NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti

Status: tamat
Genre:Contest / Menantu Pria/matrilokal / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:251.1k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

belum revisi


Spin off dari novel aku kamu dan dia


"Kamu sebenarnya cinta sama siapa, ham? aku atau Gita!"

Siti Marlina gadis desa yang berasal dari Jambi, harus menelan pahit terhadap perjalanan cintanya dengan Ilham. Siti menyadari perasaan Ilham masih kuat dengan mantan pacarnya, Gita. Walaupun Ilham tahu Gita sudah menikah.

ilham Ramadan seorang dokter penyakit dalam, yang mencoba melupakan Gita dengan mendekati Siti, sahabat Gita. Dia tahu kalau sikapnya akan menyakiti Siti.

Jonathan Abraham seorang fotografer keliling yang jatuh cinta pada Siti. Dia selalu ada saat Siti mengeluarkan uneg-uneg tentang perjalanan cintanya dengan Ilham. Tapi dia juga tidak rela kalau Siti disakiti oleh Ilham.

Cinta yang begitu rumit membuat Siti tidak bisa memilih antara keduanya.
Siapa yang akan berlabuh ke hati Siti.

Kisah ini adalah sekuel dari novel "Aku kamu dan dia"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Sebelas

Siang itu Siti duduk di Empang yang lumayan jauh dari rumahnya. Siti menatap ikan ikan yang berputar-putar di dekat kakinya. Sama seperti hatinya yang sedang di buat bolak-balik karena pengumuman Jo. Sama seperti hatinya yang di buat ketar-ketir karena kehadiran Ilham.

"Maaf, ya." Sebuah suara memecahkan keheningan.

Siti menatap lelaki di sampingnya. Cuma senyum yang bisa dia berikan. Lelaki itu menunduk, lalu menolehkan wajahnya ke arah Siti.

"Sebenarnya .." lelaki itu tidak dapat melanjutkan ucapannya.

Matanya kembali menatap gadis disampingnya. Tangannya mulai beraksi memegang tangan Siti, tapi ditepis gadis itu. Perasaan masih tidak karuan. Bibirnya mengerucut, membuat Jonathan gemas dan mencubit pipinya.

Siti kembali menangkis tangan Jo, memperlihatkan kekesalannya yang belum hilang.

Om Jo kenapa kamu mengacaukan segalanya. Bukankah kamu tahu kalau aku punya Ilham. Tapi kenapa kamu malah datang melamarku. Ya, Allah semoga dengan semua ini, Ilham sadar untuk cepat melamarku.

Aku ...aku tidak tahu harus bilang apa pada Ilham. Aku juga tidak tahu harus berbuat apa pada om Jo. semua begitu cepat!

ibu...

ibu sepertinya senang sekali dengan pengumuman om Jo. Ibu sepertinya berharap sekali om Jo jadi menantunya.

Ah, perasaan apa ini!

oh tuhan tolong!

Siti beranjak dari empangnya. Dia tidak peduli dengan kehadiran Jo, dia terus berpikir bagaimana menjelaskan pada ilham. Dia juga berharap semoga Ilham tergerak hatinya untuk bicara pada ibu. Tapi saat ini yang ingin dia lakukan adalah menenangkan diri. Walaupun otaknya terpecah-belah dengan kedua pria itu.

"Sebenarnya wanita yang aku ceritakan itu kamu, ti. Kamu yang belum pernah tergantikan oleh wanita manapun, termasuk Vika. Aku serius sama kamu,ti. Aku ingin menghalalkan kamu. Aku tahu kamu pacaran sama ilham. Tapi apakah Ilham bisa melakukan yang seperti aku lakukan? Sepanjang aku dekat denganmu, aku selalu mendengar keluhanmu tentang Ilham. Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau Ilham selalu membawa Gita dalam hubungan kalian. Bukankah kamu sendiri yang bilang, kalau kamu kecewa dengan Ilham. Tapi kenapa kamu seolah tutup mata,ti." sahut Jo terus berbicara sambil mengikuti Siti.

Iya memang benar yang dikatakan om Jo. Aku selama ini selalu menumpahkan keluh kesah padanya.

Aku selama ini selalu curhat pada om Jo bagaimana sakitnya perasaanku.

Tapi bukan berarti om Jo bisa memanfaatkan keadaan.

Bukan berarti dia harus mencari kesempatan dalam kesempitan.

Kaki Siti terhenti saat ada Ilham di depannya. Siti dilema, tapi kenapa hatinya selalu menuntun untuk mengikuti tangan Ilham. Siti pasrah saat Ilham menarik tangannya. Entah kemana lelaki itu membawanya, dia ikut saja. Matanya terus menatap ke arah Ilham, ada keteduhan hati saat melihat lelaki itu.

Ilham berhenti di sebuah persawahan, lalu mengajak Siti duduk di sana. Mereka menatap langit biru sambil mengepakkan kaki di pinggir sawah.

"Aku pamit, ti. Siang ini aku akan pulang ke Jakarta."

Deg! pamit! apakah pengumuman itu membuat Ilham mundur. Apakah dia tidak mencoba menemui ibu untuk membuktikan cintanya padaku? Aku berharap banyak padanya, tapi kenapa dia seperti ini?

"Apa karena lamaran itu kamu langsung pamit?"

Tanya Siti menatap ke arah Ilham.

"Jawab, ham! Apa kamu lupa? lupa kamu sudah dua kali mengajakku menikah! apa kamu lupa, ham! Sekarang saat kesempatan itu sudah ada, kenapa kamu mundur! Lalu untuk apa kamu datang ke sini! Untuk memberi harapan palsu lagi? Jawab!" gusar Siti

"Aku kecewa sama ham. Kalau tahu seperti ini, mending aku terima saja permintaan om Jo untuk melamarku." Siti berdiri dari hadapan Ilham.

Jangan!Terima Jonathan, ti. Aku mohon, Jonathan itu hanya ingin melampiaskan dendamnya padaku. Jonathan hanya ingin merebutmu karena dia membenciku.

Aku mohon Siti! Jangan terima Jonathan!

Siti pergi dari hadapan Ilham. Hatinya terlanjur sakit, hanya ada air matanya yang menemaninya. Siti terpekur di pinggir sungai kecil. Dia tidak peduli teriakan ilham memanggilnya.

"Ti, dengarkan dulu! Aku akan kembali membawa mama Mila kesini. Aku harap kamu menungguku."

"Sudahlah, ham. Aku sudah bosan dengan semua janji manismu. Kalau kamu mau pergi silahkan!" Siti tetap melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.

Siti tetap melangkahkan kakinya. Akhirnya Ilham bisa menangkap tangan Siti. Lalu memeluknya. Paling tidak sebagai pelukan perpisahan. Lama Siti meresapi dekapan tubuh Ilham.

"Aku janji, ti. Akan kembali membawa keluargaku kesini. Kamu mau kan menungguku." Siti mengangguk menandakan dia percaya pada Ilham.

"Kita temui ibu. Aku akan bilang ke ibu tentang kita." Ilham mengajak Siti pulang.

Tapi dalam perjalanan pulang. Mereka bertemu dengan ibu. Sikap ibu yang sudah tidak suka dengan Ilham. Tangan ibu menarik Siti dengan paksa.

"Siti! Pulang!" sebuah suara yang Siti kenal menarik tangannya.

"Iiiibu." Siti ketakutan saat ibu melihat Ilham menggandengnya. Tampak wajah rona ibu seperti menahan marah. Siti belum pernah melihat ibu semarah ini.

Dalam perjalanan pulang, Siti seperti anak yang ditarik ibunya karena kenakalannya. Ya, dia saat ini memang nakal, maka dia siap di hukum oleh ibu.

Semua warga menatap Siti yang masih di tarik paksa oleh ibu. Siti pasrah dengan apa yang dilakukan ibu asal jangan diminta menerima Jonathan.

plaaaaak

Sebuah tamparan keras mendarat ke wajah Siti. Tampak terlihat jelas raut wajah ibu yang kecewa dengan putrinya. Diikuti Edwar dan Alam yang sedang duduk di teras rumahnya.

"Bu..." Siti menangis saat merasakan sakitnya lima tangan ibunya.

"Kamu itu perempuan Siti! Jaga kehormatan kamu! Dari awal ibu sudah bilang, Ilham itu agresif. Lelaki agresif seperti Ilham tidak akan bisa menjaga wanita. Karena di otaknya cuma nafsu! Ibu ingin kamu menjadi perempuan yang bisa menjaga untuk suaminya nanti. itu saja!" suara ibu yang lantang berubah menjadi tangisan.

"Bu, percaya sama Siti. Siti bisa menjaganya, Bu. Siti cinta sama Ilham, Bu. Begitu juga sebaliknya, kami saling mencintai, Bu." Isak Siti.

"Ibu tanya sekarang! tolong jawab dengan jujur! Apa yang kalian lakukan di kamar tadi malam? Apa wajar seorang lelaki masuk ke kamar wanita? Apa yang sudah dia lakukanlah sama kamu, nak? Lelaki yang baik tidak akan lancang masuk ke kamar wanita yang bukan muhrimnya."

Siti kaget kalau ternyata ibu melihat Ilham masuk ke kamarnya. Dia hanya bisa menunduk

"Kami hanya bicara, Bu." jawab Siti terbata-bata.

Dia memang sedikit berbohong. Siti takut ibu semakin murka kalau tahu yang terjadi sebenarnya. Walaupun itu hampir, karena dia bisa menyadarkan ilham.

"Bu... saya ...saya ingin melamar Siti. Saya janji akan bawa keluarga saya kesini. Tolong restui kami, Bu." Ilham bersujud di bawah kaki ibu.

Tak ada keramahan yang terlihat saat Ilham baru datang semalam.

"Baik. Ibu akan kasih waktu dalam satu Minggu kamu bawa keluargamu kesini. Jika lewat dari satu minggu kamu belum juga membawa orangtuamu kesini! itu tandanya Siti menerima lamaran Jonathan. Sekarang bereskan barangmu temui orangtuamu!" ancam ibu.

Ilham mengambil barangnya. Lalu keluar dari rumah kediaman Siti. Sementara Siti terkurung di dalam kamar, hanya bisa menangis saat mendengar ibunya mengusir Ilham.

Kakinya melangkah ke mobil travel yang sudah menunggunya.

Apakah ilham bisa membawa orangtuanya untuk melamar Siti?

Bersambung

...####...

Tetap pantengin terus cerita ini.

Mungkin sementara aku fokus ke Siti dahulu daripada ke cerita Gita.

maaf kalau masih banyak typo. Saya masih terima saran dan kritiknya.

Jangan lupa like

jangan lupa komentar yang positif tapi masih mengikuti alur cerita.

Jangan lupa rate nya dan vote nya

Terimakasih

happy reading

1
🦋Rosseroo🦋
gak enak bgt, kalo bawa2 mantan yaak.. 😩
Wang Lee
Promo nya pasti gratis nih🤣
Jong Nyuk Tjen
ilham kl msh mw am gita ya jngan pacaran am yg lain , uber lg aja s gita walaupun dia ud nikah . Ga suka am sikap ny s ilham , plinplan
Jong Nyuk Tjen
pny pacar macam ky ilham sih males jg ya , blm bs move on dr mantan pacar , bikin sakit hati terus .
🎧✏📖
bagus . saya suka . dukung juga ya karya terbaru saya. 👍🙏
Ra
kenapa siti gak ikut ya 🤔
Ra
kayak pernah liat di tv cowok yang di foto, tapi lupa nama nya 😅
Ra: nah iya itu kak 😁
total 2 replies
Ra
pengen liat pesona Siti 😍
Ra
bener, harus happy dong pengantin 🤭
Ra
mampir kak, 1 iklan di awal bab kak 🥰
isma
kok muter2 kak ceritanya
mama Al: kalo pusing minum obat kak
total 1 replies
Syavininaz
kok nggak ikut ya siti hitung2 tamasya
Syavininaz
wah harus belajar makan dengan sumpit nih
Syavininaz
nyimak Siti dan Gita
Peony
malang nasib siti🤭🤣hallo kak, aku sudah mampir ya🥰
BunNa1
next
BunNa1
penasaran
BunNa1
happy for Ilham n Siti
BunNa1
sweet liat foto mereka
BunNa1
apa ya surprise nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!