Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
...Indra segera memanggil taksi menuju ke rumah Ratri, berharap penuh bahwa Thomas atau anak buah Devandra lainnya tidak ada di sana untuk menghadangnya....
...Setengah jam kemudian, taksi berhenti tepat di depan rumah megah yang dulunya menjadi saksi penderitaan Ratri. ...
...Indra turun bersama Tasya dan Gabriel dengan membusungkan dada, merasa yakin rencana busuk mereka akan berjalan mulus....
...Namun, saat Indra melangkah maju dan baru saja hendak membuka pintu pagar, seorang petugas keamanan berseragam lengkap keluar dengan ...
...sikap tegap dan protektif....
..."Anda mencari siapa?" tanya petugas keamanan itu menatap mereka bertiga dari atas ke bawah dengan penuh curiga....
...Indra tertawa meremehkan. "Tentu saja saya mencari Ratri, istri saya! Minggir kamu, saya mau masuk!"...
...Petugas keamanan itu mengerutkan keningnya bingung. ...
..."Ratri? Maaf, sepertinya Anda salah rumah. Rumah ini milik Tuan Gerald yang baru pindah dari Surabaya pagi tadi."...
...Deg....
...Jantung Indra seolah berhenti berdetak seketika. Muka sombongnya langsung pudar, berganti raut pucat pasi....
..."Pa... Mama menjual rumah ini, Pa!" bisik Tasya dengan suara bergetar panik. ...
...Kakinya terasa lemas membayangkan mereka benar-benar tidak punya tempat tinggal lagi....
...Indra menggelengkan kepalanya keras-keras, menolak mentah-mentah kenyataan di depan matanya. ...
..."Tidak mungkin! Jangan membohongiku! Panggil Ratri sekarang!! Ratri! Keluar kamu!!" teriak Indra emosi sambil berusaha menerobos masuk dan menggedor-gedor pagar besi tersebut....
...Melihat aksi nekat Indra, petugas keamanan itu langsung mendorong dada Indra hingga pria itu mundur beberapa langkah, lalu memegang tongkat pemukul di pinggangnya dengan raut wajah galak....
..."Jangan bikin keributan di sini! Pergi kamu dari privat properti orang, atau saya panggil polisi sekarang juga dan masukkan kalian bertiga ke penjara karena mengganggu ketertiban!" ancam petugas keamanan itu tegas....
...Gabriel dan Tasya yang ketakutan langsung menarik-nari kemeja Indra. ...
...Dengan langkah terhuyung dan menahan malu di bawah tatapan para tetangga, Indra memaksa kakinya mundur, menyadari bahwa Ratri kini telah benar-benar terlepas dari jangkauan liciknya....
...Di rumah sakit, Devandra dan Rizal baru saja sampai kembali di kamar VVIP setelah menyelesaikan urusan pengeluaran para pembully di kampus....
...Ratri yang sedang merapikan tas pakaian langsung menoleh saat pintu terbuka. ...
..."Bagaimana, Dev?" tanyanya penuh kecemasan....
..."Sudah beres semua," jawab Devandra singkat namun penuh keyakinan, memberikan ketenangan instan di hati Ratri....
...Pandangan Devandra kemudian beralih ke arah ranjang pasien....
...Ia melihat Sandra sudah berdiri dengan pakaian bersalinnya, sepenuhnya bebas dari selang infus yang sebelumnya menempel di tubuhnya....
..."Sudah siap pulang?" tanya Devandra hangat....
..."Sudah siap, Om," jawab Sandra mantap dengan senyuman cerah di wajah cantiknya....
..."Dan sebelum pulang... ada sesuatu yang ingin Om bicarakan," lanjut Devandra. ...
...Suaranya mendadak berubah menjadi lebih dalam dan serius, membuat seluruh isi ruangan menghentikan aktivitas mereka seketika....
..."Apa, Dev?" tanya Ratri bingung, menatap pria di hadapannya yang memasang raut penuh kesungguhan....
...Devandra merogoh saku dalam jasnya, mengeluarkan sebuah kunci perak berlogo apartemen mewah. ...
..."Pertama, ini kunci apartemen untuk keluarga kecil kamu. Dan jangan menolaknya, Ratri."...
...Ratri membuka mulutnya hendak memprotes, namun Devandra bergerak lebih cepat. ...
...Pria berwibawa itu menurunkan tubuhnya, duduk berjongkok di hadapan Ratri sambil membuka sebuah kotak beludru kecil berisi cincin berlian yang berkilau indah di bawah lampu ruangan....
..."Izinkan aku untuk menikahimu dan mengurus anak-anak," ucap Devandra tulus, menatap lurus ke dalam manik mata Ratri....
...Jantung Ratri berdegup kencang. Kebahagiaan dan keraguan meletup bersamaan di dalam dadanya. ...
..."Tapi Dev, aku... masih belum selesai urusan perceraian dengan Indra..."...
..."Soal itu gampang, Ratri," potong Devandra mantap. ...
...Bagi pria dengan kekuasaan dan tim hukum sehebat dirinya, membereskan urusan hukum Indra hanyalah masalah waktu yang sangat singkat....
...Melihat ibunya yang masih ragu, Rizal melangkah mendekat dan menyenggol pelan bahu Ratri....
..."Ayo Ma, terima Om Devan! Biar Mama ada yang menjaga dari Indrajid!"...
...Cetus Rizal yang mengganti nama ayahnya seenaknya sendiri, membuat Sandra yang berdiri di dekat kasur langsung tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perutnya. ...
...Suasana tegang seketika mencair oleh kehangatan keluarga baru itu....
...Devandra tersenyum tipis, lalu menatap Ratri kembali dengan binar penuh harapan. ...
..."Jadi, apa aku diterima?"...
...Ratri menatap Devandra, lalu beralih melihat kedua anaknya yang mengangguk penuh dukungan. ...
...Air mata haru menetes di pipinya saat Ratri akhirnya menganggukkan kepalanya pelan, menyambut cincin dan masa depan barunya bersama pria yang tak pernah berhenti mencintainya....
..."Ayo kita pulang dengan keluarga kita," ajak Devandra mantap, mengukir senyum hangat yang jarang sekali ia perlihatkan pada orang lain....
...Ratri menatap pria di hadapannya dengan mata berkaca-kaca, lalu menggenggam erat tangan Devandra. ...
...Rasa aman yang sempat hilang belasan tahun kini kembali sepenuhnya di dalam dekapan pria itu....
...Mereka semua melangkah keluar dari rumah sakit, masuk ke dalam mobil mewah Devandra, dan meluncur menuju ke bandara untuk kembali ke Jakarta....
...Di kursi belakang, Sandra dan Rizal duduk berdampingan. ...
...Sandra sibuk mengutak-atik ponselnya sebelum menyenggol lengan sang kakak dengan antusias. ...
..."Kak, mama kita hebat ya. Seorang wanita yang jadi pilot dengan jam terbang tinggi!"...
...Sandra menunjukkan layar ponselnya kepada Rizal, menampilkan sebuah artikel media sosial yang memuat foto Ratri mengenakan seragam pilot lengkap dengan kapten bar di pundaknya, tampak begitu gagah dan berkarisma....
...Rizal menatap foto itu dengan binar kagum di matanya. ...
...Sifat narsis yang biasanya melekat padanya mendadak luntur, berganti rasa bangga yang luar biasa pada sosok ibu yang baru ditemukannya kembali. ...
..."Wah... pantas saja aku keren, ternyata diturunkan dari mama," celetuk Rizal terkekeh....
...Devandra yang melirik dari kaca spion depan tersenyum tipis mendengar percakapan kedua remaja itu....
..."Mama kamu memang sangat hebat," sahut Devandra dengan suara baritonnya yang tenang, lalu melirik Ratri yang duduk manis di sampingnya. ...
..."Sampai Om rela menunggu mama kamu belasan tahun... dan Allah akhirnya mengabulkan doa Om untuk menyatukan kita semua hari ini."...
...Ratri membalas tatapan Devandra dengan senyuman penuh kehangatan, menyandarkan kepalanya di bahu tegap pria yang kini siap menjadi pelindung hidupnya dan kedua anak kembarnya....
...Sementara itu di tempat lain dimana Imelda yang baru saja bersiap untuk keluar dan meninggalkan rumah kontrakan dikejutkan dengan kedatangan Indra beserta kedua anaknya yang berjalan terhuyung dengan raut wajah kusam....
...Imelda menghentikan langkahnya di depan pintu, menatap mereka bertiga dengan dahi berkerut heran. ...
..."Lho, katanya pulang ke rumah mau merayu Ratri?"...
..."Merayu apanya, Tante!" sahut Gabriel dengan nada tinggi dan penuh kejengkelan, melemparkan tas kecilnya ke atas meja secara kasar. ...
..."Mama sudah jual rumahnya!"...
..."APA?! DIJUAL?!" jerit Imelda histeris, matanya melotot tidak percaya. Suaranya sampai melengking memecah keheningan kontrakan sempit itu. ...
..."LALU BAGAIMANA KITA?!"...
...Indra hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah. ...
...Wajahnya pucat pasi, seluruh kesombongan yang tadi pagi membumbung tinggi kini hancur berkeping-keping tanpa sisa....
..."Rumah itu sudah atas nama orang lain... Ratri benar-benar sudah pergi dan memutus semua akses kita," bisik Indra lirih, menyuarakan kenyataan pahit bahwa kini mereka benar-benar terlunta-lunta tanpa harta maupun tempat bernaung....
..."Kita tidak bisa tinggal diam, Mas! Dia harus bertanggung jawab terhadap Tasya dan Gabriel!" ucap Imelda meluap-luap, matanya memancarkan ketakutan sekaligus keserakahan yang tak bertepi....
...Wanita itu masih belum tahu bahwa rahasia besarnya sudah terbongkar total, bahwa Ratri telah mengetahui siapa sebenarnya anak kandung yang ditukarnya belasan tahun lalu....
..."Iya, Pa! Mama Ratri nggak bisa seenaknya membuang kita begitu saja!" timpal Tasya tidak terima. ...
..."Selama ini kan Tasya sama Gabriel anak Mama! Kenapa sekarang malah diganti sama anak-anak nggak jelas itu?!"...
...Indra mengepalkan tangannya kuat-kuat, meratapi kebodohannya sendiri. ...
..."Kalian pikir gampang?! Kita bahkan nggak tahu sekarang Ratri ada di mana! Rumah sudah dijual, nomor telepon di-blokiir, dan Devandra... pria itu punya pasukan pengawal yang siap meremukkan kita kapan saja!"...
..."Ya cari sampai ketemu, Mas!" bentak Imelda makin menjadi-jadi, mencengkeram lengan baju Indra. ...
..."Datangi maskapai tempat dia bekerja! Sebarkan berita di media kalau perlu! Buat Ratri kelihatan seperti ibu jahat yang menelantarkan anak-anaknya! Kalau namanya tercemar di dunia penerbangan, dia pasti bakal memohon-mohon pada kita!"...
...Gabriel tersenyum licik mendengar ide Imelda. "Betul kata Tante, Pa! Pakai media! Mama Ratri kan pilot terkenal, dia pasti takut reputasinya hancur!"...
...Tanpa mereka sadari, setiap langkah dan rencana busuk yang baru saja mereka susun di dalam kontrakan sempit itu sudah berada di dalam genggaman dan jangkauan tim hukum Devandra....
tinggal tunggu karmaa yg menghampiri kalian ,,
sama2 gx punya maluu ,, sama2 gx tau diri ,, dan sama2 haus harta yg bukan milik ny ,, 😏😏😏😏
jgn hidup ngandelin keringat orang lain ,, apa lagi istri yg sbntar lgi jd mantan ,, gx maluu tuuh ma b*lalai ,,
😒😒😒😒😒😒😒😒
tp tdk memungkinkan badai yg sebenarnya baru aj di mulai ,,
😒😒😒
semoga cepat bisa di temukan ,
gregeet bangeet
😒😒😒😒
😒😒😒😒
udh numpang hidup tp gx tau diri ,,
jgn2 si indra juga gx kerja ,, hidup Dr uang istriny Selama ni ,,
dasar tak tau malu ,,
skraaang masa aktif ATM berjalan kalian sudah habis ,,
waktuny kerja keras sendri buat gaya hidup kalian ,,, 😒😒😒😒