NovelToon NovelToon
The Secret of Love

The Secret of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:697.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: embun_senja

Menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yatim piatu yang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya.

Semua bermula sejak kematian kakeknya yang tewas terbunuh saat dia masih kecil, hingga dirinya yang dijual dan dijadikan sebagai gadis penghibur di sebuah rumah bordil ternama yang mengubahnya menjadi salah seorang wanita penghibur yang menjadi favorit para bangsawan dan pejabat istana.

Hingga suatu saat, dia harus memutuskan untuk masuk ke lingkungan istana karena kematian kekasihnya yang ternyata dalang dari seseorang yang tinggal di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embun_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

Mendengar semua pengakuan Mei Yin tentang dirinya yang telah jatuh cinta pada lelaki lain, membuat Pangeran Zhao Li merasa kecewa. Walau kecewa, tapi dia berusaha untuk terlihat tenang.

"Aku berterima kasih karena kamu sudah berbaik hati untuk mengeluarkanku dari tempat itu, tapi maaf, aku tidak bisa tinggal di sini," ucap Mei Yin dengan menundukkan wajahnya.

"Apa kamu tidak akan meyesal dengan keputusanmu itu?" tanya Pangeran Zhao Li yang mencoba untuk membujuknya.

"Aku tidak akan menyesal karena aku sudah mempunyai tujuan hidup bersamanya. Kami akan tinggal di suatu tempat yang sangat indah dan kalian akan aku sambut jika nanti berkunjung ke sana."

Pangeran Zhao Li tidak bisa lagi melarang. Dia tahu kalau Mei Yin sangat mencintai lelaki itu. "Baiklah kalau itu maumu. Aku tidak akan memaksa. Seringlah mengabari kami dan semoga kalian berdua hidup bahagia," ucap Pangeran Zhao Li yang terlihat sedih.

"Terima kasih. Aku berhutang budi pada kalian berdua. Aku tidak akan melupakan kalian, karena kalian adalah sahabat-sahabatku yang paling aku sayangi," ucap Mei Yin terharu.

"Pergilah, sebelum aku berubah pikiran," ujar Pangeran Zhao Li yang segera memalingkan wajahnya ke tempat lain.

Mei Yin kemudian duduk bersimpuh di depan Pangeran Zhao Li dan segera memberi hormat padanya. Setelah itu, dia pun pergi mendapati Lian yang sudah menunggu di depan pintu ruangan itu.

"Aku tahu kamu diam-diam mencintainya, tapi walaupun kamu memaksanya untuk tetap tinggal di istana, ayahmu pasti tidak akan mengizinkan karena kamu akan menjadi Raja dan akan memilih permaisuri yang sudah ditentukan olehnya," jelas Liang Yi yang mencoba mengingatkan sahabatnya itu.

Mendengar perkataan Liang Yi membuat Pangeran Zhao Li semakin marah. Walaupun marah, tapi dia tidak melampiaskan kemarahannya ke sahabatnya itu. Dia marah kepada ayahnya yang sudah menentangnya untuk membawa Mei Yin ke istana. Dia marah karena dia dipaksa untuk memilih seorang istri untuk dijadikan sebagai permaisurinya dan itupun atas pilihan ayahnya. Dia marah, kenapa di saat dia sudah mencintai seseorang, tapi orang itu telah mencintai orang lain. Dia marah karena dia tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya pada Mei Yin, tapi malah membiarkannya pergi dengan lelaki itu.

Melihat sikap Pangeran Zhao Li membuat Liang Yi paham. Dia tidak lagi bersuara dan memilih untuk diam. Walau dia tahu, hati sahabatnya itu sedang terluka.

Sementara Mei Yin dan Lian telah meninggalkan istana. Wajahnya terlihat sangat bahagia karena dia telah bebas. Kini, dia akan tinggal berdua dan membangun rumah tangga dengan Lian, kekasihnya itu.

"Apa yang sudah kamu katakan pada Pangeran?" tanya Lian yang belum tahu apa-apa.

Mei Yin menatap kekasihnya itu. Perlahan, dia mulai membuka penutup wajahnya dan tersenyum pada lelaki yang sudah berdiri di depannya itu.

"Apa yang kamu lakukan? Tutup kembali wajahmu itu." Lian yang melihat Mei Yin melepaskan penutup wajahnya mulai panik dan mengambil kembali penutup wajah dan menutup wajah Mei Yin yang tersenyum sambil menatap ke arahnya.

"Aku tidak perlu lagi menutup wajahku. Aku sekarang sudah bebas dan aku ingin kita tinggal di padang bunga seperti yang kamu katakan kemarin," ucap Mei Yin yang membuat Lian seakan tidak percaya.

"Apa itu benar?" tanya Lian memastikan. Mei Yin menganggukan kepalanya hingga membuat Lian segera memeluk kekasihnya itu.

"Kita akan kembali dan mengambil beberapa perhiasan yang bisa kita jual untuk membangun rumah di padang bunga itu. Aku juga ingin berpamitan pada Hua Feng," ucap Mei Yin dan di iyakan oleh Lian.

"Aku sangat bahagia. Akhirnya, kamu bisa pergi dari tempat ini," ucap Hua Feng yang terlihat sangat bahagia.

"Terima kasih karena Kakak sudah menjagaku selama ini. Aku berhutang budi pada Kakak." Mendengar dirinya dipanggil kakak membuat Hua Feng menangis. Dipeluknya Mei Yin yang duduk di depannya dengan rasa haru.

"Kalau kamu tidak mau ke istana, lantas kamu akan tinggal di mana?" tanya Hua Feng saat tahu kalau Mei Yin menolak untuk tinggal di istana.

"Aku akan tinggal dengan seseorang yang aku cintai," jawab Mei Yin yang membuat Hua Feng heran.

"Aku akan tinggal bersama Lian, kami berdua saling mencintai," lanjut Mei Yin sambil menceritakan kisah cintanya bersama Lian.

"Aku iri padamu. Kamu akan bersama orang yang kamu cintai, aku turut bahagia," ucap Hua Feng sambil memberikan sekotak perhiasan miliknya.

"Ambillah perhiasan ini. Anggaplah ini sebagai hadiah dari Kakakmu," ujar Hua Feng dan segera memeluk Mei Yin sambil menangis.

Dengan sedih, Hua Feng melepas kepergian Mei Yin. Dia turut bahagia karena nasib baik ternyata berpihak pada gadis itu.

Dengan berbekal sekotak perhiasan pemberian Hua Feng dan sekotak perhiasan miliknya, sudah cukup untuk membangun sebuah rumah. Bertahun-tahun hidup sebagai wanita yang menghibur orang bukan berarti dia berlimpah dengan harta. Karena semua bayarannya diambil oleh Jiya dan dia hanya mendapatkan separuhnya saja.

Sebelum bertemu Lian, Mei Yin selalu memberikan sebagian uangnya pada orang tidak mampu, tapi setelah mengenal Lian dan sejak mereka mempunyai harapan untuk hidup bersama, membuat Mei Yin harus menyisihkan sebahagian uangnya untuk masa depan mereka.

"Lian, sebelum kita ke padang bunga itu, apa boleh aku ke desaku untuk melihat kuburan kakekku?" tanya Mei Yin.

Lian tersenyum dan mengangguk. Walaupun mereka sudah pergi dari rumah bordil itu, tapi Mei Yin belum membuka penutup wajahnya. Dia ingin jika dia sudah tinggal berdua dengan Lian, barulah dia akan melepasnya, karena dia sudah berjanji pada Lian untuk tidak memperlihatkan wajahnya di depan orang lain terkecuali pada kekasihnya itu.

Hari hampir gelap ketika mereka sudah sampai di desa yang sudah terlihat hancur dan ditumbuhi rumput-rumput liar yang mulai meninggi. Mei Yin berjalan menyusuri rumput-rumput liar itu dan mendapati sebuah gundukan tanah yang mulai ditumbuhi ilalang.

Di depan gundukan tanah itu, Mei Yin duduk berlutut. Perlahan, air matanya terjatuh. Dia teringat kembali masa-masa indah bersama kakeknya dulu. Dia ingat ketika mereka tertawa gembira karena hujan turun. Dan itu, adalah kenangan terakhir bersama kakeknya.

"Kakek, maafkan aku karena baru datang menemui kakek. Jangan khawatirkan aku karena aku tidak akan sendiri lagi. Aku janji akan hidup dengan bahagia," ucapnya dengan air mata yang masih mengalir di pipinya. Lian kemudian mendekati gadis itu dan segera memeluknya.

"Aku akan membuatmu bahagia, aku janji padamu," ucap Lian sambil memeluk tubuh Mei Yin yang bersandar di dadanya.

Mereka meninggalkan desa itu di saat hari sudah mulai gelap. Jarak dari desa ke padang bunga itu setengah hari perjalanan. Karena sudah malam, mereka memutuskan untuk bermalam di salah satu goa yang ada di dekat desa itu. Goa itu tidak terlalu besar. Goa itu masih terlihat sama seperti dulu saat dirinya sering berteduh di sana saat sedang mencari tanaman obat bersama kakeknya.

"Sepertinya, kamu tahu seluk beluk tempat ini," ucap Lian yang sedang membakar ranting untuk membuat api unggun.

"Kamu lihat itu? Aku yang menggambarnya," tunjuk Mei Yin ke arah salah satu sudut dinding goa itu.

Lian mengambil salah satu ranting yang sudah terbakar dan berjalan ke arah dinding yang ditunjuk oleh Mei Yin.

"Ternyata kamu hebat juga. Yang kamu gambar itu kambing atau rusa?" canda Lian sambil berjalan ke arahnya dengan tertawa.

"Itu rusa. Aku dan kakek baru pulang mencari tanaman obat dan kami melihat seekor rusa yang terluka karena terkena panah," jelasnya dengan serius walau ditertawai oleh Lian.

"Jangan marah. Aku tahu kok kalau itu rusa," ujar Lian sambil duduk di dekat gadis itu.

"Makanlah. Setelah itu, kamu harus tidur karena besok kita akan melanjutkan perjalanan," lanjutnya sambil memberikan sepotong ubi jalar yang sudah dibakarnya.

"Terima kasih," ucap Mei Yin dan mulai melahap ubi jalar itu.

Malam yang semakin larut membuat Mei Yin tidak mampu melawan rasa kantuk yang mulai mengganggunya. Dengan tubuh yang bersandar di bahu Lian, membuat gadis itu merasa nyaman dan mulai terbawa ke alam mimpi.

Melihat Mei Yin yang sudah tertidur pulas membuat Lian tersenyum. Perlahan, diraihnya tubuh gadis itu dan meletakkan kepala gadis itu di atas pangkuannya.

Dengan mudahnya, Lian melihat wajah Mei Yin yang tidak lagi tertutup cadar. Wajah cantik gadis itu telah mengalihkan dunianya. Dia begitu terpesona dengan wajah cantik yang selalu tertutup itu. Dan betapa beruntungnya dia karena bisa mencintai dan dicintai oleh gadis itu.

Angannya perlahan mulai bermain di pikirannya. Betapa dia akan sangat bahagia jika angannya itu menjadi kenyataan. Sebuah angan untuk bisa hidup bersama dan memiliki keluarga kecil yang membuat hidupnya lebih sempurna.

Lian mengelus lembut wajah Mei Yin yang masih tertidur. Wajah yang sudah membuatnya tergila-gila. Wajah yang membuatnya rela walau harus bertarung nyawa. "Aku akan membuatmu bahagia, itu adalah janjiku padamu," gumam Lian yang perlahan mulai menutup matanya.

*****

Suara ayam hutan mulai berkokok. Matahari pagi yang masih malu-malu belum berani menampakkan cahayanya. Sementara Mei Yin, masih tertidur di atas lantai goa yang beralaskan dedaunan.

Api unggun sisa semalam masih menyala walau hanya tinggal arang. Embusan angin di pagi itu terasa begitu dingin hingga membuat Mei Yin membuka matanya. Di depannya, hanya ada tumpukkan arang sisa api unggun dan sekantong barang bawaannya.

"Lian, kamu di mana?" pekik Mei Yin panik ketika tidak menemukan Lian di tempat itu.

"Lian..!!" teriak Mei Yin sambil berlari keluar dari mulut goa.

Karena panik, Mei Yin mulai berlari dan memanggil-manggil nama kekasihnya itu. Tanpa sadar, air matanya mulai terjatuh karena tidak melihat pemuda itu.

"Aku di sini," teriak Lian yang membuat Mei Yin segera berlari kearahnya dan segera memeluknya.

"Kamu kenapa menangis? Aku pergi berburu kelinci untuk makan pagi kita," ucap Lian sambil menenteng seekor kelinci di tangannya.

"Jangan pernah tinggalkan aku sendiri. Aku takut kalau kamu pergi dariku," ucap Mei Yin yang masih menangis dalam pelukan kekasihnya itu.

"Aku tidak akan pernah pergi meninggalkanmu. Aku minta maaf, karena sudah membuatmu khawatir," ucap Lian sambil menghapus air mata gadis itu.

Perlahan, terbesit rasa bersalah di hatinya karena sudah membuat Mei Yin khawatir dan menangis. Dia tidak menyangka, kalau Mei Yin sekhawatir itu ketika tidak melihatnya. Dan gadis itu telah membuatnya jatuh cinta berkali-kali karena perhatian dan sayangnya yang begitu besar untuknya.

"Mei Yin, apa aku seberharga itu bagimu? Apa jadinya jika aku sudah tak ada lagi di sisimu? Apa yang akan terjadi jika kita dipisahkan oleh kematian?" batin Lian yang membuatnya menitikkan air mata.

"Lian, berjanjilah kamu tidak akan pergi tanpa aku. Aku mohon, kemanapun kamu pergi bawalah aku bersamamu," pinta Mei Yin dengan wajahnya yang terlihat sedih.

Lian mengangguk dan menggandeng tangan gadis itu dan menuntunnya masuk ke dalam goa. Api unggun yang hampir padam, dinyalakan kembali. Kelinci hasil berburu lalu dipanggang dan menjadi sarapan pagi mereka.

"Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan. Kalau tidak ada masalah, kita akan sampai di padang bunga itu tengah hari nanti," jelas Lian sambil membawa barang bawaannya itu keluar dari dalam goa. Mei Yin tersenyum sambil mengikuti Lian dari belakang.

Setelah persiapan selesai, Lian kemudian menaikkan Mei Yin ke atas punggung kuda dan mulai berjalan di sampingnya.

"Ayo, naik. Kenapa kamu berjalan kaki?" tanya Mei Yin karena melihat Lian yang hanya berjalan sambil memegang tali kekang kuda.

"Sebentar lagi baru aku naik. Kasihan kudanya sudah membawa kita berdua sejak kemarin," ucap Lian dengan senyum di wajahnya dan Mei Yin hanya bisa menatap kekasihnya itu.

Sudah hampir dua jam mereka berjalan menyusuri hutan. Dan selama dua jam itu, Lian hanya berjalan kaki dan itu membuat Mei Yin merasa kasihan padanya. "Kita beristirahat saja dulu, kamu pasti lelah karena sudah berjalan sejauh ini," ucap Mei Yin dan mencoba untuk turun dari atas punggung kuda.

"Sini," ucap Lian sambil membentangkan kedua tangannya saat Mei Yin akan turun dari punggung kuda dan gadis itupun tidak menolak.

Setelah beristirahat, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Karena sudah hampir tengah hari dan tidak ingin membuat Mei Yin khawatir, akhirnya Lian memutuskan untuk naik di atas punggung kuda.

Baru saja mereka berjalan beberapa langkah, di depan mereka sudah berdiri beberapa orang lelaki dengan memakai penutup wajah dan mencoba menghalangi jalan mereka.

"Mau apa kalian? Jangan menghalangi jalan kami!!" teriak Lian dari atas kuda.

Tanpa menjawab, orang-orang itu kemudian berlari ke arah mereka dan menghunus pedang ke arah Mei Yin seakan ingin membunuhnya. Melihat Mei Yin akan diserang membuat Lian menghunuskan pedangnya dan menangkis pedang yang hampir saja mengenai leher kekasihnya itu.

1
秦柔
this is very touching /Sob/
Yaser Levi
sampai episode ini, udah gak ada gregetnya, cinta kok pindah2 gak jelas..mn rajanya bego lagi ..udahan lah..
Kalief Handaru
ceritanya bagus
Purwanto Purwanto
sanfat menguras emosi
Novie Achadini
karya yg lainnya apa thor aku suka sama critanya
Novie Achadini
ceritanya bagus bgt thor
Oi Min
Ah.... Ruwet
Oi Min
Mei Yin cuma cinta ma putra mahkota saja?? Akankah dia bsa jatuh cinta lagi??
Oi Min
Jadi Liang Yi akan ttp jdi kakak dan sahabat Mei Yin
Oi Min
Apa Mei Yin akan jatuh cinta lagi.... Siapa yg akan jadi jodohnya Mei Yin??
Oi Min
Jdi.... Siapa yg memburu Mei Yin sampe2 Lian berkorban nyawa??
Oi Min
Nangis aq tor...... Syedih..... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Oi Min
Ah.... Lian so sweet dech.....
Apa Lian itu kekasih yg di sebut di prolog itu.... Yg mati krna orang istana??
Oi Min
Jendral Cang Yi sdah lupa ma Mei Yin kah??
evilnasry_
aku bahagia mendengar meylin akhirnya hidup bahagia,,dan tak ku sangka season keduanya sdh lebih dulu selesai ku baca dibandingkan season pertamanya,,karyamu sngatt bguss thorr semangat lagi untuk berkarya👍💪
❤time traveller❤
sedia tissue
♥️♥️time travelers ♥️♥️
sedih bgt ceritanya . mudah mudahan happy ending
mejik tutik
yang benar itu yg gimanaaa?
Sri Farsan
kebanyakan bawang thor,,, nyesek ak
(*) 😑 Oppa gabut😁😐😤
di cerita ini tokoh utama nya siapa🤔
bingung aku🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!