NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:604
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

"Guru akan menceritakan dunia persilatan sebelum kau memulai latihanmu esok hari. Guru harap kau bertambah semangat setelah mendengar cerita guru." kata Bargola.

"Iya ceritakan guru, Jaka ingin tahu." kata Jaka Srenggi kegirangan.

"Dunia persilatan, dunia, dimana yang kuat yang akan menjadi raja, seorang yang lemah akan ditindas. Saat dunia persilatan dalam kekacauan, itulah saatnya para golongan putih bertindak. Selalu begitu, golongan hitam selalu mencari cara untuk memusnahkan golongan putih." kata Bargola memulai ceritanya.

"Kenapa begitu guru??"

"Golongan hitam selalu ingin menguasai dunia, itu karena mereka menurutkan semua keinginan jahat mereka. Pada hakikatnya tak ada manusia yang benar-benar jahat, dan tak ada manusia yang benar-benar baik."

Jaka diam dan terus mendengarkan.

"Ada beberapa perguruan besar yang saat ini menjadi patokan bagi dunia persilatan."

"Perguruan bangau putih, dikota Bangau.

Perguruan macan tutul di kota bunga dan perguruan kalajengking hitam di kota kematian."

"Dari tiga perguruan besar itu, hanya perguruan kalajengking hitam yang dari golongan hitam, sementara perguruan macan tutul itu perguruan yang tak jelas."

"Guru peringatkan jangan pernah cari masalah dengan tiga perguruan itu. Kau ingat itu."kata Petapa muka dua.

"Iya guru! Jaka akan selalu mengingatnya," jawab Jaka Srenggi.

"Perguruan kalajengking hitam memiliki banyak mata-mata di seluruh kota. Mereka selalu menjadi ancaman didunia persilatan."

"Sementara perguruan bangau putih, mereka terlalu putih, sehingga mereka mementingkan ummat dari pada hal lain. Dan sikap itu kadang dimanfaatkan oleh para golongan hitam." kata Bargola terus menjelaskan pada Jaka Srenggi

"Begitu ya guru!"

"Ya! Itulah mengapa guru tak mengikuti aturan dunia persilatan. Golongan hitam selalu menggunakan itu menjadi akal bulus untuk mengalahkan para golongan putih." kata Petapa muka dua dan berdiri dari tempat duduk nya.

"Raja pedang itu dari golongan mana guru??" tanya Jaka yang ternyata masih penasaran dengan orang terkuat di dunia persilatan, raja pedang.

"Dia dari golongan putih, tapi dia sudah lama menghilang. Jurus pedangnya sangat luar biasa. Tak ada satu pun yang mampu mengimbanginya dalam jurus-jurus pedang." kata Bargola terus-menerusan memuji raja pedang.

"Apa guru pernah bertarung dengannya??" tanya Jaka Srenggi

"Tidak! Tapi guru pernah melihatnya bertarung dengan salah satu Datuk golongan hitam. Datuk pulau ular lawan dari raja pedang tak berkutik saat raja pedang mengeluarkan jurus pedang simpanannya. Sungguh indah dan mengagumkan." puji Petapa muka dua.

"Sehebat itukah??" gumam Jaka Srenggi dengan mata yang berbinar.

"Ya Jaka! Raja pedang mengedepankan keindahan seni dalam jurus pedangnya, dia bermain pedang seperti seorang penari. Sangat indah." kata Bargola dan mengingatkan kembali pertarungan yang terlihat oleh matanya.

"Aku ingin seperti itu guru, aku ingin menjadi ahli pedang." ucap Jaka bersemangat.

"Guru akan mengajarimu dasar dari ilmu pedang. Untuk jurusnya guru akan memberikanmu sebuah kitab pedang."

"Kitab??"

Jaka Srenggi berdiri dan membuka buntalan nya.

"Apa guru mengenal kitab ini??" tanya Jaka Srenggi.

Petapa muka tua dengan dahi berkerut menerima kitab dari Jaka, saat membuka kitab itu wajahnya berubah menjadi berbinar.

"Ini kitab pernapasan langit, kau beruntung memiliknya. Kau harus mempelajari semua pernapasan di kitab ini. Kitab ini akan membuatmu menambah kekuatan bathin pada dirimu." kata Bargola

"Kekuatan bathin? Apa lagi itu guru??" tanya Jaka.

"Hadehh!" Bargola menepuk dahinya sendiri.

"Kau benar-benar sangat lugu tentang dunia persilatan Jaka!"

"Seorang pendekar akan memiliki tenaga dalam yang membantunya untuk meningkatkan setiap serangannya."

"Tenaga dalam??" Jaka semakin tak mengerti.

"Iya! Seperti ini!!!"

"Bammmmmm!"

Sebongkah batu besar hancur tepat didekat Jaka saat bargola memukul batu itu dengan tinjunya.

"Seperti itulah jika seorang pendekar memiliki tenaga dalam." ucap Bargola.

Jaka menelan ludahnya, dia sangat kaget dengan kekuatan yang dikeluarkan oleh Petapa muka dua.

"Apa aku akan memiliki tenaga dalam nanti guru??" tanya Jaka.

"Seorang pendekar harus memiliki tenaga dalam. Jika tidak, kau hanya akan seperti manusia biasa saja."

"Berapa lama aku baru memiliki tenaga dalam??"

"Tergantung dari dirimu sendiri Jaka. Tapi yang pasti guru akan mengajarimu menjadi seorang pendekar yang kuat. Kau akan menjadi salah satu orang yang di segani di dunia persilatan. Percaya pada guru." kata Bargola.

"Jaka percaya guru, Jaka akan berlatih dengan giat." kata Jaka bersemangat.

"Aku sudah melihat keteguhan dan keinginanmu Jaka. Aku percaya pada tekad mu," ucap Bargola

"Terima kasih guru." ucap Jaka Srenggi.

"Hari sudah siang, guru akan keluar. Kau istirahatlah, Pulihkan dulu kondisimu. Besok kau akan memulai latihanmu!"

"Memangnya guru akan kemana??" tanya Jaka Srenggi ingin tahu.

"Guru ada urusan, mungkin guru akan lama. Jika kau lapar makan saja ayam bakar yang tersisa,"

"Baik guru, aku akan menunggu di sini," ucap Jaka Srenggi

Petapa muka dua menoleh ke arah Jaka Srenggi sebelum pergi menghilang dengan kecepatan yang sukar diikuti mata biasa.

"Cepat sekali gerakan guru, aku sampai tak melihat bayangannya." gumam Jaka Srenggi.

Jaka Srenggi tinggal sendiri di dalam gua, dia merasa sangat bosan, tapi dia takut untuk keluar karena dia takut untuk tersesat lagi.

"Aku akan menjadi pendekar yang hebat, aku akan membalas dendam ayah dan ibu. Cadar hitam! Juragan Husin! Tunggu saja kedatanganku!" teriak Jaka Srenggi keras.

Suaranya yang keras menggema sampai ke luar gua.

***

Sesosok bayangan berbaju hitam melesat terbang cepat turun dari gunung kemelut, sosok itu seorang manusia yang memiliki janggut yang sudah memulai memutih.

Sosok itu terbang tak peduli akan rimbunnya hutan, dia seperti tak memperdulikan semua itu, dia pergi entah mau kemana.

Sosok hitam melesat dengan kecepatan yang sangat sukar di ikuti, dia terbang terus menerus menebas panasnya siang hari.

Setelah terbang selama dua jam sosok itu sampai di kota Bunga, kota indah yang menyimpan banyak misteri di dalam nya.

"Hhhhhhhhhhhhh!!"

"Cukup melelahkan, perjalanan ini memang tak panjang, tapi karena buru-buru aku sepertinya tak memikirkan kondisiku. Sebaiknya aku istirahat sejenak di sini." gumam sosok berbaju hitam itu.

Sosok hitam itu beristirahat dan memilih untuk tidur, bukan karena lelah tapi karena memang dia berniat tidur, hanya sebentar sudah terdengar suara ngorok dari tenggorokan sosok hitam itu.

Saat hari mendekati malam sosok hitam itu bangun dan terbang menuju arah kota bunga, saat sampai di gerbang kota bunga sosok itu berjalan pelan dan mencoba santai. dia mencoba membaur seperti penduduk.

Saat melihat sebuah rumah besar sosok itu berhenti dan tersenyum penuh arti. Dia melihat suasana yang mulai sepi. Dari kantongnya dia mengeluarkan sebuah topeng hitam.

Sosok itu terbang dan mengendap-endap diatas atap rumah besar itu. Sosok itu turun dan masuk kedalam sebuah kamar mewah.

Sosok itu begitu mengenal seisi rumah dan membuka sebuah lemari, dia mengambil sebuah kitab.

"Akhirnya aku memilikimu," gumam sosok itu. Tapi itu hanya sebentar.

"Perampok!!!!!!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!