"The General's Captive Lady" adalah novel fiksi romantis-militer yang penuh ketegangan politik, trauma masa lalu, dan pembalasan dendam.
Claudia, seorang putri yang terbuang dan disiksa sejak kecil oleh faksi Crimson Raven. Demi menutupi ketamakan mereka, reputasi Claudia dihancurkan di mata publik hingga ia dicap sebagai wanita glamor yang buruk. Saat faksi Raven kalah perang, ia dikorbankan menjadi sandera politik dan dikirim kepada Reymond Oliver Smith, seorang panglima perang aliansi yang terkenal dingin dan kejam.
Hubungan mereka awalnya dipenuhi kebencian dan kesalahpahaman, bahkan Claudia sempat dijebloskan ke ruang bawah tanah karena fitnah dari bapaknya. Namun, jeritan trauma masa kecil Claudia di tengah sakit parah akhirnya meruntuhkan dinding es di hati Reymond. Penyelidikan rahasia pun dimulai, membongkar asal-usul Claudia yang sebenarnya sebagai pewaris sah bangsa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 : Dasar Tergelap dari Penjara
Kata-kata pembelaan Claudia menguap di udara, tersapu oleh badai kemurkaan Reymond yang tidak lagi menyisakan ruang bagi belas kasihan. Surat dari Frans Raven telah mengunci takdir Claudia sebagai pengkhianat di mata sang suami. Tidak ada lagi toleransi. Tidak ada lagi kamar di sudut koridor belakang.
Reymond menarik napas dalam-dalam, menekan amarahnya hingga berubah menjadi sebuah ketetapan yang dingin dan mematikan. Ia mundur satu langkah, menatap Claudia yang masih tersungkur di atas ranjang dengan pandangan menghina.
"Bawa dia ke ruang bawah tanah," perintah Reymond kepada dua penjaga berbadan tegap yang berdiri di luar pintu. "Ikat pergelangan kakinya. Jangan biarkan dia memiliki ruang untuk bergerak, apalagi menyusup ke ruang kerja."
"Baik, Tuan!"
Kedua penjaga itu maju tanpa ragu. Mereka mencengkeram lengan Claudia, memaksanya berdiri dari ranjang. Tubuh Cla yang dirongrong demam tinggi tidak memiliki kekuatan sedikit pun untuk memberontak. Langkah kakinya terseret-seret saat mereka membawanya keluar dari kamar kecil itu, menyusuri koridor yang remang-remang, menuju ke bagian terdalam dari mansion: ruang bawah tanah yang selama satu tahun ini tidak pernah disentuh.
Suara dentingan rantai besi yang berat menggema di ruangan berbatu yang lembap dan gelap itu. Kedua penjaga memasang belenggu besi di pergelangan kaki Cla, mengaitkannya pada pasak yang tertanam kuat di dinding semen. Ruangan itu tidak memiliki jendela, hanya ada satu lampu minyak kecil di dinding yang cahayanya bergoyang tertiup angin malam yang masuk dari celah pintu atas.
"Ini tempat yang pantas untuk rubah sepertimu, Claudia," ujar Reymond yang berdiri di ambang pintu besi ruang bawah tanah, menyaksikan istrinya terkunci dalam kegelapan. "Di sini, kau tidak akan bisa mencuri data apa pun. Dan jangan berharap ada pelayan yang bisa menolongmu."
Brak!
Pintu besi itu ditutup dengan keras. Suara selot kunci yang diputar dari luar terdengar begitu nyata, mengunci Claudia dalam kesunyian yang mencekam.
Begitu malam semakin larut, keheningan ruang bawah tanah itu mulai berubah menjadi siksaan yang luar biasa bagi Cla. Dinginnya lantai batu menembus gaun beludru hitamnya, membuat tubuhnya yang panas karena demam semakin menggigil hebat.
Namun, yang paling menyiksa Cla bukanlah rasa dingin atau rantai besi yang mengikat kakinya. Ruang bawah tanah yang gelap dan pengap ini adalah replika sempurna dari tempat penyiksaan masa kecilnya di kastil Crimson Raven.
Setiap kali matanya terpejam, bayangan Frans Raven yang membawa cambuk kulit hitam kembali hadir. Cla seolah bisa mendengar suara bentakan ayahnya dan merasakan perihnya luka lama yang robek kembali di punggungnya. Trauma masa kecil yang selama ini ia kunci rapat-rapat di balik topeng glamornya kini meledak tanpa kendali, menyerang psikologisnya hingga ke titik terendah.
Cla meringkuk di sudut lantai, memeluk kedua lututnya erat-erat. Tubuhnya gemetar hebat, bukan lagi hanya karena kedinginan, melainkan karena serangan panik yang dahsyat. Air matanya mengalir deras tanpa henti, membasahi lantai batu yang berdebu.
"Ibu... tolong aku...ayah jangan cambuk aku lagi..." bisik Cla parau dengan kesadaran yang mulai timbul tenggelam akibat demam tinggi.
Di atas sana, Reymond mengira ia telah berhasil mengamankan faksi Smith dari seorang mata-mata yang berbahaya. Ia tidak pernah tahu bahwa di dalam kegelapan ruang bawah tanah miliknya, seorang wanita yang hancur sedang berjuang mati-matian melawan hantu-hantu masa lalunya sendiri, berada di ambang batas antara hidup dan mati.
...----------------...