NovelToon NovelToon
Ganti Status... (?)

Ganti Status... (?)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:381.2k
Nilai: 5
Nama Author: green_light

"Sekarang status kita sudah berbeda. Aku bukan lagi Kakak Ipar mu, dan kamu bukan lagi Adik Ipar ku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

"Kamu masuk langsung mandi ya, basah kuyup kayak gini, Aku ke belakang dulu buat wedang jahe". Aku berlalu pergi ke dapur untuk membuat, wedang jahe untuk Fahri Karena Dia udah ujan-ujanan.

Setelah selesai Aku membuat wedang jahe, tak lama Fahri keluar kamar dengan handuk di sampirkan ke leher, rambut yang masih basah, dan Dia duduk di Kursi tempat Aku menyediakan Wedang jahe nya.

"Kenapa gak di keringkan rambut nya? Nanti masuk angin kalo masih basah begini, sakit kepala.." ucapku padanya.

"Udah biasa kak,.." jawabnya santai sambil menyeruput wedang jahe yang udah ku siapkan.

Aku mengambil alih handuk yang ada di leher nya, lalu Aku menyuruh nya untuk duduk menghadap ke arah ku, sambil mengomel aku menggosokkan handuk putih itu ke rambut nya, ternyata lumayan panjang juga, udah bisa kalau di ikat.

Aku terus menggosok kepala nya tanpa Aku sadar kalau dia memperhatikan Aku yang tengah merepet. Sadar akan tatapannya, Aku menghentikan kegiatan ku lalu ku menatapnya. Kami saling memandang, perlahan Aku menurunkan tangan ku dari kepalanya, gugup Aku rasakan.

Belum sempat tangan ku menjauh, Fahri menggenggam tangan ku, lalu mencium nya tanpa melepas pandangan nya dari ku, perlahan tapi pasti, tangan kirinya meraih tengkuk ku dan mendekatkan wajahnya pada ku. Sungguh wajah ku mungkin audah seperti kepiting rebus tambah saus tomat.

Sadar atau enggak, niat atau enggak, perlahan-lahan bibir nya yang sedikit membiru karena dingin mendekat ke arah dimana bibirku berada, hanya tinggal menghapus spasi saja maka bibir kami saling bersentuhan, namun sebelum itu terjadi...

Jedeerrrr.....

Jeduar.. jeder... gluduk gludug....

"Astaghfirullah.." Aku terpekik kaget karena petir yang tiba-tiba saja berbunyi mempergengarkan kekuatan suaranya. Aku kaget luar biasa mengingat kejadian sebelum petir bersuara. Tanpa aba-aba dan permisi, Aku berlari menuju kamarku, dan meninggalkan Fahri di meja makan. Sungguh Aku sangat malu.

Selintas ku lihat Fahri juga kaget dan menahan malu. Dia juga memalingkan wajah nya ke samping, mungkin tersenyum.

Mau berciuman tiba-tiba gak jadi, padahal sedikit lagi, kalau gak ada petir tadi,,,, "Aaaaaaaaaaaa" Aku menjerit dalam bantal supaya Fahri tak dengar.

Harus apa Aku nanti ketika bertemu dengan nya? ah gak tau lah, yang Aku tau sekarang Aku malu, sangat malu.

........

Aku berjalan menuju dapur untuk membuat, makan malam, karena Fahri hari ini pulang, jadi Aku berinisiatif untuk masak makanan yang enak, biar dia rindu pulang ke rumah kalo dia lagi sama pacar nya.

Yah, ini lah yang jadi target ku, menaklukan hati Fahri untuk menyukai ku, gak muluk-muluk sampe jatuh cinta, kalo udah suka maka akan gampang untuk jatuh cinta.

Aku berkutat di dapur dengan bahan makanan yang ada di kulkas. Aku menemukan Tahu putih dan bahan pendukung untuk membuat bola-bola tahu, Aku juga masak Sop udang, kata Ibu mertua Fahri sangat suka sama Sop udang, jadi Aku buatkan malam ini, pas banget cuaca mendukung.

Entah dapet pepatah dari mana, Aku pernah denger dan baca kalo mau buat laki-laki jatuh cinta maka mulailah dari perut nya, masakan rumah yang enak dan menggugah selera akan menjadi penarik otomatis Dia akan betah makan di rumah dari pada di luar.

Aku tersenyum mengingat bacaan itu, dengan lihai dan lincah jari jemari ku memotong, mencuci, dan memcincang apa yang bisa ku cincang, merebus dan tinggal menunggu sop nya mateng, sekalian Aku goreng bola-bola tahu nya.

Tak menunggu waktu lama, uwalllaaaaa... Bola-bola Tahu dan Sop udang Ala Mia sudah jadi, Aku tinggal menyajikan nya aja di atas meja. Aku akan buat Fahri klepek-klepek sana Masakan Aku.

Selesai Aku menata masakan di meja, aku membereskan dapur supaya beraih mengkilat seperti baru, hahaha... apalah Aku ini.

Setelah semua beres, Aku langsung menuju ke kamar Fahri untuk menyuruh nya makan malam, pasti dia kelaperan tuh.

tok...tok... tok...

"Fahri... Fahri... Kamu tidur?? "

Gak ada suara sautan dari kamar nya, apa jangan-jangan dia tidur ya? sekali lagi Aku coba mengetuk pintu kamar nya, tapi tetep gak ada sautan.

Ku beranikan diri untuk masuk ke kamar nya, Perlahan ku buka daun pintu dan masuk mencari keberadaan nya, kok gak ada? Aku cari ke kamar mandi juga gak ada.. Kemana anak itu?

Tepat saat Aku ingin berbalik, Aku terkejut saat ku lihat seonggok manusia sedang terkapar di samping tempat tidur di bawah Jendela, ternyata Fahri pingsan.

Cepat-cepat Aku mendatangi nya dan Ku sentuh kening nya dengan punggung tangan ku, ternyata dia demam, pasti karena ujan-ujanan tadi. Aku langsung mengangkat tubuh Fahri dari lantai, Aku berusaha menaikkan Dia ke tempat tidur, berat pikirku.

Aku berlari menuju dapur untuk mengambil air hangat guna mengompres kening nya, Ku ambil handuk kecil dari rak dekat kamar mandi, dan Aku langsung berjalan cepat menuju mamar Fahri..

Ku kompres dahi nya yang panas, ku selimuti dia sebatas dada, ku pegang telapak kaki nya, dingin. Cepat Aku ke lemari pakaina mengambil kaus kaki dan ku pasangkan di kaki nya, Ku lohat dia mengigau tak jelas, entah apa yang di bilang nya.

Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, Ku raba kebingnya, masih panas, Aku bangunkan dia untuk minum obat, sudah panggilan ke sekian kali dari jam 8 malam ku bangunkan dia tak mau bangun.

Perlahan Fahri membuka matanya, dia terswnyum ke arah ku, Aku membalas senyum nya, sungguh sangat menawan, pikirku.

"Vini..... " Dia menyebutkan nama perempuan lain saat ini dengan auara serak nya.

Deg....

jantung ku,, kok,, tiba-tiba senut-senut gini, mendengan Fahri menyebut nama wanita lain, Apakah Aku cemburu? Ah,, tak mungkin, secara Aku tak mencintai nya.

Fahri menggenggam tangan ku dan masih menyebutkan nama yang sama. "Vini,, jangan pergi, temani Aku disini.. " suara nya sangat lemah, Aku hanya bisa mengiyakan perkataan nya. "Iya, sekarang bangun dulu minum obat, kamu demam,, " jawabku meski ada sedikit rasa sakit di bagian terdalam hatiku.

Fahri mengangguk dan berusaha bangkit, Aku membantunya untuk setengah duduk, karena dia bersandar di kepala tempat tidur. Aku mengambil obat dan minum lalu membantunya untuk meminum obat nya, setelah nya, Fahri menggenggam tanganku lagi, "Vini,, jangan pergi... temani Aku.. " lagi,, senuuttt yang ku rasakan, sebenarnya hatiku kenapa sih.

Bisa-bisa nya saat sedang sekarat gini dia menyebut nama wanita lain. liat aja nanti Fahri, akan ku buat kamu jatuh cinta sejatuh-jatuh cinta nya kamu padaku. Dan tak akan ada nama wanita lain lagi yang akan kamu sebutkan di bibir mu.

"Sekarang kamu tidur, Aku akan jaga kamu disini," Aku membantunya berbaring lagi, sedangkan Fahri hanya mengangguk saja. Setelah dia terbaring, Aku mencium kening nya dan.. Aku tergoda untuk mencium bibir nya yang tadi tak sempat mencium ku.

Ku cium bibir pucat itu sebentar, lalu Aku menatap wajah nya. Tanpa sadar, tangan Fahri menahan kepala ku saat Aku hendak bangkit. Dia mencium ku... menahan kepala ku agar Aku tak melepaskan ciumannya.

Oh Tuhan.... Apa yang Aku lakukan? dalam keadaan nya yang tak sadar aku mencuri kesempatan untuk mencium nya, dan sekarang Aku terjebak dalam ciuman memabukkan ini. Sejenak hampir tenggelam dalam kenikmatan ini, Aku mendengar Fahri membisikkan kata yang membuatku langsung melepaskan pagutan kami. Ada sakit di dada yang kurasakan, Aku benar-benar telah melakukan hal bodoh. Aku langsung Lari keluar dari kamar Fahri dan masuk ke kamar ku.

Aku menangis dalam diam agar tak mengganggu ketentraman orang lain. Ciuman ini, gak seharusnya aku dapatkan, betapa sakit nya hati ku, ketika Aku merelakan ciumanku ternyata dia membayang kan orang lain...

"Vini,, Aku mencintaimu..... "

Aku terus terusik dengan kata-kata itu, gak seharus nya Aku memanfaatkan kondiainya yang sekarat itu. Tapi Aku takut terjadi apa-apa sama dia, jadi Aku kuatkan hatiku untuk masuk kembali ke dalam kamarnya untuk menjaganya.

Ketika Aku masuk, ternyata dia sudah tertidur dengan masih merasa gelisah. Aku genggam tangannya sembari Aku duduk di bawah samping tempat tidur nya. Ku lihat dia sudah tak gelisah lagi, dan Aku pun merasa kalau Aku ngantuk, Aku terus menatap nya samapai kesadaran ku pun hilang...

1
Qaisaa Nazarudin
Aku suka ketegasan Mia..Fahri juga dari awal udah di bilangin,KALO GAK SANGGUP DAN RASA KEPAKSA mending gak usah,Itu cuman Amanah,Kamu yg menyanggupinnya tapi malah kamu yg error,Ckk..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan pesawatnya kecelakaan .
Qaisaa Nazarudin
Pasti kecalakaan pesawat nih atau kecelakaan mobil..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan gaya bicaranya,Kayak orang yg mau meninggal,Apa Afri kecelakaan ya? Duh baru juga bahagia Masih penganten baru juga..
Qaisaa Nazarudin
Cara bicaranya Afri kok kayak sesuatu banget,Kayak ninggalin pesan gitu,Apa Afri sakit keras kah?
Siti Junaida
lo r sido demam
QQ
Terima kasih atas karya mu Thor 🙏🙏🙏
QQ
Kok kepeleset tangannya author mau nulis mas Hady malah jadi si Fahri 😁😁😁✌️
QQ
Suka dengan ketegasannya Ami 👍👍👍
Rierudi Laras
😭😭😭😭😭😭
Rierudi Laras
😢😢😢😢
Maryana Fiqa
bagus banget ceritanya 👍👍
terimakasih banyak Thor dah bikin terhibur 🙏🙏
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
green_light: makasih kak, baca juga cerita ku yang baru ya, judulnya Madu?! semoga terhibur...🤗🤗
total 1 replies
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
green_light: baca juga cerita baru green kakak🤗🤗
judulnya Madu?!
terima kasih..,❤️❤️
total 1 replies
Dewi Suherman
ko aneh ya, org cuma mu pergi amanatnya minta istrinya dinikahi, kayak yakin mu meninggal, memang diceritanya mu meninggal, tp jujur maaf kurang suka ma amanatnya.. harusnya gak perlu bilang nikah dulu, klu lagi sekarat/sakit, baru boleh lah amant gitu. maaf kesannya jadi kaya gmn gituh ceritanya.
Meilia Ra
huh bdohnya kau mia
Meilia Ra
terlalu lebay simia dr awal 😁😁
Narni Wijayanti
kak green bikin cerita asli yesek bener ,karya ya 👍
rahadi nanto
meewwwwwwkkkk,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭⛳
karim Ok
kyknya udah pernah baca...tapi lupa lg
trisss
semangattt berkarya kak.. sukaa ceritaa nya sedih di awal2.. sehat selalu kak green😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!