Setelah sekian lama pelan pelan Riza sanggup melepaskan Jack Aderado, lelaki yang seharusnya bertanggung jawab atas kehamilannya. Tetapi setelah Riza sudah menemukan kebahagiaan dengan lelaki lain Jack kembali untuk menebus semua kesalahan di masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon San san 💕, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12 Aku dan Bos william
Kejadian sebelumnya di mall Mega M. Disaat Al sibuk membereskan counter parfum di kejutkan oleh tepukan Sinta, dan memberitahukan kalau bos mereka datang. Terlihat dari pintu kaca otomatis bos Willi memasuki pintu masuk. Alriza meninggalkan pekerjaannya dan berdiri tegap sambil menunggu bosnya lewat. Setelah bos Willi tiba di depan Al, dengan sigap Al menundukkan kepala, bos Willi berhenti, otomatis Al tidak berani mengangkat kepala dia tetap menunduk. Bos Willi berdehem akhirnya Al berani menatap wajah bosnya.
"Aku kira kamu belum paham perturan di mall ini, kalau masih belum paham kamu keluar saja"
Al diam wajahnya memerah ketakutan. Terbayang biaya pengobatan ibunya. Al tidak mau menyerah akan nasib, dia tidak takut akan kelaparan atau kemiskinan yang sudah di alami saat ini. Tapi yg di takutkan adalah kehilangan ibunya. Karena hanya ibunya yang Al punya. Tidak setiap hari dia makan siang di kantin , lebih sering membawa bekal dari rumah demi untuk menghemat. Agar dapat membawa ibunya berobat ke rumah sakit yang lebih lengkap. Kesembuhan ibunya adalah nomor satu.
Setelah bos willi lewat Al membuang nafas kesal.
"Sinta...apakah bos willi tiap hari datang ke mall ini? Aku takut. Sepertinya aku salah terus di matanya."
"Bos tidak datang tiap hari, sebenarnya kantornya ada di tempat lain, tumben aja sekarang rajin datang. jangan jangan suka sama kamu Al."
"Al...."
xxxxxxx
Sementara itu di dalam ruangan lain, bos William duduk di meja kantor sambil tersenyum tipis. Jim merasa heran, kenapa bosnya senyum senyum sendiri.
"Apakah bos william gila? dari tadi senyum senyum gak jelas. Atau karena gadis yang ada di counter parfum? hmmm biasanya bos juga gak datang tiap hari , paling seminggu sekali . kenapa sekarang sering banget ke mall ini? Malah bos jarang ke kantor Mega corp"
"Jim...Jim ...
Dipanggilnya Jim dua kali sampai bos William teriak. Jim masih bengong memikirkan keganjilan bosnya. Akhirnya bos willi berteriak.
"Jim!!!!! Kalau kamu masih gak dengar, kupotong telinga kau dan aku ganti gagang panci"
"Maaf bos saya cuma berpikir kenapa bos jarang ke Mega Corp? Biasanya bos...."
Jim memegang kedua telinganya, takut di ganti gagang panci.
"Tutup mulut kamu Jim"
Bos William merasa tertarik pada gadis penjaga counter parfum itu. Dia berencana mendekati tetapi belum menemukan caranya.
Jim tau apa yang di inginkan bos nya.
"Bos aku ada cara, tapi percaya padaku ya bos , walaupun ini agak extrim"
"Memang apa yang aku pikirkan. Kamu jangan sok tau"
"Tenang saja bos, terlihat dari hidung bos kalau menginginkan perempuan langsung memerah"
Bos Willi melemparkan bulpen yang ada di meja ke arah Jim. Kemudian Jim terlihat berjalan keluar menuju counter parfum. Jim berlagak mengecek keadaan counter. Padahal semua karyawan tau itu bukanlah tugas Jim. Untuk apa asisten bos harus turun langsung?
"Hai kau,.. siapa namamu? sambil menunjuk wajah Al
"Saya Al ,pak"
"Karena kesalahan kamu kemarin, dan tidak mentaati tata tertib sekarang kamu di panggil bos Willi ke kantor atas"
"Kan Al sudah minta maaf pak." bantah Sinta.
"Jangan ikut campur" wajah Sinta langsung menggelap.
"Harus sekarang pak?" ucap Al
"Tidak tahun depan saja tunggu lebaran monyet, ya sekarang!!!"
Tanpa bantahan lagi Al mengikuti Jim ke lantai atas. Di dalam Lift Al menunduk ketakutan sambil berpikir , apakah aku jadi di pecat?
Tiba di ruangan bos Willi, Jim mengetuk pintu dan langsung mempersilahkan Al untuk duduk di kursi yang telah di siapkan.
"Kamu tau kenapa aku panggil ke sini?"
"Tau pak, karena saya tidak mengikuti aturan yang sudah di tetapkan."
"Bagus kalau kamu tau, kamu tau konsekwensinya?"
"Pak saya jangan di pecat, saya butuh pekerjaan ini saya bersedia di hukum bahkan potong gaji asal saya jangan di pecat."
"Ok kalau kamu sadar diri. aku tidak memecatmu tapi syaratnya kamu tulis nomor telephon kamu, dan nanti jangan pulang dulu tunggu aku"
"Baik bos Willi" Jawab Al dengan muka masam.
Bos william tersenyum penuh kemenangan. Jim cuma menggurutu.
"Dasar bos sinting, cuma kesalahan kecil di buat seolah olah menjadi kesalahan yang fatal. ehh aku kan ikut andil juga hehe" Jim menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
ini fotonya Alriza ya
cantik kan, selanjutnya dia pilih siapa hayo, Tuan muda Jack atau bos William. jangan lupa tinggalkan jejak kalian Like and vote ya 🥰🥰🥰
menurut ku si Riza Ema cocok sama si Jack sama munafik....
semoga... anak ya sifatnya nurunnya bukan ke Jack atau si Riza... tapi Ryan...