Arumi Bakhtiar tak kuasa menahan isak tangisnya kala mendapati perselingkuhan suaminya di hari pertama pernikahannya .Wanita itu merasa terkhianati karena kelakuan Raihan. Saat menjadi janda , ia sering menerima bulian dari teman sekantornya. Hingga ia bertemu dengan seorang loper koran yang akan membuat cintanya kembali menyala.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wahyuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Reza tiba dikantor pukul 08.00 WIB. Biasanya ia akan mulai bekerja saat itu pula hingga sampai setengah enam sore ( memiliki delapan jam kerja,untuk selebihnya akan dihitung lembur). Meskipun baru dua hari bekerja , Reza sudah memiliki beberapa teman ,baik laki - laki ataupun perempuan yang berprofesi dengannya .
Meskipun jabatan OB adalah jabatan terendah di kantor tersebut ,Reza menjalani hari - harinya dengan enjoy. Kehadirannya disana dirasa sangat membantu karyawan karyawati yang bekerja di kantor tersebut. Selain pekerjaannya yang telaten , Reza juga sangat supel pada para pegawai di sana .
Sikap Reza yang ramah membuat para Office Girl yang kebanyakan masih gadis terpikat dengan pesona ketampanannya dan sosoknya yang lemah lembut . Mereka mengagumi ketampanan dan keramahan Reza serta menghormati sosok Reza yang terkesan apa adanya.
Banyak dari mereka yang berupaya mendapatkan hati Reza . Namun sayangnya Reza tidak sedikitpun tergoda oleh mereka .
Dalam waktu sekejap ,Reza menjadi incaran para office girl yang ada di kantor tersebut , termasuk para staf perempuan yang belum menikah.
Pagi itu Reza mendapat tugas dari Staf GA untuk membuat teh hijau untuk Arumi. Koordinator OB mengajarinya bagaimana membuat teh hijau yang enak untuk bos besarnya tersebut. Kebiasaan Arumi setiap pagi memang minum teh hijau . Karena salah satu manfaat teh hijau adalah bisa membakar lemak tubuhnya. Minum teh hijau sudah menjadi rutinitasnya tiap pagi sejak dulu . Hal itu tentunya akan berpengaruh pada penampilannya dan akan membuatnya awet muda.
Reza membawa nampan yang berisi minuman untuk bosnya tersebut. Sesampainya disana , Reza tetap mengetuk pintu dengan tangan kirinya meskipun Dini telah mengijinkannya masuk saat melewati ruangan Dini tadi . Dini pulalah yang sengaja menghubungi koordinator OB agar mengajari Reza membuat teh hijau dan mengantar ke ruangan bosnya dan secara otomatis ia akan bertemu dengan laki - laki tampan tersebut.
"Masuk ", terdengar suara Bu Bos besar dari dalam .
Reza membuka knop pintu dan perlahan - lahan masuk ke ruangan Arumi. Arumi masih terlihat fokus dengan laptopnya . Wanita itu terlihat sangat lelah melalui guratan wajahnya meskipun hari masih pagi usai memimpin rapat dengan klien penting perusahaan yang baru saja selesai.
"Silahkan Bu teh hijaunya ",Reza melatakkan secangkir teh hijau buatannya di meja Arumi.
Netra Arumi terbelalak saat sadar bahwa Rezalah yang mengantar teh hijau untuknya.
"Kenapa kamu lagi yang datang keruangan saya ? Mana mungkin staf GA mempercayakan tugas ini padamu padahal kamu kan karyawan baru disini ?",tanya Arumi dengan wajah yang bersungut - sungut.Wanita itu nampak tidak suka dengan kedatangan Reza. Entah kenapa , semenjak pertama kali bertemu dengan Reza , Arumi sudah merasa tidak sreg dengan Reza .
"Maaf Bu , saya mendapat tugas ini dari Bu Nindi (Koordinator OB). Beliau pula yang mengajari saya membuat teh hijau yang enak untuk Anda ",jawab Reza dengan tenang , tak nampak sama sekali wajah gugup diwajah Reza. Sebenarnya dalam hati , ada sebongkah rasa dongkol pada bosnya masak membuat teh saja disamakan dengan tugas besar. Sikap Arumi juga sangat berbeda dari para pegawai perempuannya yang malah antusias saat ia membuatkan teh untuk mereka.
"Benarkah ? Baiklah biar saya telepon Nindi terlebih dahulu !", ucap Arumi seraya menghubungi Nindi dari gagang telpon di ruangannya.
" Halo Nona Arumi ! Ada yang bisa saya bantu ?",tanya Nindi dari ruangan OB begitu mengetahui mendapat telepon langsung dari Arumi. Tangannya agak gemetar , merasa was - was bila ada OB yang berbuat salah karena ia juga akan mendapat teguran atas kesalahan OB yang dipimpinnya.
"Apa benar kamu yang menyuruh si OB baru datang keruanganku dan membuatkanku teh hijau ?",tanya Arumi serius.
"Benar Nona Arumi. Tadi Nona Dini yang meminta saya mengajari Reza dan menyuruhnya mengantar teh hijau untuk Nona Arumi ",jawab Nindi dengan jujur.
'Oh jadi biang keroknya ternyata Dini rupanya ',pikir Arumi seraya menatap Reza . Mungkin sekretarisnya itu naksir pada pemuda itu pikirnya .
"Apakah Reza berbuat salah Nona ?",tambah Nindi dengan was - was setelah bosnya terdiam .
"Oh tidak kok ...Ya udah kembalilah bekerja! ",ucap Arumi seraya memutus sambungan telepon pada Nindi .
Arumi merasa sedikit merasa bersalah pada laki - laki yang ada dihadapannya. Namun ,untuk mengatakan kata 'maaf 'sangat gengsi untuknya karena disana dia adalah bosnya.
Arumi menyeruput teh buatan Reza ,wanita itu berpikir ingin mengerjai OB barunya itu.
"Hufft...Rasanya kok seperti ini ...Sangat tidak enak ...Kamu beri tehku garam apa gula sih ?",tanya Arumi pada Reza .
"Masak sih Bu ? Kalau rasanya kurang manis , Ibu bisa menatap wajah saya yang sangat manis ....",ucap Reza dengan penuh percaya diri. Laki - laki itu malah bercanda disaat Arumi mengerjainya.
Tia ternganga.
Tak percaya dengan ancaman yang baru dilontarkan Michael padanya.
Jadi..Tia ikut atau menolak ?
Baca novelnya "MENGEJAR CINTA KAKAK KELAS"
Klik aja akun ini..
Selamat membaca 😘
bagus
semangat