Masih tahap Revisi, harap maklum!!
Sejak kecil Kenzo sangat menyukai Zana, wanita yang lebih tua tiga tahun darinya. Zana selalu saja menolak perasaan Kenzo, karena menurutnya impossible.
Berbeda dengan Kenzo, menurutnya Nothing is Impossible. Tanpa ada kata menyerah, dia terus berusaha mendapatkan hati wanita pujaannya.
Maukah Zana menerima hati Kenzo??
Ikuti terus kisahnya yaaa.....
Cover by : @Destiyanacindy94
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septriani wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belum Siap
Para istri sedang mempersiapkan makanan untuk suami dan anak mereka dan Para suami masih asik mengobrol di halaman belakang. Sedangkan anak-anak berkumpul di ruang tengah dengan beraneka ragam permainan, ada yang main Ludo, ada yang main catur dan ada juga yang sibuk sendiri dengan ponselnya.
Makanan sudah siap semua berkumpul di halaman belakang. Para istri melayani suami dan anak mereka. Kelima remaja memilih makan di gazebo dekat dengan pantai, sedangkan Rei dan Nia memilih untuk makan bersama dengan orang tua mereka.
"Kalian ya, jangan bikin orang lain iri deh!" ucap Zacky yang melihat Kia dan Gian saling menyuapi makanan.
"Perasaan lo ngoceh mulu deh, kak Zana sama Bang Kenzo aja oke-oke aja tuh." Gian, Zana dan Kenzo hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat kedua yang selalu saja berdebat.
Selesai makan mereka melanjutkan nongkrong disana sambil ngobrol-ngobrol santai.
"Huuuft ga seru liburan udah mau beres aja, Gue masih kangen sama kalian." keluh Kia, Gian tersenyum melihat cewek yang kini jadi pacarnya sambil mengacak-acak rambutnya.
"Ya, udah pindah sekolah di sini aja!" ucap Zana.
"Pengennya gitu kak, tapi Mami sama Papi tidak pernah menyetujuinya"
"Bukan Mami sama Papi aja tapi, Aku juga ga bakalan setuju." ucap Gian membuat Kia tersenyum dengan lebar.
"Kenapa ga setuju?" tanya Rani yang baru saja datang dengan para ibu yang lainnya. memang mereka belum mengetahui hubungan antara Kia dan Gian. Ke-enam wanita cantik itupun ikut bergabung dengan mereka.
"Emang Bunda Rani ga tau ya, kalau Gian dan Kia kan udah jadian"? ucap Zacky dan berhasil membuat ke-enam wanita itu kaget tidak percaya, karena selama ini yang mereka lihat kalau Gian hanya menganggap Kia sebagai adiknya.
"Bener Gian?" tanya Maya pada keponakannya itu, Gian mengangguk menunduk malu.
"Waaah selamat yaa, Bunda Rani dan Mami Bela akan menjadi besan," ucap Citra dan membuat mereka tertawa. awalnya Kia dan Gian takut tidak mendapat restu oleh kedua orang tua mereka Tapi ternyata tidak, mereka mendukung penuh hubungan mereka membuat mereka sangat bersyukur.
"Bang Kenzo, jangan kalah sama Gian donk," goda Sarah pada anak semata wayangnya itu. Kenzo hanya tersenyum tapi beda dengan Zana muka nya memerah entah kenapa dia merasa sangat malu mendengar perkataan Sarah.
"Ini juga lagi usaha Bun, doain terus abang ya Bun biar bisa meluluhkan hatinya." canda Kenzo mengundang tawa, tapi tidak dengan Zacky, Kia dan Gian yang tidak mengerti siapa yang di maksud oleh Kenzo.
"Emang siapa sih Bunda Sarah ceweknya?" tanya Kia penasaran.
"Emmm siapa yaa? kasih tau jangan?" jawabnya dengan canda. Zana hanya diam, ternyata bukan hanya dirinya saja yang mengetahui perasaan Kenzo tapi semua orang tua mereka mengetahuinya membuat Zana merasa malu.
"Yang bener donk Bun, siapa sih?" lanjut Zacky yang bertanya.
"Kalian tanya sendiri aja sama Abang kalian!" ucap Rani membuat ketiga remaja itu menatap Kenzo meminta jawaban tanpa bertanya.
"Kok pada ngeliatin Abang gitu sih?"
"Iiih bang Kenzo, ga seru nih masa maen rahasiaan sama kita sih, siapa bang?" bujuk Kia pada Kenzo.
"Tanya aja Kak Zana!" ucap kenzo membuat para ibu tertawa. Seperti yang dilakukan pada Kenzo ketiganya pun menatap Zana meminta jawaban membuat Zana menjadi salah tingkah entah apa yang harus di jawabnya
"Ya, mana kakak tau?" jawabnya singkat.
"Gemes deeh Mama Putri ngeliat kalian, ya udah kalian lanjut aja terus teka-teki nya kita masuk dulu ya, jangan terlalu malam diluar!" ucap Putri
"Siap Mama Putri." jawab semuanya.
"Jadi, siapa doonk kak?" rengek Kia, Zana hanya tersenyum menaikkan bahunya. entah apa reaksi mereka kalau tau dirinyalah yang selama ini Kenzo suka.
"Sttt... udah nanti juga kalian tau." ucap Kenzo sambil melirik pada Zana, dia tersenyum melihat Zana yang dari tadi hanya menunduk.
"Ciiih, Bang Kenzo ga asik aaah, ya udah deh gue ngantuuuk, duluan yaaa." ucap Kia sambil masuk ke dalam di ikuti Zacky dan Gian.
Zana pun ikut masuk tapi langkah kaki Zana terhenti karena tangannya di genggam Kenzo saat hendak berjalan di depannya
"Jalan dulu bentar yu!" katanya sambil menarik tangan Zana. Kenzo tidak meminta jawaban setuju darinya karena dia yakin kalau Zana pasti akan setuju.
Zana pun mengikuti langkah Kenzo berjalan di pesisir pantai. tanpa protes Zana tetap diam mengikutinya dengan tangan yang masih dalam genggamannya.
"Zan, tau ga apa yang paling Aku inginkan di dunia ini?" tanyanya sambil mengajak Zana duduk di pinggir pantai di atas pasir. Zana hanya menggelengkan kepalanya.
"Emang apa?"
"Ingin cepat bertambah umur agar aku bisa memiliki hatimu seutuhnya," wajah Zana memerah saat mendengarnya, untung saja suasana kala itu gelap dan hanya di sinari rembulan jadi Kenzo tidak bisa melihat muka nya yang merah merona.
"... Aku ingin cepat melamarmu, mungkin tidak pantas aku membicarakan ini sekarang. Karena, umurku yang masih 16 tahun, tapi aku serius dengan niatku padamu. Zana aku akan selalu menunggumu sampai kamu benar-benar menerimaku apa adanya. Walaupun ini sudah sering aku ucapkan padamu tapi, Aku tidak akan pernah berhenti untuk selalu mengucapkannya, agar kamu tidak akan pernah melupakannya." Zana hanya diam menatap Kenzo dengan serius.
Kenzo pun berdiri dan menarik tangan Zana membantunya untuk berdiri.
"Kita kembali ke villa yu! Kamu keliatannya sudah mengantuk.
"Ken...!" panggil Zana yang menghentikan langkahnya. Kenzo pun membalikkan badannya dan menatap Zana.
"... Maafkan aku!" ucapnya menunduk dengan nada yang terdengar suara penyesalan. Kenzo tersenyum menghampiri Zana dan memeluknya.
"Kamu tidak perlu merasa bersalah karena perasaanku padamu, Aku tidak akan memaksamu kalau sampai kapanpun hatimu tidak bisa menerima aku." Zana mengelengkan kepalanya membuat Kenzo melepaskan pelukannya tidak mengerti apa maksud Zana.
"Maafkan aku yang masih belum siap menerimamu. Aku belum siap untuk menjalin hubungan dengan perbedaan usia kita. Tapi, Aku mohon! Tunggu Aku sampai aku benar-benar bisa menerima kenyataan kalau aku juga mencintaimu," jelas Zana membuat Kenzo tersenyum dan kembali memeluk tubuh mungil itu.
"Akhirnya, Aku tau perasaanmu, tenang aja Zan Aku akan menunggumu sampai kamu benar-benar siap menerimaku." Kenzo melepaskan pelukannya keduanya saling tatap dan melempar senyuman. keduanya pun berjalan menuju villa karena memang hari sudah sangat larut.
Zana duduk di tepi kasur.
A**pa aku salah untuk menyuruh Kenzo menungguku? pertanyaan yang terus melintas di otaknya.
"Aku menyukaimu Ken. Tapi, Aku tidak tau bagaimana untuk mengatakannya padamu? Dan Aku juga belum siap untuk pandangan orang terhadapku." katanya dengan pelan sambil melihat foto Kenzo di ponselnya.
Sedangkan disisi lain Kenzo, memandang lurus ke langit-langit kamar tersenyum membayangkan ucapan Zana terakhir padanya.
"Zan, Aku akan menunggu mu sampai kapan pun itu!" bisiknya.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA NOVEL NOTHING IS IMPOSSIBLE 😘😘😘
JANGAM LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️♥️