NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Surgawi

Legenda Kaisar Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.

Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.

Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.

Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 9 — Ujian Latih Tanding

Setelah sosok Yun Bing menghilang ditelan kegelapan malam, Huo Li kembali menutup pintu guanya rapat-rapat.

Drek...

Ia duduk bersila di atas ranjang batu giok, kembali membuka gulungan bambu Seni Pedang Tiran Pemutus Nadi.

Kali ini, tatapannya tidak lagi sekadar membaca makna teks yang terkandung didalamnya, ia membedah setiap untaian energi spiritual yang tersembunyi di balik aksara kuno tersebut.

"Benih Parasit..." gumamnya pelan.

Huo Li mulai memutar sirkulasi energi surgawinya mengikuti panduan dari manual tersebut.

Benar saja, setelah beberapa saat menyelam, teknik ini memang dirancang untuk menyedot potensi maksimal tubuh kultivator secara brutal.

"I—ini...?!"

Begitu ia mengalirkan energi ke jalur meridian utama yang ditentukan, sebuah sensasi dingin yang ganjil mulai merayap dari telapak tangannya, menyusup perlahan menuju dantian.

Itu adalah seutas energi spiritual gelap yang sangat tersembunyi... Benih Parasit milik Tetua Gubang.

Benih itu bergerak layaknya lintah kelaparan, bersiap menempel pada dinding dantian Huo Li untuk menghisap sari pati kultivasinya. Namun, Tetua Gubang membuat satu kesalahan fatal. Ia mengira dantian Huo Li berisi energi spiritual biasa.

Saat benih gelap itu menyentuh batas lautan dantian Huo Li...

WUNGGG!

Lautan kabut emas Energi Surgawi di dalam tubuh Huo Li mendadak bergejolak. Aura purba dan mutlak meledak dari pusat dantiannya. Energi emas itu tidak menolak benih tersebut, ia menerkamnya layaknya naga agung yang menelan seekor cacing tanah.

Ctik!

Huo Li bisa merasakan benih gelap itu gemetar ketakutan, mencoba melarikan diri dari dantiannya. Namun terlambat. Energi Surgawi mengurung benih itu dalam sebuah kepompong emas kecil, memutus aksesnya untuk merusak tubuh Huo Li, namun tetap membiarkan jalur koneksinya ke Tetua Gubang terbuka.

Senyum perhitungan terukir di bibir Huo Li.

"Jika aku menghancurkannya sekarang, Monster Tua itu akan curiga. Jadi... hiduplah di dalam sana. Aku akan memberimu makan dengan sisa-sisa energi paling kotor di tubuhku, dan membiarkan tuanmu mengira rencananya berjalan sempurna."

Dengan benih parasit yang kini telah terkurung dalam kepompong emas, Huo Li mulai mempraktikkan Seni Pedang Tiran Pemutus Nadi tanpa rasa ragu.

Tubuhnya yang telah ditempa oleh Lempengan Dewa Surgawi memiliki meridian sekuat baja. Hantaman energi internal yang seharusnya merobek organ dalam kultivator biasa, hanya terasa seperti pijatan keras bagi Huo Li.

Malam itu, hingga berminggu-minggu setelahnya, Gua Kultivasi paling ujung di Puncak Pedang Kedua tak pernah sepi dari suara desingan pedang.

.....

Waktu berlalu tanpa terasa. Satu bulan telah habis.

Di pelataran Puncak Pedang Kedua, sinar matahari pagi menyinari wajah tiga orang yang tengah berdiri menghadap paviliun utama.

Yun Bing berdiri dengan wajah dingin dan tatapan lurus ke depan, sama sekali tidak menoleh ke arah Huo Li. Ia memainkan perannya dengan sempurna.

Di sebelahnya, Zhang Ming melipat tangan di dada. Matanya sesekali melirik ke arah Huo Li dengan kilat kebencian dan senyum meremehkan.

Huo Li sendiri berdiri dengan postur tenang. Pakaiannya sudah diganti dengan seragam abu-abu bersih milik murid Sekte Pedang Tiran. Rambutnya diikat rapi. Meski wajahnya datar, ada aura tajam yang sesekali memancar dari tubuhnya... efek samping dari berlatih Seni Pedang Tiran Pemutus Nadi.

Di dalam tubuhnya, Huo Li telah menyerap habis enam Kristal Surgawi yang ia miliki. Kultivasinya telah mencapai Ranah Surgawi Bintang 2 Tahap Menengah yang setara dengan Ranah Spiritual Mendalam Tahap Menengah.

Dengan menggunakan manipulasi Energi Surgawi, ia menekan fluktuasi auranya agar terlihat hanya berada di Ranah Spiritual Mendalam Tahap Awal. Lonjakan dari Pembentukan Fondasi Puncak ke Spiritual Mendalam Awal dalam sebulan adalah pencapaian jenius, cukup untuk membuat Gubang puas tanpa terlihat terlalu mustahil.

Tap... Tap...

Pintu paviliun terbuka. Tetua Gubang melangkah keluar dengan jubah hitamnya. Wajahnya yang beringas menyapu ketiga muridnya, sebelum akhirnya berhenti pada Huo Li.

Mata Gubang sedikit menyipit, lalu sudut bibirnya tertarik membentuk senyum puas yang mengerikan. Ia bisa merasakan koneksi samar dari Benih Parasit di dalam tubuh pemuda itu.

'Bocah ini! Benih parasit ku tumbuh begitu subur di dalam dantian-nya, bahkan terasa jauh lebih murni dari mangsa-mangsa ku sebelumnya!' batin Gubang bergairah.

Gubang mengubah ekspresi senang yang terlihat aneh menjadi tegas, "Satu bulan telah berlalu," suaranya menggelegar, memecah keheningan.

"Bocah. Tunjukkan padaku apa yang kau dapatkan dari manual Seni Pedang Tiran Pemutus Nadi. Apakah kau pantas memegangnya, atau aku harus memotong tanganmu hari ini?"

"..."

Entah apa yang ada didalam pikiran Gubang, ia hanya menatapnya dalam diam.

Dalam benak Huo Li, 'Huh... akhirnya kau menunjukan sifat mu yang sebenarnya, Monster Tua.'

Walaupun Huo Li memiliki rasa ketidak senangan di dalam hatinya terhadap perkataan Gubang. Ia memakluminya. Bagaimana pun, Sekte Pedang Tiran adalah sekte beraliran hitam. Ia tidak terkejut ketika tetua sekte tersebut mengancam akan memotong tangannya.

Sedari awal jika ia takut dengan ancaman seperti ini, ia tidak akan memilih Sekte Pedang Tiran sebagai langkah awalnya untuk membalaskan dendam dan meraih tujuan besarnya.

Sebelum Huo Li sempat menjawab, Zhang Ming melangkah maju dan menangkupkan tangannya.

"Guru!" ucap Zhang Ming dengan nada penuh semangat.

"Membiarkan Saudara Junior Huo mendemonstrasikan jurus ke udara kosong tidak akan membuktikan apa-apa. Sebagai Kakak Seperguruan yang baik, izinkan saya untuk mengujinya dalam pertarungan sungguhan!"

Zhang Ming menyeringai menatap Huo Li. Kultivasi Zhang Ming berada di Ranah Spiritual Mendalam Tahap Menengah. Ia yakin bisa mempermalukan, atau bahkan tanpa sengaja mematahkan beberapa tulang Huo Li berkedok ujian.

Gubang mengusap dagunya, menatap Zhang Ming, lalu beralih ke Huo Li. Ia tahu persis niat busuk Zhang Ming, namun ini adalah kesempatan sempurna untuk melihat seberapa jauh potensi fisik wadah benih parasit barunya dalam pertempuran.

"Lakukanlah. Tapi ingat, jangan sampai saling membunuh," ucap Gubang santai.

"Baik, Guru!" Zhang Ming mencabut pedangnya. Bilah baja itu memancarkan aura biru dari energi spiritualnya yang agresif.

Huo Li tidak menolak. Ia melangkah maju dengan tenang, mencabut pedang besi dari pinggangnya.

"Saudara Senior Zhang, mohon bimbingannya," ucap Huo Li sopan.

Sikap sopan itu justru memicu amarah di hati Zhang Ming.

"Tcih! Singkirkan wajah aroganmu itu, Gembel!" desis Zhang Ming.

SRING!

Zhang Ming melesat maju. Kecepatannya membelah angin, mengayunkan pedangnya dalam lintasan horizontal yang mengincar dada Huo Li. Aliran energi spiritualnya membuat pedang itu mendesing tajam.

Namun, di mata Huo Li yang panca indra penglihatannya telah diperkuat oleh Energi Surgawi, gerakan Zhang Ming terlihat penuh dengan celah.

Alih-alih menangkis, Huo Li menggunakan Langkah Pemutus Nadi.

"Langkah Pemutus Nadi."

Wush!

Tubuh Huo Li mendadak buram, meluncur ke samping dengan sudut yang sangat tidak wajar, menghindari tebasan Zhang Ming hanya dengan jarak selebar helaian rambut.

Mata Zhang Ming terbelalak.

"Apa?!"

1
Aiby Kushina Uzumaki
perasaan novelnya udah baca tp menghilang, apa ini di revisi lagi Thor???
Blueria: Iya kak, udah di revisi semua. Dari bab 1 sampai yang terakhir kali kemarin ditulis🙏
total 1 replies
Luo Zheng
lanjutkann
Blueria: Siap☕😁
total 1 replies
Luo Zheng
💪💪💪💪👍
Luo Zheng
Paviliun Anggrek Merah
Tio Buki
Iya nih
Tio Buki
Like, iklan, komen, plus hadiah. Tidak termasuk vote. Karena vote sudah habis🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Lanjutkan
Tio Buki
Semangat👍👍👍👍👍
Tio Buki
Moga lancar ya🙏🙏💪💪💪
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor👍👍👍🙏
Tio Buki
Kesal dia
Tio Buki
Iya, emang kenapa
Tio Buki
Ceritanya keren 👍🙏
Tio Buki
Ikut baca ya 👍👍👍🙏
Rinaldi Sigar
lnjut
Bg Xinn: 2 menit langsung habis, panjangin chapternya thor🤣
total 1 replies
sibaweh abduh
sangat bagus sekali thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Bg Xinn: pendek sekali chapternya🤣 1 menit baca udah kelar
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
kopi thor
Blueria: Terimakasih kopinya ☕🔥
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!