NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Catherineberdiri di depan

wastafel kamar mandi di kamarnya. Tatapannya tertuju pada cermin di depannya.

                Kamu berhak bahagia, kamu berhak mengejar keinginanmu sendiri. Jangan

jual kebahagiaanmu dan hidupmu demi bisnis. Tinggalkan pria sialan itu.

                Ucapan Aiden tadi kembali terngiang di telinganya.  Andai, andai ia bisa menggapai

kebahagiaannya. Andai cintanya tidak sebelah pihak. Andai Aiden juga

mencintainya. Mungkin semua rasa sakit ini tidak akan pernah ia rasakan.

                Tangan Catherine

terangkat memegang dadanya yang mendadak sesak dan sakit. Ia meremas pakaiannya

seakan ingin menghentikan rasa sakit di dadanya. Air mata tanpa sadar luruh

membasahi pipinya.

                ‘Aku ingin bahagia, sangat ingin. Tetapi apa aku bisa bahagia tanpa kamu?’ batin Catherine.

                Aiden tengah berdiri

di balkon apartemennya seraya meminum bir dalam kaleng. Bayangannya teringat

pada kejadian tadi dimana tatapan Catherine tadi entah kenapa membuatnya merasa

tak nyaman.

                “Ada apa denganku,”

gumamnya.

                Aiden terus

terpikirkan Catherine dan tatapannya. Tatapan Catherine tadi tidak dingin

maupun datar. Tetapi tatapan penuh rasa sakit dan seakan mengharapkan sesuatu.

Aiden tidak memahami semua itu.

                “Apa kamu gila!” pekik

Robert didalam ruangan Catherine.

                “Sudah aku katakan,

aku ingin membatalkan pertunangan ini,” seru Catherine dengan tenang.

                “Jangan bermain-main

denganku, Catherine. Kau pikir bisa seenaknya membatalkan pertunangan ini!”

pekiknya terlihat sangat emosi.

                “Kenapa harus begitu

emosi? Bukankah sejak awal pertunangan ini hanya untuk mempererat bisnis kita.

Tetapi aku pikir semua itu tidak perlu dengan kita harus menikah,” ucap

Catherine masih dengan nada datar.

                “Kau!” Robert

mencengkram kedua pipi Catherine dengan kencang membuatnya meringis kesakitan.

“Angkuh sekali kamu ini. Kau pikir kamu siapa bisa seenaknya membatalkan

pertunangan ini!”

                “Lepaskan aku!”

                “Jangan harap bisa

membatalkan pernikahan ini.”

                Brak

                Robert mendorong tubuh Catherine hingga punggungnya

membentur sofa di belakangnya. Sebelum Catherine bangun, Robert sudah menindih

tubuhnya.

                “Aku bodoh karena

selama ini bersikap baik dan menghormatimu, ******.” Tanpa permisi Robert

menarik paksa kemeja yang di gunakan Catherine hingga terbuka dan

memperlihatkan bra berwarna creamnya juga perut putihnya.

                “Lepaskan aku!”

Catherine berontak dan sekuat tenaga mendorong tubuh Robert. “Tolong.....”

                “Teriak saja. Dasar

bodoh! Ruangan ini kedap suara,” kekeh Robert tertawa jahat dan mulai mencumbu

bagian leher Catherine walau ia tahan dengan kedua tangannya. Tetapi apalah

daya tenaga seorang wanita yang kalah berkali-kali lipat dari tenaga seorang

pria.

                “Tolong.... siapapun

tolong aku!” isaknya. “Lepaskan aku, Bajingan!” teriak Catherine terus

berontak.

                Robert menahan kedua

tangan Catherine di atas kepalanya dengan sebelah tangan Robert. Sebelahnya

lagi menjamah bagian dada Catherine yang terasa sangat sakit.

                Tolong... jangan membuat hidupku semakin hina...

                Brak

                Pintu terbuka lebar dan dengan langkah lebar, seseorang

yang baru saja mendobrak pintu langsung menarik Robert menjauh dari tubuh

Catherine.

                “Sialan!”

                Bug

                Pria itu adalah Aiden. Aiden mengamuk dan memukuli Robert

tanpa ampun hingga membuat darah keluar dari hidung dan sudut bibirnya yang

sobek.

                “Pria tidak bermoral!”

seru Aiden begitu emosi. Ia hampir melayangkan tinjunya lagi, tetapi petugas

keamanan yang di panggil oleh sekretaris Catherine datang dan membawa Robert ke

kantor polisi.

                Aiden menghembuskan napasnya

dan menoleh ke arah Catherine yang sudah duduk dengan memeluk tubuhnya sendiri

dan mengeratkan kemejanya untuk menutupi tubuhnya.

                “Nyonya, apa anda

baik-baik saja?” tanya sekretaris Catherine.

                Catherine tak menjawab

dan hanya menangis dalam diam. “Kamu boleh keluar, biar aku yang menemani

Catherine,” ucap Aiden.

                “Emm... baik Sir.”

Sekretarisnya pun keluar dari ruangan dan menutup pintunya.

                Kini hanya tinggal

Aiden dan Catherine berdua. Aiden berjalan mendekati Catherine dan duduk di

sofa di sampingnya. Catherine masih menundukkan kepalanya dengan tangisannya.

Tubuhnya terlihat bergetar hebat.

                Aiden menarik

Catherine ke dalam pelukannya. “Semuanya sudah baik-baik saja,” ucapnya

mengusap punggung Catherine yang bergetar.

                Catherine menangis

dalam pelukan Aiden. “Aku sangat takut,” gumamnya menangis terisak.

                “Aku ada di sini. Kamu

tenanglah,” ucap Aiden mengeratkan pelukannya.

                Cukup lama mereka

dalam posisi itu sampai tangisan Catherine mereda. Kemudian Catherine

melepaskan pelukannya dan tatapan mata sendunya beradu dengan tatapan mata

Aiden yang begitu hangat dan menenangkan.

                Aiden menghapus air

mata di pipi Catherine. “Jangan menangis lagi. Kejadian ini tidak akan pernah

terulang lagi,” seru Aiden yang di angguki Catherine.

                Aiden melihat kemeja

Catherine yang compang camping karena ulah Robert. Juga terlihat bercak merah

juga memar di bagian pundak Catherine karena ulah pria berengsek itu. Entah

kenapa melihat itu, darah Aiden mendidih dan rasanya ia ingin membunuh Robert.

                “Buka saja kemejamu

itu,” ucap Aiden seraya melepaskan jas miliknya. “Pakai ini.” Menyodorkan jasnya

ke arah Catherine.

                Catherine menerima jas

yang di sodorkan oleh Aiden. Tatapan Aiden tidak sengaja melihat ke arah bawah

udel Catherine saat kemeja itu tersingkap. Ada bekas luka memanjang di sana.

                “Luka ini?” seru Aiden

melihat ke arah luka itu membuat Catherine kaget dan segera menutupinya dengan

kemejanya.

                “Itu... itu bekas

operasi usus buntu,” jawabnya dan beranjak seraya membawa jas milik Aiden.

                ‘Bekas luka operasi usus buntu? Benarkah?’ batin Aiden menatap

punggung Catherine yang berjalan masuk ke dalam kamar mandi didalam ruangannya. ‘Kenapa aku merasa kalau Catherine

menyembunyikan sesuatu dariku?’

“Mommy....!”

Jasminemenerobos masuk

ke dalam kamar Catherine.

                “Mom, katanya Mom

terluka?” seru Jasmine melihat Catherine yang tengah tiduran di atas

ranjangnya.

                “Mommy nggak apa-apa

kok, Mine.”

                “Tapi katanya semalam

Mommy terluka. Siapa yang lukain Mom? Biar Jasmine kasih dia pelajaran!” seru

bocah itu dengan begitu lucunya membuat Catherine terkekeh dan merasa sangat

lucu melihat tingkah gadis kecil berusia 5 tahun.

                “Kamu ini anak

perempuan, kenapa begitu arrogant,” kekehnya.

                “Mommy malah

mentertawakanku. Aku serius lho, aku tuh mau jagain Mommy.”

                “Benarkah?” goda

Catherine.

                “Serius Mom. Bukankah

kita hanya berdua saja. Jadi kita berdua harus saling menjaga satu sama

lainnya. Aku tidak punya Daddy yang akan selalu jagain Mom dan aku.”

                Deg

                Ucapan Jasmine menyentil hati Catherine hingga membuat

senyumannya lenyap. Ada rasa sesal juga sakit di hatinya karena menyembunyikan

fakta tentang ayahnya. Tapi kalau Aiden mengetahui semua ini, akankah ia

menerima dirinya juga Jasmine.

                “Mom...”

                Catherine tersadar

dari lamunannya dan tersenyum kecil pada Jasmine.ia membelai pipi putrinya

dengan lembut.

                “Apa Mine ingin punya

Daddy?” tanya Catherine.

                “Ingin, tapi tidak mau

uncle Robert. Dia itu tidak baik,” seru Jasmine.

                “Lalu Jasmine ingin

Daddy yang seperti apa?” tanya Catherine.

                “Emmm....” Jasmine

tampak berpikir keras dan terlihat begitu menggemaskan.

                “Aku ingin Daddy

seperti Uncle tampan. Dia itu sangat baik, dan Jasmine merasa sangat nyaman di

sampingnya. Selain itu Mine juga merasa aman saat dengannya,” seru Jasmine.

                Darah memang lebih kental daripada air...

                Catherine tersenyum kecil seraya merapikan rambut Jasmine. Jasmine sendiri

sudah dapat merasakan kedekatan dengan Ayahnya sendiri.

                “Mom, Mine punya ide

cemerlang,” seru Jasmine sangat antusias.

                “Apa itu?”

                “Bagaimana kalau Mom

aku temui sama Uncle Tampan. Kita undang dia untuk makan malam, gimana?”

serunya sangat antusias.

                “Memangnya kamu tau

alamat Uncle itu? Atau no teleponnya?” pertanyaan Catherine berhasil membuat

Jasmine terdiam dan berubah menjadi lesu.

                “Aku tidak punya,”

serunya lemah.

                Ada senyum bersalah di

bibir Catherine. Bahkan sampai detik ini dia masih belum bisa mengatakan yang

sebenarnya.

                “Sudahlah, sebaiknya

kita tidur saja. Masalah Uncle itu kita pikirkan lagi nanti,” ucapnya menarik

Jasmine ke sisinya dan memeluknya untuk tidur bersama.

                Selang beberapa menit,

Jasmine sudah terlelap dalam tidurnya. Catherine masih melamun, menatap kosong

ke depan dengan tangannya yang mengelus punggung Jasmine.

                “Lama tidak bertemu

Mr. Aiden,” sapaan itu membuat Aiden menoleh ke sumber suara.

                Aiden mengernyitkan

dahinya menatap seseorang di depannya itu.

                “Kamu...?”

                “Apa kabar? Masih

ingat aku?” seru wanita cantik nan anggun itu.

                “Evelyn?” seru Aiden

masih berusaha mengingatnya.

                “Ingatan yang tidak buruk,”

kekehnya.

                “Ah ternyata benar

kamu. Bagaimana kabarmu?” seru Aiden.

                “Kabarku baik.”

                “Kamu ada di sini?”

tanya Aiden karena saat ini ia sedang berjalan menyusuri lorong apartemen

menuju kamarnya.

                “Ya, aku menyewa apartemen

di sini. Apa kamu juga tinggal disini?” tanya Evelyn.

                “Ya, kamarku ada di

depan,” ucapnya.

                “Ternyata kita

bertetangga,” kekehnya. “Sudah lama sekali sejak kejadian itu.”

                “Iya,” seru Aiden.

“Bagaimana sekarang kondisi Ibumu?”

                “Dia sudah lebih baik.

Setelah kejadian itu, aku membawanya pergi meninggalkan kota N dan menetap di

daerah pedesaan yang cukup tenang. Tetapi aku harus kembali ke sini karena ada

pekerjaan,” jelas Evelyn.

                “Syukurlah kalau

begitu,” ucap Aiden.

                “Baru pulang kerja?”

tanya Evelyn.

                “Ya begitulah,” ucap

Aiden. “Baiklah aku harus kembali ke kamarku. Senang bisa bertemu denganmu

Evelyn,” ucapnya.

                “Iya apalagi aku,

sangat senang bisa bertemu dengan penyelamatku,” ucapnya membuat Aiden

tersenyum kecil.

                Ia kemudian pamit dan

masuk ke dalam kamarnya.

                ‘Alasanku kembali bukan hanya pekerjaan, tetapi karena kamu, Pahlawanku,’ batin Evelyn tersenyum

bahagia.

                Ia tidak menyangka

bahwa takdir begitu mudah mempertemukan dirinya dengan Aiden. Bahkan dalam

jarak yang begitu dekat.

                “Kenapa kamu masuk

kerja?” tanya Aiden saat masuk ke dalam ruangan Catherine.

                “Aku sudah merasa

lebih baik,” ucap Catherine fokus dengan pekerjaannya.

                “Harusnya kamu

istirahat saja,” ucap Aiden mengambil duduk di hadapan Catherine.

                “Ada apa datang

kemari?” tanya Catherine.

                “Hanya ingin

melihatmu,” ucap Aiden dan berhasil membuat Catherine membeku di tempatnya.

                Ada getaran didalam

hatinya, dan rasanya begitu hangat juga nyaman.

                ‘Kenapa? Kenapa Aiden begitu lembut dan memperhatikanku? Apa dia juga

memiliki perasaan yang sama denganku?’ batin Catherine.

                “Ada apa?” tanya

Aiden.

                “Emm tidak apa-apa,”

ucap Catherine tersenyum kecil. “Ngomong-ngomong makasih karena kemarin kamu

menyelamatkanku,” ucap Catherine.

                “Tidak masalah. Sudah

seharusnya aku menjagamu,” ucap Aiden dengan santai.

                “Kenapa kamu harus

menjagaku? Kamu bukan kekasih ataupun suamiku.” Ucapan Catherine membuat Aiden

menatapnya cukup lama.

                Senyuman terukir di

bibir Aiden. “Sebagai seorang sahabat, apa aku tidak bisa menjagamu, hm?”

                Catherine tersenyum

sinis. “Sahabat?”

                “Kenapa, apa ada

masalah?” tanya Aiden.

                “Jangan terlalu baik

pada seorang wanita, kalau kamu tidak mau membuatnya terluka,” seru Catherine

membuat Aiden mengernyitkan dahinya bingung.

                “Maksudmu apa?”

                “Sudahlah kalau kamu

tidak paham. Hari ini aku sedang baik, jadi ayo kita makan siang bersama, aku

akan mentraktirmu,"”seru Catherine beranjak dari duduknya.

                Aiden tersenyum

menanggapinya.

                “Baiklah.”

                Mereka berdua kini

sudah duduk berhadapan di sebuah restaurant Korea. Catherine memang sedang

ingin memakan makanan Korea.

                “Jadi bagaimana dengan

pertunanganmu dan Robert?” tanya Aiden seraya menyeduh kopi yang sudah ia

pesan.

                “Akan aku batalkan.

Robert membuat ulah dan mengancamku dengan berbagai hal,” seru Catherine.

                “Kamu tidak perlu

takut, aku akan selalu ada di sisimu dan melindungimu dari pria berengsek itu,”

ucap Aiden.

                “Kenapa kamu ingin

melindungiku?” tanya Catherine.

                “Kenapa kamu selalu

mempertanyakan pertanyaan yang sama padaku?” tanya Aiden.

                “Aiden, sebenarnya

sudah lama aku ingin menanyakan hal ini padaku.”

                “Kalau begitu tanyakan

saja,” seru Aiden.

                “Apa yang terjadi

denganmu dan Agneta 5 tahun lalu?” pertanyaan Catherine mampu membuat raut

wajah Aiden menjadi keras.

                “Kenapa harus

menanyakan hal ini?” tanya Aiden.

                “Aku hanya ingin tau,”

seru Catherine.

                “Apa yang sebenarnya

kamu ingin tau? Bukankah kamu mengetahui pernikahan Agneta dan Davero 5 tahun

lalu. Lalu apa yang bisa aku lakukan dengan wanita yang sudah menikah,” ucap

Aiden terlihat rahangnya mengeras.

                Catherine sadar kalau

pertanyaannya memancing emosi Aiden.

                “Apa kamu masih

memiliki perasaan untuk Agneta?” tanya Catherine.

                “Cath, apa yang

sebenarnya ingin kamu pastikan?” pertanyaan Aiden tepat sasaran membuat

Catherine membeku di tempatnya.

                “Itu-“ Catherine

terdiam.

                “Kalau begitu mari

kita balik pertanyaannya. Apa yang membuatmu menjauhiku 5 tahun lalu dan pergi

meninggalkanku. Apa yang membuatmu menghindariku, Cath? Apa ada sesuatu yang

kamu sembunyikan dan tidak boleh aku ketahui?”

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!