Athlantas Bright Satterle. Hidup dalam kemewahan membuat semua orang menganggap Keluarga mereka sempurna. Tanpa tahu kisah sebenarnya dalam Marga Satterle.
Bagi Athlas, dunia ada dalam genggamannya. Tapi tidak itu yang Athlas inginkan. Hanya memiliki Keluarga utuh yg selalu dirasakan saudaranya, Sandreas.
Juga tentang Calysta Anum Maghenzie. Adik kelas pindahan yang selalu merecoki hidup Athlantas. Atlit lari yang sialnya memiliki wajah sangat cantik.
_________________________________________
"Athlas tahu? Athlas gak bisa melihat dunia, terlalu fokus menggenggam tapi gk pernah merasakannya. Athlas kurang menikmati sisi lain hidup yang Tuhan kasih ke Athlas."
Athlas menoleh, " Lo tau apa ttg gue?"
"Calysta tau kok, Athlas cowok dingin yang terlapis kata sempurna. Cowok beku yg butuh kasih sayang dan perhatian, tpi gak pernah merengek meminta. Athlas itu beda, dan Calysta suka sama Athlas."
_______________________________
WELCOME ATHLAS STORY🦁💙. SELAMAT MEMBACA KISAH HIDUP ATHLAS YANG BELUM PERNAH KALIAN TEMUIN DI CERITA LAIN✨.
(@fiudsa_)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon azalsaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A12-Not Fine But It's Okay
...Benar, aku hanya butuh pelukan dan kata semua akan baik-baik saja darimu.-kata tokoh....
...⏩...
...👑HappyReadiang👑...
...⏩...
Malam ini Marco Axelion'z sangat ramai dengan pembeli, tentunya ini sudah biasa saat Renan merilis racikan kopi terbaru.
TarroCoffe. Memang dari segi nama selalu aneh, tapi bedanya racikan tangan Renan selalu membuat rasa khas tersendiri untuk kopinya.
"Gilaa sih ini gue suka!" ucap Calysta
Yah, Calysta dan Naura menjadi salah satu dari sekian banyak orang yg mengantri untuk menu spesial malam ini.
"enak banget." ucap Naura
Naura melihat handphonenya tertera pesan dari Langit, aku dipojok belakang Ra. Dan benar Naura melihat Langit melambaikan tangan kearahnya.
"samperin sonoh!" Naura hanya mendengus pelan, di meja Langit sana sudah penuh dengan pasukan inti Axelion'z. Dan Naura bukan seperti Calysta yang langsung nyrocos pada doinya!
"biarin"
"Athlas dimana ya Ra? Cuman ada Sandreas disana." Naura melirik sekali lagi, tumben juga Athlas tak bersama mereka. "mana gue tahu."
...🦁...
Mobil sport putih melaju pelan mengikuti mobil didepannya. Athlas, dengan matanya terus melihat laju mobil Ayahnya.
Mobil millik Hans berhenti didepan mansion mewah milik keluarga Elio. Baru pertama kali ini Athlas melihat ayahnya dilingkungan musuh terbesar keluarganya sendiri. Apa yang dilakukan Hans?
Belum hanya itu, dia dikejutkan dengan Sadewa yang masuk kedalam mobil Ayahnya lalu meninggalkan mansion itu.
"apa ini?"
Dia langsung menancap gas mengikuti mobil Ayahnya, lagi.
"rumah sakit?" Kening Athlas mengernyit saat bangunan Satterle's Hospital berdiri kokoh didepannya.
Hans dan Sadewa melangkah masuk bersama bodyguard mereka kedalam, diikuti Athlas yang masih menjaga jarak dari mereka.
Tapi saat Hans dan Sadewa menaiki lift, semua bodyguard hanya menunggu di lobi depan. Seperti dilarang masuk oleh mereka.
"Tuan Mu--" sapa Raffa.
Bodyguard muda di Keluarga Satterle, ia sudah menjadi teman Athlas sejak umur 7 tahun, saat itu Ayah Rafa yang menjadi bodyguard terbaik keluarganya. Lalu Ayahnya tak dapat lagi melanjutkan tugasnya dan digantikan oleh Raffa.
Bagi Athlas, Raffa sudah menjadi teman dan kakaknya. Dia yang paling mengerti segala tentang dirinya.
Athlas langsung menarik lengan Raffa dan membungkam mulut pria itu dengan tangannya. "Sttt,,, diamlah."
"Ada apa Tuan Muda?"
"Apa yang dilakukan Ayah dan Sadewa disini?" Raffa nampak menimang jawabannya. Ia ragu harus mengatakan apa yg dia lihat atau bukan pada tuan mudanya ini. "Katakanlah Raffa" keluh Athlas
Raffa menghela nafas pelan. "Saya tidak yakin Athlas, tapi saya pernah melihat Tuan Satterle dan Tuan Muda Sadewa menemui seorang gadis dengan kursi rodanya."
"Apa lo gak lihat siapa cewek itu?"
"Dia membelakangi saya waktu itu, yang saya lihat hanya dia memakai anting panda ditelinganya."
Anting panda?
Athlas terdiam, ini tidak mungkin!
"Ada apa Athlas? Apa kau mengenalnya?"
Athlas menggeleng pelan. "Gue gak yakin. Gue mohon sama lo, terus kabari kalau Ayah atau Sadewa ksini lagi."
Raffa mengangguk, Athlas langsung pergi meninggalkan rumah sakit. "Maafin saya Athlas."
...🦁...
Tujuannya sekarang ke Marco, dia baru tiba pukul 22.00. Memang Athlas sengaja datang saat CaffeShop sudah tutup.
"Baru dateng lo?" tanya Renan
"CoffeMatcha1." Athlas lebih memilih duduk disamping coffe. Sambil melihat jalanan Kota Bandung yang nampak mulai sepi.
"Darimana lo?" Sandreas seenaknya duduk didepannya dengan membawa TarroCoffe miliknya.
"Masih kebagian coffe?" Sandreas justru menyengir tanpa dosanya. "Gue minta Renan sisain satu buat gue."
Athlas melihat Sandreas lalu menghela nafas lelah. "Kenapa sih?" kepo Sandreas
"Lo masih inget Savita dan Marga Elio?"
Sandreas terdiam sebentar. Sudah sekian lama ia tak mendengar ttg mereka, kenapa Athlas bertanya lagi?
"Kenapa?"
Athlas menunjukkan foto yang dikirim Raffa kepada Sandreas. "ini--?
"Gue rasa ada yang salah sama kematian Savita."
"Ath please, Savita udah gak ada." Jelas Sandreas tak percaya, dia sendiri yang ikut turun menguburkan Savita di peristirahatan terakhirnya.
Athlas menghela nafas kasar, mengusap wajahnya frustasi. "Sorry.." lirihnya pelan
Athlas langsung berlalu pergi meninggalkan Marco tanpa sepatah katapun. Semua Axelion'z dibuat bingung dan heran, tak seperti biasanya Athlas pergi tanpa perintah.
"Ada apa san?" tanya Binta
"Savita."
Jawaban singkat Sandreas membuat mereka paham. Semua anak Axelion'z tahu bagaimana kisah Athlantas dan Savita dimasa lalu. Mereka hanya bisa berharap Athlas keluar dari bayang-bayang cewek itu.
Athlas memarkirkan mobilnya dipinggir jalan raya, duduk di kursi jalan sembari melihat Langit yang dihiasi banyak bintang.
"apa yang sebenarnya terjadi?"
Di ujung jalan Calysta berjalan dengan membawa sebungkus nasi goreng, matanya melihat mobil yang sangat familiar terparkir didepannya.
Benar dugaannya, ia juga melihat pemilik mobil itu duduk termenung. Ini bukan Athlas yang dingin, Calysta jelas bisa membedakan raut wajah Athlas walau hanya berbeda sangat tipis.
"Athlas kenapa?" gumamnya
Calysta berjalan mendekat, dia berada dibelakang Athlas, menaikkan tudung hoodie milik cowok itu ke kepalanya. "Dingin Athlas.."
Athlas menoleh, menemukan Calysta duduk disampingnya dengan senyum diwajahnya setiap kali mereka bertemu.
"ngapain?" tanya Athlas
"Athlas berdiri dulu deh sini! Didepan Calysta." Athlas yang tak mau berdebat hanya menuruti ucapan gadis itu.
"Trus?"
Calysta juga ikut berdiri, ia langsung memeluk Athlas yang ia tahu tubuh cowok itu menengang karna terkejut.
"Setiap orang punya masalahnya sendiri Athlas, Calysta emang gak bisa bantu banyak dan gak tahu apa masalah Athlas. Tpi setidaknya Athlas percaya masih ada Calysta yang selalu siapain bahu buat Athlas bersandar, masih ada pelukan Calysta buat ringanin beban Athlas."
Mata Athlas terpejam, perlahan tangannya membalas pelukan Calysta menjadi erat. Benar, hanya ini yang ia butuhkan. Dan bersama Calysta hatinya selalu menghangat.
"thanks."
Calysta lebih dulu melepas pelukan mereka. Mencoba bersikap biasa walau ia ingin secepatnya berteriak di Kamar dan bercerita dengan Mochi, boneka kesayangannya.
"kalau gitu Calysta pergi dulu ya, dadaa Athlas."
Baru beberapa langkah, tangan Calysta ditarik kebelakang oleh Athlas alhasil tubuhnya yang tak siap menabrak dada bidang cowok itu.
"pulang bareng gue mau?" bisiknya pelan tepat ditelinga Calysta.
Calysta masih diam, ia masih mencerna kata-kata Athlas. "kebanyakan mikir!" Athlas memeluk pinggang Calysta, menuntutnya masuk kedalam mobil dengan satu tangannya membuka pintu mobil untuk gadis itu.
Dalam hati Athlas tersenyum, ia juga tak tahu kenapa melakukan semua ini. Tapi entahlah, setidaknya untuk malam ini saja.
"pulang hmm?" Calysta menoleh sebentar lalu mengalihkan pandangannya.
Siapapun tolong Calysta, damagenya Athlas gak nahan!-batin Calysta
"i-i-ya"
Calysta merutuki kebodohannya. Kenapa ia jadi gugup sii? Saat Athlas tak meresponnya ia masih semangat, tpi baru direspon sedikit aja ngaruhnya gede banget, dasar!
⏩
...________________________...
...Yeayy!!! Wekeend ini Athlas updatee😭...
...Jadi gimana sama part ini? ...
...Tebak deh, cewek yang dimaksud Raffa ...
...Savita? ...
...Atau bukan? ...
...YANG KEPO SAMA SAVITA?? ...
...Tungguin aja yaa,, karna semua tokoh ada kaitannya dihidup Athlas. So, mau lanjut ikutin perjalanan Athlantas? ...
...Next! ...
...JADWA ATHLAS UPDATE SETIAP SEMINGGU 2X JADI JANGAN LUPA JADWAL ATHLAS UP!✨💙🦁...
...JANGAN LUPA VOTE ⭐ DAN COMENT ✍️...
...BUNA TUNGGU SPAM KOMENNN!!🥰...
...SalaManis Buna...
...See you next update 👋...
^^^Dipublikasikan,20-Mar-21^^^
^^^ttd/Buna^^^
^^^@fiudsa_^^^
baper parahhhhh😭
walaupun Helen enggak dpt cinta Hans tapi Helen dpt cinta dari kedua anknya
semangat Thor
dan sandreas baik banget setelah tau semuanya bukan malah membenci tapi dia mau bantu buat satuin keluarga Atlas
semangat Thor