Hari pernikahan menjadi hari malapetaka yang akan membuatmu menjadi sosok yang begitu mengerikan.
Maria, itu adalah nama wanita itu, dan sang suami bernama Budi. di malam pernikahannya, Budi telah merencanakan sesuatu yang akan membuat kehidupan Maria benar-benar menjadi malapetaka yang begitu luar biasa.
"Kau harus tau, kalau kekasih dan keluarga kekasihmu telah menjualmu padaku!" seru pria yang bernama Alex Juan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkerja bersama Abdul Fathan
"Tenang saja, karena mulai besok jika anda percaya dengan kerjasama anda dengan saya. asisten pribadi saya Gofar yang akan mengajari istri anda terjun di beberapa tempat yang sudah saya pilih." jawab Fathan.
"Apakah anda sangat yakin Tuan?" tanya Alex.
Tentu saja Alex tidak akan menaruh curiga kepada Fathan. karena pria kaya raya itu tidak akan mungkin menyukai wanita seperti Maria yang begitu lugu dan tidak banyak bicara.
"Tenang saja, kalau kau percaya mulai besok Gofar akan memberikan pelajaran kepada istri anda. jadi Anda bisa mempercayakan seluruh kerjasama anda dengan saya." jawab Fathan.
Tentu saja Alex menganggukkan kepalanya, hal itu bisa membuat Maria menjadi wanita yang sedikit terpelajar bahkan bisa menjadi wanita sosialita yang akan mengangkat derajat Alex Jika Maria bekerja sama dengan pria itu sebagai ganti dirinya.
"Baiklah Tuan Fathan, Kalau anda mengatakan hal itu dua kerjasama Anda saya terima." ucap Alex yang begitu bangga karena dirinya sudah mendapatkan kontrak kerja sama dengan Fathan. bukan cuma satu kontrak tapi dua kontrak didapatkan oleh Alex dari Fathan dengan begitu cepat.
Dari hari ke hari Gofar mengajari Maria mengenai bekerja di perusahaan, bahkan Fathan juga turun langsung untuk mengajari Maria seorang wanita muda yang akan berusia 18 tahun.
"Bagaimana, apakah kau sudah mengerti?" tanya Gofar kepada Maria. wanita itu menganggukkan kepalanya.
2 bulan kemudian
Maria sedikit demi sedikit paham mengenai pekerjaan yang ada di perusahaan, Apalagi Gofar yang senang dengan bercanda.. Wanita itu sangat suka saat bersama seorang pria yang terlihat kaku namun sangat suka bercanda saat sudah dekat dengannya.
"Apakah kau sudah makan?" tanya Gofar.
"Belum Tuan." jawab Maria.
"Kalau begitu bagaimana kalau ke ikut ke rumah majikanku dulu mengambil beberapa berkas." pinta Gofar kepada Maria.
Tentu saja wanita itu menganggukkan kepalanya.
Akhirnya Gofar mengajak Maria ke tempat majikannya, tuan Fathan. sedangkan di tempat lain saat Maria sedang sibuk melakukan kerjasama dengan Tuan Fathan. terlihat malah Alex banyak bersenang-senang dengan para wanita yang ada di luar sana.
Dia selalu pandai mencari celah kepergian sang istri untuk memasukkan para wanita ke rumahnya, suatu ketika Mbok Darmi menangkap basah Alex yang sedang bersama seorang wanita di dalam kamarnya. bahkan pria itu tidak segan-segan mengajak wanita itu untuk berhubungan badan, tentu saja Mbok Darmi benar-benar sangat terluka dengan kejadian itu. dia ingin sekali mengatakannya kepada ada Maria, namun Mbok Darmi tidak ingin Maria terluka.
Sudah dua kali Mbok Darmi melihat Alex membawa wanita, bahkan melakukan hubungan terlarang itu di rumahnya. begitu sakit hati Mbok Darmi saat melihat kelakuan Alex yang dari hari ke hari semakin bejat saja.
"Aku tidak pernah mengira kalau kau tidak akan pernah berubah sama sekali Alex, lihat saja suatu ketika aku pasti akan mengajak Maria pergi darimu." ucap Mbok Darmi dalam hati ketika Dia benar-benar mengintip Alex yang sedang melakukan hubungan badan dengan wanita lain. Sedangkan istrinya berada di kantor untuk melakukan pekerjaan.
"Benar apa kata hatiku kalau aku tidak percaya denganmu Alex." ucap Mbok Darmi yang kemudian mengusap air matanya.
Hari ini Maria menelepon Mbok Darmi dan mengatakan kalau dia akan pulang malam, karena sore ini dia harus ke rumah salah satu rekan bisnisnya untuk mengambil beberapa berkas. tentu saja Mbok Darmi selalu meminta Maria untuk selalu berhati-hati.
"Apa yang akan terjadi padamu Maria, jika suatu ketika kau telah mendapatkan ingatanmu kembali. aku selalu berdoa supaya kau lekas ingat Bagaimana kekejaman yang telah dilakukan oleh pria itu dan aku akan bersedia membawamu pergi jauh dari tempat laknat ini." ucap Mbok Darmi yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.
"Terlihat di tempat lain Maria dan cover sudah berada ditempat fatan pria itu sangat senang saat melihat Maria sudah berada di rumahnya.
"Rumahnya besar banget ya, Tuan Gofar." ucap Maria kepada Gofar.
"Tentu saja tempat ini sangat besar, apalagi kau tahu kan kalau majikanku itu bukanlah orang Indonesia. dia adalah orang Dubai." jawab Gofar.
"Lalu Tuan Gofar ini berasal dari mana, asli mana?" tanya Maria yang terus berbicara panjang lebar. Gofar tidak akan pernah mengira kalau Maria sekarang menjadi wanita yang sangat terbuka, bahkan begitu menyenangkan.
Gofar tidak ingin terjerat cinta Maria, karena hal itu akan membuat majikannya murka padanya. melihat Maria memasuki rumahnya pria itu tersenyum sembari mempersilahkan Maria untuk duduk.
"Oh Ya Tuhan apakah Tuan sudah makan?" tanya Gofar kepada majikanya.
"Belum Gofar, kau tahu sendiri kan kita ini baru pindah di sini dan aku tidak terlalu suka dengan para pembantu itu." jawab Fathan.
Maria tersenyum sembari memberikan pertolongan jika pria itu mau.
"Apakah Anda mau saya masakan sesuatu Tuan?" tanya Maria kepada Fathan. pria itu menatap Maria dengan Tatapan yang begitu mengharap.
"Apakah kau bisa masak?" tanya Fathan.
"Tentu saja Tuan, saya bisa memasak." jawab Maria. mungkin kalau Maria dan Fathan berjalan bersama.. ukuran badan Maria hanya sepundak pria itu.
"Boleh, kalau tidak merepotkanmu..Silakan." jawab Fathan yang membuat Maria langsung mengikat rambutnya dan berlari ke dalam rumah pria itu.
"Tuan Gofar, dimana dapurnya?" tanya Maria.
Gofar langsung mengantar Maria ke dapur, ternyata Maria adalah seorang wanita yang begitu cekatan saat berada di dapur.
Beberapa makanan dibuat Maria tanpa bertanya kepada pria itu, satu jam kemudian beberapa makanan sudah tersaji di meja makan terlihat pria itu duduk di kursi meja makan sembari memakan hidangan yang dibuatkan oleh Maria. betapa senang hati Fathan saat merasakan masakan dari wanita kata-kata yang selalu dia fikirkan.
** bersambung **