NovelToon NovelToon
Terjerat Suami Orang

Terjerat Suami Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika
Popularitas:39.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eouny Jeje

Azalae Djadmika, gadis 22 tahun. Dia berpikir telah menikah dengan seorang pria lajang berstatus duda. Ternyata tidak. Syafira Bella, isteri Zayn Putra Maliq yang di beritakan telah meninggal Dunia satu tahun yang lalu. Tiba-tiba kembali dan mengambil semua cinta yang singgah pada Lea.

Apalagi Zayn merasakan cintanya pada Bella tidak pernah memudar seiring waktu hilangnya isterinya. Kehadiran istrinya kembali, membuat Zayn kembali seperti pria muda yang sedang kasmaran dan jatuh cinta sekali lagi pada Bella.

Oleh karena itu, sikap Zayn mulai berubah, dia mulai mengabaikan kehadiran Lea. Apalagi bisikan Bella menuntut agar Zayn segera menceraikan Lea.

***
Karya ini menggunakan nama tokoh yang di usulkan oleh teman baikku, Lele. Alur cerita dan pokok pikirannya pun di sumbangkan oleh temanku yang comel itu.

Selamat membaca 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eouny Jeje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TSO-10

Zayn melipat kelopak matanya ke atas. Kilat mata kesuksesan mencapai tujuannya. Terlihat jelas. Dia sangat berbahagia mengetahui lamaranya telah di terima. Tidak butuh satu hari, untuk mengubah keputusan gadis ini untuknya.

"Kau tidak perlu memikirkan hal tersebut. Aku tulus membantumu. Walau aku dan dirimu, tidak terikat akan pernikahan. Aku akan tetap membantumu."

Lea menautkan ketat setiap jemari yang saling melipat. Dia tidak pernah membayangkan, jika akhirnya dia akan memutuskan menikah di usia 22 tahun. Dulu, dia selalu merancang dirinya menikah di usia 27 tahun. Karena baginya, di usia 27 tahun, setidaknya dia mampu finansial secara mandiri,dan tidak bergantung pada suaminya kelak.

Namun, keadaaan memaksa dirinya untuk menikah dalam usia 22 tahun. Bagaimana mungkin dia meminta Zayn menunggunya lima tahun lagi. Bukankah, dia terlalu tua untuk menikah lagi.

Lea melirik dengan ujung matanya,  diam-diam ke arah Zayn. Dia tampan, postur tubuhnya bagus, perutnya tidak bucit. Selain itu, dia juga terlihat mapan. Mobilnya yang menjemput Lea, bahkan sering berganti-ganti series. Dia tampak kaya materi.

Lea merenungi keputusannya lagi. Hati kecilnya ingin menanyakan secara detail kematian Bella, istri Zayn. Lea takut, jika dia terjebak menjerat suami dari wanita lain. Dia takut di sebut sebagai orang ke tiga yang masuk ke dalam rumah tangga orang lain.

Tetapi, pertanyaan itu bukanlah sesuatu yang tepat untuk di pertanyakan sekarang. Saat ini, kondisi ibunya harus di utamakan.

Semoga Pak Zayn .... Bukanlah suami wanita yang masih hidup. Setidaknya, jika wanita itu masih hidup, seharusnya sudah bercerai, pikir Lea dalam hatinya.

Di Rumah Sakit

Lea dan Zayn telah mencapai rumah sakit. Sepasang langkah kaki mereka, langsung menuju ruang unit gawat darurat.  Setelah mendapatkan informasi. Mereka segera menuju bankars yang berada dekat dinding kiri dengan pintu utama.

Lea termanggu menatap seorang wanita paruh baya yang terbaring di atas bankars. Langkahnya terhenti. Dia kehilangan nyalinya untuk mendekat. Sepasang kaki Naomi di perban dan di pasang gips kiri kanan kakinya. Corong  selang oksigen menempel mencakup hidung dan mulutnya.

"Lea," seru Zayn membangunkan dari rasa prihatin dan sedihnya melihat keadaaan ibunya.

Lea menatap dengan mata yang telah berkaca-kaca. Dia mengindahkan Zayn. Dia berjalan mendekati sisi pembaringan ibunya. Sepasang tangannya segera merangkum tangan ibunya. Menggenggamnya sangat erat.

"Bu ...," isaknya memanggil.

Seorang Dokter tiba dengan langkah terburu-buru, mengingat ada pasien VIP yang telah di rawat. Dia bertukar senyum dengan Zayn, dan saling memberikan isyarat dengan mata. Dokter dengan label nama Farhan di dadanya. Farhan memberi anggukan kecil pada Zayn, dan segera memeriksa keadaan pasien.

Farhan berlakon memasang raut wajah tegang dan suaranya berat memberi tahu Lea, "Nona, ini ibunya?"

Lea menganggukan kepala sebagai responnya. Air matanya telah berderai jatuh membasahi kedua belah pipinya.

"Ibu, anda mengalami kecelakaan yang membuat bagian kepala belakangnya terbentur. Jadi dia harus di rawat di ruangan ICU."

Deg! Lea sudah tahu hal itu, dokter pun sudah menjelaskan lewat telepon sebelum dia kemari.

Lea menatap pada Zayn. Tentu saja perawatan di ruang ICU, butuh biaya besar. Lea menggigit bibirnya, tidak berani berkata satu katapun. Dia telah putus asa saat ini.

Zayn menatap Lea. "Tidak perlu khawatir."

Zayn menatap pada Farhan kembali, "Berikan yang terbaik pada mertuaku."

Mertuaku.

Lea menjerit dalam hatinya akan satu kata status untuk ibunya.

Tidak lama, Zayn mendekat ke sisinya. Mengikis jarak. Tubuhnya berdiri begitu rapat, dan satu tangannya merangkul bahu Lea secara tiba-tiba.

Lea merasa tidak nyaman akan rangkulan bahu dari Zayn. Ingin menghindar. Namun, dia telah sepakat akan menikah dengannya.

"Lebih baik kau beristirahat lebih awal. Lagipula ruang ICU, tidak boleh menunggu pasien," ujar Zayn.

Lea menganggukan kepala.

Tidak lama, perawatan Naomi di pindahkan ke ruang ICU. Setelah pemindahan ruangan selesai di lakukan. Lea berpikir untuk tinggal di ruang mushola yang di sediakan rumah sakit.

"Aku tinggal di sini saja, Pak Zayn. Rumah terlalu jauh untuk pulang pergi, aku harus siaga mengunjungi ibuku setiap saat," utara Lea menunjukan mushola sebagai tempat dirinya beristirahat.

Zayn menyipitkan matanya sebentar. Tampak berpikir satu hal dengan keras. Dia teringat, sekitar rumah sakit, ada sebuah hotel bintang lima.

Bukankah di hotel, merupakan kesempatan yang bagus, pikir Zayn ingin mengikat Lea dalam satu malam, agar gadis itu tidak berubah pikiran.

"Jangan di sini, Lea. Kita bisa menginap di hotel sekitar sini."

Kita.

Satu kata menunjukkan penggabungan kata 'aku' dan 'kamu' menginap di hotel. Membuat Lea bersikap kikuk dan takut membayangkannya. Tetapi, Lea telah menyetujui pernikahan dengan Zayn.

"Ayolah, di sini sangat dingin. Berbaur dengan banyak orang asing," ajak Zayn setengah membujuk dengan raut wajahnya yang tersenyum memohon.

Tak kuasa menolak. Lea menganggukan kepalanya.

Sepuluh Menit Kemudian

Mereka telah mencapai hotel SealAsther, yang berada 1 Km dari rumah sakit tempat Naomi, ibu Lea di rawat.

Lea mulai merasa cangung. Ketika seorang pelayan kamar membukakan presidential room untuknya. Setelah menjelaskan setiap fitur dan fasilitas kamar, pelayan kamar segera berpamitan pergi.

"Semoga, malam Nyonya dan Tuan menyenangkan. Selamat beristirahat," pamit pelayan kamar tersebut.

Nyonya dan Tuan, kami belum resmi menjadi pasangan.

Tetapi, Lea menjadi kaku sesaat. Kala, langkah kaki pria tegap itupun mengikuti masuk ke dalam kamar yang sama dengan dirinya. Klek! Pintu merapat dengan kusennya, dan di kunci olehnya.

Apakah kami satu kamar?

Lea menjadi lebih gugup. Di kamar ini hanya tersedia satu kasur besar, dan satu sofa panjang.

"Aku mandi dulu." Zayn masuk ke dalam kamar mandi.

Pintu kamar mandi terkatup, setelah pria itu masuk. Suara deras air terdengar jatuh menghantam lantai.

Lea merapatkan jaketnya. Satu kamar dengan pria. Tidak pernah dia pikirkan, hal ini akan terjadi dalam kehidupannya. Seharusnya, dari awal dia harus menolak tawaran pria yang pernah menikah ini.

Deg! Seakan mendengarkan sirene berbahaya, jantung Lea berdegup kencang.

Kret! Pintu kamar mandi terbuka. Tampak postur Zayn di bungkus jubah mandi putih. Rambutnya setengah basah. Dia terlihat segar dengan rahang kokoh yang membingkai wajahnya.

Deg! Lea membulatkan matanya jatuh dalam pesona tiga detik pada pria yang memiliki dua anak tersebut. Ketika, sepasang mata pria itu mendongak dan mengarahkan pandangan untuknya. Lea segera memalingkan wajahnya yang memerah malu.

"Mandilah. Seharian dalam UGD, banyak kuman. Kau perlu bersihkan tubuh," saran Zayn.

Lea menatap ragu pada setiap ubin di bawah kakinya. Dia di minta mandi, setelah itu akan di minta apa?

"Tidak perlu. Aku tidak membawa pakaian ganti," tolak Lea halus.

......................

Bersambung ....

1
Risa dan Yayang
Bella kamu punya rencana apalagi dari dulu belum tobat deh
Risa dan Yayang
Astaga Diva beri saran ngawur ke Bella deh
Risa dan Yayang
Astaga Bella mungkin kamu ngga hamil karena perbuatan kamu yang menyiksa Lea
Risa dan Yayang
Bella kamu sengaja menyiksa Lea kejam banget padahal kamu bisa menyuruh Zayn menceraikan Lea supaya Lea ngga tersakiti terus menerus
Risa dan Yayang
Sepertinya Sam bakal balas dendam ke Bella
Risa dan Yayang
Bella makanya kamu jangan jahat sama Lea tanggung sendiri akibatnya
Risa dan Yayang
Zayn ceraikan Lea dari pada kamu menyakiti dia terus menerus
Risa dan Yayang
Lea ngga usah sedih mending makan banyak biar ngga sakit
Risa dan Yayang
semoga cepat sembuh kak dan bisa menulis lagi seperti semula
Risa dan Yayang
Zayn kamu bodoh mengabaikan Lea padahal Bella itu licik kamu ngga nyadar ya
Risa dan Yayang
Bella kamu pelakor walau istri pertama tapi kamu menghilang malah kamu datang lagi
Risa dan Yayang
Bella kamu itu tetap bersalah karena menyakiti hati Lea
Risa dan Yayang
Bella Lea ngga bakal bunuh diri walau tahu Zayn sama kamu selingkuh di belakang Lea
Risa dan Yayang
Kasihan sekali Lea merasa sedih karena sikap Zayn
Risa dan Yayang
Lea sebenarnya yang salah itu Zayn kurang tegas kepada Bella padahal sudah menikah dengan kamu
Risa dan Yayang
Astaga Bella kamu seperti iblis kejam banget
Risa dan Yayang
Bella Lea ngga mengambil milikmu karena Zayn yang memaksa menikah dengan Lea
Risa dan Yayang
Zayn kalau kamu memilih Bella kamu bakal salah pilih
Risa dan Yayang
Wah Lea ternyata ngga ingin jauh dari Zayn
Risa dan Yayang
Bella kamu tega sekali mempermalukan Lea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!