wanita yang ku panggil Bibi itu adalah Bibi ku.
bla bla bla bla