NovelToon NovelToon
Bakat Tanpa Batas

Bakat Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Karir
Popularitas:233.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: airis28

'Erlangga Saputra' atau yang biasa di panggil 'Rangga' adalah anak payah, bodoh, pemalas, dan sangat tidak berguna!

hingga suatu saat, ketika ia terbangun dari koma, dan perlahan-lahan menyadari keanehan dalam dirinya.
"sejak kapan aku bisa ini itu? sejak kapan aku bisa melakukan semua hal?"

"apakah kau terbangun dan menemukan sistem?"
"tidak!"
"apakah kau manusia dari dunia lain dan merasuki tubuh Rangga?"
"tentu saja ini adalah diriku sendiri, mana mungkin aku tidak mengenal diriku sendiri?!"

lalu mengapa tiba-tiba dia menjadi jenius dan serba bisa?

penasaran?
silahkan di baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airis28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tidak!!

Mulutku menganga heran. Biar ku katakan sekali lagi. Dia benar-benar gila!!

“Apa maksud anda?” Tanyaku bingung. Bukan Cuma aku yang heran, bahkan William membelalakan matanya. Terkejut dengan perkataan ayahnya barusan kepadaku. Menjadi anaknya? Ha? Kenapa?

“aku turut berduka untukmu, aku dengar keluargamu sudah meninggal akibat kecelakaan 3 tahun lalu. Dan kini kau tinggal dengan pamanmu. Jadi karna itu aku mengajukan diri untuk merawatmu, dan menjadikanmu anak angkatku”

Orangtua konyol ini.... kejadian itu sudah berlangsung 3 tahun yang lalu. Dan dia malah menceritakannya lagi yang membuatku mengingat kenangan sedih dahulu. Apa dia tidak belajar akhlak sama sekali? Padahal anaknya ‘William’ sangat berakhlak. Eh.... apa tidak punya akhlak juga ya?

Lagi pula, dia pasti berbohong, tidak mungkin hanya karna alasan SIMPATI karna keluargaku meninggal, dia mau menjadikanku anak angkatnya. Lagi pula, aku sudah di rawat oleh paman. Jika dia benar-benar bersimpati, dia pasti akan mengangkat anak yang lebih menderita dariku.

“Jika kau mau menjadi anakku, aku bisa memberikanmu semua kekayaan ini dan menjadikanmu salah satu pewarisku”

Waw.... menjadi pewaris dari keluarga Hermantono yang kaya raya?? Siapa yang tidak mau? Di antar jemput dengan mobil mewah dan di kawal banyak bodiguard. Apalagi tinggal di rumah semewah ini dan jajan sehari 1jt!!

“maaf, saya menolak!” jawabku langsung. Aku gila ya menolak semua kekayaan ini? Ya, tidak apa-apa.... panggil saja aku ‘Rangga Si Gila’.

Kau pikir aku akan langsung menerima tawaranmu yang mencurigakan itu?

Oh no...

Oh no...

Oh no.. no.. no.. no....

Kan jadi nyanyi.....

“Kenapa tidak mau?”

“jika aku jadi pewarismu, berarti aku harus mengurus semua perusahaanmu kan? Ogah sekali.... kalau jadi orang kaya aku mau, tapi kalau jadi sibuk, aku menolak.” Yah... ini juga salah satu alasan aku menolak, sebenarnya ada banyak alasan untukku menolaknya.

Dan salah satu alasanku menolak menjadi anak angkatnya....

Aku melirik William yang sedari tadi menunduk tanpa mengucapkan sepatah katapun, sambil mencengkram tangannya sendiri kuat-kuat.

Entah kenapa, kalau aku menerima tawarannya untuk menjadi anaknya, aku merasa menjadi PEBAPOR (PErebut BAPak ORang) apa sih... ko malah jadi bikin singkatan ga jelas?

“sayang sekali... aku jadi merasa patah hati” kata Fathoni dengan expresi yang di buat-buat. Entah kenapa rasanya ingin ku pukul wajah itu!

“Dan lagi paman...” aku mulai serius. Fathoni juga mulai menatapku serius. “apa anda tidak sedih dan marah karna aku melukai jari William?” ini pertanyaan yang membuatku sangat penasaran, bahkan setelah aku bangun dari koma, William tidak membicarakan soal kejadian di laboratorium dulu.

“Kenapa harus marah padamu? Itu adalah kesalahan William sendiri yang ceroboh tidak bisa menghindari kecelakaan kecil itu”

ha? Dia bilang apa? Hei.... yang ceroboh itu aku loh. Karna aku begitu ceroboh, hingga larutan yang ku buat tumpah mengenai William. Dan lagi, ini kesalahanku karna tidak mendengarkan penjelasan profesor dan malah membuat ramuan asal-asalan.

“Dan sebagai daddy William, aku mewakilkan permintaan maafnya padamu karna sudah membuatmu koma” Fathoni tersenyum cerah. Sepertinya dia sudah sangat ahli dan Pro memakai senyuman bisnis.

Hei.... kenapa dari tadi rasanya dia selalu menyalahkan William? William kan putra kandungnya sendiri. Memikirkan sikapnya pada putranya sendiri, aku jadi semakin bersyukur sudah menolaknya menjadi anak angkatnya!

Dan lagi... itu adalah kesalahanku sendiri yang membuat William marah hingga reflek melemparkan sesuatu padaku. Juga... aku ini koma dalam keadaan sehat wal afiat loh. Sedangkan jari William terluka bakar karna ramuan asal-asalan yang ku buat.

Aku melirik tangan William yang terbungkus sarung tangan hitam itu. Jangan-jangan.....

William semakin mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dia pasti marah.

Mm... sepertinya suasana disini semakin menjadi tidak enak.

“Um... paman, bibi menyuruh saya pulang jam 2 siang, saya harus segera pulang, kalau tidak nanti dimarahi oleh bibi saya”

William melirikku, karna tau kalau aku baru saja berbohong. Bibi sama sekali tidak menyuruhku untuk pulang lebih awal, bahkan menyuruhku untuk berlama-lama main di rumah William dengan alasan "kapan lagi bisa main di rumah anak sultan? Itu enak loh.. kalau bibi jadi kau, bibi akan meminta menginap disana"

Enak darimananya? Saat baru sampai disini saja, rasanya aku sudah mau pulang! Meskipun rumah ini menabjubkan sampai menyilaukan mata, tetap saja, aku ingin pulang!!

“jadi bibimu sering memarahimu? Jika kau jadi anakku, aku tidak akan memarahimu.”

Bulshit!! Kau pikir aku percaya perkataanmu itu? Dari tadi saja kau menyalahkan William atas kecelakaan yang ku perbuat. Jika sikapmu ke anak kandungmu saja seperti itu, apalagi ke anak angkat?!

“Tidak! Terimakasih!” ucapku tegas.

“baiklah... baiklah... tapi aku tidak akan menyerah mendapatkanmu” Fathoni kembali tersenyum, senyumannya itu penuh dengan ambisi. Aku jadi merinding.

Sepertinya aku sudah mulai bisa menerka-nerka, kenapa Fathoni sangat berambisi ingin menjadikanku anaknya.

“Paman, kau ingin menjadikanku anakmu karna aku tiba-tiba menjadi pintar dan kuat setelah bangun koma kan?” aku menyipitkan mataku menatap Fathoni.

Aku yakin sekali memang ini jawabannya, karna saat aku sampai disini, hal pertama yang dia tanyakan adalah keadaanku yang aneh setelah bangun dari koma.

“oh... aku ketahuan” Fathoni sama sekali tidak mengelak dari perkataanku. Apalagi wajahnya yang pura-pura terkejut atas perkataanku itu, ughh.... rasanya benar-benar ingin ku hajar. “kau benar sekali, karna kau jenius dan lebih kuat dari William, kau sangat sempurna untuk menjadi pewarisku.” William yang menunduk semakin mengepalkan tangannya kuat.

Hoi.. hoi.... apa tidak salah? Kau membanding-bandingkan putramu dengan anak lain di hadapannya. Dan lagi... kau mencari anak yang sempurna untuk di jadikan ahli waris? Kalau begitu, kau beranak robot saja sana! Aku jadi merasa sangat beruntung karna orangtuaku sangat menyayangiku dan menerimaku apa adanya meskipun aku sangat bodoh, payah, dan tidak berguna.

Ha... cukup! Aku sudah muak berada disini!! Aku langsung berbalik untuk keluar dari sini secepatnya. Tidak peduli meski di anggap tidak punya akhlak.

“tunggu”

aku berhenti, berbalik dan menoleh pada Fathoni. Apalagi sih?

“aku akan mengantarmu.” Dia mengatakannya dengan senyuman bisnisnya itu. Ughhh.....

“Tidak!” tolakku langsung. “aku datang bersama William, bukan kau. Jadi William yang akan mengantarku pulang.” Dan lagi, aku pasti sama sekali tidak akan nyaman jika berada dalam 1 mobil dengan Fathoni, karna dia pasti akan terus membujuk/memaksaku untuk menjadi anak angkatnya. Itu mengerikan!

“Lagi-lagi aku di tolak. Baiklah... kau bisa pergi sekarang” kata Fathoni dengan wajah yang di buat-buat memelas itu. Ughh!!

Fathoni menatap William. “William, antar nak Erlangga pulang ke rumahnya sampai selamat” nada bicaranya dengan William kaku sekali. Sama sekali tidak ada lembut-lembutnya!

“baik daddy” William menundukkan kepalanya pada ayahnya. Lalu berbalik dan berjalan keluar dengan di ikuti olehku. Tentu saja! Dia pasti marah dan kesal karna ayahnya begitu baik padaku, sedangkan pada dirinya biasa saja. Apalagi ayahnya membanding-bandingkan dia denganku.

Padahal menurutku William anak yang sangat membanggakan, dia pintar dan kuat. Dia bahkan bisa seimbang bertarung dengan penjahat yang juga bisa beladiri. Padahal umurnya sama denganku, masih 17 tahun. Sedangkan aku... kekuatanku dan kepintaranku ini hanya karna suatu keberuntungan!

1
walk_ing
riki? laki-laki? kalau iya... gue pikir selama ini perempuan 😑
walk_ing
emang, wkwkwkwkwk
walk_ing
siapa lagi, William lah.
walk_ing
prince ini mengingatkan gue sama kudi putih di film Rapunzel. siapa namanya ya, Maximus?
walk_ing: *kuda
total 1 replies
walk_ing
baru nyadar?
walk_ing
lebih baik lah. daripada hanya pakai sarung kek Super Dede, wkwkwkwkwk
walk_ing
bibinya lebih takut halamannya hancur, daripada dia yang hancur, wkwkwkwkwk
walk_ing
wkwkwkwkwk. lengkap sudah. hancur, sirna dan musnah.
walk_ing
nah, ini bukan termasuk dalam kesialan. ini adalah kelalaian. bilang aja selama ini kau lalai
walk_ing
bersyukurlah tidak tinggal kelas.
walk_ing
hal yang patut disyukuri. setidaknya masih bisa masak mie.
Endro Budi Raharjo
tepuk jidat....
Endro Budi Raharjo
krn jarang lihat bola jg.....sy anggap bagus sj
Endro Budi Raharjo
cemburu ya....
Endro Budi Raharjo
maaassss....godain kita dooinnkk
Endro Budi Raharjo
hhhhhh......misi baru
Endro Budi Raharjo
ternyata..cm salah....
Endro Budi Raharjo
wah kok jd amburadul....
Endro Budi Raharjo
kok jd curhat...
Endro Budi Raharjo
potong sj lidahnya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!