Auristella Leesham, mahasiswi tingkat akhir di Universitas Swasta di Kota A. Tahun ini menjadi tahun yang berat bagi Auris, di sela-sela kesibukannya menyiapkan segala sesuatu untuk Tugas Akhirnya, dia harus bekerja untuk membiayai kuliahnya sendiri. Hal itu dia lakukan setelah perusahaan Audi milik keluarga Leesham mengalami kebangkrutan.
Auris yang baru saja pulang dari bekerja paruh waktu menemukan keluarganya terbunuh di rumahnya sendiri.
Auris memeriksa keluarganya dan mendapati ayah serta ibunya nya telah tiada. Hanya adiknya yang masih bernafas. Auris segera membawa adiknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Di rumah sakit, Auris bertemu dengan Aziel. Sosok asing yang baru pertama kali ditemui Auris. Auris yang tidak memiliki cukup uang dibantu oleh Aziel, namun dengan syarat.
“Aku akan membantumu membayar biaya rumah sakit adikmu, tapi dengan syarat,” Aziel.
“Apa syaratnya?” Auris.
Akankah Auris menerima bantuan Aziel dan syarat yang diajukan Aziel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rastiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12
Aziel mendekati Auris yang masih berdiri di antara pusara ayah dan ibunya. Dia mendekat dan tiba-tiba memeluk Auris.
“Aku mencintaimu Auris, aku mohon terima cintaku dan kita bangun rumah tangga kita dari awal. Kita selesaikan misi kita bersama-sama.”
“Tapi, bagaimana kak Grizelle?”
Aziel melepaskan pelukannya pada Auris. “Aku akan berkata jujur padanya. Dia wanita yang baik dan aku yakin dia akan mengerti. Sebenarnya kami hanya dijodohkan oleh mommy sebelum mommy dan daddy kecelakaan. Hubungan kami juga belum terlalu lama.”
Auris terdengar menarik nafas kemudian mengehelanya. Dia tidak bisa membohongi dirinya bahwa dia juga mencintai Aziel.
“Aku juga seorang perempuan. Kak Grize yang lebih dulu memilikimu, kita selesaikan misi ini dan setelah itu berkatalah dengan jujur kepada kak Grize mengenai hubungan kita. Kalau dia menerima dan iklas melepasmu, maka aku akan bertahan, tapi kalau kak Grize tidak mau melepasmu, maka kita harus bercerai. Aku pergi dulu.”
Kali ini jawaban Auris membuat Aziel diam dan tidak lagi mengikuti kepergian Auris. Dia cukup tahu bahwa memang Grize yang harusnya berada di posisi Auris, akan sangat tidak adil jika tiba-tiba dia memutuskan Grize dengan alasan ada perempuan lain.
Auris berjalan menyusuri trotoar jalan, dia tidak tau akan kemana. Pikirannya sedang kacau, air matanya terus mengalir saat dia tidak bisa berkata dengan tegas bahwa dia juga mencintai Aziel.
Auris mendudukkan tubuhnya di salah satu tenda makanan dipinggir jalan. Dia memutuskan untuk menenangkan dirinya sejenak baru kemudian kembali ke kampus dengan taksi.
...****************...
Sudah dua bulan sejak pengakuan Aziel pada Auris. Selama itu Auris tidak pulang ke rumah Aziel, dia menginap di apartemen milik Desi, namun Aziel tidak meninggalkan kewajibannya untuk menafkahi Auris. Sesekali Aziel juga menengok keadaan istrinya walau tanpa sepengetahuan Auris.
Hari ini adalah hari wisuda Auris sebagai Sarjana. Auris mendapatkan predikat Cumlaude dan mendapatkan tawaran bekerja dari beberapa perusahaan yang besar.
“Auris!!” panggil Auris yang sedang berbincang riang dengan beberapa kawannya. Desi juga ada di sana untuk menghadiri acara wisuda sahabatnya, sedangkan wisuda untuk kampus Desi sudah digelar lebih dulu.
Auris menengok ke arah suara yang memanggilnya.
“Aziel,” jawab Auris.
“Selamat atas kelulusan dan pencapaian kamu, aku bangga padamu,” ucap Aziel sambil menyodorkan sebuah boneka yang sangat besar.
Boneka berwarna putih yang terukir huruf AA badan depan boneka itu. Tak lupa juga Aziel memberikan buket bunga untuk istrinya.
“Itu hadiah untuk hari wisudamu ini,” ucap Aziel.
Aziel cukup senang karena Auris menerima hadiah pemberiannya.
Auris POV
Aku sebenarnya sangat tersiksa terpisah jarak dengan Aziel seperti ini. Tapi, dia bahkan tidak pernah menjengukku di sini atau sekadar menanyakan kabarku.
Huft,, aku sempat berfikir mungkin pernyataan Aziel waktu itu hanya sebuah candaan.
Tapi, hari ini Aziel datang ke acara wisudaku dan membawakanku boneka Teddy yang sangat-sangat besar dengan buket bunga abadi yang sangat indah. Hatiku jadi semakin meronta dengan perlakuan Aziel seperti ini.
Auris POV End.
......................
Aziel POV.
Sebenarnya aku selalu datang seminggu tiga kali untuk mengecek kondisi Auris benar-benar dalam keadaan baik.
Aku bahkan membeli unit yang berdekatan dengan unit milik teman Auris dengan harga yang sangat mahal karena aku memaksa pemilik unit itu untuk meninggalkan unitnya. Itu aku lakukan agar aku bisa selalu mengawasi Auris.
Aku takut Auris akan marah dan membenciku karena aku selalu menguntitnya. Setelah aku mendengar kabar wisuda yang digelar fakultas Auris dari Elina, aku cepat-cepat membelikan hadiah untuk Auris.
Bahagianya aku saat Auris menerima hadiah pemberianku. Dia bahkan lulus dengan predikat Cumlaudenya, istriku benar-benar cerdas.
Aziel POV End.
“Emm, terimakasih untuk hadiahnya,” ucap Auris.
“Acara wisudamu sudah selesai, kan?”
“Sudah, ini hanya tinggal berbincang dengan teman-temanku. Oh iya kenalkan Des, ini Aziel dan Aziel ini Desi, sahabatku.”
“Ini kan laki-laki yang tinggal di unit ibu Merry. Aku pernah melihatnya beberapa kali.”
“Hai, Kak. aku Desi.”
“Aziel, suaminya Auris.”
Desi hanya tersenyum kikuk dan untungnya Dava datang menyelamatkannya dari situasi canggung itu.
“Emm Auris, bisa ikut denganku?”
Auris menatap kepergian Desi dan Dava lalu menatap suaminya.
“Kemana?” tanya nya perlahan.
“Sudah ikut saja,” Aziel menarik tangan Auris lembut.
......................
Ke pasangan DD
“Des, ada hubungan apa Aziel dengan Auris?”
“Oh mereka suami istri kak. Emmm aku nggak tau gimana cerita pastinya. Yang jelas mereka sudah menikah.”
“Wawwww, lihatlah temanmu sudah menikah, kamu kapan?”
“Aku? Aku sih terserah cowok aku ya, kalo dia siap dan berani datengin kakak Aarav sama kak Laila,” ucap Desi sedikit mengejek Dava.
“Aku akan mendatangi kakakmu dalam waktu dekat ini,” ucap Dava serius.
“Kamu serius?” tanya Desi.
“tentu saja, aku sudah sangat ingin menikahimu, kita sudah berpacaran dalam waktu yang lama. Aku tidak mau memperpanjang struk dosa ku kalau aku tidak segera menikahimu.”
“Hahaha baiklah, aku akan kabari kakak.”
......................
Ke pasangan AA
Auris masuk ke dalam mobil milik Aziel.
“Auris, sekarang kamu sudah menyelesaikan pendidikan kamu. Kembalilah ke rumah dan kita mulai hidup kita sebagai pasangan suami istri. Aku mohon Auris.”
Auris diam, dia sendiri bingung harus bagaimana. Auris memainkan kedua jemarinya yang saling bertaut.
“Aku,, aku,, aku tidak tau. Aku mencintaimu. Aku tidak tau kenapa bisa semudah ini aku mencintaimu. Semua ini karena kamu terlalu baik kepadaku. Kamu yang menolongku saat aku akan di bawa orang-orang jahat. Kemudian, kamu datang dan kembali menolongku membuat aku terjebak dalam situasi ini. Saat aku menjadi istrimu, kamu memperlakukan aku dengan sangat baik. Harusnya kamu tidak melakukan hal ini. hiks. Kamu memiliki kak Grize, dia baik denganku selama ini. Seharusnya kita hanya perlu melakukan perjanjian hitam di atas putih. Hiks, hiks,” Auris akhirnya mengeluarkan bebannya.
Aziel tersenyum mendengar penuturan Auris. “Akhirnya kamu mengakui perasaanmu secara gamblang,” ucapnya dalam hati.
Aziel menarik kedua tangan Auris yang digunakannya untuk menutupi wajahnya yang sedang menangis. Auris langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela.
“Auris, menghadaplah ke arah suamimu,” perintah Aziel. Auris masih bergeming dan terus menatap keluar jendela.
“Dasar keras kepala,” batin Aziel. Detik berikutnya, Aziel menarik Auris secara paksa hingga mereka saling bertaut dan memeluk satu sama lain. Auris semakin menagis sesenggukan dalam pelukan Aziel. Setelah tenang, Aziel melepasnya dan menatap wajah kucal Auris karena menangis.
“Tuh bedak kamu jadi luntur, udah ah nangisnya. Jelek banget kalo nangis,” ejek Aziel.
“Biarin,” balas Auris.
“Sayangku, aku sungguh serius dengan pernikahan kita. Mari kita perjuangkan bersama,” ucap Aziel mantap kemudian mengecup sekilas kening Auris.
Auris diam menatap mata tajam Aziel. Sampai 2 menit, masih tidak ada pergerakan dari Auris.
“Bagaimana?” tanya Aziel membuyarkan tatapan Auris.
Auris menghela nafas beratnya.
...----------------...
Bersambung…
like, comment, rate. ramaikan yuk biar semangatt up 🤗
MAKANYA,,DLM RMH TANGGA ITU SETIAP MASALH BICARAKN SAMA PASANGAN KITA, BKN DIPENDAM SENDIRI, DN COBA UNTUK MNGATASINYA SENDIRI..
EVAN ITU SAMA DGN ANTON YG JUGA NAKSIR AURIS..
jangan sampai dia jadi pelakor