DON'T PLAGIAT 😡😡
BUAT OKNUM YANG SUKA NGE-COPY KARYA ORANG LAIN AUTHOR CUMA MAU BILANG "INSAFLAH SEBELUM KARMA MENGHAMPIRI". GAK MAU KAN DIKENAKAN PASAL MENJIPLAK HAK CIPTA DAN HAK MILIK ORANG LAIN?
PUNYA OTAK DIPAKE DONG UNTUK BUAT ALUR NOVEL YANG BEDA DARI YANG LAIN. BUKAN MALAH DI PAKE BUAT MIKIRIN CARA NGE-JIPLAK PUNYA ORANG. SENENG BANGET NYOLONG 🙂 .
Author mewakili isi hati teman-teman Author yang karyanya kena jiplak 😒😴🤪😂
--------------------------------------------------------------------
Tujuan utama menikah bukan hanya memiliki keturunan, namun menyempurnakan keinginan kecil seorang wanita dalam hubungan pernikahan.
---------------------------------------------------------------------
“Semuanya terasa baik-baik saja, sampai pada akhirnya dia berubah....”
Kisah ini hanya cerita fiksi belaka dan imajinasi author sendiri :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Safika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SCA 11
Beginilah hari-hari Aisyah menjadi seorang asisten dosen yang harus setiap saat membantu tugas Rey sebagai dosennya. Aisyah tak mengetahui jika ini adalah akal-akalan dari Rey agar bisa selalu dekat dengan Aisyah.
Dan terbukti sekarang, antara Aisyah dan juga Rey semakin dekat bahkan kabar tersebut menjadi buah bibir para penghuni kampus. Si dosen muda menjalin hubungan dengan mutiara kampus.
Berita kedekatan antara aisyah dan juga Rey tak luput dari pendengaran Bram. Ya tepat sekali..... Bram menyuruh seseorang untuk selalu mengawasi Aisyah kemanapun ia pergi dan bersama siapa, setelahnya itu harus dilaporkan kepada Bram.
Sama halnya dengan Rey, Bram juga mencari berbagai alasan agar bisa berdekatan dengan Aisyah. Semenjak pertemuan antara Bram dan juga Aisyah di rumah bu Sarah, mereka juga berkomunikasi dengan baik.
"Aisyah, kamu ada jadwal nanti sore?" Tanya Rey sambil menoleh kesamping menatap wajah cantik Aisyah. Mereka berdua sedang mengendarai mobil mewah milik Rey.
"Nanti sore, saya mau ke toko buat cek situasi disana pak" Tutur Aisyah sopan.
"Huhfff..... Kalau kita berdua, kamu gak usah panggil aku pakai kata Pak." Kata Rey pura-pura kesal.
Aisyah hanya tertawa kecil menanggapi ucapan Rey.
"Ha... Ha... Ha.... Iya mas Rey, maaf." Kata Aisyah sambil tersenyum manis.
Astaga, Aisyah manggil pakai kata 'mas' berasa kayak aku itu suaminya. Ha.. ha.. ha.. semoga kesampean ya Allah. Ucap Rey dalam hatinya sambil memandang wajah Aisyah.
"Alhamdulillah udah sampe, kalau gitu Aisyah ke toko ya Mas."
"Nanti sore jadikan Syah kita jalan-jalan sekalian dinner?" Tanya Rey penuh harap.
Karena Aisyah tak sanggup menolak ajakan Rey yang sangat mengiyakan ajakannya, lantas Aisyah pun menyetujuinya.
"In syaa Allah mas, Aisyah mau kok." Kata Aisyah sambil tersenyum tipis.
"Alhamdulillah, kalau gitu nanti Mas tunggu disini jam 3 sore ya Chagia " Kata Rey sambil menekankan kata Mas yang agak terasa aneh di pendengaran Aisyah.
Kok aneh gini ya rasanya. Perasaan dari kemarin-kemarin mas Rey manggilnya pakai kata 'Aku' kalu ngomong, sekarang pakai kata 'Mas'. Ehh tadi pak Rey bilang 'Chagia' ke aku? Pak Rey tau gak 'Chagia' itu artinya apa? Kata Aisyah dalam hatinya.
Aisyah mah mana tau kalau aku manggil dia sayang dalam bahasa korea. Kata Rey senang dalam hatinya karena memperhatikan raut wajah bingung yang terpampang jelas di wajah Aisyah.
"Emm... Mas Rey taukan arti Chagia dalam bahasa korea itu apa?" Tanya Aisyah to the point.
Rey mengernyitkan dahi tanda bingung. Aisyah ngerti kah? Begitu fikirnya.
"Kalau mas Rey mau manggil pakai kata Chagia, itu lebih cocoknya sama kekasih mas Rey, bukan sama Aisyah" Lanjut Aisyah memperingati.
"이해 되세요 ( Kamu ngerti ) ?" Tanya Rey dalam bahasa korea.
"네 , 이해 했어요 ( Ya, aku ngerti )" Kata Aisyah sambil tersenyum.
Rey tak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Rey berfikir Aisyah tidak mengerti sama sekali bahasa korea.
"E-eh.... Ka-kamu bisa pakai bahasa korea?" Tanya Rey penasaran.
"Iya mas, Aisyah bisa. Tadi bahasa korea mas Rey sangat lancar dan persisi seperti orang korea asli" Kata Aisyah bercanda.
"Kamu bisa aja, Mas yang speechless sama kamu. Kamu malahan lebih persis kayak orang korea. Hmm sepertinya kita harus menggunakan bahasa ini jika sedang berbicara, misalnya rahasia mungkin" Kata Rey balik menimpali.
Setelah itu, mereka pun tertawa bersama tanpa memikirkan perasaan seorang pria yang sedari tadi memperhatikan keakraban mereka berdua.
"Huhfftt..... Sialan, aku keduluan lagi dari si macan tutul itu." Dengus Bram. Bram memiliki panggilan khusus yang disematkan untuk Rey, yakni Macan Tutul.
Flashbacks On
Bram tengah duduk santai di kursi kebanggaannya. Matanya sambil sesekali melirik ke jam tangan Rolex nya, dan tiba-tiba senyuman terbit dibibirnya.
"Udah waktunya Aisyah pulang dari kampus. Aku harus cepet sampai dari si macan tutul." Gumam Bram.
Bram sudah tau dari orang suruhannya mengenai kedekatan Aisyah dengan Rey, seorang dosen muda di kampus Aisyah.
"Alex kamu handle urusan kantor sebentar" Kata Bram dingin. Alex hanya menganggukkan kepalanya.
Bram akui, wajah dari Rey cukup tampan tapi tak berkarismatik seperti dirinya.
Selang 15 menit ia telah sampai dikampus dengan keadaan kesal. Waktu yang ia prediksi yang seharusnya hanya menempuh waktu 5 menit, sekarang bertambah 10 menit karena kemacetan kota metropolitan itu. Tiba dikampus ia tak menemukan keberadaan Aisyah.
Arghh... Gara-gara kelamaan di tengah jalan tadi, aku jadi telat jemput Aisyah. Pasti tuh macan tutul dah jemput Aisyah. Gumamnya dalam hati.
Bram pun masuk kembali kedalam mobil mewahnya dan bergegas ke toko kue milik Aisyah, karena ia tahu Aisyah kesana terlebih dahulu setelah dari kampus.
Tibanya ia disana, Bram disuguhi pemandangan yang menguras habis kesabarannya. Ia melihat Rey dan Aisyah sedang tertawa lepas.
"Huhfftt..... Sialan, aku keduluan lagi dari si macan tutul itu." Dengus Bram.
Flashbacks Off
***
Sesuai janji Rey tadi, ia datang jam 3 sore untuk menjemput Aisyah.
"Kamu udah siap Syah?" Tanya Rey sambil tersenyum manis.
"Iya mas." Setelah itu, Rey membukakan pintu mobil untuk Aisyah.
"Silahkan masuk tuan putri"
"Ha... ha... ha.. Mas Rey bisa aja"
Setelahnya mereka pun berkeliling kota sambil singgah dibeberapa tempat untuk menikmati pemandangan.
Setalah puas selama beberapa jam mereka berkeliling kota, mereka pun masuk kedalam sebuah restoran yang cukup mewah yang menyediakan makanan khas korea yang pastinya halal di salah satu kawasan indonesia.
Mereka pun duduk di dekat jendela agar bisa menikmati hiruk piruk jalanan.
"Kamu mau pesen apa?" Tanya Rey
"Aisyah pesen jjajangmyon, mandu isi kacang merah, sama seafood extra jamur" Kata Aisyah sambil membolak-balikkan menu yang ia pegang. Rey meleongo tak percaya dengan porsi makan Aisyah.
Aku gak percaya, badan sekecil dan seimut Aisyah ternyata makannya banyak. Kata Rey dalam hati
"Minumnya jus jeruk sama air mineral satu botol" Lanjutnya
"Saya pesan sama kayak dia, jadi semuanya masing-masing 2 porsi. Kalau minumnya saya pesen jus alpukat sama air mineral satu botol" Kata Rey kepada pelayan pria tersebut.
Sang pelayan mencatat pesanan tersebut dan masih tetap setia menatap Aisyah. Rey yang memperhatikan pelayan tersebut merasa kesal.
"Ekhmm... Mengapa anda menatap istri saya seperti itu?" Tanya Rey dingin dan menatap tajam pelayan itu seakan-akan ingin mengulitinya hidup-hidup.
"E-ehhh... Ma-maaf tuan." Kata pelayan itu dan berlalu meninggalkan Aisyah dan juga Rey.
"Maaf tadi mas bilang kayak gitu, soalnya dia natap kamu kayak gak pernah liat perempuan cantik aja" Kesal Rey dan menjelaskannya kepada Aisyah.
"Hmm, i-iya mas" Gugup Aisyah.
Sembari menunggu makanan mereka datang, mereka berdua kedatangan tamu tak diundang. Siapa lagi jika bukan Bram.
"Aisyah" Kata Bram pura-pura terkejut padahal sedari tadi ia mengamati dari jauh.
"Ehh mas Bram. Mas Bram kesini sama siapa?" Tanya Aisyah ramah.
"Ohh tadi aku ada rapat sama klien. Kamu sendiri kesini sama siapa?"
"Ini aku lagi sama mas Rey. Ohh iya, mas Rey kenalin ini mas Bram. Dan mas Bram kenalin ini mas Rey, dosen aku di kampus."
Antara Rey dan Bram pun menjabat tangan salin memeprkenalkan diri, tapi dari pancaran matanya Tersirat pertanda perang. Tatapan mereka seolah-olah berkata Aisyah hanya milikku.
.
.
.
.
.
.
.
Huwaaaa...... Alhamdulillah Author dah bisa UP lagi. Sorry yah readers agak telat, soalnya Author lagi sakit nih. Kadang suka pusing kalau megang HP, dan kali ini Author usahain UP buat kalian semua. 🤗☺😁
Gimana ceritanya hayooo? 😂 Kayaknya si akan ada perang dunia ke-3 😅😅😅😅 Jangan lupa buat like ama comment.
Dan jangan lupa juga buat baca novelnya Author:
The Lady Of Phoenixes
Rejected My Luna Queen
요기소요
#Queenbe