Gadis cantik bernama Ryu Jin mengalami penyiksaan dari kedua orang tua angkatnya dan pengkhianatan Alex kekasihnya. Hampir saja ia terbunuh oleh orang-orang Alex dan diselamatkan Guru Ken.
Ia kemudian bertransformasi menjadi seorang ahli pedang dan pengawal tingkat tinggi. Namun ia belum bisa melupakan masa lalunya dan menyimpan bara dendam dihatinya. Takdir membuatnya bertemu dengan Nicholas yang menyewanya untuk menjadi pengawal pribadi Isabel istrinya. Nicholas menawarkan bantuan pada Ryu Jin untuk membalas dendam dan sebagai balasannya Ryu Jin harus menikah dengannya.
Bagaimana akhir kisah mereka, akankah benih cinta tumbuh diantara Nicholas dan Ryu Jin dan bagaimana dengan Isabel istrinya....akankah mereka bisa bersama?
up setiap weekend
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Part 13 : Rengekan Ryu Jin
Malam menjelang di ruang makan keluarga Guru Ken, Paman Honzo, dan para asistennya termasuk Ryu Jin telah berkumpul. Sesekali terdengar canda tawa diantara mereka, Guru Ken pun sesekali menimpali dan terkekeh. Ryu Jin seperti biasa diam menikmati makan malamnya meskipun terkadang senyum tersungging di bibirnya.
"Guru...." Ryu Jin meminta perhatian Guru Ken
" Bolehkah besok aku tidak pergi? " pintanya
"Kenapa...apa kau sakit Ryu-chan?" tanya Guru Ken
" Tidak....aku baik-baik saja guru hanya...."
" Hahahaha.....adik masih kesal pada tuan Nick rupanya..." sahut Eiji disambut tawa yang lain
" Kesal....ada apa...kenapa kau kesal..." tanya Guru Ken
" Ryu-chan kita ini siang tadi digoda tuan Nick guru...." jawab Ryuga
" Haahaha....lihatlah guru memerah wajah nya" timpal Daisuke
Guru Ken tersenyum sedangkan Ryu Jin menatap tajam senior-senior nya.
" Guru....gantikan posisiku dengan Daisuke atau kak Ryuga saja bisa kan....Aku....." belum juga Ryu Jin menjawab sudah dipotong Guru Ken.
" Ryu-chan....kau satu-satunya wanita disini cuma kau yang pantas mendampingi para tamu yang datang. Wanita lebih bisa memahami keinginan para tamu jika dibandingkan dengan kakak-kakak mu itu."
" Sudahlah....ada apa denganmu Ryu-chan ku sayang, biasanya kau semangat jika harus berjalan jalan. Lupakan kejadian tadi siang ya...." sahut Eiji sambil menepuk bahu Ryu Jin
" Dengar Ryu-chan...Tuan Nick mungkin tidak bermaksud menatapmu begitu....ia mungkin hanya penasaran saja. Kau tahu hanya sedikit wanita yang memakai topeng mungkin dia terkejut. " Daisuke menepuk tangan Ryu jin
Ryu Jin membalas dengan menyeringai. Guru Ken menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
" Tenang jika Tuan Nick macam-macam dengan adik kecilku akan kuberi pelajaran dia." ujar Ryuga sambil menunjukkan sedikit tinjunya.
Mereka pun tertawa, sementara Ryu Jin semakin dongkol mendengar olokan mereka.Mau tidak mau Ryu Jin harus tetap berangkat.
Sebenarnya ia tidak mempersalahkan kejadian tadi siang hanya saja setiap mengingat tatapan tuan Nick hatinya mulai terasa aneh. Ia hanya tidak ingin suasana berubah menjadi tidak profesional.
Setelah makan malam para asisten menuju ke ruang kerja. Beberapa persiapan harus diselesaikan sebelum pagi menjelang.
Perguruan Shenin yang didirikan Guru Ken awalnya hanya perguruan seni bela diri biasa namun seiring waktu berkembang menjadi jasa penyedia keamanan tingkat tinggi bagi para penggunanya.
Mereka tadinya hanya menyediakan penjagaan bagi para tamu Guru Ken yang notabene adalah orang-orang penting tapi kemudian banyak permintaan untuk menyewa pengawal-pengawal terbaik yang tentu saja berasal dari murid-murid perguruan.
Sumbangan dana dari beberapa donatur tetap dan juga bantuan dari para tamu yang datang digunakan untuk membeli alat-alat pengamanan canggih. Aset perguruan diatas namakan yayasan keamanan Black Eagle. Pengembangan usaha Black Eagle juga di-support oleh organisasi kriminal lain yang teraliansi kuat di dunia seperti tentu saja, Yakuza.
Para murid Guru Ken memiliki keahlian khusus yang berbeda-beda dan memiliki track record sangat memuaskan.
Beberapa peralatan disiapkan dengan baik, kamera pengintai khusus, rompi anti peluru, senjata ringan shiruken dan kunai juga telah dipersiapkan. Tak ketinggalan pula alat komunikasi khusus. Setelah beberapa jam mereka keluar dan mengunci kantor dengan kartu pass yang hanya dimiliki para asisten.
...----------------...
Nick mengenakan jinbei yang sudah disiapkan. Adrian telah meninggalkannya untuk beristirahat dikamarnya. Nick masih belum bisa memejamkan matanya. Hati dan pikirannya gelisah mengingat kejadian siang tadi.
"Sepertinya aku telah bersikap berlebihan kepada nona itu, harusnya aku tidak memandangnya begitu." gumamnya
" Aaah....kenapa aku merasa bersalah? Cck...ada apa denganku..."
Nick menggulingkan badannya ke kiri dan ke kanan. Entah kenapa hatinya gelisah dan ia bahkan melupakan Isabela, istrinya.
" Besok aku akan meminta maaf pada Nona itu. " tekadnya, tak lama ia pun mencoba memejamkan matanya.
...----------------...
Ryu Jin memasuki kamarnya, badannya letih sekali. Perlahan ia membuka pakaiannya satu persatu, melepas ikatan rambutnya dan juga topengnya. Ia melangkah ke dalam kamar mandi, berendam sejenak dalam air hangat.
" Mata itu...." desisnya sambil menatap langit-langit.
" Mata yang indah....kenapa aku merasa seperti ini...aneh..."
Sepanjang menjamu tamu Guru Ken ia tak pernah sekalipun merasakan hal seperti ini. Gugup....ini yang dirasakan ketika berdekatan dengan Nicholas.
Sekuat apa pun ia mengelak dari rasa ini sekuat itu pula rasa gugup datang dengan lebih kuat. Ryu Jin menghela nafas, semoga semua berjalan lancar. Matanya mulai mengantuk ia segera menyudahi mandinya dan segera memakai jinbeinya. Merebahkan badannya dan berusaha menutup matanya.
...----------------...
Keesokan harinya....
Ryu Jin telah bersiap, ia memilih pakaian yang lebih feminim. Meski cuaca belum terlalu menghangat ia memilih memakai dress cantik warna Salem selutut dan berlengan panjang. Tentu saja ia tak lupa menyelipkan beberapa senjata kecil dikedua pahanya. Ia juga memasukkan senjata api kecil di dalam tasnya.
Ryu Jin menyisir rambutnya, mengikatnya separuh bagian. Memoles pipi dan bibirnya dengan perona lembut. Terakhir ia pun memasang topeng kesayangannya.
" Perfect..." gumamnya
Ryu Jin keluar mengenakan sepatu, ia berjalan menuju kantor disana para senior sudah menunggu.
" Apakah semua sudah beres?" tanya Ryuga pada Eiji
" Yup.....semua sudah selesai kita tinggal berangkat. " jawab Eiji sambil mengecek semua perlengkapan bawaannya.
Hari ini mereka berpakaian berbeda, klo biasanya selama di dalam perguruan mereka memakai yukata kini mereka memakai pakaian casual. Sengaja dibedakan dengan para pengawal Nicholas. Alat komunikasi dipakai di telinga, dan dilakukan cek terakhir.
Tak lama mereka pun keluar ruangan beriringan. Di halaman sudah bersiap 5 mobil yang disiapkan khusus semalam oleh para junior mereka. Satu mobil berisi Nicholas dan Adrian akan berada ditengah. Yang lain akan mengikuti mobil terdepan yang akan dijaga Ryuga dan Daisuke sebagai penunjuk arah.
Nick keluar dari rumah tamu diiringi sekretarisnya Adrian,
" Selamat pagi Tuan..." sapa Ryuga dengan menunduk hormat
" selamat pagi.....jadi kita berangkat sekarang?" tanya nya
" Segera setelah Guru Ken datang Tuan. " jawab Ryuga
Nick mengangguk, kemudian matanya tanpa sengaja melihat ke arah Ryu Jin. Hari ini ia tampil berbeda. Pakaian yang dikenakannya sungguh cantik dan membuat tubuhnya semakin indah dilihat. Tanpa disadari Nick tersenyum padanya. Ryu Jin yang merasa ada yang menatapnya dirinya hanya bersikap dingin.
Tak berapa lama Guru Ken datang,
" Maaf tuan membuat anda menunggu lama" kata Guru Ken sambil menunduk
" Oh...tidak Guru sungguh tidak apa-apa....apakah guru juga akan ikut bersama kami?" tanya Nick.
" Maafkan aku tuan...ada sesuatu mendesak yang harus aku selesaikan. Anda tidak keberatan bukan jika hanya ditemani para asistenku?" tanya Guru Ken
" Tentu saja tidak guru....saya berterimakasih untuk ini."
" Baiklah tuan selamat menikmati perjalanan anda....dan jika membutuhkan sesuatu hubungi saja asistenku." sahut Guru Ken
" Ryu-chan.....kau ikut mobil tuan Nick, jaga mereka dengan baik." titah sang guru
" Baik guru." sahut Ryu Jin mengangguk
Nick memberi hormat pada Guru Ken dan segera memasuki mobilnya disusul dengan Adrian. Ryu Jin duduk di kursi belakang sebelah Nick. Kemarin Adrian telah diberitahu oleh tim dari Guru Ken tentang pengamanan Nicholas. Ryu Jin sengaja ditempatkan di samping Nick untuk menjaganya dari penyerangan tiba-tiba.
Ryuga mengecek kesiapan keberangkatan melalui earpiecenya.
" Eiji....Ryu jin...Daisuke....Mazano....Hagia...." seru Ryuga
" Clear...." jawab mereka serempak
Iring iringan mobil bergerak keluar menjauhi kediaman Guru Ken. Sesuai rencana mereka akan tiba dalam waktu 1 jam. Sebelumnya mereka telah menyebar anak buah untuk memantau keadaan.
Ryu Jin melirik jam di tangan kanannya,
Sampai detik ini semua berjalan lancar, batinnya.
uda seribu purnama saya gk
say hello.... jd rindu
padahal saya gk d rindukan 🤣🤣🤣🤣🤣
Wkwkwkwkwkkwkkkk
Hanzo yg ada di anime Naruto..